Seruan untuk mendoakan Perdamaian di Timur Tengah khususnya Bagi Kehidupan Kaum Minoritas Asli Kristen

Populer


Akhir-akhir ini banyak para pemimpin Gereja dan Agama-Agama di Dunia berseru dan berdoa agar kekerasan di Irak di akhiri, dan secara khusus mendoakan Komunitas Asli Kristen yang Minoritas (Syriac Catholic Church) di tengah perebutan kekuasaan oleh militan Islam di Irak dan sekitarnya.

Paus Fransiskus dalam khotbah mingguannya di vatikan, mengundang jemaah untuk menyatukan diri berdoa “Bagi negara Irak yang kita Kasihi, yang tengah digoncang prahara kekerasan yang berkepanjangan, khususnya minoritas asli Kristiani yang harus meninggalkan tempat tinggal asli mereka dengan ancaman pembunuhan” (20 July).

Paus berharap bahwa Irak dapat menemukan kedamaian dan ketentraman, masa depan dan keadilan, dimana semua penduduk, apa pun agama mereka, akan dapat hidup bersama-sama membangun negara mereka dalam model koeksistensi yang utuh.

Sebelumnya, Uskup di Siprus dan Teluk, Revd Michael Lewis, juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa orang-orang Kristen purba di Irak mendesak meminta Doa dan dukungan karena situasi Mosul dan sekitarnya semakin memburuk. “Ribuan orang Kristen telah melarikan diri dari rumah mereka di Mosul, di Provinsi Ninieveh, kota pertama yang dikuasai oleh the Islamic State of Iraq and the Levant (ISIS).”

Laporan dari Mosul mengatakan bahwa beberapa Gereja dan situs-situs bersejarah Kristiani telah dihancurkan. Komunitas Saint Egidio yang berpusat di Roma pun berbicara tentang bahaya ledakan ekstrimis. “Ini membahayakan hidup bersama dan kerja sama antara Kristen dan Muslim di seluruh dunia” ujar Prof Andrea Riccardi sang pendiri komunitas. Prof Riccardi meminta badan-badan internasional untuk campur tangan segera membantu memberi perlindungan dari ISIS. (news.va/en/news, churchtimes.co.uk & christianpost.com)

Marilah kita berdoa bagi Gereja yang dianiaya, sambil mengingat perkataan Paus bahwa “Kekerasan hanya akan melahirkan kekerasan jika tidak ditaklukan oleh Perdamaian yang lemah lembut.”

mosulchurches2

Doa untuk Gereja yang dianiaya (bdk. PS 178)

Allah, Bapa di surga, kami bersyukur kepada-Mu, karena Yesus telah menghimpun umat baru bagi-Mu, yakni Gereja. Sungguh berat perjuangan-Nya untuk mewujudkan umat baru itu; la harus menderita, bahkan harus wafat di salib. Tetapi la sendiri telah meyakinkan kami bahwa la mendirikan Gereja-Nya di atas batu karang, dan alam maut tidak akan menguasainya.

Bapa, keyakinan ini pulalah yang telah memberikan kekuatan besar kepada para murid-Nya yang harus menderita karena nama-Nya. Kami ingat akan para rasul yang dikejar-kejar, ditangkap, dan dipenjarakan karena nama Yesus. Kami ingat akan Stefanus yang demi kesetiaannya kepada Yesus harus menanggung penganiayaan yang kejam, dibunuh dengan dilempari batu. Tetapi dengan perkasa dia sendiri mendoakan orang-orang yang menganiayanya dan memohonkan pengampunan dari-Mu. Juga kami ingat akan Rasul Paulus, yang selalu membawa salib Kristus ke mana pun pergi.

Semoga teladan hidup mereka menyadarkan kami semua, terutama saudara-saudara kami yang sedang dianiaya di Timur Tengah. Betapa besar kekuatan yang Kau berikan kepada mereka yang dianiaya demi nama Yesus. Semoga kesadaran itu membangkitkan pula kekuatan dan ketabahan dalam diri mereka. Semoga mereka tetap setia, bahkan merasa bangga karena boleh ikut memanggul salib Kristus, dan memberikan kesaksian tentang salib yang sungguh memberikan kekuatan. Demi Kristus, Tuhan kami. (Amin.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RADIO LINE KAJ

INFO TERBARU

TERPOPULER

ARTIKEL LAINNYA

Open chat
Butuh Bantuan?
Adakah yang bisa kami bantu?