SURAT KELUARGA JUNI 2015: Menormalkan Keluarga Kita

192
SURAT KELUARGA JUNI 2015: Menormalkan Keluarga Kita
Silahkan memberi Rating!

jesus_teaches

Rekreasi adalah pembentukan kembali

Saat alam menyembuhkan dalam cahaya

Seluruh insan dihembusi dengan daya

Yang menguatkannya kembali bersukacita

 

Mari menimba air kehidupan

Dari sumber-sumber keselamatan

Di tempat Tuhan menyediakan lahan

Untuk menanami kembali tandusnya hidup

 

Keluarga membawa senda dan tawa

Memberikan keindahan dalam kesatuan

Jangan menghentikan tawa anak-anak

Karena mereka merindukan ayah ibunya

 

(Alexander Erwin MSF)

Keluarga-keluarga yang terkasih di Keuskupan Agung Jakarta, setelah anak-anak disibukkan dengan pekerjaan rumahnya dan sekolah, sekarang anak-anak mempunyai kesempatan untuk menikmati kebersamaan yang membuatnya bersukacita. Inilah saat liburan yang pantas kita perhatikan. Inilah saat mengembalikan keluarga pada situasi normal.

Apa itu situasi normal? Keluarga normal adalah tujuan setiap keluarga dan sekarang ini menjadi perjuangan kebanyakan keluarga, khususnya di kota besar seperti ini. Kita mungkin sudah lelah memikirkan definisi, tetapi saya tidak ingin menyampaikan definisi itu, karena perhatian saya lebih pada masalah keluarga yang membutuhkan kebersamaan dan komunikasi.

Membayangkan sebuah keluarga, ada ibu dan bapak yang menjaga. Ibu di rumah dengan segala ketrampilan dan keibuannya mendidik dan mengurus rumah tangga dan segala kerumitannya. Keajaiban diberikan para ibu melalui tangan halusnya yang menjadi sedikit kasar karena pekerjaan rumah yang tak ada habisnya. Tetapi seorang ibu selalu merasa bahagia mengerjakan semua itu untuk anak-anak dan suaminya.

Seorang ayah memberikan perhatian melalui kerja keras dan komunikasinya, meskipun lebih sedikit dibandingkan para ibu. Ayah selalu dinantikan kepulangannya dari tempat bekerja. Seorang ayah yang baik memberikan perasaan aman dan nyaman untuk seluruh keluarganya, karena ia merasa gembira dapat memikul tanggungjawab sebagai ayah dengan karya tangan dan pikirannya untuk mencari nafkah.

Anak-anak dengan segala dinamikanya menemukan tempat yang paling nyaman di rumahnya. Ada saja yang mau disampaikannya kepada kedua orangtuanya. Seorang anak merasa “at home” berada dekat orangtua dan rumahnya. Di sanalah ia belajar pertama kali sampai nanti ia bisa mandiri membangun rumah tangganya sendiri. Betapa indah menyaksikan anak-anak meramaikan rumah dengan pengalamannya sendiri.

Saya merasa tidak bermimpi jika banyak keluarga Katolik dapat menciptakan sebuah rumah tangga yang “normal” seperti itu. Apalagi jika setiap hari minggu seluruh keluarga dapat mengikuti Ekaristi/Misa bersama di Gereja. Apalagi yang dinantikan? Masalah ekonomi dan tantangan dari luar rumah lebih mudah dihadapi jika setiap anggota keluarga saling mengasihi dan mendukung dengan komunikasi yang utuh. “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! “(1 Taw.16:11).

Saat ini banyak anak-anak kita yang sedang mengalami liburan. Jangan lupa mengajak mereka dalam acara kebersamaan. Berilah acara sederhana dan bangkitkan rasa cinta mereka melalui perhatian Anda. Mari mengembalikan “normal”-nya keluarga kita seperti diingatkan Paus Fransiskus, agar kita terhindar dari tantangan dunia global yang membuat keluarga kita makin tak menentu arah.

Carilah saat di mana Tuhan dapat membentuk kembali (rekreasi) setiap pribadi yang ada di rumah. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Mat.18:20) Makan bersama adalah salah satu cara termurah. Pergi ke tempat rekreasi setahun sekali juga bukanlah hal yang mewah, jika kita mempersiapkannya dengan menabung. Kebersamaan adalah suatu tanda dan bahasa cinta keluarga. Anggaplah ini suatu investasi yang akan diraih saat itu dan di masa depan.

Keluarga-keluarga di Jakarta, marilah kita senangkan hati Tuhan, mari persembahkan keluarga yang sederhana dan biasa, tetapi normal. Semoga kita semua mau berjuang atau berkorban untuk menciptakan kebersamanaan untuk membentuk sebuah keluarga yang biasa tetapi terbuka untuk menerima berkat Tuhan bersama. Saya dan para imam tentu berdoa untuk Anda dan keluarga semua. Tuhan memberkati.

Salam Keluarga Kudus 

Alexander Erwin MSF
Komisi Kerasulan Keluarga KAJ

Gedung Karya Pastoral

Jl. Katedral 7

Jakarta10710