Info Gembala Baik KAJ Ådisi Ke-2/3/2014
DOA TAHUN PELAYANAN 2014

Bapa kami di surga,
kami bersyukur karena Kau pilih kami
untuk hidup bersaudara,
saling berbagi dan melayani.
PutraMu Yesus Kristus
bersedia mengambil rupa seorang hamba.
Cinta kasih-Nya agung dan mulia.
Ia rela wafat di kayu salib
untuk melayani keselamatan umat manusia.
Bimbinglah kami dengan Roh KudusMu
agar kami bertekun mewujudkan ajaran-Nya:
supaya kami lebih suka melayani, bukan dilayani;
supaya kami berbelarasa bagi yang menderita;
supaya kami melayani dengan tulus dan gembira.
Tuntunlah kami
agar mampu berbagi harta dan talenta,
waktu dan tenaga,
untuk mewujudkan pelayanan penuh kasih
bagi sesama yang lemah, kecil, miskin, dan tersisih.
Bunda Maria, Bunda kami,
doakanlah kami agar makin mampu melayani,
diresapi semangat pelayanan PutraMu sendiri.
Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
Amin.
Logo APP dan Tahun Pelayanan KAJ: “Filosofis dan Link Download”

Logo APP dan Tahun Pelayanan Kasih 2014
Filosofis Logo APP dan Tahun Pelayanan Kasih 2014:
Warna Hijau Muda: Semangat baru untuk bertumbuh yang didasari iman akan Kristus
Hati Warna Kuning: Iman akan Kristus ini menggerakkan Gereja (warna kuning) untuk memberi hati yang berbelarasa
Tangan warna merah: kita akan melayani dengan penuh semangat dilandasi kasih persaudaraan. sehingga kita bertumbuh setiap saat Makain beriman, makin bersaudara dan makin berbelarasa.

Tahun Pelayanan Kasih: “Sebuah Pengantar”

Di Keuskupan Agung Jakarta tahun 2014 dirancang sebagai Tahun Pelayanan. Setelah merayakan Tahun Iman (2012) dan Tahun Persaudaraan (2013), kita fokuskan segala kegiatan pastoral pada tema pelayanan. Iman kita kepada Tuhan diwujudkan dalam persekutuan persaudaraan. Persaudaraan ini menjadi lebih sempurna pada saat diungkapkan dalam pelayanan. Pelayanan membuat komunitas-komunitas dalam Keuskupan kita memiliki relevansi dan signifikansi, baik bagi umat sendiri maupun bagi masyarakat dan bangsa.
Pesta Penampakan Tuhan (5 Januari 2014) dijadikan saat promulgasi Tahun Pelayanan ini. Dalam diri Yesus, Allah menampakkan kehendakNya untuk menjadi pelayan bagi keselamatan umat manusia dengan “mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia” (Flp 2:7). Sepanjang tahun pelayanan ini diharapkan umat di Lingkungan, Komunitas Kategorial dan Paroki secara kreatif mewujudkan pelayanan kasih yang manfaatnya dirasakan secara nyata oleh umat dan warga masyarakat. Dengan demikian, kehadiran Gereja menjadi “berkenan”, simpatik, seperti Gereja perdana yang oleh karena rajin berdoa, berbagi dan melayani, “disukai semua orang” (Kis 2:47).
Pada Pesta Penampakan Tuhan tersebut dipromulgasikan pula buku Pedoman Dasar Dewan Paroki (PDDP) Tahun 2014. Semangat dasar yang ada dalam buku tersebut adalah semangat pelayanan umat Allah. Semoga buku ini menjadi acuan bagi paroki dalam rangka mewujudkan spiritualitas Gembala Baik yang murah hati, yang menjalankan kepemimpinan dengan melayani, yang melayani sambil memimpin dengan rendah hati (Bdk. Kis 20:19).
Dalam rangka sosialisasi Tahun Pelayanan diharapkan umat KAJ mendoakan Doa Tahun Pelayanan dan menyanyikan lagu tema “Dipilih untuk Melayani” (terlampir) pada setiap kesempatan yang dirasa baik.
Selamat merayakan Tahun Pelayanan 2014. Semoga kita lebih memilih melayani daripada dilayani (Matius 20:28) dan makin dimampukan untuk berbela rasa bagi yang menderita dengan mengikuti ajaran kasih dan teladan Tuhan Yesus sendiri.
Transformasi Budaya

Medio November lalu, pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta, Karlina Supelli membacakan pidato kebudayaan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Judul pidato itu “Kebudayaan dan Kegagapan Kita”.
Pidato menjadi indah karena pembicara memiliki latar belakang menarik. Karlina adalah seorang astronom dan meraih gelar master untuk itu. Namun ia juga seorang yang mempelajari filsafat untuk jenjang doktor. Di luar itu, Karlina seorang pembaca sastra yang fanatik. Jadi, paduan tiga ilmu itu saja sudah menampakkan pesona sendiri.
Banyak slide ilustrasi yang sangat menohok dan mengganggu ingatan mengiringi presentasi tersebut. Misal, empat buah gambar perbandingan wilayah hutan di Kalimantan dari sejak 1980-an hingga 2000-an yang menunjukkan wilayah hijau di Kalimantan dari waktu ke waktu semakin menyempit. Sementara itu, slide lain juga menunjukkan grafik yang tak kalah menonjok, yaitu grafik pertumbuhan jumlah pemakai media sosial yang naik secara eksponensial, sementara pada grafik yang sama ditunjukkan tingkat kualitas hidup manusia di Indonesia relatif datar, alias tak menunjukkan angka kemajuan kualitas hidup yang signifikan.
Gambar grafik itu sampai sekarang masih terpatri pada benak saya, dan muncul pertanyaan: mengapa ada banyak orang bermain media sosial, sementara kebutuhan dasar hidup manusia di Indonesia tak tumbuh dengan signifikan? Mengapa bisa muncul ketidaksambungan seperti ini? Hal ini seperti judul novel terkenal Charles Dickens “Tale of Two Cities” yang mengisahkan tentang dua buah dunia yang sama sekali bertolak belakang, alias tidak nyambung.
Dunia saat ini memang riuh rendah, terutama kalau bercermin pada interaksi yang terjadi di dunia maya, dunia media sosial. Kita akan melihat betapa mudah orang berkomentar untuk macam-macam hal. Komentar bisa sambung dengan topik yang sedang dibicarakan, tetapi sebagian yang lagi juga tak sambung.
Di luar itu Karlina juga menyoroti fenomena Indonesia yang mengalami kekurangan insinyur yang mau bekerja di sektor infrastruktur. Karlina menyindir ada banyak insinyur pertanian dihasilkan di negeri ini, tapi hanya sedikit yang kemudian masuk dalam pekerjaan di dunia pertanian. “Sebagian terbesarnya masuk ke sektor finansial”. Kalimat ini pun ditingkahi dengan tepuk tangan menggemuruh dari para pendengar.
Sudah saatnya kita memang menguak berbagai persoalan yang terdengar remeh temeh, namun sebenarnya hal tersebut strategis kalau kita lihat dalam konteks kepentingan bangsa yang lebih luas. Membayangkan Indonesia kekurangan insinyur itu sangat mengenaskan. Terbayang bahwa pembangunan kita saat ini membutuhkan banyak pekerjaan infrastruktur untuk membuat berbagai daerah yang tertinggal mengejar perkembangan di kota besar. Jika kita kekurangan insinyur, lalu sebentar lagi akan ada pasar bebas di ASEAN, bisa jadi insinyur dari negeri lain akan mengisi lowongan itu.
Astronom ini juga menyebut perlu sikap rendah hati atas hal yang kita ketahui. Bisa jadi hal yang kita ketahui tak selalu merupakan kebenaran, dan kebenaran bisa datang dari orang lain. Kita pun harus siap menerima kondisi pengetahuan kita yang terbatas untuk satu bidang tertentu.
Memang pandangan yang disodorkan Karlina bukan suatu formula cespleng, semacam obat yang diminum dan langsung menyembuhkan. Sebaliknya, siasat ini membutuhkan suatu proses, suatu pergumulan untuk menghadirkan situasi baru, kebiasaan baru. Transformasi budaya sebagaimana diusulkan di atas memang bukan kerja cepat, tidak diperhatikan banyak orang, serta tak mengundang tepuk tangan.
Proses ini adalah jalan sepi yang harus dilalui dengan penuh ketekunan dan kecintaan. Satu hari nanti baru akan berbuah, lepas dari apakah kita akan bisa menyaksikan perubahan tersebut terjadi atau tidak. Perubahan harus bermula pada satu titik sebelum menapak pada langkah-langkah berikut. (www.hidupkatolik.com)
Kaderisasi Calon Rasul Awam dan Pemimpin Gereja Katolik Sejak Dini
Gereja sangat membutuhkan hadirnya para Rasul Awam dan Pemimpin Katolik yang memiliki integritas, profesionalitas, kemampuan berkomunikasi dan bersikap visioner. Untuk itu, Komisi Pendidikan (Komdik) melaksanakan kaderisasi tersebut di CIVITA kepada siswa Katolik Potensial SMP – SMA yang belajar di Lembaga Pendidikan Katolik maupun Non-Katolik. GRATIS.
Adapun Jadwal Kaderisasi sebagai berikut:
7-9 Februari untuk SMP dan SMA Dek. Timur
14-17 Februari Dek. Bekasi
21-23 Februari Dek. Pusat
28 Feb-2 Maret Dek. Tangerang
7-9 Maret Dek. Utara
14-16 Maret Dek. Barat 2
21-23 Maret Dek. Selatan
28-30 Maret untuk SMP dan SMA Dek. Barat 1.
Informasi hub. Komdik di 021-3519193, eks. 209. (*)
Jadwal KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN Dekenat Barat II Wilayah 1, Tahun 2014
SUSUNAN KALENDER KURSUS PERSIAPAN PERKAWINAN TAHUN 2014
DEKENAT JAKARTA BARAT II – WILAYAH 1
| BULAN | TANGGAL | TIM PAROKI | TEMPAT KURSUS |
| Januari | 10,11 & 12 |
Trinitas |
St. Kristoforus |
| Februari | 14, 15 & 16 | St. Philipus Rasul | St. Kristoforus |
| Maret | 14, 15 & 16 | St. Andreas | St. Kristoforus |
| April | 04, 05, & 06 | St. Kristoforus | St. Kristoforus |
| Mei | 09, 10 & 11 |
Trinitas |
St. Kristoforus |
| Juni | 13, 14 & 15 | St. Philipus Rasul | St. Kristoforus |
| Juli | 11, 12, & 13 | St. Andreas | St. Kristoforus |
| Agustus | 08, 09 & 10 | St. Kristoforus | St. Kristoforus |
| September | 12, 13 & 14 |
Trinitas |
St. Kristoforus |
| Oktober | 10, 11 & 12 | St. Philipus Rasul | St. Kristoforus |
| November | 14, 15 & 16 | St. Andreas | St. Kristoforus |
| Desember | 12, 13 & 14 | St. Kristoforus | St. Kristoforus |
SEKRETARIAT KPP :
PAROKI ST. KRISTORORUS
Jl. Satria IV Blok C No. 68
Jakarta Barat 11460
KOORDINATOR: JANTO WIRANTA
Tlp. 021-32711143
0817164715
Syarat 2 untuk mendaftar KPP :
1. Menyerahkan Surat Pengantar dari Paroki tempat penyelidikan Kanonik akan dilakukan.
2. Menyerahkan fotocopy surat permandian bagi mereka yang sudah dibaptis.
3. Menyerahkan pasfoto 3X4 yang baru, masing-masing 3 lembar.
4. Membayar biaya kurus sebesar Rp. 200.000,-/pasang.
Membeli buku wajib Rp. 30.000,-/pasang.
5. Tidak melayani pendaftaran melalui telpon/facsimile.
Tempat & waktu pendaftaran :
– Pada setiap hari Selasa, Rabu, & Kamis, jam 15.00 – 18.00
– Waktu Kursus Hari Jumat & Sabtu jam: 16.00 – 21.00 dan hari Minggu jam: 07.30 – 15.00.
UNDANGAN “TEMU KOMSOS SE-KAJ”, 26 JANUARI 201

Ytk. Teman-Teman Pengurus Komsos Paroki se-KAJ serta Umat Aktivis Komunikasi Sosial di KAJ
2014 adalah Tahun yang sangat penting bagi bangsa kita untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin yang sungguh-sungguh tulus “Dipilih untuk Melayani”. Sebagai Penggerak Komunikasi di Paroki kita masing-masing, peran kita sangat strategis untuk mensosialisasikan pandangan dan gerak langkah Gereja soal PEMILU dan juga dalam menggerakkan TAHUN PELAYANAN Sepanjang 2014 ini.
Untuk itu, mari kita bertemu, berbagi info dan pandangan dalam acara “TEMU KOMSOS SE- KAJ” pada:
HARI/TANGGAL : MINGGU, 26 JANUARI 2014
WAKTU : PK.09.30 – PK.14.00
TEMPAT : AULA ATAS PAROKI KATEDRAL
ACARA :
1. “Menyikapi Situasi Politik Jelang Pemilu” oleh Bapak Harry Tjan Silalahi
2. Komsos Paroki Mewujudkan Tahun Pelayanan 2014
3. Sharing dan Berbagi Pandangan
Karena tempat terbatas, peserta maksimal 4 (empat) orang untuk setiap paroki. Konfirmasi kedatangan, silakan melalui group mail Komsos, alamat @mail ini atau via telp Gedung karya Pastoral – Komisi Komsos 021-3519193 ext. 241 dengan Sdr. Raka atau Irene setiap hari kerja (09.00 – 14.00). Paling Lambat 21 Januari 2014. Pendaftaran menyertakan nama, alamat mail dan no HP. Peserta tidak dipungut biaya.
Kami sangat mengharapkan kedatangan Bapak/Ibu/Sdr/i terkasih demi terwujudnya pelayanan kita yang lebih baik dalam satu visi bersama. Tuhan memberkati pelayanan Anda sekeluarga dan sekomunitas. Amin
Surat Keluarga Januari 2014: “Tahun Pelayanan Kasih”

Selamat Tahun Baru 2014
Selamat Memasuki Tahun Pelayanan Kasih
Keuskupan Agung Jakarta
Keluarga-keluarga terkasih di Keuskupan Agung Jakarta,
Memasuki tahun yang baru pasti membawa kabar dan sukacita sendiri bagi setiap keluarga. Semoga kabar Anda semua membawa sukacita dan semangat yang semakin baik. Kiranya hal-hal baik yang kita rencanakan dan impikan tercapai di Tahun yang baru ini, karena Tuhan berkenan menganugerahkannya.
Tahun ini, Keuskupan Agung Jakarta, khususnya Tim Karya Pastoral, telah menjadikan Tahun 2014 sebagai Tahun Pelayanan Kasih. Seluruh keuskupan menganggap hal penting pelayanan untuk kita kembangkan bersama. Maka saya mengajak kita semua mengembangkan pelayanan itu dalam keluarga kita masing-masing supaya bahasa cinta kita juga menjadi semakin lengkap.
Saya pernah menyampaikan dalam surat saya mengenai Bahasa Cinta atau Bahasa Kasih. Ada 5 yang seharusnya kita kembangkan secara alami: sentuhan dengan kasih, memberikan peneguhan, kemauan memberikan waktu bersama berkualitas, memberi hadiah bermakna, dan memberikan pelayanan kasih. Semua itu membuat kasih dalam keluarga semakin bertumbuh.
Banyak sekali saya menemukan pengalaman keluarga yang bermasalah dan berhasil keluar dari masalah mereka karena salah satu atau para anggota keluarga mengusahakan bahasa kasih ini. Kesetiaan isteri yang melayani suaminya dalam keadaan buruk, bisa membuat suami kembali sadar dan “pulang” ke rumah. Kesetiaan suami yang membantu pekerjaan rumah di pagi hari dengan sapaan ramah, bisa membuat isteri menjadi semakin sayang kepadanya.
Pelayanan menjadi cara yang suci untuk menunjukkan bahwa kita memang mencintai keluarga. Hal ini tidak sama dengan hanya mencari uang di luar rumah. Pelayanan dengan mencari nafkah saja justru bisa membuat hubungan renggang karena jarangnya waktu bersama atau jarang bersentuhan dengan keluarga. Keempat bahasa pertama adalah bukti pelayanan kita kepada keluarga, sehingga kita tidak perlu takut dihempas gejala modernitas yang bisa memecah belah keluarga.
Pelayanan kepada keluarga adalah jalan terindah untuk membuktikan bahwa kita mencintai dan mau melayani Tuhan. Kolose 3:23, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan utuk manusia.” Melayani Tuhan hanya bisa terbukti kalau kita juga melayani keluarga dengan segenap hati.
Sekarang ini, banyak keluarga memperhatikan hidup keluarganya. Mereka yang sadar melihat perlunya menyediakan waktu untuk melakukan rekreasi bersama dan memberi waktu secukupnya untuk pasangan dan anak-anak. Rekreasi membuat kita merasa dilahirkan kembali, mendapat energi baru, dan menikmati hidup yang sebenarnya bersama keluarga. Kita perlu mengembalikan panggilan hidup kita sebagai anggota keluarga supaya hidup kita menjadi lebih “penuh” dan nyaman. Dalam kesulitan, dalam kebingungan, dan dalam kedukaan mendalam, pelayanan menjadi penghibur yang membuat orang menjadi tenang, karena merasa dicintai.
Keluarga-keluarga KAJ yang terkasih, belajarlah melayani lebih sungguh. Jangan mengajarkan anak-anak melayani, mulailah dulu pelayananmu, dan biarkan generasi muda melihat dan kemudian menirunya. Jika anak-anak sedari kecil diajak untuk melayani, mereka akan tumbuh semakin manusiawi dan sadar melayani. Selalu ada jalan untuk mencapai surga. Selalu ada cara untuk menciptakan suasana gembira, bukan dengan harta benda, tetapi melalui pelayanan kasih.
Mari memasuki tahun Pelayanan Kasih 2014 dengan gembira dan niat suci, membuat segala sesuatu lebih baik, bukan dengan sikap minta dilayani, bukan dengan keluhan kepada orang lain, tetapi dengan saling melayani, membagikan sukacita kepada siapa saja yang berjumpa dengan kita. Katakanlah kepada dunia di sekitar Anda, “Tuhan lebih dahulu melayani aku, maka sekarang aku mau melayanimu dengan lebih sungguh dan kasih.”
Tuhan memberkati.
Rm.Alexander Erwin MSF
















