Memahami Kebenaran dalam Terang Roh Kudus

455
Memahami Kebenaran dalam Terang Roh Kudus
Silahkan memberi Rating!

Seorang teman mengatakan, setelah membaca berbagai literatur sejarah termasuk teori evolusi, ia sampai pada kesimpulan, kisah penciptaan manusia dalam Alkitab tidak dapat diyakini kebenarannya. Alkitab hanyalah kumpulan tulisan karya manusia.

Belakangan ini di sebagian kalangan mulai muncul pertanyaan: apakah Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia ataukah Ia hanyalah seorang manusia yang telah mencapai spiritualitas yang tinggi – menyatu dengan Yang Ilahi?

Para peneliti dari University of British Columbia, Vancouver, Kanada, belum lama berselang mempublikasikan hasil penelitian yang melibatkan 650 partisipan di Amerika Serikat dan Kanada. Penelitian itu bertujuan menjawab pertanyaan: mengapa orang-orang percaya kepada Tuhan dalam tingkatan yang berbeda. Hasil penelitian menyimpulkan, berpikir analitis dapat berdampak pada penurunan kepercayaan terhadap agama. Bahkan, kepercayaan orang-orang yang sangat taat pun bisa terkikis, (sumber: http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/04/28/89507/Berpikir-Analitis-Kikis-Kepercayaan-Agama/11).

Di zaman modern dengan berbagai kecanggihan teknologi, manusia memang cenderung semakin rasionalistis. Keputusan-keputusan yang diambil lebih didasarkan pada pertimbangan akal sehat. Nalar lebih berperan daripada iman. Manusia merasa berkuasa atas kehidupannya sendiri. Campur tangan Tuhan semakin tidak dibutuhkan. Kuasa kebesaran Allah semakin tersamar.

Di atas segala ilmu pengetahuan dan kecerdasan manusia, satu kenyataan yang kerap diabaikan manusia ialah dari manakah ia memperoleh napas kehidupan? Dapatkah ilmu dan akal budi yang dimilikinya memperpanjang kehidupannya sedetik saja, tatkala napasnya telah berhenti?

Tak perlu kepandaian untuk memahami kebenaran Alkitab. Yang dibutuhkan hanyalah kerendahan hati untuk mau membuka diri bagi terang Roh Kudus. Karena kepada orang-orang yang “kecil,” Tuhan berkenan menyatakan diri-Nya.

Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. (Lukas 10:21)

Alkitab memang ditulis oleh manusia. Namun, manusia yang menuliskannya tentu mendapat ilham dan terang Roh Kudus. Jika yang ditulis dan yang menulis bukan berasal dari Allah, tentu akan lenyap seiring perjalanan waktu sekian ribu tahun (bdk. Kisah Para Rasul 5:38-39). Menolak mengakui kebenaran Alkitab berarti meremehkan peran Roh Kudus. Dan mereka yang menghujat Roh Kudus tidak terampuni dosanya (bdk. Matius 12:31).

Firman Tuhan adalah kebenaran, seperti dikatakan Yesus dalam Yohanes 17:17. Maka, jika kita ingin memperoleh kebenaran, bertekunlah mendalami firman Tuhan, agar dapat memahami kebenaran itu.

Dalam firman-Nya kita juga akan menemukan beberapa kali Yesus menegaskan diri-Nya sebagai Putera Allah yang melaksanakan kehendak BapaNya. Apa yang dikatakan dan dilakukan-Nya bukan berasal dari diri-Nya sendiri, melainkan dari Bapa yang telah menyatu dalam diri-Nya. Melalui pernyataan-pernyataan Yesus itulah kita mengimani bahwa Ia sungguh Allah yang menjelma menjadi manusia, bukan sekadar manusia fana yang telah mencapai spiritualitas tertinggi.

Dengan tetap tinggal dalam firman Tuhan, kita akan sampai pada kebenaran yang memerdekakan. Tiada lagi keraguan yang melingkupi. Ketika angin dan badai menerpa dari sekitar – gelombang sekularisme dan agnostisme, kita dapat tetap berdiri kokoh karena berlandaskan firman Tuhan.

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:31-32)

Menjelang hari Pentakosta, marilah kita memohon karunia Roh Kudus agar kita dapat memahami kebenaran dalam terang Roh Kudus. Mintalah kepada Tuhan Yesus, supaya Ia mengirim kepada kita Roh Kebenaran yang akan memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran (bdk. Yohanes 16:13).

Patricia Heinrica
(Kontributor Web KAJ)