
Yer 20:10-13 | Mzm 69 | Rm 5:12-15 | Mat 10:26-33
Minggu lalu kita diingatkan akan satu kebenaran yang mengubah segalanya: Tuhan mengasihi kita lebih dulu — sebelum kita beres, sebelum kita layak, sebelum kita membuktikan diri. Saat kita masih berdosa, saat kita masih jauh, kasih-Nya sudah lebih dulu tiba.
Minggu ini, Paulus melanjutkan: kasih itu datang sebagai kasih karunia yang dilimpahkan. Satu pelanggaran Adam membawa maut bagi semua. Tetapi satu perbuatan kasih Kristus membawa kelimpahan jauh melampaui itu. Kita berangkat sebagai orang yang sudah penuh — penuh karena Dia sudah lebih dulu memberikan diri-Nya.
Dari kelimpahan itulah Yesus mengutus kita. Dan Ia tahu ke mana kita pergi. “Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.”
Ini undangan bagi orang yang sudah tahu — sudah tahu bahwa mereka dikasihi, sudah tahu bahwa mereka tidak sendirian, sudah tahu bahwa nyawa mereka ada di tangan yang lebih besar dari tangan manusia mana pun.
Yeremia tahu itu. Ia dikepung dari segala sisi — sahabat-sahabatnya sendiri menunggu ia tersandung, musuh-musuhnya mengintai celah untuk merobohkan dia. Ancamannya nyata. Tetapi di ayat terakhir bacaan hari ini, ia justru memuji Tuhan — karena hatinya merdeka.
Di sinilah inti dari bacaan hari ini. Yesus berkata: jangan takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh. Ada sesuatu dalam diri kita yang tidak bisa dijangkau oleh tekanan dari luar — hati yang hidup dari kasih karunia Allah. Ketakutan yang paling berbahaya adalah ketakutan yang membuat kita bungkam saat harus bicara, diam saat harus berdiri, pura-pura setuju saat hati kita tahu yang benar.
Ketakutan yang pelan-pelan membelenggu kita dari dalam — sampai tubuh kita bebas bergerak ke mana-mana, tetapi hati kita tidak lagi merdeka. Lebih baik menderita di tubuh, tetapi hati tetap merdeka — daripada tubuh bebas, tetapi hati terbelenggu.
Kita diutus sebagai orang yang sudah dilimpahi. Dan dari kelimpahan itu, keberanian sudah ada — menunggu untuk kita percayai.
—
Jadi, kamu gimana?
RA











