Home Blog Page 36

RENUNGAN HARIAN 11 JUNI 2023, HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS

Ul 8:2-3.14b-16a

1Kor 10:16-17

Yoh 6:51-58

TUBUH YANG MULIA

Hari ini adalah Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Di banyak gereja paroki diselenggarakan penerimaan Komuni Pertama. Melalui penerimaan ini, anak-anak semakin disatukan dengan Kristus setiap kali mereka mengikuti Perayaan Ekaristi. Saat itu, mereka bukan hanya bersatu Tuhan – saat mendengar Firman-Nya, tetapi juga bersatu tubuh dengan-Nya saat menerima Tubuh dan Darah-Nya dalam rupa Sakramen. Kesatuan kita dengan Tuhan dalam Ekaristi menjadi penuh. Sebagaimana persatuan suami istri menjadi penuh dan utuh dengan persetubuhan.

Namun, baik jika pada Hari Raya ini kita merenungkan makna “TUBUH” dan “DARAH”. Kita semua dianugerahi tubuh sebagai manusia. Manusia bukan hanya roh yang melayang-layang tak tentu, tapi hidup padat dalam daging. Dengan tubuh, kita berjalan, bernafas, bekerja, belajar, makan dan segala hal lainnya.

Pertanyaannya adalah apa tujuannya tubuh kita ini diberikan? Untuk dipuaskan atau untuk digunakan sebagaimana mestinya?

Dalam bacaan pertama, Musa mengingatkan bangsa Israel supaya harus semakin merendahkan diri dan ingat akan Tuhan. Manusia hidup – diberikan tubuh – bukan hanya untuk mencari roti demi memuaskan lapar jasmaninya, tetapi juga dapat menggunakan tubuhnya untuk memuaskan lapar rohaninya. Lapar rohani yang hanya bisa dipuaskan oleh Allah.

Dalam bacaan kedua, Paulus mengajar bahwa melalui roti – Tubuh Kristus – kita yang banyak ini disatukan menjadi satu tubuh. Tubuh manusia yang banyak anggota dan fungsinya tapi bersatu. Demikian juga jemaat yang menerima Tubuh Kristus, menjadi satu dengan banyak fungsi dan peranannya yang membangun.

Dalam Injil, Kristus memberikan Daging dan Darah-Nya untuk kita makan. Tentu ini bukan dalam arti harafiah, melainkan metafora yang menunjuk pada Perayaan Ekaristi. Tubuh dan Darah Kristus kini hadir dalam roti Ekaristi. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-selamanya. Sebab ia bersatu dengan Tuhan sendiri. Kita harus percaya akan hal itu.

Demikian juga dengan darah. Kondisi darah menjadi indikator penting kesehatan seseorang. Hampir segala penyakit diketahui setelah melakukan cek darah. Melalui darah, semua makanan dan minuman yang kita konsumsi mengalir ke seluruh organ-organ tubuh kita.  Kita adalah apa yang kita makan dan minum.

Ada satu saja organ tubuh yang tidak dialiri darah, pasti akan mati dan tidak berfungsi.

Maka, kita harus sungguh percaya bahwa Roti Ekaristi sungguh Tubuh dan Darah Kristus. Saat menerima-Nya dan Roti itu masuk ke dalam diri kita, seluruh Yesus Kristus masuk ke dalam darah kita. Mengalir ke seluruh organ tubuh kita. Sehingga kita bukan lagi kita sendiri, tapi Kristus yang mengalir di dalam kita.

Kita harus percaya! Dengan demikian kita membiarkan Kristus yang mengambil alih tubuh kita. Kita membiarkan Dia menggunakan tubuh kita seperti Dia menggunakan Tubuh-Nya untuk berbuat segala hal yang baik.

Dengan demikian, tidak ada salahnya menerima Tubuh dan Darah Tuhan sesering mungkin.

Jadi kamu gimana?

RA

 

BANGGA KARENA PENCAPAIAN TERKECIL DIPUJI TUHAN

BANGGA KARENA PENCAPAIAN TERKECIL DIPUJI TUHAN

Hari ini Yesus memuji persembahan dua peser atau satu duit si Janda miskin sebagai persembahan terbesar dalam kotak dana bait Allah. Jumlah ini hanya 3% penghasilan rata-rata butuh saat itu. Banyak orang kaya memasukan lebih banyak uang tapi Tuhan terpesona dan memuji si Janda miskin padahal belum mencapai minimal derma perpuluhan? Kenapa…

Tuhan tidak melihat keagungan seseorang dari kebesaran pencapaiannya namun dari totalitas usaha dan kerelaannya. Kalau dalam hitungan sekarang digunakan untuk mengukur derma, maka bukan perpuluhan tapi pajak progresif. Itu sebabnya Gereja Katolik tidak menuntut perpuluhan karena Tuhan pantas mendapat keseluruhan hidup kita.

Maka saya akan bangga dengan pencapaian kecil dalam hidup saya, karena itu adalah syukur pada Allah. Sebagai kanak-kanak saya bangga menang lomba gambar 17an, sebagai remaja saya bangga menang kejuaraan DKI untuk Taekwondo, sebagai mahasiswa saya bangga saat tulisan saya diterbitkan dalam jurnal internasional, sebagai pastor saya bangga membangun gereja di pedalaman Papua dan memenangkan banyak jiwa. Karena itu semua ungkapan syukur atas totalitas persembahan.

Apa yang anda banggakan?

FE

Run4U 2023: Charity Run untuk Membantu Pengungsi di Jakarta

Dari kiri ke kanan: Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ - Romo A Suyadi, SJ, Ketua Panitia Run4U 2023 Ken Prita Sitasari, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Direktur Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia Romo Martinus Dam Febrianto, SJ, moderator Hermien Kleden, dan Ketua 1 PUKAT KAJ Reymund Levy setelah memberikan keterangan pers terkait pelaksaan Run4U 2023 di ruang Maria-Josep Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 9 Juni 2023.
Dari kiri ke kanan: Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ - Romo A Suyadi, SJ, Ketua Panitia Run4U 2023 Ken Prita Sitasari, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Direktur Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia Romo Martinus Dam Febrianto, SJ, moderator Hermien Kleden, dan Ketua 1 PUKAT KAJ Reymund Levy setelah memberikan keterangan pers terkait pelaksaan Run4U 2023 di ruang Maria-Josep Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 9 Juni 2023.

Run4U, kegiatan charity run tahunan yang diadakan oleh Profesional dan Usahawan Katolik – Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ), kembali diselenggarakan.

Acara ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani melalui olahraga, tetapi juga untuk memberikan welas asih, belarasa, dan berkat bagi sesama yang membutuhkan, khususnya para pengungsi.

Wilayah Keuskupan Agung Jakarta saat ini menampung sekitar 6.000 pengungsi dari berbagai negara seperti Afghanistan, Somalia, Sudan, Irak, Iran, dan Eritrea. Mereka telah meninggalkan tanah kelahiran mereka karena persekusi yang mereka alami.

Para pengungsi ini tersebar di beberapa daerah di Jakarta seperti Tebet, Pasar Minggu, Kebayoran, Grogol, Ciputat, Serpong, dan Kalideres. Selain hidup tanpa kepastian mengenai masa depan, sebagian dari mereka juga menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar setelah tinggal di Indonesia dalam jangka waktu yang lama.

Hal itu dikatakan Direktur JRS Indonesia Romo Martinus Dam Febrianto dalam konferensi pers di ruang Maria-Josep, Gereja Katedral Jakarta, Jumat (9/6/2023). Hadir juga dalam acara itu Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ Romo A Suyadi, SJ, Ketua Panitia Run4U 2023 Ken Prita Sitasari, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua 1 PUKAT KAJ Reymund Levy, dan moderator Hermien Kleden.

Disebutkan, Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta dan Jesuit Refugee Service (JRS) Jakarta telah memberikan berbagai pelayanan kepada para pengungsi, termasuk peningkatan kapasitas dan keterampilan serta pembagian sembako. Pada tahun 2022, sebanyak 206 pengungsi dari komunitas Afrika menerima 12 kali distribusi sembako untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

Dari kiri ke kanan: Direktur Lembaga Daya Dharma (LDD) KAJ – Romo A Suyadi, SJ, Ketua Panitia Run4U 2023 Ken Prita Sitasari, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Direktur Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia Romo Martinus Dam Febrianto, SJ, moderator Hermien Kleden, dan Ketua 1 PUKAT KAJ Reymund Levy setelah memberikan keterangan pers terkait pelaksaan Run4U 2023 di ruang Maria-Josep Gereja Katedral Jakarta, Jumat, 9 Juni 2023.

JRS Jakarta juga telah mendampingi dan melayani 118 individu atau keluarga pengungsi dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, sambil berupaya memberikan peluang pemberdayaan.

“Dalam dua tahun mendatang, JRS berkomitmen untuk terus melayani para pengungsi luar negeri di Jakarta. Namun, pelayanan ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” ujar Romo Martinus Dam Febrianto.

Selama tahun 2023, ujarnya, JRS membutuhkan dana sebesar Rp 773.360.054,00 untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, layanan kesehatan darurat, advokasi, koordinasi, dan peningkatan kapasitas staf JRS. Jika dihitung dengan kebutuhan tahun 2024, jumlahnya menjadi Rp 1.634.888.111,00.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, memberikan apresiasi atas inisiatif Profesional dan Usahawan Katolik – Keuskupan Agung Jakarta (PUKAT KAJ) dalam penyelenggaraan Run4U 2023. Acara tahunan ini bukan hanya sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga merupakan kegiatan amal untuk membantu para pengungsi di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.

Dana yang terkumpul dari acara ini akan disalurkan melalui LDD Keuskupan Agung Jakarta dan Jesuit Refugee Service (JRS), yang merupakan lembaga gerejawi yang sangat terpercaya dalam memberikan pelayanan kepada pengungsi yang dijalankan oleh Serikat Jesus.

Kardinal Suharyo mengajak semua pihak yang memiliki kemampuan dan kesempatan untuk terlibat dalam usaha mulia ini. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif dalam mewujudkan kesejahteraan bersama, terutama bagi para pengungsi. Keikutsertaan dalam bentuk apa pun akan sangat dihargai dan diabdikan untuk kemuliaan Tuhan serta kebaikan bersama.

Run4U 2023, yang memiliki target peserta sebanyak 3.500 orang, akan diselenggarakan dengan konsep Hybrid yang menarik. Konsep ini menggabungkan elemen dari Run4U 2018 dan 2019 yang hanya diadakan dalam satu hari dan satu lokasi dengan Virtual Run4U 2021 dan 2022 yang berlangsung selama dua bulan dan dapat diikuti oleh peserta dari mana pun, termasuk dari luar negeri.

Ken Prita Sitasari WS, Ketua Panitia Run4U 2023, menjelaskan bahwa pemilihan konsep Hybrid ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak orang dari berbagai usia, latar belakang, dan lokasi. Dengan kampanye yang berlangsung selama hampir tiga bulan, diharapkan dapat menggalang donasi yang dibutuhkan oleh LDD dan JRS untuk para pengungsi. Melalui kebersamaan yang luas, acara ini mengedepankan nilai welas asih, kekompakan, dan sukacita.

Pendaftaran untuk peserta Run4U 2023 telah dibuka sejak 1 Juni 2023. Kegiatan ini secara garis besar terbagi menjadi dua kategori, yaitu Pejuang Donasi dan Pejuang Kilometer.
Dengan adanya Run4U 2023, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan olahraga ini sambil memberikan dukungan bagi para pengungsi dan meluaskan karya sosial PUKAT KAJ dalam mewujudkan kebersamaan yang berlandaskan welas asih, kekompakan, dan sukacita.

RENUNGAN HARIAN 10 JUNI 2023, Sabtu Biasa IX

Tobit 12:1-5-15.20

Markus 12:38-44

HAPPY ENDING

Hari ini kita mengakhiri rangkaian kisah dari Kitab Tobit. Kisahnya happy ending. Tapi kita perlu ingat bagaimana kisah ini diawali dengan banyak hal sulit. Tobit yang buta, marah-marah sampai depresi. Lalu ada Sara yang sempat berniat menggantung diri karena semua pria yang dinikahinya mati. Semua itu berbalik ketika hadirnya Malaikat Rafael yang memberi kesembuhan bagi Tobit dan akhirnya menyelamatkan Sara lewat pernikahannya dengan Tobia, anak Tobit. 

Kisah awal yang buruk tidak selalu akan berakhir buruk juga. Kalau kita melibatkan Tuhan dalam doa dan pengharapan, pasti happy ending. 

Di tengah sukacita perkawinan Sara dan Tobia, Tobit tak lupa meminta Tobia anaknya untuk memberikan upah kepada Rafael – sang malaikat yang telah banyak jasa baiknya. Namun, saat itu Rafael belum memperkenalkan dirinya sebagai malaikat. Tahu akan niat mulia Tobia dan Tobit, Malaikat Rafael mengajak mereka untuk mengembalikan syukur mereka kepada Allah. Sebab hanya Allah-lah yang patut dipuji dan dimuliakan. 

Upah yang hendak diberikan diarahkan menjadi sedekah. “Sungguh, sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa.” kata Rafael kepada mereka. Rafael memperkenalkan dirinya sebagai satu dari tujuh malaikat yang melayani Tuhan. Lalu ia kembali naik ke surga setelah tugasnya selesai. 

Kristus memuji janda miskin yang memberikan seluruh kekayaan dan nafkahnya di bait Allah. Itu lebih daripada orang-orang kaya yang juga menyumbang saat itu. 

Kadang kita perlu bertanya juga. Apa yang kita buat saat mau mengungkapkan syukur kepada Allah atas segala pertolongan-Nya? Buat pesta besar-besaran, makan bersama keluarga dan sahabat dekat? Membeli atau menghadiahi diri sendiri barang-barang mewah?

Atau mungkin,

Kita bisa menyumbangkan harta syukur kita kepada mereka yang membutuhkan dan menjadikannya sedekah? Para lansia di panti werda, para yatim piatu di panti asuhan, para orang miskin di dinas sosial, memberi beasiswa pendidikan bagi anak putus sekolah atau karya pelayanan sosial Gereja lainnya?

Jadi kamu gimana?
RA

RENUNGAN HARIAN 9 JUNI 2023, Jumat Biasa IX

Bacaan I: Tob 11:5-17;
Mzm 146:2abc,7,8-9a,9bc-10;
Bacaan Injil: Mrk 12:35-37.

 

Dixit Dominus Domino meo : Sede a dextris meis, donec ponam inimicos tuos scabellum pedum tuorum ; “Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu”.

 

Hal yang umum jika orangtua, apalagi ibu, menanti-nantikan anaknya yang akan pulang. Bila ada anak yang sudah lama pergi meninggalkan rumah, orangtuanya akan menanti bahkan menghitung hari saat mereka akan berjumpa kembali. Inilah yang terjadi pada Hana dan Tobit, mereka menunggu Tobia, anak mereka.

Dengan kepekaan seorang ibu, Hana “mendapat firasat” kalau anaknya akan pulang. Untuk itulah Tobit memuji dan memuliakan Allah. Karena Allahlah yang menganugerahkan keselamatan, kesehatan, keselamatan dan keberhasilan bagi anak yang dicintainya.

Perjumpaan dengan orang yang dikasihi semestinya menjadi ungkapan raya syukur pada Allah. Ketika Allah dipuji, maka segala derita dan beratnya hidup akan terasa ringan, sebab kita menyadari bahwa Allah ikut serta dalam perjuangan hidup ini.

AY

Kamis, 8 Juni 2023 pkl 20.00: “ANAKKU KORBAN MEDSOS”

◇ Sifat Anak berubah total dan senang mengurung diri di kamar

◇ Diam2 BUCIN pada “Pacar” yang dikenal lewat medsos. Gimana menasehatinya?

Yuk simak pembahasannya di acara MOZAIK KELUARGA KATOLIK, dengan topik :

“ANAKKU KORBAN MEDSOS”

bersama dengan Stella Anjani & Narasumber ANI FEGDA M.SI., PSI.

Kamis, 8 Juni 2023 pkl 20.00 melalui

Streaming GoPlay :
https://goplay.co.id/e/mozaik-keluarga-katolik-anakku-korban-medsos-8-juni-2023?utm_source=GPSWeb&utm_medium=share&utm_campaign=GPSWeb_PYmZ1O0q4Dx0lwD2dwoeMxk
atau

Youtube KAJRL :
https://youtube.com/live/Th5Yx9Cw9sg?feature=share

Terimakasih untuk kesediaan Anda menyaksikan dan berbagi kebaikan dengan menshare acara ini. 🙏🌹🪴

RENUNGAN HARIAN 8 JUNI 2023, Kamis Biasa IX

Hari Biasa Pekan IX (H)
Tb.6:10-11;7:1,6,8-13;8:1,5-9; Mzm.128:1-2,3, 4-5;
Mrk.12:28b-34.

Derek

Di suatu pagi, terjadi perdebatan antara petugas derek dengan seorang pemilik kendaraan. Pemilik mobil tidak terima kalau mobilnya diderek petugas. Pasalnya, menurut petugas, ia parkir di zona larangan parkir. Pemiliki mobil bersikukuh bahwa ia hanya parkir sebentar untuk mampir ke toko. Dalam kesalahan, pemilik mobil tetap mencoba membenarkan diri.

Pembicaraan Yesus dan ahli Taurat sangat menarik. Ahli Taurat itu memahami semua hukum dan dasarnya. Ia juga mengakui dasar hukum yang diberikan Yesus, yakni kasih kepada sesama dan Allah. Pemahaman ahli Taurat yang tinggi ini mendapat reaksi bagus dari Yesus. Orang ini tidak jauh dari Kerajaan Allah.

Lalu?
Tahu banyak hal tentu sangat bagus. Namun lebih bagus lagi, jika ia tidak hanya sekedar tahu, tetapi juga melakukan.

PHW

RENUNGAN HARIAN RABU 7 JUNI 2023, Rabu Biasa IX

Bacaan I : Tb. 3:1-11a,13,16-17
Mazmur Tgp : Mzm. 25:2-4a,4b-5ab,6-7bc,8-9
Injil : Mrk. 12:18-27

“Tolok Ukur Allah itu Menghidupkan”

Istanbul, Turki, 25 Mei 2005. Ini adalah tanggal final Liga Champion Eropa antara AC Milan melawan Liverpool. Pada babak pertama, AC Milan telah unggul 3-0 atas Liverpool. Banyak orang berpikir bahwa final malam itu telah usai dan piala itu akan menjadi milik Milan. Bahkan, pemain Liverpool sendiri sempat khawatir bahwa mereka akan kebobolan lebih banyak. Tapi, kemudian situasi berbalik, para pemain Liverpool berhasil menang lewat perjuangan yang luar biasa. Menariknya, tolok ukur yang dipakai untuk memprediksi pertandingan ternyata tidak sesuai dengan hasil akhir.

Pada Injil hari ini, Yesus mengangkat kembali kisah perjumpaan Allah dengan Musa dalam rupa semak duri yang terbakar. Mengapa? Pada umumnya, sesuatu yang terbakar dengan api akan terbakar dan hancur, apalagi waktu itu adalah sebuah semak. Logikanya, semak akan terbakar dan hancur. Tetapi, pengalaman Musa tidaklah demikian. Selain itu, Musa berbicara langsung kepada Tuhan. Pada masa Musa, melihat dan berbicara kepada Tuhan adalah hal yang sangat tidak mungkin. Seseorang pasti akan mati. Tetapi, Musa tetap hidup dan mendapat berkat. Yesus ingin menunjukkan bahwa Allah yang hidup adalah Allah yang memberikan, memelihara dan tidak merampas kehidupan manusia.

Mungkin dalam pengalaman hidup, kita pernah menghakimi seseorang dengan tolok ukur yang kita miliki. Bahkan, bisa jadi itu menjadi stigma yang kita berikan kepadanya, seakan-akan penilaian kita benar dan valid. Hari ini kita diingatkan kembali bahwa tidak sepenuhnya tolok ukur manusia selalu benar. Kita belajar untuk mewartakan Allah yang hidup. Allah yang hidup tampak dalam pemberian kesempatan, pengampunan, dan memberikan dukungan untuk perubahan yang baik. Tolok ukur yang dipakai Allah senantiasa memberi ruang untuk tumbuh dan berbuah kembali.

Tuhan memberkati.
AL

RENUNGAN HARIAN 6 JUNI 2023, Selasa Biasa IX

Tobit 2:10-23
Mrk 12:13-17

COBAAN BISA DATANG KAPAN SAJA

Terkadang situasi sulit bisa mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Satu sulutan kejadian sepele saja dapat membuat kita marah-marah? Kamu pernah begitu?

Kisah Tobit dalam bacaan pertama hari ini bisa jadi pengalaman kita juga. Tobit seorang yang saleh, namun matanya menjadi buta secara tiba-tiba karena kejadian yang acak. Kejatuhan tahi hangat burung pipit yang bertengger di tembok, di atas pelataran tempat ia tidur. Random sekali bukan? 

Kondisinya itu rupanya mempengaruhi bagaimana ia merespon situasi di luar dirinya. Sampai-sampai istrinya ia tuduh mencuri anak kambing. Padahal itu adalah tambahan upah kerja kerasnya. 

Dalam Injil, Yesus pun dicobai. Kali ini dari orang-orang Farisi dan golongan Herodian. “Bolehkah kita membayar pajak kepada kaisar atau tidak?”. Tapi Yesus tetap tenang, dan menjawab dengan bijaksana. Jawaban-Nya malah justru membuat mereka berpikir.

Selama ini mereka pusing-pusing dengan masalah membayar pajak terhadap kaisar. Tapi, pernahkah mereka juga berpusing ria melakukan apa yang menjadi hak Allah? Yang sakit disingkirkan, yang berdosa dipinggirkan, yang bersalah dihukum. 

Bukankah Allah memiliki hak kehidupan yang harus kita bela dan perjuangkan?

Lalu, ketika suatu kali kita dicobai? Apa respon kita? Emosi menjadi tak teratur, atau tetap tenang dan menghadapinya dengan bijaksana?

Jadi kamu gimana?

RA

 

RENUNGAN HARIAN 5 JUNI 2023, Peringatan St. Bonifasius

THANK GOD IT’S MONDAY!
5 Juni 2023 – Pw St Bonifasius

Jika Tuhan itu sayang kepada kita dan memberi kita kebebasan sebagai anak-anak-Nya, mengapa Ia memberi kita banyak perintah untuk ditaati-Nya? Bukankah itu berarti, Tuhan tidak percaya kepada kita? Bukan itu berarti, Tuhan tidak sayang kepada kita?

Logika mudahnya adalah bahwa cinta dan kebebasan dari Tuhan itu menuntut sebuah tanggung jawab. Ia menantang kita untuk bisa mempertanggung-jawabkan cinta dan kebebasan dari-Nya. Ia memberikan kita panduan agar kita tidak binasa. Panduan dan perintah-Nya ini adalah tanda cinta dari-Nya seperti seorang ibu yang mengajari bayinya berjalan. Pasti ibu itu tetap menggandeng bayinya yang belajar berjalan sampai akhirnya bayinya bisa berjalan dengan baik.

Dengan demikian, “Berbahagialah kita yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya” (Mazmur 112:1).

Semoga kita makin mencintai-Nya dan bersyukur atas kebebasan yang Ia berikan untuk kita. Mari bersaksi. Mari berbahagia sebagai orang beriman. Thank God It’s Monday!


RAB

Terbaru

Populer