Abu Hurairah (paling kiri, berpeci) memberikan penjelasan tentang bedug raksasa kepada rombongan umat lansia KAJ yang mengunjungi Masjid Istiqlal. [HIDUP/Yanuari Marwanto]
Abu Hurairah (paling kiri, berpeci) memberikan penjelasan tentang bedug raksasa kepada rombongan umat lansia KAJ yang mengunjungi Masjid Istiqlal. [HIDUP/Yanuari Marwanto]
KAJ.or.id – Sekitar 140 umat lansia dari berbagai paroki se-KAJ berkunjung ke Masjid Istiglal Jakarta Pusat (Jumat, 12/5).Tiba di pintu masuk masjid, rombongan umat lansia ini disambut pengurus masjid. Mereka mendapat berbagai informasi tentang sejarah dan arsitektur masjid dari Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Abu Hurairah.
Para lansia juga diajak berkeliling dan melihat sejumlah daya tarik masjid, seperti “Kubah Silaban” dari lantai dua dan bedug raksasa dengan berat sekitar 2,3 ton. Sebagai kenangan, rombongan umat lansia ini memberikan cenderamata berupa sepuluh tempat sampah yang diserahkan kepada Kepala Ri’ayah (Pemeliharaan), Syamsudin.
Perjumpaan ini merupakan bentuk dialog dengan umat agama lain demi memperkokoh kehidupan iman. Rombongan ini ditemani oleh Romo Moderator Umat Lansia KAJ, Rm. Martinus Hadiwijoyo Pr. (HidupKatolik.com)
Hal: Imbauan tentang Peringatan Lahirnya Pancasila 1 Juni 2016
Hal: Imbauan tentang Peringatan Lahirnya Pancasila 1 Juni 2016
Dalam rangka ikut memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2016 sekaligus menggelorakan tema besar implementasi Ardas KAJ 2016-2020 “Amalkan Pancasila”, kami menghimbau para Pastor, Dewan Paroki dan umat di KAJ untuk:
Menyelenggarakan Misa Perayaan Hari Lahir Pancasila pada Rabu, 1 Juni 2016 di Gereja Paroki masing-masing dan mengumumkan kepada umat pada hari Sabtu/Minggu 28-29 Mei 2016 agar menghadirinya; atau memohonkan intensi Misa Harian pada Rabu, 1 Juni 2016 secara khusus untuk pengamalan Pancasila baik dalam Gereja maupun di tengah masyarakat Indonesia.
Memasang Lambang Negara Garuda Pancasila di kantor pelayanan Paroki bersama kantor-kantor pelayanan unit karya seluruh KAJ.
Menggerakkan seluruh umat paroki untuk memasang Lambang Negara Garuda Pancasila di rumah masing-masing sebagai penanda/pengingat komitmen kita bersama dalam mengamalkan Pancasila.
Kami juga mengimbau para Pimpinan Biara Tarekat Religius yang ada di KAJ untuk mendukung gerakan tersebut, yakni berpartisipasi dalam Misa Perayaan Hari Lahir Pancasila di Gereja Paroki atau Kapel komunitas dan turut serta memasang Lambang Garuda Pancasila di rumah biara masing-masing.
Hormat Kami,
Rm. Samuel Pangestu, Pr
VIKJEN KAJ
Mengalami Belas Kasih Allah Yang Maha Rahim KAJ.or.id – Gerakan Jumat, Sabtu & Minggu Pekan I. Pekan Pertama dalam bulan dipilih sebagai momen gerakan ini karena umat sudah terbiasa melakukan kegiatan rohani pada saat itu. Dilaksanakan selama 9 bulan (Feb-Okt 2016).
Sasarannya: 1. Mendorong umat untuk mengikuti Adorasi Jumat Pertama (dalam Misa Jum-Per). 2. Rekoleksi/Sarasehan/Sharing iman 9 kali berturut-turut pada Sabtu Pertama (pagi hari) dengan tema “Mengalami Belas Kasih Allah yang Maha Rahim”. Ourselves, others and God
3. Misa Sabtu Sore Pekan I setiap bulan akan diisi dengan tema-tema khusus sebagai novena 9 kali. 4. Pada hari Minggu, umat didorong melakukan amal kasih sebagai buah dari olah rohani, keluarga ataupun komunitas/lingkungan.
Ada pun beberapa usulan tema-tema Rekoleksi/Sarasehan/Sharing Iman adalah sebagai berikut (tema ini boleh ditambahkan sendiri):
1. Dunia Kerja (Februari). 2. Relasi Suami-Istri (Maret). 3. Hidup Membiara (April). 4. Pengabdian Guru (Mei). 5. Lingkungan Hidup (Juni). 6. Karya Penggerak Sosial Politik (Juli). 7. Orang Muda Katolik (Agustus). 8. Anak Sekolah/Remaja (Sept). 9. Menjalani Usia Emas/Lansia (Okt).
Secara kreatif, bisa dipikirkan juga suatu gerakan rohani yang dilakukan secara serempak di lingkungan, komunitas, sekolah tanpa perlu memakan biaya. Misalnya: Doa Rosario Merah Putih. (Rk)
Lukisan "Yesus Menyambut Segala Suku Bangsa" di Gereja Lauzerte Prancis
Lukisan “Yesus Menyambut Segala Suku Bangsa” di Gereja Lauzerte Prancis KAJ.or.id – Selama Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah yang penuh rahmat ini, ziarah menjadi salah satu rangkaian kegiatan rohani utama yang dianjurkan; diharapkan umat mengarahkan batin kepada Belas Kasih Allah yang Maharahim dan terdorong untuk bertobat, memperbaiki diri dan tergerak peduli mengasihi sesama. Memberkati Pintu Kerahiman Allah
‘Wajah Allah yang Maharahim Penuh Belas Kasih’ selalu hadir disana, di tengah Gereja manapun. Namun biasanya ‘Wajah’ itu terlihat lebih mudah dan nyata di tengah Gereja yang sedang berjuang.
Peziarahan ke Gereja-Gereja yang sedang berjuang akan membantu kita semakin memahami Belas KasihNya yang Maharahim dan doa-doa seluruh umat akan menguatkan perjuangan mereka. Saat ini sudah banyak lingkungan, komunitas dan paroki yang bersama-sama melakukan ziarah ini. Tentu ini bukan semata perjalanan rekreasi, melainkan menjadi perjalanan rohani bagi para peserta ziarah. Panduan Ziarah Rohani 9 Gereja:
1. Tempat ziarah WAJIB adalah Gereja Katedral Jakarta. 2. Semua Gereja di KAJ dapat menjadi tempat ziarah. Namun, dalam Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, kita direkomendasikan untuk mengunjungi dan mendoakan Gereja yang sedang berjuang. 3. Selain Gereja (Paroki) dapat juga memilih tempat ziarah lain seperti Gua Maria Gembala Baik-Jatinegara; Wisma Samadi-Klender dan kapel-kapel yang ada di KAJ. (*)
Bagaimana kita melakukan Adorasi Ekaristi Pribadi?
Bagaimana kita melakukan Adorasi Ekaristi Pribadi? KAJ.or.id – Di luar Perayaan Ekaristi kita dapat mengunjungi dan menyembah Sakramen Mahakudus yang disimpan dalam Tabernakel atau yang ditahtakan. Beberapa paroki di KAJ telah menyediakan ruangan khusus untuk adorasi. Adorasi memerlukan keheningan batin. Batin yang hening memerlukan kerendahan hati. Hati yang terbuka siap mendengarkan, dengan kelembutan kasih. Bagaimana kita melakukan Adorasi Ekaristi Pribadi?
PERSIAPAN: 1. Lapangkanlah ruang hati, bersih dan sunyi dari suara-suara terutama suara pikiran yang mengganggu. 2. Duduk bersama-Nya dalam percakapan batin. 3. Memohon ampun atas segala dosa yang telah diperbuat.
PELAKSANAAN. 4. Mendoakan Mazmur (Mis. Mz. 70, 103, 136,146, dll). 5. Membaca dan merenungkan Kitab Suci. Carilah perikoptentang Belas Kasih Allah yang Maharahim. Bila ada ayat yang menarik perhatian, mintalah kepada Tuhan mengajarkan apa yang ingin disampaikan-Nya. 6. Mencurahkan isi hati. Curahkanlah isi hatimu pada-Nya. Jangan lupa mohon bimbingan-Nya agar semakin memahami dan dimampukan hidup dalam semangat Belas Kasih Allah yang Maharahim. 7. Bersyukur dan Berdoa. Doakanlah keluarga, teman-teman atau sesama, dan juga mereka yang telah mendahului kita menghadap- Nya.
PENUTUP. 8. Berdiam diri dan menikmati kehadiran Allah. Nikmatilah momen perjumpaan dalam keheningan dan rasakan kehadiran Yesus bersamamu. 9. Mohon berkat bagi perjalan hidupmu. (*)
Judul catatan ini adalah kalimat pertama dari Konstitusi Pastoral Tentang Gereja Di Dunia Dewasa Ini, no. 52. Judul itu memberi kesan besar, dalam arti sangat bagus tetapi sekaligus tidak terlalu jelas maksudnya. Di dalam ajaran itu antara lain dikatakan, “Melalui pendidikan hendaknya anak-anak dibina sedemikian rupa, sehingga bila nanti sudah dewasa mereka mampu penuh tanggung jawab mengikuti panggilan mereka, juga panggilan religius, serta memilih status hidup mereka”. Tentu judul itu dapat ditafsirkan atau dimaknai secara kreatif.
Salah satu yang mungkin dapat dipertimbangkan adalah dengan mengajar anak-anak sejak kecil untuk menggunakan tiga kata bermakna ini : terima kasih, tolong, maaf.
Tiga kata itu sudah banyak diulas dengan berbagai macam cara oleh para ahli ilmu jiwa, para motivator, bahkan Paus Fransiskus juga menggunakan tiga kata itu dalam salah satu wejangan yang diberikannya. Pada tanggal 14 Februari 2014 beliau mengajak keluarga-keluarga untuk menjaga keutuhan keluarga antara lain dengan mempribadikan tiga kata itu.
Catholic Family Ilustration – http://www.catholicdadsonline.org/
Kemampuan berterima kasih adalah salah satu tanda kedewasaan pribadi seseorang. Seorang anak yang diberi permen dan tidak mengucapkan terima kasih, akan diajari oleh ibu, bapak atau kakaknya untuk mengucapkan terima kasih. Terus seperti itu, sampai anak itu tanpa disuruh dapat mengucapkan terima kasih. Artinya, dia sudah berkembang menjadi pribadi yang semakin matang.
Kata “tolong” dapat dimengerti sebagai ungkapan penghargaan terhadap martabat pribadi orang yang kita ajak bicara. Seorang pembesar dapat saja menyuruh pegawainya dengan kasar untuk melalukan sesuatu, bahkan mungkin dengan ancaman. Dengan cara itu mungkin ia ingin menunjukkan kuasanya; tetapi pasti bukan martabatnya. Lain halnya kalau ia mengatakan maksudnya mulai dengan kata “tolong”. Yang dimintai tolong pasti akan merasa dihormati dan dihargai martabatnya.
Sementara itu tidak sedikit orang yang merasa bahwa minta “maaf” berarti merendahkan diri, kalah. Maka tidak jarang kita mendengar orang mengatakan, “saya tidak sudi minta maaf”. Padahal keutuhan pribadi seseorang antara lain ditentukan oleh kemampuannya minta maaf.
Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda, keluarga dan komunitas Anda.
KAJ.or.id – Kaum Profesional Muda ditantang Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II. Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II KAJ ‘menantang’ laki-laki Katolik, para profesional muda, dan teman-teman mahasiswa tingkat akhir untuk ikut serta dalam “Retret Panggilan Calon Imam Diosesan KAJ”.
Acara diadakan di Wisma Samadi, Klender pada tanggal 24-26 Juni 2016. CP: fr. Wahyu-085714679984 (WA), fr. Bernard-085891453010, fr.Bondi-(021)4203374. (Rk)
Para Ibu Muslim memainkan musik Qosidah dalam Perayaan HUT Paroki Kranji ke 25 Thn.
Para Ibu Muslim memainkan musik Qosidah dalam Perayaan HUT Paroki Kranji ke 25 Thn. KAJ.or.id – Saat berkunjung ke Paroki Kranji, Bekasi yang merayakan HUT Minggu, 22 Mei 2016, Uskup Ignatius Suharyo disambut Ibu-ibu berhijab orange yang bermain musik qosidah. Peristiwa ini terasa istimewa di tengah situasi yang acapkali perbedaan mudah menimbulkan gesekan.
Dalam laporan Mas Hutomo, penggerak komunikasi paroki di dekenat Bekasi menyebutkan: Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi dalam sambutan perayaan itu menyatakan bahwa Bekasi memiliki Kampung Pancasila yaitu di daerah Kampung Sawah. Disana masyarakatnya sudah menjujung tinggi nilai-nilai toleransi, masing-masing elemen masyarakat dan umat beragama telah membaur bersatu dalam keberagaman. Walikota Bekasi Dr. H. Rahmat Effendi, berbincang dengan Uskup Suharyo dalam Perayaan HUT Paroki Kranji ke 25
Di Kranji, segenap umat paroki dan masyarakat juga telah sejak lama mermbangun kebersamaan dan toleransi bersama masyarakat sekitar gereja. Perlahan-lahan bersama warga masyarakat RW. 08 kami telah bergerak bersama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasilla.
Kebersamaan itu kami saksikan saat Ibu – Ibu grup musik Qasidah ini menyambut kehadiran Bapa Uskup serta para Romo dari Pastoran menuju panggung acara. Melalui Ketua RW. 08 Bapak Supriono dan Ketua RT. 04 yang keduanya terlibat dlm kepanitiaan, para Ibu ini turut berpartisipasi tampil menyemarakkan panggung acara Perayaan HUT Paroki Kranji ke 25 Thn.
Novena Besar St. Antonius dari Padua 9 Hari Selasa berturut-turut
14 Juni – 9 Agustus 2016
Paroki Kramat – Gereja Hati Kudus
Pukul 14.00, 17.00, dan 19.30
Paroki Cempaka Putih – Gereja St. Paskalis
Pukul 17.30 dan 19.30
Paroki Bidaracina – Gereja St. Antonius Padua
Pukul 17.30 dan 19.30
Tema : “Kerahiman Allah Memerdekakan”
Sub Tema :
Selasa, 14 Juni 2016 (Novena I) Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk mengasihi semua orang termasuk musuh-musuh kita. Selasa, 21 Juni 2016 (Novena II)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk memilih berjalan di jalan kebenaran. Selasa, 28 Juni 2016 (Novena III)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk percaya dan mengandalkan kuasa Yesus. Selasa, 5 Juli 2016 (Novena IV)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk disembuhkan dan menyembuhkan. Selasa, 12 Juli 2016 (Novena V)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk membangun sikap pertobatan. Selasa, 19 Juli 2016 (Novena VI)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk menjadi saudara bagi sesama. Selasa, 26 Juli 2016 (Novena VII)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk membangun kepekaan dengan melihat dan mendengar. Selasa, 2 Agustus 2016 (Novena VIII)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk menyambut Tangan Tuhan yang menyelamatkan. Selasa, 9 Agustus 2016 (Novena IX)
Kerahiman Allah memerdekakan kita untuk menjadi yang terbesar dalam kerendahanhati, ketaatan dan pelayanan.
Pope Francis (L) is to receive the spiritual leader of the world's Sunni Muslims, Sheikh Ahmed al-Tayeb (R), at the Vatican. (Photo: AFP/Kenzo Tribouillard, Filippo Monteforte) http://www.channelnewsasia.com/news/world/azhar-imam-to-urge/2807634.html
Pope Francis (L) is to receive the spiritual leader of the world’s Sunni Muslims, Sheikh Ahmed al-Tayeb (R), at the Vatican. (Photo: AFP/Kenzo Tribouillard, Filippo Monteforte) http://www.channelnewsasia.com/news/world/azhar-imam-to-urge/2807634.html
KAJ.or.id – Paus Fransiskus melakukan pertemuan bersejarah dengan imam besar dari Al-Azhar, Kairo, Mesir, hari ini Senin, 23 Mei 2016, di Vatikan. Itu dianggap bersejarah karena sebelumnya belum pernah terjadi pertemuan antara pemimpin umat Katolik di dunia dan otoritas tertinggi dalam Islam Sunni.
Sheikh Ahmed al-Tayeb adalah pemimpin masjid dan lembaga pendidikan utama Islam yang paling bergengsi di dunia. Sedangkan Paus Fransiskus merupakan pemimpin dari 1,2 miliar warga Katolik di dunia.
“Pertemuan ini sudah disiapkan dan dijadwalkan digelar pada Senin 23 Mei. Ini adalah pertemuan pertama kedua pemimpin,” kata juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, seperti dilansir Channel News Asia pada Jumat, 20 Mei 2016.
Kunjungan ini sangat simbolis dan berlatar belakang peningkatan dalam hubungan di antara kedua tokoh agama setelah terjadi ketegangan cukup serius akibat pidato Paus Benediktus XVI, pendahulu Paus Fransiskus.
Hubungan memburuk ini diawali oleh pidato Paus Benediktus pada 2006 yang menganggap Islam terkait dengan kekerasan. Pernyataan ini memicu protes di beberapa negara dan penyerangan terhadap umat Katolik.
Dialog perdamaian dimulai tahun 2009, tapi dihentikan Al-Azhar pada 2011, ketika Benediktus menyerukan perlindungan terhadap minoritas umat Kristiani seusai serangan bom di sebuah gereja di Alexandria, Mesir. Seruan tersebut dianggap mengintervensi dan mencampuri urusan dalam negeri Mesir.
Hubungan ini terus meningkat sejak Fransiskus menjadi paus pada 2013 dengan dialog antariman kepercayaan dijadikan agenda awal kepemimpinannya. Dialog pun dilakukan saat penutupan bulan suci Ramadan pertama pada masa kepausannya.
Hubungan semakin baik dan menjurus ke perbincangan kerja sama sehingga terjadi pertemuan bersejarah ini setelah beberapa kali Paus memberikan komentar yang membela umat Islam.
Bahkan paus berusia 79 tahun tersebut menjadi berita utama pada April lalu ketika ia kembali dari perjalanan ke pulau penampungan imigran Timur Tengah dan membawa serta tiga keluarga muslim Suriah yang sedang disiapkan Vatikan untuk mengajukan permohonan suaka di Italia. (tempo.co & channelnewsasia.com)