Jawa Barat Kembali Mempertahankan Posisi Daerah Paling Intoleransi se-Indonesia

261
Jawa Barat Kembali Mempertahankan Posisi Daerah Paling Intoleransi se-Indonesia
Silahkan memberi Rating!

Sungguh ironis, propinsi Jawa Barat kembali jadi topscore dalam masalah kekerasan pada kebebasan beragama serta berkeyakinan, sekian hasil temuan Wahid Institute dalam laporan tahunan mereka tentang kebebasan beragama dan berkeyakinan (KB) serta Intoleransi di Indonesia 2014, seperti dilansir dalam icrp-online.org.

Th. 2014, propinsi yang dinahkodai kader PKS, Ahmad Heryawan sudah berlangsung 55 kali tindakan pelanggaran pada kebebasan beragama serta berkeyakinan. Angka ini jauh melampaui posisi ke-2 DI Yogyakarta dengan jumlah kekerasan 21 masalah serta ketiga Sumatera Utara yaitu pada angka 18.

Dari 55 tindakan kekerasan atas nama agama di propinsi itu malah dikerjakan oleh aktor negara. Terdaftar Wahid Institute di Jawa Barat 36 dari 55 tindakan intoleransi di Jawa Barat dikerjakan pemerintah daerah maupun penegak hukum.

Sebagian masalah yang menyedot perhatian umpamanya tentang sengketa tanah GKI Yasmin di Bogor serta HKBP Philadephia di Bekasi. Semasing pemimpin daerah condong ikuti kehendak kelompok-kelompok radikal dalam persoalan sejenis ini.

Peneliti Senior Wahid Institute, Subhi Azhari lihat ada dua aspek terpenting Jawa Barat terus jadi nomer satu dalam kekerasan atas nama agama.

“Pertama, lantaran grup keagamaan yang intoleran banyak di Jawa Barat. Ke-2, kemungkinan ada kecenderungan segregasi sosial di beberapa daerah satelit kota besar diantara Jakarta serta Bandung, ” ucap Subhi, dalam konferensi pers di Wahid Institute, belum lama ini.

Ahmad Heryawan bahkan juga satu tahun lebih ke belakang menggandeng Front Pembela Islam (FPI) untuk melindungi “moralitas” serta agama di Jawa Barat. Walau sebenarnya seperti di ketahui berbarengan FPI jadi salah satu aktor dalam kekerasan pada minoritas.