Paus Ajak Umat Berdoa untuk Perdamaian Suriah

125
habemus papam, paus baru 2013, fransiskus I, kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina
Paus Ajak Umat Berdoa untuk Perdamaian Suriah
Silahkan memberi Rating!

habemus papam, paus baru 2013, fransiskus I, kardinal Jorge Mario Bergoglio dari ArgentinaPaus Fransiskus mencanangkan bahwa Sabtu, 7 September 2013 adalah hari pantang, puasa dan doa bagi perdamaian Suriah, kawasan Timur Tengah, dan seluruh dunia. Seruan Bapa Suci ini diungkapkan secara terbuka dalam Angelus pada Minggu, 1/9 yang lalu.
Dalam seruannya, Bapa Suci mengajak semua umat beriman di seluruh penjuru dunia untuk menjadikan hari itu sebagai ungkapan keprihatinan atas krisis kekerasan dan perang di Suriah, kawasan Timur Tengah dan pelbagai titik di seluruh dunia.

“Penggunaan kekerasan tak akan pernah membawa perdamaian. Perang akan selalu memanggil perang, dan kekerasan akan memanggil kekerasan yang lain. Dengan segenap kekuatan, saya meminta pada semua pihak yang terlibat dalam konflik yang sedang berkecamuk, untuk mendengarkan suara hati masing-masing dan tidak menutup diri demi kepentingan sendiri, tetapi memandang orang lain sebagai saudara dan melaksanakan dengan keberanian serta keyakinan: menempuh jalan pertemuan dan negosiasi supaya pertentangan yang membutakan segera bisa diatasi”, jelas Bapa Suci.

Tanggapan Nunsius Apostolik untuk Indonesia

Nunsius Apostolik untuk Indonesia, Uskup Agung Tituler Sutrium, Mgr Antonio Guido Filipazzi dengan cepat merespon positif ajakan Paus Fransiskus. Dari Nunsiatura, telah dikeluarkan surat N.1025/13/I tertanggal 3 September 2013, yang meneruskan seruan keprihatinan Bapa Suci. Surat itu ditujukan kepada Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang sekaligus Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo sebagai undangan bagi Gereja Katolik Indonesia untuk menjawab undangan Bapa Suci Fransiskus.
Dijelaskan bahwa pada Sabtu, 7 September 2013, Bapa Suci mengajak seluruh dunia bersatu dalam doa yang disertai pantang dan puasa bagi terciptanya perdamaian di Suriah, kawasan Timur Tengah, dan seluruh dunia pada umumnya. Bapa Suci memilih tanggal tersebut karena pada saat itu Gereja Katolik sedang menyongsong (vigili) Pesta Kelahiran Bunda Maria, Sang Ratu Damai. Tak heran jika Bapa Suci akan menggelar doa bersama dalam semangat pantang dan puasa di Piazza San Pietro Vatikan, pada tanggal tersebut, pukul 19.00 – 24.00 waktu Roma.

Tanggapan KWI

Terkait dengan ajakan Paus Fransiskus dan terusan surat Nunsius Apostolik untuk Indonesia, Sekretaris Eksekutif KWI, RD Y.R. Edy Purwanto mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh Bapa Uskup di Indonesia untuk mendorong dan mengajak kawanan domba di keuskupannya masing-masing menjawab undangan Paus Fransiskus.
Dalam suratnya, Pastor Edy Purwanto mengharapkan kerjasama lintas agama dan keyakinan untuk berdoa dalam semangat pantang dan puasa bagi perdamaian di Suriah dan seluruh dunia. (http://www.hidupkatolik.com/)