PRESS RELEASE PANITIA LOMBA POHON NATAL DAUR ULANG Antar Orang Muda Katolik se-Keuskupan Agung Jakarta 2013

PENGUMUMAN PEMENANG
Lomba pohon natal daur ulang tahun 2013 dikhususkan untuk orang-muda Katolik paroki. Kriterianya sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 1) memakai bahan daur-ulang, 2) melibatkan sebanyak mungkin umat paroki, khususnya orang-muda, 3) makna teologis pohon natal daur-ulang itu (dipublikasikan ke umat, entah melalui homili di gereja atau media paroki), dan 4) kreativitas/keindahannya. Selain itu, masing-masing peserta mengunggah klip kisah tentang pohon natal itu beserta prosesnya di youtube, dengan harapan dilihat oleh sebanyak mungkin umat agar juga lebih banyak orang mendapat penyadaran.
Sampai tanggal 31 Desember 2013, ada 40 peserta (35 OMK paroki, 4 stasi dan 1 seminari) yang mengirim foto dan klip, meski ada beberapa yang tidak mengunggah di youtube. Perlu diketahui juga, ada beberapa paroki yang juga membuat pohon natal daur ulang, tetapi tidak menyertakannya dalam lomba. Dilihat dari jumlah peserta dan keterlibatan OMK/umat, serta dari jumlah viewers di youtube, tampak bahwa lomba ini cukup bisa menggerakkan OMK paroki dan memberi dorongan kepedulian pada lingkungan hidup sebagai bentuk dari iman yang bertumbuh dan berbuah. (Jika ingin melihat klip dari para peserta, sila masuk ke youtube dan ketik kata kunci ‘pohon natal daur ulang paroki 2013’.)
Setelah mencermati foto dan klip-klip yang dikirim, ketiga panitia (Al. Andang L. Binawan, Yohanes Subagyo, dan Felix Iwan Wijayanto), menentukan pemenang sebagai berikut:
Juara 1: OMK Paroki Salib Suci, Cilincing
(mendapatkan piagam uskup dan uang pembinaan Rp 7.500.000,-)
Juara 2: OMK Paroki St. Maria Bunda Karmel, Tomang dan
OMK Paroki St. Laurentius, Alam Sutra
(juara kedua bersama, masing-masing mendapat piagam uskup
dan uang pembinaan masing-masing Rp, 2.500.000,-)
Juara 3: OMK Paroki St. Lukas, Sunter
(mendapatkan piagam uskup dan uang pembinaan Rp, 2.500.000,-)
Sementara itu, ada enam nominee lain yang masuk kriteria 10 besar, yang masing-masing mendapatkan piagam uskup, yaitu
1. OMKStasi St. Albertus, Harapan Indah
2. OMK Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun
3. OMK Stasi St. Maria Imakulata, Citra Garden
4. OMK Paroki St. Maria Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk
5. OMK Paroki St, Monica, Bumi Serpong Damai
6.OMK Paroki St. Perawan Maria Diangkat ke Surga, Katedral
Demikianlah pengumuman panitia lomba pohon natal daur ulang antar OMK se-KAJ 2013. Pengumuman panitia ini tidak bisa diganggu-gugat, dan harap me jadikan maklum.
Jakarta, 26 Januari 2013
atas nama panitia
Al. Andang L. Binawan, SJ
Daftar Peserta Lomba:
DOA TAHUN PELAYANAN 2014

Bapa kami di surga,
kami bersyukur karena Kau pilih kami
untuk hidup bersaudara,
saling berbagi dan melayani.
PutraMu Yesus Kristus
bersedia mengambil rupa seorang hamba.
Cinta kasih-Nya agung dan mulia.
Ia rela wafat di kayu salib
untuk melayani keselamatan umat manusia.
Bimbinglah kami dengan Roh KudusMu
agar kami bertekun mewujudkan ajaran-Nya:
supaya kami lebih suka melayani, bukan dilayani;
supaya kami berbelarasa bagi yang menderita;
supaya kami melayani dengan tulus dan gembira.
Tuntunlah kami
agar mampu berbagi harta dan talenta,
waktu dan tenaga,
untuk mewujudkan pelayanan penuh kasih
bagi sesama yang lemah, kecil, miskin, dan tersisih.
Bunda Maria, Bunda kami,
doakanlah kami agar makin mampu melayani,
diresapi semangat pelayanan PutraMu sendiri.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
Logo APP dan Tahun Pelayanan KAJ: “Filosofis dan Link Download”

Logo APP dan Tahun Pelayanan Kasih 2014
Filosofis Logo APP dan Tahun Pelayanan Kasih 2014:
Warna Hijau Muda: Semangat baru untuk bertumbuh yang didasari iman akan Kristus
Hati Warna Kuning: Iman akan Kristus ini menggerakkan Gereja (warna kuning) untuk memberi hati yang berbelarasa
Tangan warna merah: kita akan melayani dengan penuh semangat dilandasi kasih persaudaraan. sehingga kita bertumbuh setiap saat Makain beriman, makin bersaudara dan makin berbelarasa.

Tahun Pelayanan Kasih: “Sebuah Pengantar”

Di Keuskupan Agung Jakarta tahun 2014 dirancang sebagai Tahun Pelayanan. Setelah merayakan Tahun Iman (2012) dan Tahun Persaudaraan (2013), kita fokuskan segala kegiatan pastoral pada tema pelayanan. Iman kita kepada Tuhan diwujudkan dalam persekutuan persaudaraan. Persaudaraan ini menjadi lebih sempurna pada saat diungkapkan dalam pelayanan. Pelayanan membuat komunitas-komunitas dalam Keuskupan kita memiliki relevansi dan signifikansi, baik bagi umat sendiri maupun bagi masyarakat dan bangsa.
Pesta Penampakan Tuhan (5 Januari 2014) dijadikan saat promulgasi Tahun Pelayanan ini. Dalam diri Yesus, Allah menampakkan kehendakNya untuk menjadi pelayan bagi keselamatan umat manusia dengan “mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” (Flp 2:7). Sepanjang tahun pelayanan ini diharapkan umat di Lingkungan, Komunitas Kategorial dan Paroki secara kreatif mewujudkan pelayanan kasih yang manfaatnya dirasakan secara nyata oleh umat dan warga masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Gereja menjadi “berkenan”, simpatik, seperti Gereja perdana yang oleh karena rajin berdoa, berbagi dan melayani, “disukai semua orang” (Kis 2:47).
Pada Pesta Penampakan Tuhan tersebut dipromulgasikan pula buku Pedoman Dasar Dewan Paroki (PDDP) Tahun 2014. Semangat dasar yang ada dalam buku tersebut adalah semangat pelayanan umat Allah. Semoga buku ini menjadi acuan bagi paroki dalam rangka mewujudkan spiritualitas Gembala Baik yang murah hati, yang menjalankan kepemimpinan dengan melayani, yang melayani sambil memimpin dengan rendah hati (Bdk. Kis 20:19).
Dalam rangka sosialisasi Tahun Pelayanan diharapkan umat KAJ mendoakan Doa Tahun Pelayanan dan menyanyikan lagu tema “Dipilih untuk Melayani” (terlampir) pada setiap kesempatan yang dirasa baik.
Selamat merayakan Tahun Pelayanan 2014. Semoga kita lebih memilih melayani daripada dilayani (Matius 20:28) dan makin dimampukan untuk berbela rasa bagi yang menderita dengan mengikuti ajaran kasih dan teladan Tuhan Yesus sendiri.
Transformasi Budaya

Medio November lalu, pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta, Karlina Supelli membacakan pidato kebudayaan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Judul pidato itu “Kebudayaan dan Kegagapan Kita”.
Pidato menjadi indah karena pembicara memiliki latar belakang menarik. Karlina adalah seorang astronom dan meraih gelar master untuk itu. Namun ia juga seorang yang mempelajari filsafat untuk jenjang doktor. Di luar itu, Karlina seorang pembaca sastra yang fanatik. Jadi, paduan tiga ilmu itu saja sudah menampakkan pesona sendiri.
Banyak slide ilustrasi yang sangat menohok dan mengganggu ingatan mengiringi presentasi tersebut. Misal, empat buah gambar perbandingan wilayah hutan di Kalimantan dari sejak 1980-an hingga 2000-an yang menunjukkan wilayah hijau di Kalimantan dari waktu ke waktu semakin menyempit. Sementara itu, slide lain juga menunjukkan grafik yang tak kalah menonjok, yaitu grafik pertumbuhan jumlah pemakai media sosial yang naik secara eksponensial, sementara pada grafik yang sama ditunjukkan tingkat kualitas hidup manusia di Indonesia relatif datar, alias tak menunjukkan angka kemajuan kualitas hidup yang signifikan.
Gambar grafik itu sampai sekarang masih terpatri pada benak saya, dan muncul pertanyaan: mengapa ada banyak orang bermain media sosial, sementara kebutuhan dasar hidup manusia di Indonesia tak tumbuh dengan signifikan? Mengapa bisa muncul ketidaksambungan seperti ini? Hal ini seperti judul novel terkenal Charles Dickens “Tale of Two Cities” yang mengisahkan tentang dua buah dunia yang sama sekali bertolak belakang, alias tidak nyambung.
Dunia saat ini memang riuh rendah, terutama kalau bercermin pada interaksi yang terjadi di dunia maya, dunia media sosial. Kita akan melihat betapa mudah orang berkomentar untuk macam-macam hal. Komentar bisa sambung dengan topik yang sedang dibicarakan, tetapi sebagian yang lagi juga tak sambung.
Di luar itu Karlina juga menyoroti fenomena Indonesia yang mengalami kekurangan insinyur yang mau bekerja di sektor infrastruktur. Karlina menyindir ada banyak insinyur pertanian dihasilkan di negeri ini, tapi hanya sedikit yang kemudian masuk dalam pekerjaan di dunia pertanian. “Sebagian terbesarnya masuk ke sektor finansial”. Kalimat ini pun ditingkahi dengan tepuk tangan menggemuruh dari para pendengar.
Sudah saatnya kita memang menguak berbagai persoalan yang terdengar remeh temeh, namun sebenarnya hal tersebut strategis kalau kita lihat dalam konteks kepentingan bangsa yang lebih luas. Membayangkan Indonesia kekurangan insinyur itu sangat mengenaskan. Terbayang bahwa pembangunan kita saat ini membutuhkan banyak pekerjaan infrastruktur untuk membuat berbagai daerah yang tertinggal mengejar perkembangan di kota besar. Jika kita kekurangan insinyur, lalu sebentar lagi akan ada pasar bebas di ASEAN, bisa jadi insinyur dari negeri lain akan mengisi lowongan itu.
Astronom ini juga menyebut perlu sikap rendah hati atas hal yang kita ketahui. Bisa jadi hal yang kita ketahui tak selalu merupakan kebenaran, dan kebenaran bisa datang dari orang lain. Kita pun harus siap menerima kondisi pengetahuan kita yang terbatas untuk satu bidang tertentu.
Memang pandangan yang disodorkan Karlina bukan suatu formula cespleng, semacam obat yang diminum dan langsung menyembuhkan. Sebaliknya, siasat ini membutuhkan suatu proses, suatu pergumulan untuk menghadirkan situasi baru, kebiasaan baru. Transformasi budaya sebagaimana diusulkan di atas memang bukan kerja cepat, tidak diperhatikan banyak orang, serta tak mengundang tepuk tangan.
Proses ini adalah jalan sepi yang harus dilalui dengan penuh ketekunan dan kecintaan. Satu hari nanti baru akan berbuah, lepas dari apakah kita akan bisa menyaksikan perubahan tersebut terjadi atau tidak. Perubahan harus bermula pada satu titik sebelum menapak pada langkah-langkah berikut. (www.hidupkatolik.com)
Kaderisasi Calon Rasul Awam dan Pemimpin Gereja Katolik Sejak Dini
Gereja sangat membutuhkan hadirnya para Rasul Awam dan Pemimpin Katolik yang memiliki integritas, profesionalitas, kemampuan berkomunikasi dan bersikap visioner. Untuk itu, Komisi Pendidikan (Komdik) melaksanakan kaderisasi tersebut di CIVITA kepada siswa Katolik Potensial SMP – SMA yang belajar di Lembaga Pendidikan Katolik maupun Non-Katolik. GRATIS.
Adapun Jadwal Kaderisasi sebagai berikut:
7-9 Februari untuk SMP dan SMA Dek. Timur
14-17 Februari Dek. Bekasi
21-23 Februari Dek. Pusat
28 Feb-2 Maret Dek. Tangerang
7-9 Maret Dek. Utara
14-16 Maret Dek. Barat 2
21-23 Maret Dek. Selatan
28-30 Maret untuk SMP dan SMA Dek. Barat 1.
Informasi hub. Komdik di 021-3519193, eks. 209. (*)
















