Habemus Papam : Paus Fransiskus

156
habemus papam, paus baru 2013, fransiskus I, kardinal Jorge Mario Bergoglio dari Argentina
Habemus Papam : Paus Fransiskus
Silahkan memberi Rating!

 “Lonceng berdentang berkali-kali mengiringi Asap Putih yang keluar dari cerobong asap Kapel Sistine, Rabu (13/3/2013) sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Keluarnya asap putih dari cerobong Kapel Sistina menunjukkan bahwa Paus yang baru telah terpilih. Rasa Haru dan Syukur pun menyeruak dari lapangan Basilika St Peter yang dipenuhi puluhan ribu peziarah iman dan menyebar ke seluruh dunia dalam sekejap.”

“Habemus Papam, Habemus Papam, Habemus Papam”!

Kardinal Perancis Jean-Louis Tauran mengumumkan keputusan hasil Konklaf tersebut melalui balkon St Petrus Basilika, Vatikan. Jorge Mario Bergoglio dari Argentina (76) yang menjadi runner-up Benediktus XVI pada konklaf terakhir tahun 2005 lalu, kini terpilih sebagai Paus Baru.

Kardinal Bergoglio akhirnya dipilih menjadi Paus menggantikan Benediktus XVI. Bergoglio menjadi Paus ke-266 dalam 2.000 tahun sejarah Gereja Katolik. Kardinal asal kawasan Amerika Latin menjadi Kardinal Pertama yang menjadi Paus dalam Sejarah Gereja dan juga Paus Pertama yang menggunakan gelar Paus Fransiskus (Meneladani Semangat St. Fransiskus Assisi).

Beliau merupakan seorang figur yang sangat sederhana namun konservatif. Selama menjadi gembala di Argentina, Ia terkenal vokal menentang aborsi dan euthanasia. Ia juga mematuhi ajaran gereja soal homoseksualitas, tapi dia mengajarkan akan pentingnya menghargai kaum homoseksual.

Jorge menentang keras kebijakan pemerintah Argentina yang mengijinkan pernikahan sesama jenis!

Warga Argentina akan selalu mengenang kisah ini yaitu ketika pada tahun 2001 saat mengunjungi sebuah tempat perawatan pasien AIDS, dia mencuci dan mencium kaki 12 orang yang menderita AIDS. Inilah mengapa kita tidak heran jika beliau menggunakan nama Fransiskus sebagai nama Pausnya. St. Fransiskus Assisi merupakan teladan kesederhanaan suci, cinta kasih seluas samudera, pembela iman Gereja dan Pecinta Alam Semesta (Ekologis).

Foto: AFP

Vatikan