MARIA PENOLONG UMAT KRISTIANI

589
MARIA PENOLONG UMAT KRISTIANI

Gelar Bunda Maria Penolong Umat Kristiani tidak dapat dipisahkan dari Santo Yohanes Bosco. Orang kudus ini memperoleh anugerah istimewa dari Tuhan, antara lain kemampuan membaca jiwa seseorang, nubuat serta penampakan. Ia menerima penampakan pertama pada waktu dia berusia sembilan tahun. Selanjutnya pada tahun 1844, Maria menampakkan diri kepadanya dan minta supaya didirikan sebuah gereja dengan nama Maria Penolong Umat Kristiani. Pada tahun 1862 ia menulis mengenai “Impian tentang Dua Tiang Utama”. Berikut ringkasannya:

 “Saya melihat samudera yang amat luas, penuh dengan armada kapal-kapal dalam keadaan siap tempur. Semua kapal dilengkapi dengan senjata berat …. Ada satu kapal yang megah dan lebih hebat dari kapal lainnya. Ketika merapat, kapal-kapal lain langsung menghantam, menembakkan api dan menyerangnya habis-habisan. …. Di tengah lautan yang tak berujung itu tampak dua tiang besar yang amat kokoh, menjulang tinggi ke langit. Tiang yang satu menyangga sebuah patung Santa Maria Tak Bernoda. Di bawah kakinya terbaca huruf-huruf besar yang jelas: PERTOLONGAN UMAT KRISTIANI. Tiang yang lainnya jauh lebih kokoh dan tinggi, menyangga sebuah hosti dan di bawahnya tertulis: KESELAMATAN BAGI UMAT BERIMAN.

Selanjutnya Don Bosco menjelaskan: ”Kapal-kapal musuh melambangkan penganiayaan. Gereja mesti menghadapi berbagai macam tantangan dan pencobaan yang besar. Musuh-musuh Gereja dilambangkan oleh kapal-kapal yang menyerang dan berusaha menenggelamkan kapal besar. Hanya dua hal yang dapat menyelamatkan Gereja pada saat kristis seperti itu, yaitu devosi kepada Sakramen Mahakudus dan devosi kepada Bunda Allah.

Menurut sejarah, sudah ada perkumpulan Maria Penolong Umat Kristiani di Munchen, Jerman. Selanjutnya Paus Pius VII memprakarsai perayaan Maria Penolong Umat Kristiani dan menetapkan pestanya tanggal 24 Mei, hari ketika beliau kembali ke Roma setelah dibebaskan dari tahanan Napoleon pada tahun 1814. Gelar yang dalam perjalanan sejarah semakin tidak diingat, dikembalikan oleh Don Bosco kepada Gereja.

Di tengah-tengah zaman yang penuh dengan tantangan ini, marilah kita dengan sungguh-sungguh mengupayakan dua devosi ini dalam hidup kita, keluarga dan komunitas kita. Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda sekalian, keluarga dan komunitas Anda. (+ Mgr. I.Suharyo)