Kisah Nyata Berbela Rasa Gereja Philipus Rasul pada Orang yang Miskin dan Berbeda Keyakinan
Silahkan memberi Rating!

Ini adalah foto Bpk Sugiardi, yang kecelakaan tahun 2016 sehingga patah kaki. Ia tidak bisa berjalan dan mencari nafkah lagi untuk keluarganya. Istrinya hanyalah guru PAUD. Mereka dikaruniai 2 anak yang masih kecil.

Maret tahun 2017, pada waktu Gereja Philipus Rasul mengadakan baksos yang melayani sekitar 1400 warga sekitar (600 pasien umum , 400 pasien gigi, 400 pembagian kaca mata), kami panitia bertemu dengan bpk Sugiardi (yang sudah cacat) sebagai pengumpul peserta baksos dari RT 3/RW 13 Kel Pejagalan, Kec Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut Pak Ayatulah, ketua RW 13, Pak Sugiardi cacat dan tidak bisa berobat karena ketiadaan biaya untuk melunasi BPJS yang jumlahnya 1,3 juta. Setelah berkoordinasi dengan teman-teman di Seksi PSE Gereja, disepakati biaya BPJS akan dibantu Gereja.

Bantuan yang kita berikan menimbulkan semangat Pak Sugiardi untuk berobat. Dengan 2 kali operasi di RSUD TARAKAN, lalu mendapat dukungan rekan-rekan di RW 13 dan kami yang selalu memberi semangat dan pendampingan pengobatan terus-menerus akhirnya awal tahun 2018 ia sudah bisa mencari nafkah sebagai driver GrabBike (motor).

Ada suka cita tersendiri, yang kami Seksi PSE Gereja Philipus Rasul peroleh saat bisa menerapkan ajaran Cinta Kasih Gereja:
1.Lakukan hal-hal kecil yang kita bisa kit alakukan, dengan Kasih yang besar.
2.Jika lihat sesama menderita timbulkan pertanyaan, “apa yang kita bisa buat untuk menolong sesama?”.

Akhir kata, ucap terima kasih untuk semua yg membaikkan.
Salam peduli.
Tuhan memberkati.

Senyum ceria mu adalah bahagia kami

(Yogi Tanuwijaya)

Bpk Sugiardi yang Cacat karena Kecelakaan Motor (2016)
Bpk Sugiardi sebelum Kecelakaan Motor dan Cacat