Temu Unio Regio Jawa: PROGRAM BINA-LANJUT IMAM-IMAM 3-7 September 2012 Hotel Santika PREMIERE – KS Tubun Jakarta

268
Temu Unio Regio Jawa: PROGRAM BINA-LANJUT IMAM-IMAM 3-7 September 2012 Hotel Santika PREMIERE – KS Tubun Jakarta
Silahkan memberi Rating!

PERSAUDARAAN UNIO REGIO JAWA

PROGRAM BINA-LANJUT IMAM-IMAM

3-7 September 2012

Hotel Santika PREMIERE – KS Tubun Jakarta

 

UNIO adalah Paguyuban para imam diosesan yang sifatnya terbagi menjadi internasional, nasional dan regional, namun semuanya saling berhubungan dan menyatu. Unio merupakan bagian dari upaya para imam diosesan untuk terus-menerus menjawab panggilan sebagaimana dirumuskan Gereja mengenai kehidupan dan pelayanan para imam. UNIO merupakan persekutuan, communio atau menjadi satu dalam tahbisan imamat, menjadi satu dengan uskup diosesan sebagai pimpinannya, dan menjadi satu umat Gereja lokal di mana  dia membaktikan seluruh hidupnya kepada uskup tersebut. Dengan demikian prioritas UNIO adalah pada persaudaraan yang didasarkan pada satu panggilan,satu tahbisan dan satu perutusan.

Di Indonesia UNIO adalah Paguyuban imam-imam diosesan yang dibentuk tahun 1983 dan berada di 37 keuskupan di Indonesia. Saat ini di Indonesia terdapat 1864 Imam Diosesan. Di Indonesia UNIO terdiri dari regio Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Maluku, Bali-Nusa Tengara Timur, Papua ini terbagi berdasarkan pembagian regio KWI.

 

Di Regio Jawa sendiri ada sekitar kurang lebih 560 Imam Diosesan. Dan secara rutin UNIO Regio Jawa bertemu. Tahun 2012 ini Temu UNIO Regio Jawa diadakan di Jakarta, 3 September – 7 September 2012 di Hotel Santika Jakarta.

Tema Besar adalah: Sebuah Program Bina Lanjut (On Going Formation) bagi Imam-Iman dan mempelajari keluhuran St Yohanes Maria Vianney (1786-1859) sebagai Pelindung para imam sedunia.

Tema khususnya (yang selalu terlontar dalam setiap surat dan gagasan temu para Imam): Imam kami Suci dan Pandai.” Diambil dari kata-kata seorang Kepala Desa yang kagum akan Imam St. Yohanes Maria Vianney dari Ars, Perancis dimana Imam St. Maria Vianney pernah berkarya di sana. “Kami tidak punya Gereja yang bagus, kami miskin dan sederhana tapi Imam kami Suci.”

Banyak orang menilai St. Yohanes Maria Vianney itu santo yang bodoh, tapi setelah ditelusuri dengan seksama beliau ini sebenarnya pandai, karena jika tidak pandai tidak mungkin dapat membimbing banyak orang. St. Yohanes Maria Vianney memang tidak bisa berbahasa Latin, tapi itu dikarenakan dia tidak memiliki fasilitas untuk mempelajari bahasa Latin.

Tujuan Pertemuan Unio Regio Jawa saat ini:

Unio Regio Jawa tidak bisa terlepas dari Unio Universal (Internasional) Uni Apostolica Cleri dan juga Unio Indonesia (Nasional). Persaudaran Imam-Imam Diosesan ini melekat erat di seluruh dunia, supaya kami bisa saling berkomunikasi satu dengan lain antar negara, antar regio, antar keuskupan, antar individu, dsb. Kami ingin saling menguatkan sebagai sesama Imam Diosesan. Ketika Persaudaraan ini terbangun tentunya kita bisa berbagi bersama dengan siapa saja.

Pertemuan ini diisi dengan usaha Bina Lanjut (On Going Formation), artinya seorang imam yang sudah mencapai status dan pekerjaan tertentu harus selalu berkembang dengan berbagai cara. Beberapa hal yang akan dilakukan selama Pertemuan  PERSAUDARAAN UNIO REGIO JAWA 3-7 September 2012, yaitu:

1. Meneladani St Yohanes Maria Vianney (1786-1859) sebagai Pelindung para imam sedunia. Saat itu akan diadakan nonton bareng Film Dokumenter tentang St Yohanes Maria Vianney.

2. Mencermati dan mengambil sikap terhadap keadaan-keadaan mendesak di lingkungan kita khususnya dampak Pemanasan Global (Global Warming) (Dibawakan oleh The Body Shop Indonesia)

3. Kemudian Para Imam diajak untuk menyadari kesehatan sebagai hal yang sangat penting dalam pelayanan. Tantangan Gereja harusnya dijawab dan dilayani oleh para pelayan Imam yang secara fisik sehat dan bugar. (dibawakan oleh Departemen Keshatn masyarakat dari Univ Atma dibaah Prof Ivone Susi Handayani).

Hal lainnya yang akan juga ditekankan yaitu menyangkut Identitas Imam dan Sebutan/Panggilan untuk para imam diosesan:

–          Menyangkut Identitas para Imam harus mengenakan identitas yang jelas untuk mencegah kebingungan diantara umat. Para Imam hendaknya mengenakan Jubah atau minimal menggunakan Colar untuk menunjukkan identitasnya sebagai Imam.

–          Para Imam Diosesan harus dipanggil dengan sebutan Imam Diosesan bukan Imam Projo.

Press Release

3 September 2012

Rm Kuswardiyanto, Pr