Pastor dan Suster Peraih Kalpataru 2013

257
Pastor dan Suster, Peraih Kalpataru 2013
Pastor dan Suster Peraih Kalpataru 2013
Silahkan memberi Rating!

Pastor dan Suster, Peraih Kalpataru 2013

Puncak Hari Lingkungan 2013 dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta (10/6) dengan menggelar Malam Anugerah Lingkungan. Dalam perayaan puncak ini ditandai  dengan memberikan berbagai penghargaan kepada pihak-pihak yang peduli lingkungan baik kepada individu maupun kelompok atau daerah.

Diantara 227 penerima penghargaan itulah terdengar nama Y. Suyatno Hadiatmojo dipanggil untuk maju menerima penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan. Ternyata pemilik nama itu adalah seorang imam diosesan yang berasal dari Paroki Kumediran Yogyakarta. “Sebelumnya saya  di Paroki Samodiran di lereng Gunung Merapi 2000-2012. Saat itulah saya bersama masyarakat interfaith melakukan reboisasi lereng G.Merapi sebelah barat,” cerita Rm. Suyatno.

Rupanya Rm. Suyatno sudah sejak lama menjadi aktivis pembela lingkungan dan masyarakat. Sejak 1987 – 2011 dia aktif memberi perhatian khusus waduk Kedungombo. “Saya memang salah satu dari pengikut Rm. Mangunwijaya,” tukas Rm. Suyitno.

Saat ini Rm. Suyitno aktif mengembangkan pertanian organik serta pembuatan pupuk organik bersama masyarakat tanpa mengenal perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Anatomi/Antar Golongan). “Kami juga berupaya untuk terus menyelamatkan mata air yang menjadi sumber air masyarakat,” ujarnya.

Memang apa yang dilakukan oleh Rm. Suyitno bersama masyarakat bukan hal-hal yang luar biasa. “Kami selalu ingat pesan Rm. Mangun bahwa untuk memperbaiki negara kita yang sudah rusak ini kita harus berpikir global tapi bertindak lokal bahkan sangat mikro yaitu kegiatan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat kecil. Saya yakini yang saya lakukan adalah menghadirkan gereja secara nyata di tengah masyarakat,” ungkap Romo kelahiran 8 Mei 1961 ini

Dalam melakukan segala kegiatan ini Rm. Suyitno tidak menafikan ada pro dan kontra di kalangan internal maupun eksternal komunitasnya. “Namun saya sejak awal Rm. Mangun sudah mengingatkan saya untuk berani berjalan sendiri,” ungkap pria yang telah membukukan filosofi Rm. Mangun dalam buku “Kotak Hitam Sang Guru Mayar”.

Menghadirkan gereja di masyarakat benar-benar menjadi misi Rm. Suyatno. Terbukti dia telah menjadi koordinator umat beriman selama 16 tahun, menyelenggarakan Program Posko Induk Bencana Merapi seperti pasar murah ketika hendak lebaran untuk membantu yang berkekurangan. Bahkan sejak 1999 dia sudah dipercaya sebagai Bintal di Polda Yogyakarta.

Selain Rm. Suyitno, seorang biarawati pun hadir dalam Malam Anugerah Lingkungan. Dengan kerudung khasnya gampang menebak dia adalah suster Katolik. Dialah Sr.Sri Lestari Binedikta Yohanita PI atau yang sehari-hari disapa Sr. Yohanita PI.

Malam itu Sr. Yohanita mewakili sekolahnya yang berhasil mendapatkan anugerah Adiwiyata yaitu sekolah yang berkarya mandiri untuk menghijaukan dan menjaga lingkungan sekolahnya. Sr. Yohanita berkarya di Paroki St. Yohanes Evangelista, Kudus di sekolah Tarakanita.

(Sonar Sihombing)