Inspirasi dan Motivasi : Rumah Doa vs Sarang Penyamun

Populer

Hallo teman2 apa kabarmu hari ini? Doa dan harapan ku, semoga Anda semua bahagia dan sehat ya.. 👍😘❤🧁🍞🥑🍜🍎🍐🙏😆

Inspirasi dan Motivasi : Rumah Doa vs Sarang Penyamun

Yesus marah dan mengusir para pedagang sebagaimana terkisah di Markus 11:11-26 // Lukas 19: 45-48, yang menjadikan rumah doa ( Yesaya 56:7), Bait Allah, Tabernakel, Beit Kneset, Kenisah ( Ibrani nya) atau Sinagoge, ( Yunaninya: sin = bersama, agoge = belajar, pertemuan, ngaji , berdoa, dll) dijadikan sarang penyamun ( Yeremia 7:11), dinhabah ( Ibr) atau sphlaion ( Yun).

Yesus bebas masuk ke tempat suci itu, karena Ia seorang Yahudi yang wajib berjiarah ke sana paling tidak sekali setahun pada pesta Paskah. Ingat ketika Yesus berumur 12 diajak oleh Yosef dan Maria berziarah.

Ia juga disebut keturunan Daud. Orang buta Yerikho, Bartimeus menyebut- Nya begitu pula. (Awal dari Injil Matius dan Lukas mengulas banyak tentang hal itu).

Sebuah fakta sejarah atau tradisi, bahwa di Yerusalem ada Kolam Betesda, sebelahnya ada Gereja Megah Santa Anna, dan di bawah basilika ada rumah st. Anna orang tua Perawan Maria.

Dikatakan bahwa disitulah Santa Perawan Maria dilahirkan dan dididik oleh orang tuanya ( Anna – Yoakhim). Santa Perawan Maria adalah putri Zion sejati. Dari fakta itu, sehingga para imam, ahli Taurat, dan pemuka Bait Allah tidak bisa menolak kehadiran Yesus.

Waktu datang ke Bait Allah, bisa jadi Ia mengambil sebagian ruangan luar untuk mengajar orang Yahudi dan bangsa lain yang berziarah ( ay. 47).

Ya, Bait Allah adalah tempat suci bagi bangsa Israel. Di sana menjadi pusat hidup keagamaan dan politik. Bagi orang Yahudi disitulah Yahwe bersemayam dan bertahta bersama bangsa pilihan.

Namun Yesus marah, karena penuh toko2 tempat berjualan bahan persembahan seperti binatang korban, dupa, minyak, gandum, dll dengan cara ” mafiaisme”. Orang luar lingkungan keluarga imam dan pejabat Bait Allah tidak bisa membawa barang dari luar ke dalam. Atau bisa membawa tetapi belum tentu diterima boleh imam 2 kelompok 24 yang bergilir dan bertugas kepala ke -24 minggu atau petugas harian.

Sehingga Baitullah dikuasai oleh keluarga mereka. Mereka dianggap oleh Yesus sebagai para penyamun, tersembunyi di suatu tempat, tetapi bekerja untuk keuntungan diri sendiri dan kelompoknya.

Yesus marah dan mengusir mereka, menghendaki Tempat Suci berfungsi sebagai mana mestinya untuk segala bangsa menyembah kepada Yahweh, Tuhan.
Allah adalah Bapa bagi setiap orang.

Sekarang ini bisa jadi di Gereja Paroki 2 ada praktek penyamun seperti itu. Kita perlu memawas diri.

Bagaimana sikap Anda?

Syalom alaikum

P. Antonius Widada CP

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RADIO LINE KAJ

INFO TERBARU

TERPOPULER

ARTIKEL LAINNYA

Open chat
Butuh Bantuan?
Adakah yang bisa kami bantu?