
PADA AKHIRNYA ADALAH KEBAHAGIAAN KEKAL
Why 7:2-4.9-14; 1Yoh 3:1-3; Mat 5:1-12
Yohanes, rasul pengarang Injil – menceritakan penglihatannya. Sebuah keputusan surgawi untuk merusak bumi dan laut. Namun, sebelum itu diadakan pemateraian hamba-hamba Allah. Materai menjadi tanpa luput dari kebinasaan. Disebutkan juga, kumpulan besar orang dari segala bangsa dan suku, memakai jubah putih. Bersama dengan malaikat, mereka semua melambungkan pujian kemuliaan kepada Allah dan Anak Domba.
—
Hari ini, kita, anak-anak Allah bersyukur dalam kemuliaan Allah. Kita bergembira bersama dengan semua orang kudus sebagai satu keluarga Allah. Mereka yang telah mengalami berbagai perjuangan di dunia diganjar janji Allah untuk hidup kekal. Mereka yang telah setia  dan akhirnya tercuci bersih dalam darah Anak Domba.
Perayaan hari ini menunjukkan gambaran masa depan kita juga. Kita yang telah disucikan oleh darah yang sama, dan diperkenankan masuk dalam keluarga Allah. Dan kita boleh bangga disebut sebagai anak2 Allah.
Dan sementara kita menantikan masa depan yang niscaya akan terima sebagai ahli waris, kita diundang hidup dalam antisipasi kebahagiaan kekal. Undangan untuk semua, khususnya bagi mereka yang miskin di hadapan Allah, yang murah hati, yang berdukacita, yang suci hatinya, yang membawa damai, dianiaya demi kebenaran. Berbahagialah.
—
Jadi, kamu gimana?
RA









