BERSAHABAT DENGAN WAKTU TUHAN
Minggu Biasa XVI — Tahun A
Kebijaksanaan 12:13,16-19 | Roma 8:26-27 | Matius 13:24-43



Kitab Kebijaksanaan hari ini membuka sesuatu yang mengejutkan: kelunakan Allah adalah pilihan-Nya, justru karena Dia berkuasa penuh atas segalanya. Keadilan-Nya penuh belas kasih. Mata-Nya pada manusia yang berdosa tidak pernah berhenti melihat orang itu sebagai yang dikasihi. Dosa tidak menutup kasih Allah. Selama masih ada waktu, pintu pertobatan selalu terbuka — belum terlambat.

Santo Paulus dalam Surat Roma menambahkan sesuatu yang jujur: kita seringkali tidak tahu cara berdoa yang benar. Di titik paling rapuh itu, Roh Allah sendiri yang turun tangan, berdoa dalam diri kita lewat keluhan yang bahkan tidak bisa kita ucapkan. Allah tidak menunggu kita pandai berdoa dulu. Dia masuk ke titik paling lemah kita dan menemani dari sana — asal kita mau memohon, meminta Roh menunjukkan jalannya.

Injil hari ini memperlihatkan Allah yang membiarkan lalang dan gandum tumbuh bersama sampai panen. Bukan karena Dia tidak melihat yang salah, melainkan karena Dia tahu kapan waktunya bertindak. Pertumbuhan iman, perubahan hidup, proses penyembuhan — semuanya butuh waktu. Biji sesawi yang kecil butuh waktu jadi pohon besar. Ragi yang sedikit butuh waktu mengubah seluruh adonan. Yang lambat dan kecil sekarang, bisa berdampak jauh lebih besar nanti. Yang terpenting, benih tetap ditaburkan, ragi tetap dituang. Stabil, konstan, konsisten. 

Setiap orang diberi waktu yang sama: dua puluh empat jam sehari. Yang membedakan, apa yang kita alami di dalam waktu itu. Ada yang menjalani hari demi hari tanpa sungguh-sungguh mengalami kasih, Allah, dan kehadiran sesama — waktunya terasa singkat, bukan karena jamnya berkurang, tapi karena tidak terisi. Mengisi waktu dengan mengenal kasih Allah, hadir untuk sesama, dan membiarkan Dia hadir bagi kita — itulah artinya bersahabat dengan waktu Tuhan. Ketika waktu itu tiada, semoga kita sudah mengenal-Nya.

Jadi, kamu gimana?
RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here