Kali ini Hanya Satu Orang Katolik Di Jajaran Menteri Jokowi

5310
Kali ini Hanya Satu Orang Katolik Di Jajaran Menteri Jokowi
Silahkan memberi Rating!

Sosok ini pernah kami tampilkan dalam INFO GEMBALA BAIK Edisi 11, Thn. 1, 2012.

SUDAHKAH SAYA BERMANFAAT?

“Kurang waras”, demikian Dahlan Iskan menyebut Ignatius Jonan, Direktur  Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Bagaimana tidak, kalau mau, Jonan, yang pernah kuliah  di Harvard,  bisa mendapat pekerjaan dengan upah jauh lebih tinggi. Ternyata, sejak  tahun 1998, pria yang tekun berdevosi kepada Bunda Maria, dikejar pertanyaan: Bagaimana bisa bermanfaat kepada orang lain? Maka di tahun 2009, ketika ditawari menjadi Dirut PT KAI, meski bukan bidangnya,  setelah sebulan berpikir, ia bersedia menerimanya.  Di jabatan sekarang, Jonan bersyukur, dia dapat berbuat sesuatu untuk  masyarakat.   Naik kereta  api, sekarang jauh lebih manusiawi, demikian komentar banyak orang.  Ada komentar?  Ini alamat emailnya: jonan@kereta-api.co.id

1651307620X310

Nah, tulisan di atas adalah tulisan kami jauh sebelum beliau diangkat menjadi Menteri Perhubungan. Mari kita mengenalnya lebih lanjut.

Tentu anda akhir-akhir ini sering mendengar nama Ignasius Jonan. Apalagi sejak tragedi Pesawat Air Asia. Bekas Direktur PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) ini telah diangkat jadi Menteri Perhubungan dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi. Ia mengucap sumpah jabatan Menteri dengan menempatkan tangan diatas Alkitabyang dipegang oleh Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) RD Yohanes Rasul Edy Purwanto.

Mulai sejak ditunjuk juga sebagai Dirut PT KAI pada Februari 2009, Jonan memang sering melakukan dobrakan. Ia memulai langkah dengan mengatur service basic PT KAI. Ia merubah tujuan perusahaan, dari tujuan product ke tujuan pelanggan. Ia lakukan bermacam pergantian agar KAIdapat bekerja optimal penuhi hasrat pelanggan.

sajut-ignasius-jonan-januari-2015-hidup-katolik

Jonan yaitu sulung dari lima bersaudara. Ayahnya, Jusuf Jonan, entrepreneur asal Surabaya. Sang ibu, putri seorang petinggi di Singapura. Jonan lahir di Singapura, 21 Juni 1963. Ia melewati saat kecil sampai umur 10 th. di Singapura. Lantas, ia pindah ke Surabaya sampai merampungkan belajar di Kampus Airlangga.

Selepas itu, Jonan meneruskan sekolah di Amerika Serikat. Finance serta International Law merupakan bagian yang digelutinya. Posisi direktur sebagian perusahaan dijabatnya sampai lalu dipercaya jadi Dirut PT KAI. Satu terobosan yang dikerjakan alumni SMA St Louis Surabaya ini yaitu memberlakukan system piket untuk seluruhnya karyawan, termasuk juga dirinya sendiri serta beberapa direktur PT KAI. Satu bulan sekali Jonan semalaman berjaga di stasiun kecil. Waktu Lebaran lantas, Jonan juga berjaga tiap-tiap malam. Pernah satu malam, ia masih tetap terbangun pada jam 02. 00 WIB. Walau sebenarnya, jam 05. 00, ia mesti pergi naik kereta api menuju Yogyakarta. Terkadang untuk melepas capek, Jonan mesti tidur di bangku kereta api.

ignasius-jonan

Jonan pernah mengakui senantiasa membawa Rosario serta medali dengan gambar suci di kantong pakaiannya. “Saya senantiasa membawa ini. Saya berdoa ; Terjadi kepadaku menurut kehendak-Mu. Namun, ya praktiknya sulit. Saya juga sebagai manusia tak dapat pasrah 100 %, ” katanya. Jonan mengaku sekitar lebih sepuluh th. senantiasa membawa Rosario serta medali pemberian sang bapak, dimanapun ia pergi. Saat tengah lakukan perjalanan dengan kereta api, ia senantiasa menyediakan saat untuk menggelindingkan butiran doa Rosario. Ia juga membawa lembaran doa Novena Tiga Kali Salam Maria serta doa-doa lain didalam tasnya.

Mari kita mendoakan Pak Ignatius Jonan, agar tetap setia melayani Gereja dan Negara tercinta kita. Amin

114411_jonan