32 Murid Sekolah Dasar Terima Komuni Suci di Paroki Toasebio – St.Maria de Fatima

168

IMG_2134-1.JPG IMG_1910-0.JPG

32 Murid Sekolah Dasar Terima Komuni Suci di Paroki Toasebio – St.Maria de Fatima

Komuni pertama adalah hal yang paling penting dalam hidup seorang katolik.

Bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (23/06/09) di Gereja Santa Maria de Fatima Glodok Jakarta, pada misa pukul 09.30 para orang tua membawa dan mengantar anak-anaknya untuk menerima komuni kudus pertama, yang telah sangat mereka rindukan.

Pastor Salvador Cruz Rojo SX memberikan komuni pertama kepada 32 orang anak. 18 orang anak berasal dari SD Ricci I, dan sisanya dari sekolah yang tersebar di sekitar paroki.

Dalam proses pembinaan, mereka dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama ialah yang mendapatkan pembinaan dan pengajaran di SD Ricci 1. Pembinaan berlangsung setiap hari Jumat setelah jam pulang sekolah dan dimbing khusus oleh Ibu Ina Sumarto. Sedangkan kelompok kedua ialah yang mendapatkan pendampingan dan pengajaran di Gereja Santa Maria de Fatima. Selain kelas pembinaan selama kurang lebih 6 bulan, mereka juga telah melalui beberapa tahap proses persiapan, antara lain Triduum, rekoleksi, dan pengakuan dosa.

Pada misa pagi itu, anak-anak penerima komuni pertama juga terlibat sebagai petugas liturgi. Diantaranya ada yang bertugas sebagai pembaca Liturgi Sabda, pembawa persembahan, dan pembaca ujud-ujud doa umat.

Menurut Pastor Salvador, Tuhan Yesus ingin selalu dekat dengan kita dan menjadi satu dengan kita. Kristus menghendaki agar kita selalu mengenang-Nya. Saat Ia memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Pengorbanan-Nya yang tak ternilai harganya ini menjadi tanda cinta-Nya yang tak terbatas kepada kita semua.

Setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus pertama, anak-anak diharapkan semakin mencerminkan teladan Yesus. Disinilah peran dan tugas orang tua untuk senantiasa mendampingi serta membimbing dan mengarahkan anak-anak agar semakin meningkatkan hidup beriman.

Pendidikan iman anak-anak juga harus tetap diperhatikan oleh orang tua, seperti kesetiaan dalam merayakan misa mingguan. Sangat diharapkan juga apabila orang tua berkenan mendorong anak-anaknya untuk menjadi anggota putra-putri gereja atau bergabung di kelompok pelayanan lainnya.

Ya Tuhan, ajarilah anak-anak kami untuk semakin mencintai Ekaristi yang merupakan puncak hidup umat Kristiani, khususnya komuni kudus. Sehingga anak-anak akan semakin rajin dan setia merayakan Ekaristi serta menghayatinya dengan lebih baik.

Liputan : Benny HS, Ridwan