KWI Dan PEMERINTAH INDONESIA UNDANG PAUS FRANSISKUS

327
KWI Dan PEMERINTAH INDONESIA UNDANG PAUS FRANSISKUS
Silahkan memberi Rating!

KWI Dan PEMERINTAH UNDANG PAUS

 

Kunjungan Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin ke Indonesia berbuah manis. Selain mendapat sambutan hangat dari pemerintah sebagai utusan negara sahabat, Indonesia juga menyampaiakan undangan khusus kepada Paus Fransiskus. Selama di Indonesia Kardinal Parolin diterima oleh Menteri Luar Negeri, Menteri Agama hingga oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden. “Ini menunjukkan betapa baiknya hubungan antar kedua negara,” ungkap Mgr. Ign. Suharyo, ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang juga Uskup Agung Jakarta.

Selain kunjungan ke pemerintah, Kardinal Parolin juga mengunjungi Mesjid Istiqal Jakarta yang berhadap-hadapan dengan Gereja Katedral Jakarta. “Awalnya kami ingin sekedar melihat-lihat saja keadaan masjid itu. Ternyata oleh Imam Besar Istiqal kami disuruh keluar lagi dan diminta untuk masuk dari pintu kehormatan untuk disambut secara khusus. Kembali Kardinal Parolin merasakan betapa harmonisnya hubungan antar kedua negara dan agama terbesar di Indonesia ini,” lanjut Mgr. Suharyo.

Dalam kunjungan ini secara resmi Menteri Agama Indonesia Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan undangan kepada Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia untuk membahas berbagai isu terutama terkait perdamaian dan pencegahan konflik antarumat beragama.

“Dengan segala kerendahhatian, kami mengundang Paus Fransiskus untuk berkenan berkunjung ke Indonesia,” kata Menteri Lukman dalam rangka kunjungan Kardinal Pietro Parolin dari Secretary of State Vatikan di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu (12/8/2015) seperti dikutip Kompas.com.

Kunjungan Paus ini menjadi salah satu ujud nyata meningkatkan dialog antaragama. Paus juga akan bisa melihat bagaimana harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Indonesia yang begitu beragam sekaligus untuk menemui umat katolik di Indonesia. Menurut Lukman jumlah umat katolik Indonesia tidak kurang dari tujuh juta jiwa saat ini.

Menurut Lukman, hubungan baik Indonesia dan Vatikan sudah terjalin sejak lama atau lebih dari 65 tahun. Kunjungan Kardinal Parolin ini juga membuktikan betapa baiknya hubungan antarkedua negara.

Ketua KWI Mgr. Ign Suharyo, Melayani Pertanyaan Para Wartawan

Lukman juga mengatakan kepada Kardinal sangat terbantu dengan keberadaan pemuka agama Katolik dan jajaran keuskupan yang ada di semua provinsi di Indonesia. Mereka dinilai turut menjalankan misi Kementerian Agama dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia.

Menag juga mengatakan, dirinya mengikuti perkembangan upaya-upaya Paus Fransiskus dalam membangun dialog lintas agama melalui media massa.

Kardinal Parolin menyambut baik dan akan menyampaikan undangan tersebut kepada Paus Fransiskus. Kardinal Pietro berharap, Paus nantinya berkesempatan untuk berkunjung dan bisa menyaksikan kehidupan beragama di Indonesia.

Menurut Mgr. Suharyo, Kardinal Parolin juga akan mengundang Presiden Jokowi maupun Menag Lukman ke Vatikan apabila sedang melawat ke Eropa.
Undangan kepada Paus sudah diwacanakan sejak November 2014 lalu. Undangan itu untuk menghadiri Perayaan Indonesian Youth Day (IYD) 2016 di Manado, Sulawesi Utara. Atau juga untuk menghadiri perayaan 7th Asian Youth Day 2017 di Indonesia. “Tetapi undangan itu tidak bisa hanya atas nama gereja. Karena Paus selain pimpinan agama Katolik juga pimpinan negara Vatikan. Jadi harus ada kerjasama KWI dan pemerintah dalam menghadirkan Paus ke Indonesia,” jelas Mgr. Suharyo.

Sebelumnya telah ada dua kali kunjungan Paus ke Indonesia yaitu oleh Paus Paulus VI dan Paus Johanes Paulus II. “Hubungan baik Vatikan dengan Indonesia sudah terjalin erat sejak awal kemerdekaan Indonesia. Vatikan adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI. Juga ketika Menteri Pertahanan RI Hamengku Bowono IX membuka atase militer di Vatikan, juga disambut baik dengan membentuk vikariat militer Vatikan di Indonesia,” jelas Mgr. Suharyo.

 

Sonar Sihombing
Anggota KOMSOS KAJ