Mengimplementasikan Teladan Iman Tokoh Katolik, Henri de Laulanie, di Masa Pandemi COVID-19

PENGUMUMAN

Henri de Laulanie de Sainte-Croix lahir di Poitou, Prancis pada 22 Februari 1920. Henri juga aktif di kegiatan religius salah satunya menghabiskan sebagian besar hidupnya di Serikat Yesus[1]. Beliau belajar mengenai ilmu agronomi di Paris di Institut National Agronomique, Paris. Selain itu memiliki lisensi filsafat dan teologi gerejawi. Salah satu kontribusi terbesar beliau adalah membantu petani kecil yang ada di Madagaskar agar meningkatkan hasil pertanian mereka. Penemuannya disebut SRI (System of Rice Intensification) yang dipublikasikan dalam bukunya berjudul Rice in Madagaskar. Henri de Laulanie meninggal pada tahun pada usianya yang ke-75 tahun[2] di Madagaskar kemudian dimakamkan pada pemakaman para frater. Meskipun, beliau terkenal tetapi tetap menjadi seorang yang sederhana.

Semasaa hidupnya beliau mengabdikan diri untuk masyarakat khususnya golongan petani. Di samping sebagai seorang frater Henri de Laulanie tidak menghalangi niatnya untuk terus belajar dan membantu masyarakat yang terpinggirkan.

Di masa pandemic saat ini kita perlu mengimplementasikan nilai-nilai beliau yaitu hidup religius, membantu sesama. pada pandemi ini, menyebabkan menurunnya pendapatan sebagian besar masyarakat bahkan ada yang sampai kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu kita harus saling peduli, seperti Henri de Laulanie yang peduli dengan sesama tanpa membeda-bedakan. Kita membantu mereka yang terdampak pandemi misalnya dengan saling berbagi makanan, kebutuhan sehari-hari, ilmu dan lain-lain.

Di samping itu juga kita harus percaya pada Tuhan, selalu ada hikmah yang diambil dalam setiap kejadian. Tuhan sudah merencanakan yang terbaik, yang tidak bisa dipikirkan oleh manusia. semoga teladan iman dari Henri de Laulanie bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk saling membantu dan mewartakan Sabda Tuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INFO TERBARU

TERPOPULER

ARTIKEL LAINNYA