Tumbuh di Negara yang Kecil, Uskup ini Mempunyai Jiwa Patriotisme yang Besar

151

Uskup-Maliana-Mgr-Norberto-Amaral-0.jpg nusantara-uskup-timor-leste-dan-atambua-juli-2016-majalah-hidup-1.jpg

Mgr. Norberto do Amaral adalah seorang uskup dari Timor Leste yang memiliki sikap nasionalisme yang sangat tinggi kendati terlahir di negara yang kecil dan terpinggirkan. Saat ini beliau menjabat sebagai Uskup di Keuskupan Maliana, Timor Leste.
Gambar 1 : Mgr. Norberto do Amaral (Sumber : amorpost.com)

Masa Kecil
Norberto do Amaral lahir pada tanggal 17 Februari 1956. Beliau merupakan anak dari orangtua Teófilo de Araújo dan Martinha de Lima Amaral. Beliau tumbuh di sebuah kota kecil bernama Ainaro, Timor Leste.
Norberto memulai pendidikannya di sekolah dasar katolik Ainaro. Pada saat itu, beliau melihat moralitas kebanyakan penduduk di negaranya mengalami kemerosotan. Banyak warga yang suka mabuk – mabukan, bermain judi, dan tidak datang ke Gereja untuk mengikuti misa setiap minggunya. Oleh karena itu, beliau ingin menjadi seseorang yang bisa membawa perubahan terhadap negaranya.
Beliau berpikir bahwa dengan menjadi seorang imam, beliau dapat mewujudkan keinginannya untuk meningkatkan moralitas penduduk di negaranya. Setelah lulus dari sekolah dasar, beliau melanjutkan pendidikannya ke seminari Bunda Kita Fatima. Pada tanggal 18 Oktober 1988, beliau dilantik sebagai imam di Keuskupan Dili, Timor Leste.

Kedatangan Paus
Pada tanggal 12 Oktober 1989, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Timor Leste. Norberto do Amaral sangat senang dan bangga karena negaranya yang kecil mendapat perhatian dari Paus. Pesan Paus bagi anak – anak muda di Timor Leste mendorong beliau untuk lebih menggerakkan anak – anak muda agar lebih mencintai Tuhan dan negaranya.
Sejak peristiwa tersebut, Norberto lebih bersemangat untuk membawa perubahan pada Timor Leste agar bisa menjadi negara dengan solidaritas yang kuat serta cinta damai. Beliau terpilih menjadi pastor paroki di Maubisse pada tahun 1989 hingga 1999.

Lepasnya Timor Leste dari Indonesia
Saat Timor Leste lepas dari Indonesia pada tahun 1999, Norberto do Amaral sangat senang karena negaranya sekarang sudah menjadi negara merdeka dan semakin mendorong beliau untuk berbuat lebih banyak. Beliau mempunyai semangat dan motivasi baru untuk memperdalam pendidikan teologinya dan menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat luas.
Karier Norberto semenjak peristiwa tersebut mulai meningkat seperti pada tahun 2000 – 2004 menjabat sebagai Rektor Seminari Menengah Nossa Senhora de Fátima di Balide, tahun 2007 – 2008 menjabat sebagai profesor Teologi Dogmatis dan Kepala Studi pada Seminari Tinggi Dili, dan tahun 2008 – 2010 menjabat sebagai Kanselir Keuskupan Dili dan Direktur Majalah Keuskupan dengan judul “A Seara”.
Pada tahun 2005 – 2007, Norberto melanjutkan pendidikannya pada bidang teologi dogmatik di Universitas Urbaniana yang terletak di Roma, Italia.
Pada tanggal 30 Januari 2010, Norberto diajukan sebagai uskup pertama dari keuskupan baru Maliana, Timor Leste. Beliau dilantik sebagai uskup dari Keuskupan Maliana pada tanggal 24 April 2010. Semenjak terpilih sebagai uskup, beliau selalu membantu orang yang miskin dan berkesusahan dalam keuskupannya dengan sering mengunjungi mereka dan melakukan banyak proyek yang dapat membantu orang miskin. Salah satu proyeknya yaitu Missionaries of the Poor.
Walaupun memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, pada tahun 2016 beliau masih berkunjung ke Keuskupan Atambua yang terletak di Nusa Tenggara Timur, Indonesia untuk saling berbagi pengalaman tentang pastoral dan permasalahan pada Gereja jaman sekarang.
Gambar 2 : Mgr. Norberto do Amaral (kedua dari kanan) berkunjung ke
Keuskupan Atambua bersama dengan dua uskup lainnya (Sumber : hidupkatolik.com)

Belajar dari Uskup Norberto
Banyak hal yang dapat dipelajari dari Mgr. Norberto. Salah satunya yaitu beliau selalu fokus pada impiannya yang beliau sudah bangun sejak kecil. Beliau tidak pernah menyerah dan terus berusaha untuk menggapai impiannya membantu orang – orang di Timor Leste yang miskin.
Mgr. Norberto juga menunjukkan sifat patriotisme yang sangat tinggi pada negaranya. Beliau sangat senang ketika negaranya mendapatkan sambutan dari Paus. Selain itu, semenjak lepasnya Timor Leste dari Indonesia, beliau mulai berkontribusi lebih banyak terhadap negaranya dalam bidang agama.
Pada masa pandemi ini, sejalan dengan seruan gereja, Mrg Norberto mendorong umatnya agar mematuhi protokol pencegahan covid. seperti memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, mengadakan misa secara steaming. Beliau ingin agar umatnya tetap sehat agar dapat melayani Tuhan dengan baik. Beliau juga ingin umatnya mendoakan para petugas kesehatan, orang yang sakit dan meninggal karena pandemi, serta agar pandemi segera segera berlalu.

Referensi
Id.wikipedia.org. 2020. Norberto Do Amaral. [online] Available at: [Accessed 29 September 2020].
Gomes, R., 2019. Timor-Leste Marks 30 Years Since Pope John Paul II’S Visit – Vatican News. [online] Vaticannews.va. Available at: [Accessed 2 October 2020].
Qmhr.com.au. n.d. QUEEN OF THE MOST HOLY ROSARY ASSOCIATION INC.. [online] Available at: [Accessed 4 October 2020].

Artikel ini ditulis oleh Dominic Justin, Mahasiswa Semester Satu Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga Surabaya