Teologi Cinta Kidung Agung

454
Teologi Cinta Kidung Agung
Silahkan memberi Rating!

Cinta, salah satu hal yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Mencintai dan Dicintai adalah sebuah kebutuhan. Dan Kidung Agung merupakan kitab yang menjelaskan tentang Makna Cinta yang sesungguhnya, meski terkadang kita menjadi risih jika membacanya. Tidak mengherankan jika kitab ini menjadi kitab yang jarang tersentuh dalam kebaktian umum, padahal kitab ini sangat dramatis berbicara tentang cinta dan seksualitas, yang merupakan kenyataan hidup yang tidak bisa kita hindari, dan bahkan merupakan anugerah Allah yang dimaksudkan untuk kita nikmati.

Seksualitas merupakan bagian dari penataan Ilahi mula-mula, tetapi bukan bagian dari kejatuhan manusia. Hubungan seksual yang demikian akrab antara sepasang kekasih mencerminkan hubungan dalam lingkup yang lebih tinggi, yaitu hubungan yang berkaitan dengan diri Allah dan ciptaannya.

Kekuatan Cinta tidak diragukan lagi, dimana kekuatannya diibaratkan seperti nyala api TUHAN (Kid 8:6c-7a), Cinta bertujuan untuk menyatukan seseorang dengan yang lainnya, bukan hanya tubuh/jasmaniah tetapi jiwa dan pikiran. (Kej 2:23-24, 1 Sam 18:1). Cinta adalah suatu perasaan yang suci dan murni, tidak dapat dipaksakan (Kid 2:7; 3:5; 8:4) , dan bukan pula barang yang bisa diperjual-belikan, baik dengan materi, jabatan, maupun status sosial (Kid 8:7b).

Ibarat bunga mawar, cinta akan mekar dengan sendirinya hingga pada waktunya. Janganlah membangkitkan cinta dalam diri orang lain jika kita tidak memiliki maksud sama sekali untuk bersatu dengannya (menikah). Sekali cinta bersemi maka ia pasti menghasilkan buah, namun juga bisa mati. Lembut tetapi mudah sekali untuk layu. Karena itu janganlah kita berpetualang dalam perasaan cinta kita maupun orang lain.

 Berpacaranpun bukanlah main-main, karena ini merupakan sebuah perjalanan sepasang kekasih yang saling mengasihi untuk menuju kesatuan penuh sebagaimana yang diharapkan oleh cinta itu sendiri pada mulanya, yakni pernikahan kudus yang diberkati oleh Allah sendiri. Apapun kondisi kita, belajarlah untuk menyesuaikan diri dengan pasangan, dan jagalah cinta itu agar selalu hangat di sepanjang waktu.

Dan sebagai orang percaya, ingatlah bahwa hubungan kasih sayangmu terhadap orang lain, baik orang-tua, keluarga, saudara, sahabat, kekasih, dan hewan peliharaan sekalipun, mencerminkan hubungan kasih sayang antara engkau dan Allah.

http://www.sabdaspace.org/kidung_agung_sebuah_teologi_tentang_cinta