Home Blog Page 39

RENUNGAN HARIAN 20 MEI 2023, Sabtu Paskah VI

Kis 18:23-28

Yoh 16:23b-28

 

Ayolah… MINTA TOLONG SAMA AKU



Masih ingat pesan Yesus saat misa KENAIKAN TUHAN kemarin? “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi…” Dahsyat ini lhoooo! Fenomena religius dalam Gereja membawa hal-hal yang dulu berbau dongeng dan mitos jadi nyata. Kuasa Yesus itu benar-benar merombak hukum alam dan aturan fisika. Orang-orang yang sungguh percaya dan jalankan perintahNya banyak dapat previlese. Hukum alam bisa Dia acak-acak bagi para kudus, ada Santo yang bisa terbang, jenasah terawetkan, mukjizat penyembuhan dan sebagainya.

Hari ini dia mengundang kita untuk MEMINTA APAPUN pada Allah Bapa lewat Tuhan Yesus. Tapi banyak diantara anda tidak minta kan, anda masih terus usaha sendiri, pikir rencana sendiri dan kerja keras sendiri. Supaya kalau berhasil bisa sombong sendiri, selfi sendiri pamer kesuksesan dsb.

Ayolah… Rubah mentalitas! Jadikan diri anda pribadi berserah pada kemurahan Allah. Jadi ketika anda kerja, anda kerja untuk kemuliaan Allah. Ketika anda susah dan ketemu masalah, anda juga gak berhenti memuliakan Allah.

Ayo… Mau minta apa…?

FE

RENUNGAN HARIAN 19 MEI 2023, Jumat Paskah VI

Kis 18:9-18
Yoh 16:20-23


Tahu bahwa penderitaan dan kesulitan menjadi risiko dari pelayanannya, Paulus diteguhkan oleh Firman Tuhan. “Jangan takut, teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai Engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau”.

Memang, Paulus sempat dibawa ke pengadilan karena ada banyak orang-orang Yahudi yang bangkit melawan dia. Tapi akhirnya Paulus selamat. Allah menggunakan Galio – seorang gubernur provinsi Akhaya – tempat di mana kota Korintus berada – untuk membelanya.

Dalam bacaan Injil, Kristus pun meneguhkan kita. Dukacita kita akan berubah menjadi sukacita. Karena pada akhirnya kita akan melihat Kristus lagi. Dan itu membuat kita gembira.

Maka, tabahlah sabarlah. Penderitaan di dunia ini tidak ada bandingnya dibandingkan dengan sukacita yang akan datang. Daging akan mati, tapi jiwa akan hidup kekal jika kita tetap percaya dan serahkan kepada Tuhan.



RA

RENUNGAN HARIAN 18 MEI 2023, HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

HR Kenaikan Tuhan
Kis 1:1-11, Ef 1:17-23, Mat 28:16-20


Sebuah pemandangan kecil di stasiun. Seorang anak hendak masuk ke dalam stasiun. Sepertinya anak itu akan pergi lama. Cukup lama ia berbicara dengan orang tuanya di pintu masuk. Tetapi akhirnya ketiganya berpisah, karena kereta akan berangkat. Mereka merasa sedih karena harus berpisah dengan keluarganya.
 
Perayaan Kenaikan Tuhan, mau mengungkapkan Iman Gereja akan Tuhan Yesus yang dimuliakan. Pada hari ini Yesus sudah sungguh berada di tempat yang mulia bersama Allah Bapa di surga. Seolah Ia memang meninggalkan kita. Akan tetapi dengan berbagai cara Ia tetap hadir bersama dengan kita. Penyertaan Kristus, menumbuhkan kekuatan  dalam menghayati dan menghidupi panggilan kita untuk terus mewartakan Kristus. Kehadiran-Nya itulah yang membuat Gereja tetap hidup dan tumbuh hingga saat ini. Setelah Kristus terangkat ke Surga, sejarah Gereja dimulai. Kisah Para Rasul mengawali perjalanan awal sejarah Gereja (Bac.I). Kenaikkan-Nya bukanlah peristiwa kesedihan. Umat Allah pun mengiringi kemulian-Nya dengan sorak sorai _Allah telah naik diiringi soraksorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala_ (Mazmur Tanggapan), karena janji akan kehidupan kekal memberi harapan bagi orang yang percaya (Bac. II).
 
Lalu?
Yesus yang naik ke surga, juga turut mempersiapkan tempat mulia bagi kita. Yesus yang naik ke surga menjadi petunjuk tujuan hidup manusia yang akan dipermuliakan di surga. Roh kudus diturunkan agar kita dapat meneruskan segala karya-Nya. Kita telah dipercaya untuk mengemban tugas mulia itu, menjadi pewarta kabar Kerajaan Allah. Hari-hari ini kita sungguh mempersiapkan diri menerima tanggung jawab besar itu hingga kita sungguh siap diutus pada hari Pentakosta.  

PHW

RENUNGAN HARIAN 17 MEI 2023, Rabu Paskah VI

Bacaan I : Kis 17: 15.22 – 18: 1
Mazmur Tgp : Mzm 148: 1-2.11-12b.12c-14a.14bcd
Injil : Yoh 16: 12-15


“Terarah pada Hidup yang benar”

Belakangan ini, media sosial telah menjadi sarana untuk memviralkan sesuatu yang tidak baik. Kita mungkin mendengar beritanya atau melihat potongan-potongan video, di mana suatu kasus diberitakan dan disuarakan terus menerus. Sampai akhirnya, kasus tersebut ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang. Bukan hanya satu akun saja, ada pula akun media sosial yang me-repost kembali. Dalam hal ini, sesuatu yang baik disuarakan sampai pada akhir ada tindak lanjut untuk pembuktian kebenarannya.

Dalam Injil hari ini, Yesus menjanjikan para murid-Nya, bahwa akan datang Roh Kebenaran. Roh ini akan menuntun, menguatkan hati dan berani untuk mewartakan kebenaran. Roh ini akan menggerakan setiap orang untuk mengupayakan dan membuktikan kebenaran itu. Tentu, dalam hal ini, Yesus mengharapkan para murid-Nya hidup dalam kebenaran, mewartakan kebenaran dan bertindak secara benar. Ini semua akan menjadi wujud dan kesaksian tentang Kerajaan Allah.

Kita diingatkan kembali, bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk hidup dalam kebenaran. Hidup dalam kebenaran dapat diartikan sebagai cara hidup yang mengutamakan kebenaran, mewartakan yang baik dan benar, serta bertindak sepatutnya. Dalam hal ini, kita perlu memohon terus menerus agar Roh Kudus, Roh Kebenaran yang telah Yesus janjikan, untuk senantiasa menuntun kita. Kita memohon pada sumber kebenaran itu sendiri, maka hidup kita akan terarah pada kebenaran,

Tuhan memberkati.
AL

RENUNGAN HARIAN 16 Mei 2023, Selasa Paskah VI

Kis 16:22-34
Yoh 16:5-11

SETIAP KESEMPATAN MEWARTAKAN INJIL

Roh Allah dan kebenarannya tidak dapat diberangus. Paulus dan Silas dipenjarakan karena mereka mewartakan Injil di Filipi. Meski didera dan dipenjara mereka tetap sabar saja. Bahkan di penjara mereka tetap berdoa dan menyanyikan pujian bagi Allah. 

Penjara yang terbuka akibat gempa menjadi kesempatan Paulus untuk menyelamatkan Kepala Penjara. 

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu!”

Setiap waktu, setiap perjumpaan adalah kesempatan untuk mewartakan Injil. Mewartakan kebaikan dan kasih Allah. Tidak hanya dalam situasi yg mendukung, tapi juga bahkan dalam keadaan yang menyulitkan. Setiap waktu adalah kesempatan untuk bersaksi.

Jadi, kamu gimana?

RA

 

 

RENUNGAN HARIAN 15 MEI 2023, Senin Paskah VI

THANK GOD IT’S MONDAY!
15 Mei 2023 – paskah VI

Lidia adalah tokoh kita hari ini (Kis 16:11-15). Apa yang membuat dirinya istimewa sehingga dicatat dalam Kitab Suci? Keistimewaannya adalah keterbukaan hatinya untuk mendengarkan kesaksian Paulus. Bukan Lidia yang membuka hati, tetapi Tuhan yang menggerakkannya untuk membuka hati (ay 14).

Membiarkan Allah membuka hati kita adalah yang kita perlukan saat ini agar kita siap menyambut Roh-Nya yang menguatkan kita dalam tiap perjuangan hidup. Membuka hati adalah membuka sudut pandang kita terhadap dunia, melihat ada acara pandang lain di luar kita, dan ada cara hidup lain di luar kita.

Membiarkan Allah membuka hati kita berarti kita berusaha mengenali kehendak-Nya di tengah hidup sehari-hari dalam perjumpaan dengan banyak orang.

Semoga kita persilakan Allah membuka hati kita dan kita siap untuk menyambut Roh-Nya. Mari bersaksi dan berbahagia sebagai orang beriman. Thank God It’s Monday!


RAB

RENUNGAN HARIAN 14 Mei 2023, Minggu Paskah VI

Kis 8:5-8
1Ptr 3:15-18
Yoh 14:15-21


KRISTUS MENJANJIKAN PENOLONG

 

Minggu ini adalah minggu terakhir sebelum Yesus naik ke surga pada kamis yang akan datang. Maka sabda Allah pada minggu ini mempersiapkan kita akan kehadiran Penolong yang lain, yakni Roh Kudus. Dengan demikian peran Allah Tritunggal demi keselamatan manusia menjadi lengkap. 

Bapa menciptakan langit dan bumi – semua yang kita butuhkan untuk hidup. Dosa yang dibawa oleh si jahat merusak seluruh ciptaan, termasuk manusia. Kristus datang menyatakan diri-Nya agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak mati kekal, tapi hidup kekal meski sudah mati di dunia. Tugas Kristus paripurna lewat wafat dan kebangkitannya, ia akan kembali kepada Bapa di surga. 

Manusia – kita semua – bagaimana pun juga tetap berjuang di dunia ini sampai akhirnya. Tapi Allah tetap menyertai – sampai selama-lamanya. “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai Yatim Piatu”. Dia akan datang kembali – pada saatnya. Roh Kudus, sang penolong akan diutus menyertai. Roh itulah yang menjaga, hadir dalam setiap perayaan Sakramen – bersama Bapa dan Putera. 

“Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu”.

Roh itu pula lah yang menyucikan kita. Dia mengundang kita untuk memegang perintah Kristus dan melakukannya. Dia akan menyertai – sampai pada kesudahannya – Kristus datang kembali. 

Selamat Hari Minggu

RA

 

Galeri Parade Kebhinekaan dan Jalan Santai HUT ke-216 KAJ

Kardinal Suharyo bersama Tokoh Lintas Agama Meriahkan Jalan Santai di HUT ke-216 Keuskupan Agung Jakarta

Keren banget nih, guys! Hari ini, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) merayakan ulang tahun ke-216 nya dengan acara jalan santai lintas agama. Acaranya dihadiri sama Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma, dan beberapa tokoh lintas agama yang lain. Komsos KAJ melaporkan dari Gereja Katedral, Jakarta Pusat pada Sabtu (13/5/2023) bahwa acara jalan santai ini dimulai jam 06.30 pagi dengan tema ‘Jalan Santai Kerukunan dan Kebhinnekaan Lintas Agama’.

Kita bisa liat Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo dan beberapa tokoh lintas agama yang naik ke atas panggung dan menyapa semua orang yang datang. Dalam sambutannya, Uskup Ignatius Suharyo bilang kalau acara jalan santai ini adalah buat menyatukan umat lintas agama.

“Jadi, hari ini kalau kita jalan-jalan bersama-sama, itu artinya kita jalan-jalan dengan simbol kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia buat terus maju bersama-sama,” ujarnya dalam sambutan.

“Dengan kita bisa jalan-jalan bersama-sama, seperti disimbolkan sama Gereja Katedral dan Masjid Istiqlal. Itu hanya simbol, tapi itu bisa bikin persaudaraan dan persekutuan kita jadi makin kuat sebagai bangsa,” tambahnya.

Uskup Ignatius Suharyo menjelaskan kalau Indonesia bisa tunjukin persaudaraan kita, bangsa lain bakal kagum sama Indonesia yang beragam ini.

“Kalau kita bisa bangun persaudaraan sama-sama, bikin perdamaian di Indonesia ini makin kuat, dan kalau semua ini terjadi, kebersamaan kita ini bisa tunjukin kesaksian. Bangsa kita bakal diidolakan sama bangsa lain, malah karena kebersamaan itu,” ungkapnya.

Dia harap persaudaraan ini bisa terus terjalin antar agama. “Makanya, terima kasih buat komunitas sahabat lintas agama kita. Yuk, terus jalan bareng-bareng buat bangun persaudaraan, kuatin keterlibatan, dan bikin kesaksian bahwa kita satu bangsa yang mau jadi bangsa yang sejahtera buat semua orangnya,” tambahnya.

Di acara itu, banyak masyarakat lintas agama yang ikutan bergabung. Ada jemaat Katolik dari masing-masing paroki di Jabodetabek yang ikutan juga.

Acara ini juga diramaikan sama kesenian nusantara kayak tanjidor, ondel-ondel, barongsai, dan jatilan. Kita juga bisa liat beberapa jemaat yang pake baju daerah dari daerah-daerah yang berbeda.

Terakhir, Acara ini diakhiri dengan potong tumpeng oleh Uskup Mrg Ignasius Suharyo didampingi tokoh agama yang ada dan melepas peserta jalan santai yang akan berjalan melewati Jl. Veteran II Gambir, Jl. Perwira,
Jl. Lap. Banteng Selatan, Hotel Borobudur, Jl. Lap. Banteng Timur (Kementrian Keuangan), Jl. Lap. Banteng Utara (Kantor Pos), dan kembali ke Gereja Katedral.

RENUNGAN HARIAN 13 MEI 2023, Sabtu Paskah V

Kis 16:1-10

Yoh 15:18-21

 

MARIA IMAKULATA

Daerah yang disebut Fatima, semula dijajah oleh bangsa Islam Moor. Pada tahun 1917 adalah daerah terpencil di Utara pusat pemerintahan Portugal. Keuskupan Leira yang menaunginya juga termasuk keuskupan miskin. Nama Fatima menjadi demikian terkenal semata karena Maria menampakan diri di sana tiap tanggal 13 dari bulan Mei hingga Oktober 1917.

Tidak ada gelar lain disampaikan oleh Maria dalam penampakan di sana. Tidak ada hal terlalu baru juga dituntut oleh Sang Ratu Surga, semuanya adalah panggilan kesalehan yang wajar dari seorang Katolik. Maria minta agar umat Katolik tiap Sabtu Pertama merayakan misa, melakukan adorasi dan mengaku dosa serta memberikan diri menjadi silih bagi orang-orang berdosa, yang masih hidup maupun terutama yang sudah meninggal. Maria juga meminta umat berdoa rosario tiap hari selama lima bulan terus menerus untuk tujuan itu. Sungguh bukan tuntutan yang terlalu besar.

Jika sebuah tempat terpencil menjadi demikian terkenal karena kehadiran Maria kenapa kita tidak ikut saja permintaan Sang Bunda. Tepat sekali saat ini di Jakarta panggilan berjanji untuk memenuhi permintaan Maria di Fatima itu didengungkan oleh sebuah paroki kecil dan miskin di ujung Jakarta Timur, Gereja Kalvari. Tiap Sabtu Pertama, umat Katolik diundang untuk memenuhi harapan Maria.

Apa jawaban anda?

FE

Terbaru

Populer