SURAT KELUARGA JUNI 2018: DARI SAYA BUAT REMAJA

435
SURAT KELUARGA JUNI 2018: DARI SAYA BUAT REMAJA

Saya percaya, masih ada banyak remaja yang benar-benar sesuai dengan harapan kami, para orangtua, yang muda belia, di usia puncak energi, yang mau bertindak futuristik (ke masa depan) dengan memelihara hidup yang baik dan wajar; dengan “kenakalan” yang tidak mematikan dan menjerumuskan; tetapi membuat warna di kehidupan sehari-hari melalui karya-karya ajaib yang dipikirkan saja tidak oleh kami para orangtua kalian.

foto: UNFPA Indonesia Twitter

Remaja berprestasi dan unggul memang membanggakan, tetapi, menjadi remaja yang taat beriman; yang tidak lepas kendali akan relasi dan pergaulannya; yang nilainya tidak tinggi tetapi cukup; atau mereka yang aktif dalam organisasi-organisasi kepemudaan yang berguna; juga sama membanggakannya. Hidup tidak hanya untuk meraih nilai-nilai akademis, tetapi terutama nilai-nilai kehidupan yang tidak boleh ditinggalkan.

Sungguh menyenangkan bertemu dengan seorang remaja yang sopan menyapa, Selamat pagi, Oom dan Tante.” atau mereka yang berpamitan pada orangtuanya ketika akan pergi keluar rumah. Melihat gadis-gadis muda berpakaian sopan tentu tidak mengubah pesonanya. “Kecantikan itu adanya di dalam”, kata para filsuf. Dengan tidak “menjual diri sendiri” untuk maksud eksploitasi dengan tujuan apapun, kami semua sudah merasa nyaman melepas kalian di manapun berada. Atau melihat pria remaja yang sopan, yang ringan tangan dan rajin ke Gereja, itupun membesarkan hati kami.

Kami semua sadar bahwa hidup para remaja tidak mudah. Kami tahu tantangan kalian berhadapan dengan jaman digital memang rumit untuk dimengerti, tetapi kalian punya banyak cara untuk menjadikan itu sesuatu yang berguna dan bukan menjerumuskan diri sendiri. Barangkali suara kami, para orangtua, para guru, para imam dan para senior memang terasa mengikat. tetapi, kami juga pernah belajar dari kehidupan semasa kami seusiamu. Kami dulu belajar untuk menjadi dewasa, tetapi tidak merusak diri sendiri dengan alasan apapun juga.

Para remaja terkasih, anggaplah ini sebagai surat cinta. Sebab saya sangat memberi perhatian kepada kalian semua. Tidak ada hal yang rasanya lebih penting dari perhatian kepada kalian. Saya selalu berdoa, agar Tuhan memberkati langkah-laku hidup kalian semua. Saya masih mempunyai harapan baik, jika kalian mau terus belajar dari pengalaman-pengalaman yang menimpa teman-teman kalian yang kurang bijaksana dan kurang beruntung. Jadilah remaja cerdas; jadilah remaja beriman; jadilah harapan bagi dirimu sendiri dan kami semua. Semoga Tuhan memberkati kalian dengan kasih dan kebijaksanaan-Nya. Amin

Rm Alexander Erwin MSF