Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah

114
Para kardinal bahas penderitaan orang Kristen di Timur Tengah
Silahkan memberi Rating!

isis

Pada Senin (21/10, usai Sidang Luar Biasa Para Uskup) Konsistori para kardinal difokuskan pada penderitaan orang-orang Kristen di Timur Tengah, terutama mengingat munculnya Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), dan juga memutuskan dua kanonisasi.

Para kardinal dan patriark dari Timur Tengah bersama dengan para pejabat dari Sekretariat Negara Vatikan dan dicasteries (departemen-departemen Vatikan) mengadakan pertemuan tersebut pada Senin bersama Bapa Suci.

Pertemuan itu awalnya dijadwalkan dalam rangka kanonisasi Beato Joseph Vaz dan Beata Maria Cristina dari Kongregasi Suster-Suster Perkandungan Tak Bernoda, kemudian diperluas oleh Paus Fransiskus, yang menginginkan untuk membahas tentang nasib orang-orang Kristen.

Dalam sambutannya, Paus Fransiskus menekankan, “Kita perlu membangun rasa solidaritas dengan orang-orang Kristen di Timur Tengah yang hak-hak mereka telah dirampas. Mereka telah tinggal di sana selama lebih dari 2.000 tahun”.

Bapa Suci mengatakan, “Begitu banyak saudara-saudara kita dianiaya dan harus meninggalkan rumah-rumah mereka,” seraya menambahkan, “Tampaknya nilai kehidupan manusia tidak dianggap lagi, manusia tidak diperhitungkan lagi, dan bisa menjadi korban untuk kepentingan tertentu”.

Setelah sambutan awal Paus, Pietro Kardinal Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, juga menyampaikan sambutan. Kardinal Parolin mengatakan bahwa “respon militer tidak bisa menjadi satu-satunya” solusi untuk mengatasi krisis di Timur Tengah.

“Dalam kasus pelanggaran dan pelecehan yang dilakukan oleh ISIS, masyarakat internasional, melalui PBB dan badan-badan terkait, harus bertindak untuk mencegah genosida baru dan membantu para pengungsi,” kata prelatus itu.

Mengenai drama kemanusiaan – pengungsi dan orang terlantar di Timur Tengah – Kardinal Parolin menggarisbawahi bahwa Gereja mendesak masyarakat internasional “untuk bersikap belarasa menghadapi tragedi ini” dan pada saat yang sama memberikan bantuan melalui layanan bantuan lokal.

Konsistori juga menyetujui dua kanonisasi. Para kardinal tidak menetapkan tanggal untuk kanonisasi Beata Maria Cristina, seorang suster dari Italia yang mendirikan sebuah kongregasi suster di awal abad ke-20.

Bapa Suci sendiri akan mengkanonisasikan Beato Joseph Vaz, yang berasal dari Goa, India, yang menyebarkan Kabar Baik ke Sri Lanka, yang Misa kanonisasinya akan berlangsung pada 14 Januari 2015, selama perjalanannya ke Sri Lanka. (ucanews.com)