Semangat Pertobatan

288
Semangat Pertobatan
Silahkan memberi Rating!

Realita: Para pemimpin agama Yahudi memandang para pemungut cukai dan orang-orang berdosa sebagai orang-orang tak bermoral yang harus disingkirkan.

Refleksi Kitab Suci: Perumpamaan tentang domba dan dirham yang hilang menggambarkan sukacita besar atas ditemukannya kembali domba dan dirham itu. Pemilik domba dan dirham itu pun mengundang para sahabat dan tetangganya untuk ikut bersukacita. Sukacita secara komunal itu mengumpamakan sukacita Allah dan seisi surga atas seorang berdosa yang bertobat.

Jika Yesus mengalamatkan perumpamaan itu kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, itu karena mereka bukannya mencari dan membawa pada pertobatan, tetapi malah mengucilkan dan menjauhi orang-orang berdosa. Yesus mau memperkenalkan Allah yang bukan saja mau mengampuni orang berdosa setelah orang itu dihukum habis-habisan. Tetapi Allah yang penuh belas kasih, maha pengampun, dan mau mencari orang-orang berdosa demi pertobatan mereka. Perumpamaan itu menggambarkan inisiatif dan belas kasih Allah terhadap umat-Nya, terutama para pendosa yang mau bertobat.

Rekonsiliasi: Tidak jarang kita memandang hina dan tak mau bergaul dengan orang-orang berdosa. Padahal, kita adalah anak-anak Allah yang harus menghargai sesama.

Latest Gadget

http://www.hidupkatolik.com/2011/11/03/bertobat-renungan-kamis-3-november-2011