Surat Keluarga Januari 2014: “Tahun Pelayanan Kasih”

148
Surat Keluarga Januari 2014: “Tahun Pelayanan Kasih”
Silahkan memberi Rating!

DSCF8592

Selamat Tahun Baru 2014

Selamat Memasuki Tahun Pelayanan Kasih

Keuskupan Agung Jakarta

 

Keluarga-keluarga terkasih di Keuskupan Agung Jakarta,

Memasuki tahun yang baru pasti membawa kabar dan sukacita sendiri bagi setiap keluarga. Semoga kabar Anda semua membawa sukacita dan semangat yang semakin baik. Kiranya hal-hal baik yang kita rencanakan dan impikan tercapai di Tahun yang baru ini, karena Tuhan berkenan menganugerahkannya.

Tahun ini, Keuskupan Agung Jakarta, khususnya Tim Karya Pastoral, telah menjadikan Tahun 2014 sebagai Tahun Pelayanan Kasih. Seluruh keuskupan menganggap hal penting pelayanan untuk kita kembangkan bersama. Maka saya mengajak kita semua mengembangkan pelayanan itu dalam keluarga kita masing-masing supaya bahasa cinta kita juga menjadi semakin lengkap.

Saya pernah menyampaikan dalam surat saya mengenai Bahasa Cinta atau Bahasa Kasih. Ada 5 yang seharusnya kita kembangkan secara alami: sentuhan dengan kasih, memberikan peneguhan, kemauan memberikan waktu bersama berkualitas, memberi hadiah bermakna, dan memberikan pelayanan kasih. Semua itu membuat kasih dalam keluarga semakin bertumbuh.

Banyak sekali saya menemukan pengalaman keluarga yang bermasalah dan berhasil keluar dari masalah mereka karena salah satu atau para anggota keluarga mengusahakan bahasa kasih ini. Kesetiaan isteri yang melayani suaminya dalam keadaan buruk, bisa membuat suami kembali sadar dan “pulang” ke rumah. Kesetiaan suami yang membantu pekerjaan rumah di pagi hari dengan sapaan ramah, bisa membuat isteri menjadi semakin sayang kepadanya.

Pelayanan menjadi cara yang suci untuk menunjukkan bahwa kita memang mencintai keluarga. Hal ini tidak sama dengan hanya mencari uang di luar rumah. Pelayanan  dengan mencari nafkah saja justru bisa membuat hubungan renggang karena jarangnya waktu bersama atau jarang bersentuhan dengan keluarga. Keempat bahasa pertama adalah bukti pelayanan kita kepada keluarga, sehingga kita tidak perlu takut dihempas gejala modernitas yang bisa memecah belah keluarga.

Pelayanan kepada keluarga adalah jalan terindah untuk membuktikan bahwa kita mencintai dan mau melayani Tuhan. Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan utuk manusia.” Melayani Tuhan hanya bisa terbukti kalau kita juga melayani keluarga dengan segenap hati.

Sekarang ini, banyak keluarga memperhatikan hidup keluarganya. Mereka yang sadar melihat perlunya menyediakan waktu untuk melakukan rekreasi bersama dan memberi waktu secukupnya untuk pasangan dan anak-anak. Rekreasi membuat kita merasa dilahirkan kembali, mendapat energi baru, dan menikmati hidup yang sebenarnya bersama keluarga. Kita perlu mengembalikan panggilan hidup kita sebagai anggota keluarga supaya hidup kita menjadi lebih “penuh” dan nyaman. Dalam kesulitan, dalam kebingungan, dan dalam kedukaan mendalam, pelayanan menjadi penghibur yang membuat orang menjadi tenang, karena merasa dicintai.

Keluarga-keluarga KAJ yang terkasih, belajarlah melayani lebih sungguh. Jangan mengajarkan anak-anak melayani, mulailah dulu pelayananmu, dan biarkan generasi muda melihat dan kemudian menirunya. Jika anak-anak sedari kecil diajak untuk melayani, mereka akan tumbuh semakin manusiawi dan sadar melayani. Selalu ada jalan untuk mencapai surga. Selalu ada cara untuk menciptakan suasana gembira, bukan dengan harta benda, tetapi melalui pelayanan kasih.

Mari memasuki tahun Pelayanan Kasih 2014 dengan gembira dan niat suci, membuat segala sesuatu lebih baik, bukan dengan sikap minta dilayani, bukan dengan keluhan kepada orang lain, tetapi dengan saling melayani, membagikan sukacita kepada siapa saja yang berjumpa dengan kita. Katakanlah kepada dunia di sekitar Anda, “Tuhan lebih dahulu melayani aku, maka sekarang aku mau melayanimu dengan lebih sungguh dan kasih.”

 

Tuhan memberkati.

 

Rm.Alexander Erwin MSF