Persiapan Sinode Keluarga, Vatikan Rilis Dokumen tentang Keluarga

354
Persiapan Sinode Keluarga, Vatikan Rilis Dokumen tentang Keluarga
Silahkan memberi Rating!

Vatican Pope

Perjuangan dan tantangan yang dihadapi umat Katolik di seluruh dunia dalam mengikuti ajaran Katolik terungkap dalam dokumen yang menjadi pedoman untuk sinode para uskup tentang keluarga di Vatikan mendatang.

Dokumen itu, yang diharapkan banyak umat Katolik sebagai barometer untuk sinode itu, juga mempertegas kembali ajaran Gereja tentang perkawinan tak terceraikan, pembatasan perkawinan pasangan heteroseksual, dan pasangan harus terbuka untuk memiliki anak.

Dokumen itu juga menyatakan bahwa Gereja harus merespon perjuangan keluarga untuk mematuhi ajaran Gereja yang menentang – perceraian dan pernikahan kembali, kontrasepsi, kumpul kebo, dan pernikahan sesama jenis.

Dirilis oleh Vatikan pada Kamis, dokumen tersebut dipersiapkan untuk sinode para uskup yang akan diadakan pada Oktober.

Seperti yang disampaikan oleh Paus Fransiskus tahun lalu, sinode 2014 itu adalah pertama dari dua pertemuan para uskup dari seluruh dunia di Vatikan dengan tema “Tantangan pastoral keluarga dalam konteks evangelisasi.”

Kantor Sinode Uskup menyusun dokumen persiapan itu setelah konsultasi dengan para imam dan awam yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Beberapa bulan terakhir, berita tentang sinode tersebut telah memberikan harapan bahwa Paus Fransiskus mungkin mempertimbangkan perubahan dalam praktik pastoral Gereja di sejumlah bagian, terutama yang berkaitan orang bercerai dan menikah lagi lalu menerima Komuni.

Namun, dokumen itu menjelaskan sinode mendatang itu sebagai acara khusus bagi para uskup untuk mengevaluasi bagaimana menjelaskan ulang ajaran-ajaran saat ini, bukan mengevaluasi ajaran mereka sendiri.

Dokumen, yang dikenal dalam bahasa Latin sebagai instrumentum laboris, juga menyalahkan budaya modern yang membuat umat Katolik kurang menerima ajaran Gereja tertentu.

Tanggapan atas konsultasi global kantor sinode itu – dengan melihat jawaban kuesioner yang panjang dari konferensi waligereja di seluruh dunia tentang bagaimana umat Katolik menganggapi ajaran-ajaran Gereja – terkait “alasan yang mendasari kesulitan mereka dalam menerima ajaran Gereja,” tulis dokumen itu.

Di antara alasan-alasan tersebut: “Budaya hedonistik, relativisme, materialisme, individualisme, sekularisme berkembang, prevalensi ide-ide yang mengarah ke sebuah liberalisasi moral.”

Dokumen, yang mencakup 85 halaman itu, akan digunakan oleh para uskup di seluruh dunia dalam mempersiapkan sinode 2014 dan 2015.

Dokumen itu diumumkan secara resmi dan ditandatangani oleh Lorenzo Kardinal Baldisseri, sekjen Kantor Sinode Uskup Vatikan.

Dokumen ini dibagi menjadi tiga bagian: Sebuah penelitian “pengetahuan dan penerimaan” umat Katolik terhadap ajaran Gereja; Sebuah studi tentang “berbagai tantangan dan situasi” yang dihadapi keluarga; Tantangan pastoral tentang “keterbukaan untuk kehidupan” dan membesarkan anak-anak.

Butir-butir dokumen itu juga mengacu pada aborsi, kontrasepsi, pernikahan sesama jenis, serta perceraian dan pernikahan kembali. Butir-butir lain berbicara banyak tentang iman dan ajaran Gereja dalam konteks yang lebih luas terkait keluarga.

Para uskup yang menghadiri sinode Vatikan itu diharapkan meninjau kembali dokumen itu dalam persiapan untuk laporan mereka selama pertemuan pada Oktober.

Sinode 2014, dikenal sebagai sinode luar biasa, akan dibatasi terutama untuk para pemimpin konferensi-konferensi waligereja nasional. Pertemuan 2015 akan jauh lebih besar, yang terdiri dari beberapa uskup terpilih yang mewakili masing-masing negara. (Indonesia.UCANews.com)