Vatikan, Italia Tingkatkan Keamanan Pasca Ancaman beberapa Militan Islam saat Membantai 21 Kristen Koptik Mesir
Silahkan memberi Rating!

 

Keamanan di Vatikan serta Italia sudah diperketat lantaran ancaman serangan makin bertambah oleh beberapa militan Islam, kata beberapa petinggi pada Rabu (18/2).

Satu hari sesudah kabinet Italia menyepakati beberapa langkah keamanan baru lantaran kecemasan teroris yang menyerang Libya, kepala Garda Swiss Vatikan menyatakan aksi pencegahan penambahan sudah di ambil untuk menanggung keamanan Paus Fransiskus.

“Apa yang berlangsung di Paris dengan serangan ke Charlie Hebdo dapat juga berlangsung di Vatikan. Kami siap campur tangan untuk menjamin perlindungan Paus Fransiskus, ” kata Christoph Graf pada harian Italia Il Giornale.

“Kami sudah meminta anggota garda Swiss untuk lebih memerhatikan serta secara cermat memonitor gerakan tiap-tiap orang, ” imbuhnya, seraya menekankan bahwa intelijen memberi info detil perihal tiap-tiap potensi ancaman.

Graf mengaku bahwa gaya pastoral yang ramah Paus Fransiskus membuat pekerjaan pihak keamanan menjadi tidak gampang.

“Bapa Suci tak suka tim pengamanan terlampau dekat dengan dia. Kita mesti menghormati itu serta melindungi jarak, ” tuturnya.

Komite keamanan pemerintah Italia pada Selasa menjadikan negara itu pada kondisi siaga serta keputusan yang di ambil minggu lalu untuk menaikkan jumlah tentara anti-teror dari 3. 000 jadi 4. 800 personil.

Event Expo 2015 Masuk dalam Daftar Ancaman

Italia melaporkan Rabu bahwa tempat event Expo 2015 internasional yang akan datang di Milan, kementerian luar negeri di Roma, Vatikan, serta sinagoga di semua negeri itu sudah diidentifikasi juga sebagai target militan Islam.

“Serangan-serangan sudah sukses di negara-negara lain, makin besar resiko seorang yang berusaha untuk mengikuti tindakan tersebut di Italia, ” kata Felice Casson, seseorang senator serta sekretaris komite parlemen Copasir yang mengawasi dinas rahasia Italia pada La Republicca.

Surat kabar itu menyampaikan keamanan khusus sudah diperintahkan untuk beberapa wartawan serta Yahudi Italia.

Italia sudah dihantam oleh isu yang mencemaskan dalam beberapa hari terakhir sejak video yang memperlihatkan pemenggalan oleh grup Islamic State (IS) pada 21 orang Kristen Mesir di Libya.

Rekaman itu termasuk juga peringatan bahwa Libya bisa dipakai juga sebagai basis untuk menyerang Italia serta banyak pejuang IS ada “di selatan Roma. ”

Peringatan IS

Sebagian tokoh oposisi di Italia sudah menyerukan seluruhnya operasi pencarian serta penyelamatan pengungsi dari angkatan laut di Mediterania ditunda lantaran banyak teroris memakai perahu pengungsi juga sebagai langkah untuk masuk ke Italia.

Pemerintah mengaku tidak bisa tidak menghiraukan isu itu dengan menyampaikan pemeriksaan ketat di beberapa tempat spesifik untuk mengurangi resiko, walau pihaknya belum temukan bukti.

Pemerintah juga mesti memonitor klaim yang beredar luas bahwa kurang lebih 200. 000 migran Afrika di Libya telah memesan kapal untuk ke Italia. (www.ucanews.com)

Sebuah Refleksi

Tentu tidak gampang menerima perbedaan pendapat atau keyakinan. Namun jika kita melihat dari sudut pandang bahwa perbedaan itu adalah kekayaan keanekaragaman dan dapat saling melengkapi, maka keindahan dan perdamaian itu akan hadir. Bukankah taman yang berisi anekaragam bunga lebih indah dari pada taman yang isinya hanya satu jenis bunga?

Kita boleh saja mengagungkan pendapat dan keyakinan pribadi, asal saja kita tetap menghormati dan menghargai orang lain yang berbeda dengan kita. Kita tidak boleh memaksakan kehendak kita pada orang lain begitu saja. Tentu disini yang perlu ditekankan juga adalah kebebasan yang bertanggung jawab; bahwa bebas mengemukakan pendapat atau berekspresi itu tidak berarti bahwa bebas menghina orang lain.

Indonesia adalah negara yang sarat keanekaragaman budaya, suku, bahasa, ras, agama, dan sebagainya. Ada yang mayoritas di pulau atau di daerah tertentu, ada juga yang seimbang. Tentu tidak bisa dibayangkan jika Ibu Pertiwi kita ini rusak dan terpecah belah karena isu SARA; karena tidak menghargai satu sama lain.

Marilah kita berdoa khusus kepada Allah yang Maha Esa dalam masa Prapaskah ini:

Bagi Bapa Suci kita, Paus Fransiskus, Semoga agar senantiasa dilindungi dan diberi kebijaksanaan serta kekuatan dalam menggembalakan umat Allah.

Bagi Tanah Air Ibu Pertiwi kita, Indonesia, Semoga selalu dilimpahkan kedamaian dan kesejahteraan penuh hidup toleransi.

Bagi belahan dunia yang dilanda peperangan dan konflik sektarian, agama, politik dan ekonomi, Semoga akhirnya mereka semua yang bertikai menjadi sadar bahwa kekerasan tidak menghasilkan solusi dan perdamaian. Dan mereka pun kembali berangkulan penuh persaudaraan dan persatuan serta penghargaan satu sama lainnya.

Engkaulah satu-satunya Allah Penebus Dosa kami yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin. (Rk)