Hal yang patut dicontoh dari Pastor Yohanes Subagyo

PENGUMUMAN

Pastor Yohanes Subagyo lahir di Muntilan,Magelang,Jawa timur pada tanggal 12 Juli 1960. Pastor Yohanes Subagyo ditahbiskan menjadi imam pada tanggal 14 Agustus 1987 ,lalu ia berkarya sebagai Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta ,setelah itu Pastor Yohanes Subagyo mendapatkan tugas Seminari Tinggi calon imam Praja di Wisma Cempaka selama bertahun tahun.Di Tahun 2000 Yohanes Subagyo diangkat Uskup untuk menjadi wakilnya.Selain itu, Yohanes Subagyo juga pernah menempuh pendidikan hingga S3 di Roma dan membagikan ilmunya ke mahasiswa mahasiswi di universitas ternama yaitu Universitas Gajah Mada dan Universitas Atma Jaya.

Selain menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Jakarta dan Pastor,Pastor Yohanes Subagyo juga berperan sebagai dosen di beberapa universitas.Pendidikan yang ia tempuh hingga S3 tidak dilupakan begitu saja,ia lebih memilih untuk membagikan pengetahuannya kepada mahasiswa dan mahasiswi.Terlihat dari Yohanes Subagyo sudah mengajar dari tahun 2002 hingga 2012 di beberapa Universitas seperti Universitas Gajah Mada, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara dengan mengajar beberapa mata kuliah seperti Seismologi dan tsunami,Kitab para Nabi,Hukum gereja,liturgi,liturgi dasar, kitab mazmur dan kebijaksanaan,Pengantar kitab suci perjanjian lama dan baru , Kitab-Kitab Taurat & Kitab-Kitab Sejarah.Yohanes Subagyo juga memiliki keahlian dalam Teologi dan Kitab suci.

Hal-hal yang dapat kita contoh untuk kehidupan dari Pastor Yohanes Subagyo adalah kita harus tetap melayani Tuhan walaupun mempunyai kegiatan lain,karena Tuhan tidak boleh dilupakan dengan hal apapun.Selain itu,hal yang dapat kita contoh selanjutnya adalah membagikan ilmu yang kita punya kepada orang lain dengan cara apapun. Menurut pemikiran Pastor Yohanes Subagyo tentang gereja yaitu jati diri Gereja dapat dilihat dari cita-cita atau visi dan misi Gereja. lalu struktur Gereja, leadership atau kepemimpinan,dan terakhir culture atau budaya lembaga.Yang bisa kita contoh adalah kita harus menemukan atau mengetahui cita cita kita agar hidup kita lebih berfokus pada satu tujuan,yang bisa kita contoh lagi adalah leadership,yaitu kita harus mempunyai jiwa pemimpin agar dapat memimpin diri sendiri menjadi lebih baik.

Penulis: Jason Chandra Wijaya, semester 1,Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Manajemen, Universitas Airlangga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

INFO TERBARU

TERPOPULER

ARTIKEL LAINNYA