Taruh Sampah Jadikan Berkah
By. Yovita AFI
Cipt. L Putut Pudyantoro
Video Klip Lagu: “Taruh Sampah Jadikan Berkah”
Bencana Tak Kunjung Berujung

Jangan hentikan bela rasa Anda. Tetaplah sisihkan rezeki kita untuk saudara-saudari korban bencana G. Sinabung, Banjir, Tanah Longsor, dsb. Mereka membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, obat-obatan, dan lain-lain.
“Kita Peduli INDOSIAR” membantu menyampaikan uluran kasih pemirsa yang disampaikan melalui BCA No Rek 001.304.0009 a/n INDOSIAR, PT (Kita Peduli). Kepedulian Kita Harapan Mereka.
Kita semua “Dipilih untuk Melayani” mereka. Mohon broadcast juga ya ke teman-teman. Terimakasih. Tuhan memberkati Anda sekeluarga.
Amin
SURAT GEMBALA: Pembukaan Tahun Pelayanan Dan Pemberlakuan Pedoman Dasar Dewan Paroki 2014

Para Ibu/Bapak/ Suster/Bruder/Frater/ Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak yang terkasih dalam Tuhan,
1. Meskipun sudah agak terlambat, saya masih ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2013 dan Selamat Tahun Baru 2014. Yesus adalah Immanuel – Tuhan yang menyertai kita. Semoga penyertaan-Nya bagi kita masing-masing, keluarga-keluarga dan komunitas kita membantu dan menguatkan kita untuk semakin tekun dan setia menapaki peziarahan hidup kita di tengah-tengah tantangan-tantangan hidup yang semakin kompleks.
2. Pada hari ini bersama seluruh Gereja kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan. Ketika saya menyiapkan renungan ini saya ingat lagi akan seorang pribadi istimewa yang bernama Edith Stein. Ia lahir pada tahun 1891 dalam keluarga Yahudi yang amat saleh. Namun pada usia 14 ia sampai pada kesimpulan bahwa Allah tidak ada. Ia menulis, “Dengan sadar saya memutuskan, atas kemauan saya sendiri, untuk berhenti berdoa”. Sesudah beberapa lama menjadi perawat dalam Perang Dunia I, ia memutuskan untuk belajar filsafat, suatu disiplin ilmu yang selalu mengajukan pertanyaan mengenai hakekat realitas dan hidup manusia. Meskipun keputusan eksistensial untuk berhenti berdoa sudah diambil, tetapi pencarian mengenai arti hidup tidak pernah berhenti mengusik hatinya.
3. Sampai pada suatu hari, ia berjumpa dengan seorang teman yang baru saja kehilangan suami karena meninggal. Edith Stein yang sampai waktu itu tidak percaya akan adanya Allah tersentuh oleh yang ia lihat dan alami sebagai “ketabahan ilahi” yang tampak pada diri temannya itu. Selanjutnya ia akan menulis bahwa kekuatan itu diberikan oleh salib kepada “orang-orang yang memikulnya … Saat itulah ketidakpercayaan saya runtuh dan Kristus mulai memancarkan sinar-Nya kepada saya”. Boleh dikatakan ketabahan ilahi yang ia saksikan dalam diri teman yang baru ditinggal oleh suaminya itu adalah salah satu wujud dari penampakan Tuhan. Pengalaman ini mengubah seluruh hidupnya. Pada tahun 1922 ia dibaptis ke dalam Gereja Katolik, masuk biara kontemplatif dengan nama Suster Teresa Benedikta dari Salib. Ia menulis wasiat :”Saya mohon kepada Tuhan untuk menerima hidup dan mati saya … sehingga kerajaan-Nya akan datang dalam kemuliaan … demi damai di dunia”. Sebagai orang yang berdarah Yahud, ia menjadi korban kebencian etnis dan meninggal pada tanggal 9 Agustus 1942 di kamp konsentrasi Auschwitz. Pada tahun 1987 Paus Yohanes Paulus II menyatakannya sebagai beata. Bagi Gereja semesta dan bagi dunia, Suster Teresa Benedikta adalah penampakan Tuhan.
4. Kisah orang majus dalam kutipan Injil yang dibacakan pada hari ini juga bercerita mengenai penampakan Tuhan. Tuhan menampakkan diri lewat berbagai isyarat seperti bintang (Mat 2:2.7.9.10) yang menuntun orang-orang majus itu menemukan Yesus; atau mimpi (ay 11) yang mengarahkan mereka pulang lewat jalan lain. Bintang dan mimpi bisa dipahami sebagai kemampuan batin untuk menangkap kehadiran Tuhan dalam peristiwa dan pengalaman hidup sehari-hari. Selain itu Tuhan juga menampakkan diri melalui tanda-tanda yang tidak terduga, yaitu orang-orang majus itu sendiri. Mereka tidak termasuk orang pilihan menurut paham umum pada jaman itu. Tetapi merekalah yang melihat Tuhan (ay 11), bersukacita karenanya (ay 10) lalu sujud menyembah-Nya (ay 11) dan pulang untuk menjadi terang dan memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang agung (bdk Yes 60: 6).
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus,
5. Sesuai dengan dinamika pastoral Keuskupan Agung Jakarta yang sudah direncanakan, kita semua akan menjalani tahun 2014 sebagai Tahun Pelayanan. Dengan sengaja Tahun Pelayanan dimulai pada Hari Raya Penampakan Tuhan. Semakin banyak dan kreatif bentuk-bentuk pelayanan yang kita lakukan, akan semakin tampak pula wajah Allah Sang Kasih. Adapun tema yang telah ditetapkan adalah Dipilih Untuk Melayani. Tema ini bisa dibaca dalam dua konteks. Dalam konteks gerejawi, memilih dan melayani adalah dua kata yang amat dekat dengan jatidiri kita sebagai murid-murid Kristus. Sementara dalam konteks tahun politik, tema itu bisa dikaitkan dengan pemilu legislatif dan pemilu presiden-wakil presiden yang akan dilaksanakan pada tahun 2014 ini. Harapannya agar para tokoh yang akan terpilih dalam pemilu legislatif maupun pemilu presiden dan wakil presiden benar-benar melayani demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pada waktunya Konferensi Waligereja Indonesia akan mengeluarkan Surat Gembala yang berkaitan dengan tahun politik ini.
6. Tahun Pelayanan tidak bisa dipisahkan dari Tahun Iman dan Tahun Persaudaraan yang sudah kita jalani. Iman yang sejati akan berbuah persaudaraan. Belum atau kurang adanya persaudaraan merupakan tanda bahwa iman belumlah kuat dan mendalam. Selanjutnya persaudaraan yang sejati akan berbuah pelayanan yang tulus dan gembira. Persaudaraan yang tidak atau belum berbuah pelayanan kasih barulah egoisme dalam bentuk yang terselubung. Sementara itu pelayanan mempunyai isi dan pengertian yang amat kaya. Setiap usaha untuk semakin memuliakan martabat manusia, mewujudkan kesejahteraan umum, mengembangkan solidaritas, memberi perhatian lebih kepada saudari-saudara kita yang kurang beruntung dan melestarikan keutuhan ciptaan adalah pelayanan. Bentuk-bentuk pelayanan itu dapat kita temukan bersama kalau setiap kali kita bertanya, “Apa yang harus kita lakukan, agar lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi dan dengan sendirinya semakin Kristiani pula?” Pertanyaan sama yang diajukan oleh komunitas yang hidup dalam konteks yang berbeda, dengan mudah akan membuahkan jawaban yang berbeda pula. Dengan demikian kreativitas pelayanan akan berkembang pula. Semoga dengan kreativitas pelayanan yang kita usahakan bersama, wajah Gereja Yang Melayani akan menjadi semakin nyata di wilayah Keuskupan Agung Jakarta yang kita cintai ini. Antara lain dalam rangka menghadirkan wajah Gereja Yang Melayani itu pulalah, pada awal tahun 2014 ini diberlakukan Pedoman Dasar Dewan Paroki baru untuk semua paroki di Keuskupan Agung Jakarta.
Apa yang harus kita lakukan, agar lingkungan hidup kita menjadi semakin manusiawi dan dengan sendirinya semakin Kristiani pula?
7. Akhirnya bersama-sama dengan para imam dan semua pelayan umat saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para Ibu/Bapak/Suster/ Bruder/Frater/ Kaum Muda/Remaja dan Anak-anak sekalian, yang dengan peran berbeda-beda telah ikut membangun Keuskupan Agung Jakarta sebagai Gereja yang semakin berwajah melayani. Amat banyak yang sudah kita lakukan. Kita yakin, melalui berbagai pelayanan sederhana yang kita lakukan dan prakarsa-prakarsa kreatif yang kita usahakan, baik sendiri maupun bersama-sama sebagai keluarga, komunitas, lingkungan, wilayah, stasi, paroki maupun keuskupan, kita menampakkan kemuliaan Allah. Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda sekalian, keluarga-keluarga dan komunitas Anda.
Jakarta, 1 Januari 2014
+ I. Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta
PRESS RELEASE PANITIA LOMBA POHON NATAL DAUR ULANG Antar Orang Muda Katolik se-Keuskupan Agung Jakarta 2013

PENGUMUMAN PEMENANG
Lomba pohon natal daur ulang tahun 2013 dikhususkan untuk orang-muda Katolik paroki. Kriterianya sama dengan tahun sebelumnya, yaitu 1) memakai bahan daur-ulang, 2) melibatkan sebanyak mungkin umat paroki, khususnya orang-muda, 3) makna teologis pohon natal daur-ulang itu (dipublikasikan ke umat, entah melalui homili di gereja atau media paroki), dan 4) kreativitas/keindahannya. Selain itu, masing-masing peserta mengunggah klip kisah tentang pohon natal itu beserta prosesnya di youtube, dengan harapan dilihat oleh sebanyak mungkin umat agar juga lebih banyak orang mendapat penyadaran.
Sampai tanggal 31 Desember 2013, ada 40 peserta (35 OMK paroki, 4 stasi dan 1 seminari) yang mengirim foto dan klip, meski ada beberapa yang tidak mengunggah di youtube. Perlu diketahui juga, ada beberapa paroki yang juga membuat pohon natal daur ulang, tetapi tidak menyertakannya dalam lomba. Dilihat dari jumlah peserta dan keterlibatan OMK/umat, serta dari jumlah viewers di youtube, tampak bahwa lomba ini cukup bisa menggerakkan OMK paroki dan memberi dorongan kepedulian pada lingkungan hidup sebagai bentuk dari iman yang bertumbuh dan berbuah. (Jika ingin melihat klip dari para peserta, sila masuk ke youtube dan ketik kata kunci ‘pohon natal daur ulang paroki 2013’.)
Setelah mencermati foto dan klip-klip yang dikirim, ketiga panitia (Al. Andang L. Binawan, Yohanes Subagyo, dan Felix Iwan Wijayanto), menentukan pemenang sebagai berikut:
Juara 1: OMK Paroki Salib Suci, Cilincing
(mendapatkan piagam uskup dan uang pembinaan Rp 7.500.000,-)
Juara 2: OMK Paroki St. Maria Bunda Karmel, Tomang dan
OMK Paroki St. Laurentius, Alam Sutra
(juara kedua bersama, masing-masing mendapat piagam uskup
dan uang pembinaan masing-masing Rp, 2.500.000,-)
Juara 3: OMK Paroki St. Lukas, Sunter
(mendapatkan piagam uskup dan uang pembinaan Rp, 2.500.000,-)
Sementara itu, ada enam nominee lain yang masuk kriteria 10 besar, yang masing-masing mendapatkan piagam uskup, yaitu
1. OMKStasi St. Albertus, Harapan Indah
2. OMK Paroki Keluarga Kudus, Rawamangun
3. OMK Stasi St. Maria Imakulata, Citra Garden
4. OMK Paroki St. Maria Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk
5. OMK Paroki St, Monica, Bumi Serpong Damai
6.OMK Paroki St. Perawan Maria Diangkat ke Surga, Katedral
Demikianlah pengumuman panitia lomba pohon natal daur ulang antar OMK se-KAJ 2013. Pengumuman panitia ini tidak bisa diganggu-gugat, dan harap me jadikan maklum.
Jakarta, 26 Januari 2013
atas nama panitia
Al. Andang L. Binawan, SJ
Daftar Peserta Lomba:
DOA TAHUN PELAYANAN 2014

Bapa kami di surga,
kami bersyukur karena Kau pilih kami
untuk hidup bersaudara,
saling berbagi dan melayani.
PutraMu Yesus Kristus
bersedia mengambil rupa seorang hamba.
Cinta kasih-Nya agung dan mulia.
Ia rela wafat di kayu salib
untuk melayani keselamatan umat manusia.
Bimbinglah kami dengan Roh KudusMu
agar kami bertekun mewujudkan ajaran-Nya:
supaya kami lebih suka melayani, bukan dilayani;
supaya kami berbelarasa bagi yang menderita;
supaya kami melayani dengan tulus dan gembira.
Tuntunlah kami
agar mampu berbagi harta dan talenta,
waktu dan tenaga,
untuk mewujudkan pelayanan penuh kasih
bagi sesama yang lemah, kecil, miskin, dan tersisih.
Bunda Maria, Bunda kami,
doakanlah kami agar makin mampu melayani,
diresapi semangat pelayanan PutraMu sendiri.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
Logo APP dan Tahun Pelayanan KAJ: “Filosofis dan Link Download”

Logo APP dan Tahun Pelayanan Kasih 2014
Filosofis Logo APP dan Tahun Pelayanan Kasih 2014:
Warna Hijau Muda: Semangat baru untuk bertumbuh yang didasari iman akan Kristus
Hati Warna Kuning: Iman akan Kristus ini menggerakkan Gereja (warna kuning) untuk memberi hati yang berbelarasa
Tangan warna merah: kita akan melayani dengan penuh semangat dilandasi kasih persaudaraan. sehingga kita bertumbuh setiap saat Makain beriman, makin bersaudara dan makin berbelarasa.

Tahun Pelayanan Kasih: “Sebuah Pengantar”

Di Keuskupan Agung Jakarta tahun 2014 dirancang sebagai Tahun Pelayanan. Setelah merayakan Tahun Iman (2012) dan Tahun Persaudaraan (2013), kita fokuskan segala kegiatan pastoral pada tema pelayanan. Iman kita kepada Tuhan diwujudkan dalam persekutuan persaudaraan. Persaudaraan ini menjadi lebih sempurna pada saat diungkapkan dalam pelayanan. Pelayanan membuat komunitas-komunitas dalam Keuskupan kita memiliki relevansi dan signifikansi, baik bagi umat sendiri maupun bagi masyarakat dan bangsa.
Pesta Penampakan Tuhan (5 Januari 2014) dijadikan saat promulgasi Tahun Pelayanan ini. Dalam diri Yesus, Allah menampakkan kehendakNya untuk menjadi pelayan bagi keselamatan umat manusia dengan “mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” (Flp 2:7). Sepanjang tahun pelayanan ini diharapkan umat di Lingkungan, Komunitas Kategorial dan Paroki secara kreatif mewujudkan pelayanan kasih yang manfaatnya dirasakan secara nyata oleh umat dan warga masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Gereja menjadi “berkenan”, simpatik, seperti Gereja perdana yang oleh karena rajin berdoa, berbagi dan melayani, “disukai semua orang” (Kis 2:47).
Pada Pesta Penampakan Tuhan tersebut dipromulgasikan pula buku Pedoman Dasar Dewan Paroki (PDDP) Tahun 2014. Semangat dasar yang ada dalam buku tersebut adalah semangat pelayanan umat Allah. Semoga buku ini menjadi acuan bagi paroki dalam rangka mewujudkan spiritualitas Gembala Baik yang murah hati, yang menjalankan kepemimpinan dengan melayani, yang melayani sambil memimpin dengan rendah hati (Bdk. Kis 20:19).
Dalam rangka sosialisasi Tahun Pelayanan diharapkan umat KAJ mendoakan Doa Tahun Pelayanan dan menyanyikan lagu tema “Dipilih untuk Melayani” (terlampir) pada setiap kesempatan yang dirasa baik.
Selamat merayakan Tahun Pelayanan 2014. Semoga kita lebih memilih melayani daripada dilayani (Matius 20:28) dan makin dimampukan untuk berbela rasa bagi yang menderita dengan mengikuti ajaran kasih dan teladan Tuhan Yesus sendiri.













