SOSOK HIDUP BAKTI: “Selalu suka, tak ada dukanya!”

308
SOSOK HIDUP BAKTI: “Selalu suka, tak ada dukanya!”
Silahkan memberi Rating!

Foto Rubrik SosokWaktu masih sekolah SD di Pemangkat, Kalbar, Sr Marianne Tirtapraja KFS, bersama beberapa temannya senang membantu para suster misionaris membersihkan kelas. Dia merasakan keakraban dari para suster dan teman-teman. Itulah salah satu yang menyebabkan dia terpanggil untuk menjadi biarawati. Selama 50 tahun perjalanan hidupnya membiara, Sr Marianne bersyukur bisa merasakan keakraban itu di mana-mana.

Di komunitas biarawati, dia senang bisa bergaul dengan para suster tua-muda, berbagai etnik, saling belajar,  berbagi cerita dan tawa bersama. Waktu masih menjadi guru SD, dia senang bisa dekat dengan anak-anak  yang polos. Bersama ibu-ibu, dia merasakan kekariban ketika bersama-sama mengerjakan suatu tugas membantu orang-orang kecil. Sebagai katekis, Sr Marianne juga merasa dekat dengan para katekumen.

Sekarang katekumen yang ia bina, banyak yang sudah berusia lanjut, ada yang diatas 80 tahun. Ia merasa terkuatkan melihat para lansia itu masih bersemangat belajar mendalami iman. Ada yang jauh-jauh naik sepeda. Tentu,  ia ikut prihatin ketika melihat ada lansia yang ditelantarkan oleh keluarganya. Sewaktu ia masih bekerja di rumah jompo, ia mengalami ada beberapa oma  yang tak pernah ditengok keluarganya.

Hanya saja, ia terhibur, ketika bisa bersama para oma-oma itu, bisa bercanda dan bernyanyi bersama. Sekarang di usia menjelang 73 tahun, Sr Marianne merasa senang masih bisa diberikan kesempatan melayani umat, menulis renungan, dan menggubah lagu. Jadi apakah dukanya menjadi biarawati? Sr Marianne dengan tertawa menjawab: “Selalu suka, tak ada dukanya”.  Ia sangat berharap makin banyak umat yang bersedia menjawab ya, atas panggilan sebagai imam, bruder, dan tentu suster. Nomor HP Sr Marianne, KFS: 081311315818.