Izin dikeluarkan: “Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Paroki Santo Yohanes Maria Vianney oleh Uskup Suharyo dan Gubernur DKI Fauzi Bowo”

520
Izin dikeluarkan: “Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Paroki Santo Yohanes Maria Vianney oleh Uskup Suharyo dan Gubernur DKI Fauzi Bowo”

Uskup dan Fauzi,peletakan batu pertama, paroki Yoh Maria Vianney

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo beserta Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo, Selasa (25/9/2012), hadir dalam peletakan batu pertama Gereja Santo Yohanes Maria Vianney. Gereja itu berada di Jalan Bambu Wulung, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Pembangunan Gereja Katholik Santo Yohanes Maria Vianney yang terletak di Jalan Bambu Wulung, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, dipastikan dapat dilanjutkan. Pasalnya, semua syarat administrasi pembangunan, telah dipenuhi oleh pihak panitia.

“Saya cuma sederhana, semua perizinan yang dibutuhkan, sudah lengkap,” katanya kepada wartawan usai menghadiri peletakan batu pertama di lokasi pembangunan gereja, Selasa (25/9/2012) siang.

“Semua izin sudah lengkap. Jika warga tetap komitmen untuk menjaga keberagaman, ini jadi perekat. Mudah-mudahan Jakarta akan semakin sejahtera,” ujar Fauzi Bowo.

Gereja tersebut akan didirikan di tanah seluas 6.000 meter persegi, di Jalan Bambu Wulung, RW 03, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Gereja yang pembangunannya telah direncanakan selama lima tahun terakhir itu diperkirakan menampung 6.000 umat.

Pembangunan gereja yang meliputi lima kelurahan di Cipayung tersebut juga sempat mendapat tentangan dari warga sekitar. Upaya warga yang menentang itu pun masih terjadi hingga kini. Meski demikian, karena proses administrasi telah memenuhi syarat, pembangunan pun tetap dilakukan sambil tetap melakukan sosialisasi.

Turut hadir dalam acara tersebut, Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo; Wali Kota Jakarta Timur Murdhani; Pastor Kepala Paroki  Romo Yohanes Hadi; Ketua Panitia Pembangunan, Mayjen (purn) YP Wiriawan.

Ketua panitia pembangunan, Mayjen (purn) JB Wirawan mengungkapkan, persiapan pembangunan gereja tersebut telah dilakukannya selama lima tahun terakhir. Dalam proses itu, pihak panitia mengaku mendapatkan kendala, yaitu sosialisasi terhadap warga sekitar.

“Kami tidak mengharapkan berdirinya gereja ini membuat suasana warga sekitar tidak nyaman. Kami mau secara administrasi lengkap dan juga secara sosial kemasyarakatan juga lancar,” katanya.

Rencananya, kata Wirawan, gereja Santo Yohanes Maria Vianney tersebut akan didirikan di tanah seluas 6.000 meter persegi di Jalan Bambu Wulung, RW 03, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Gereja berlantai dua itu diperkirakan dapat menampung sebanyak 6.000 umat.

Meski panitia mengklaim pembangunan gereja itu telah memiliki izin dan disepakati warga melalui tanda tangan, masih terdapat spanduk yang berisi penolakan warga atas tempat ibadah bagi umat kristiani tersebut. Oleh sebab itu pihaknya akan terus memberikan pengertian kepada warga.

“Sosialisasi ke warga relatif lancar, kalau 100 persen didukung memang tdk mungkin. Yang penting, kami berharap pembangunan ini jadi berguna juga buat warga sekitar,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Fauzi Bowo mengatakan kepada seluruh warga DKI untuk menjaga keharmonisan umat beragama. Menurut pria yang kalah dalam hitung cepat Pilkada DKI 2012 itu, keharmonisan dalam keberagaman warga Ibu Kota, dapat menjadi bekal menjadi kota yang sejahtera. (Kompas.com – Ucanews.com).