Paus Menjadi “Jas Hujan” Bagi Orang Filipina

176
Paus Menjadi “Jas Hujan” Bagi Orang Filipina
Silahkan memberi Rating!

Pada hari minggu 18 Januari, hawa berasa dingin. Mendung menyelimuti Kota Manila. Sabtu malam sudah diumumkan bahwa besar kemungkinan hari Minggu akan turun hujan. Jadi seluruh umat yang bakal menghadiri misa penutupan dengan Paus Fransiskus di Quirino Grandstand sudah membawa mantol atau jas hujan.

Gerimis Menyapa

Sesungguhnya mulai sejak Sabtu malam umat telah banyak berkumpul nginap di seputar Rizal Park. Mereka berebutan tempat di taman untuk memejamkan mata. “Hai tempat ini telah jadi punya kami, ” kata seseorang ibu dengan galak pada rombongan orang muda yang akan menggunakan sisi taman itu.

Beberapa ribu orang telah menginap disana agar pagi harinya pada jam 06. 00 pagi, mereka dapat tempat paling dekat dengan panggung altar Bapa Suci.

menatap-altar-dari-kejauhan-paus-filipina-640x469

Benar sekali, jam 09. 00 gerimis mulai turun. Dingin, gerimis serta agak mendung, namun itu bukanlah penghalanguntuk orang Filipina yang akhir-akhir ini sudah akrab dengan badai topan. Jalanan menuju Rizal Park sudah dipadati beberapa pejalan kaki.

Mendekati Quirino Grandstand, beberapa ribu orang sudah memadati tepian jalan yang bakal dilalui Paus. Mereka duduk berantakan diatas alas. Ada beberapa berdiri memegangi terpal ala kadarnya untukmembuat perlindungan bagi keluarga mereka dari gerimis sesaat sanak familinya duduk berteduh di bawahnya.

Lain-lainnya duduk berjajar di trotoar menunggu waktunya Paus melintas dengan bersiap-siap mengangkat patung Santo Nino. Hari Minggu itu yaitu perayaan pesta Santo Nino, pelindung Filipina. Mereka bakal mengangkat tinggi-tinggi patung Yesus Kecil itu sembari diayun-ayunkan menari.

memilih-duduk-diam-paus-di-filipina-e1421664743933

Kekuatan Iman

Tepat jam 10. 00 sisi lapangan Quirino yang luas akhirnya sudah dipadati oleh umat. Walau sebenarnya misa baru bakal diawali jam 15. 30. Inimengakibatkan beberapa orang yang baru berdatangan tak mendapat akses masuk lagi.
Umat mengular, bergerak ikuti arus. Saat mentok, karena jalan diblok, mereka pun berbalik arah sembari berjejal-jejalan. Lautan manusia itu tak terkoordinir lagi. Banyak dari pada mereka pada akhirnya pilih duduk diam depan layar-lebar lantaran sadar tak dapat mendekati panggung.

Hingga jam 13. 00 siang gelombang umat yang datang malah makin banyak. Tak mengherankan bila beberapa umat cuma bisa ikuti misa dari jarak yang cukup jauh. Berdiri dijalan raya, di bawah jalur rel LRT sembari melihat monitor besar disana.

Kerumunan-misa-paus-di-filipina-2-e1421664680434

Paus menjadi Jas Hujan Orang Filipina

Sungguh luar biasa iman umat di Filipina. Pesona Paus Fransiskus yang sederhana, dekat dengan orang kecil serta berbelas kasih ini sudah bikin orang Filipina terserang serangan demam paus.

Perayaan Ekaristi sepanjang 90 menit itu berjalan dengan khidmat. Waktu misa berjalan, umat puntenggelam dalam aroma spiritual yang dibawa oleh Paus yang populer dengan seruannya pada Gereja Katolik untuk mengimani Allah yang penuh belas kasih, membela yang miskin serta pengampun.

kerumunan-misa-paus-di-filipina1-e1421664824417

Mgr. Socrates Villages, ketua Konferensi Uskup Filipina menjuluki Paus sebagai Mantol hujan orang Filipina. Meski hingga misa usai, hujan tetap turun serta cuaca gelap menyelimuti lokasi Metro Manila, tetapi iman umat lebih hebat dari sebatas cuaca. Banyak juga yg tidak mengenakan jas hujanatau payung namun bertahan sampai akhir.
Sesungguhnya Paus lah yang telah menjadi mantol atau jas hujan atau payung yang diberikan oleh Allah pada mereka hingga mereka dapatterus berdiri sampai Paus meninggalkan lapangan.

Terimakasih Bapa Suci yang kami cintai.

(www.MajalahMOOGI.cm)