Home Blog Page 8

RENUNGAN MINGGU ADVEN I – 30 November 2025

Bacaan Pertama, Yes 2:1-5
Inilah Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ”Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.”
Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Bacaan Kedua, Rom 13:11-14a
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba.
Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.”
Bacaan Injil, Mat 24:37-44
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.””
Renungan Padat

Tahu atau Tidak Tahu?

Lebih baik banyak tahu atau tidak mengetahui sama sekali? Banyak tau memang baik, kita jadi bisa paham cara kerja segala sesuatu. Bisa meminimalisir kesalahan. Bisa juga terhindar dari ditipu orang. Tapi terkadang, kalau banyak tahu bisa bikin stress juga. Karena kita banyak tahu, lalu berhadapan dengan orang tidak tahu dan sok tahu, kita bisa pusing juga. Pernah satu kali, ada orang yg menganggap dirinya pintar mengatur semuanya, tapi hasilnya tidak mencerminkan kepintarannya itu. Saya sendiri merasa ada hal-hal yang harus diperbaiki supaya hasilnya bisa lebih bagus, tapi demi menghindari konflik saya lebih memilih diam. Eh malah saya yang gelisah.
Tapi, ketidaktahuan bisa menyebabkan kekacauan. Seseorang bisa jatuh karena ketidaktahuan. Karena ketidaktahuan bisa menyebabkan ketidakwaspadaan. Banyak kecelakaan dan musibah terjadi karena ketidakwaspadaan seperti ini.
Dalam bacaan Injil, Yesus memperingatkan murid-murid-Nya dengan mengambil contoh zaman nabi nuh. Orang-orang zaman itu hidup dalam sikap ketidaktahuan bahwa hari Tuhan sewaktu-waktu akan datang. Karena itu, mereka makan minum seperti biasa – tanpa menyadari apa-apa. Dikiranya semua aman-aman saja. Mereka pun mungkin tidak tahu mengapa Nuh tiba-tiba membangun bahtera. Mungkin juga mereka mengira Nuh orang gila. Tapi ternyata, air bah datang.
Yang orang banyak tahu mungkin ini. Hidup cuma sekali maka pakailah seenak hatimu.
Tapi yang orang tidak tahu adalah yang cuma sekali itu MATI. Maka hiduplah setiap waktu, setiap hari. Bangunlah setiap hari, sebelum kita tidur untuk selamanya.

Jadi kamu gimana?
RA

Berita Acara Pemenangan Lomba Logo ARDAS APP KAJ 2026

Berita Acara Pemenangan Lomba Logo ARDAS APP KAJ 2026

Rekan-rekan peserta umat beriman terkasih,

Setelah melalui proses panjang penjurian diantara para Romo dan Pimpinan Kuria Keuskupan, maka ijinkan kami menyampaikan Berita Acara Pemenangan Lomba Logo Ardas APP 2026 Keuskupan Agung Jakarta.

Kami mengucapkan proficiat bagi para pemenang dan Bagi semua peserta yang terlibat kami mengucapkan terima kasih sedalamnya.

Harus dipahami bahwa kesertaan kita dalam Lomba Logo Keuskupan Agung Jakarta ini merupakan wujud pelayanan dan kasih kita semua, bagi perkembangan Iman Umat Gereja Allah di KAJ.

Kami mohon maaf sebesarnya jika dalam prosesnya masih terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan.

_Tuhan Yesus selalu Memberkati Pelayanan Kita semua_

Download Bahan Bulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta untuk Pertemuan Adven 2025

Alam ciptaan, Pertobatan ekologis, Bulan Keluarga, Adven 2025, Keutuhan alam, Kesadaran ekologis, Persiapan Adven, Keluarga Katolik, ArDas KAJ, Rm. Budiyono MSF, Bahan Bulan Keluarga 2025, Bahan Adven 2025, Download Bahan Bulan Keluarga 2025, Download Bahan, Bahan Panduan Bulan Keluarga 2025, Keuskupan Agung Jakarta, KAJ, Komisi Kerasulan Keluarga, KomKK, Download Bahan Adven 2025

Salam sejahtera bagi kita semua,

Keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta, tema Bulan Keluarga tahun 2025 ini adalah “Alamku Imanku”. Secara umum, tema ini hendak mengajak kita semua untuk memberi perhatian kepada lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan alam ciptaan Tuhan. Tema ini terinspirasi dari rumusan ARDAS Keuskupan Agung Jakarta tahun 2026, yakni “Keutuhan Alam Ciptaan”.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa tema Bulan Keluarga selalu terinspirasi dari rumusan ARDAS KAJ di tahun berikutnya? Hal ini tentu ada kaitannya dengan tujuan dari pembuatan modul Bulan Keluarga (BK). Modul BK dibuat dengan tujuan untuk mengisi permenungan masa Adven di Keuskupan Agung Jakarta yang berlangsung selama 4 minggu. Minggu pertama Adven merupakan awal tahun liturgi dalam kalender liturgi Gereja Katolik. Dengan demikian, ada dua tujuan dari pembuatan modul BK tahun 2025 ini, yakni: pertama, membantu permenungan keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta selama masa Adven untuk membangun pertobatan dalam upaya mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus. Salah satu bentuk pertobatan yang MENDESAK dan bisa diperjuangkan adalah pertobatan ekologis. Kedua, membangun kesadaran dan menyiapkan keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta untuk bergerak bersama dalam mewujudkan ArDas yang baru di tahun depan, tahun 2026.

Modul ini terbagi dalam 4 topik, yang dimaksudkan untuk menjadi bahan permenungan setiap minggunya selama masa Adven 2025 ini. Alur pembahasannya adalah sebagai berikut:

  1. Minggu pertama merenungkan keutuhan alam ciptaan. Berbicara tentang keutuhan alam ciptaan, kita perlu melihat kembali kehendak Allah ketika menciptakan segala sesuatu dalam keadaan yang baik.

  2. Minggu kedua membahas panggilan asal manusia terhadap alam ciptaan. Manusia dipanggil untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam memelihara alam ciptaan.

  3. Minggu ketiga mengajak kita untuk bersama-sama melihat kenyataan alam sekitar lingkungan atau tempat tinggal.

  4. Minggu keempat menjadi perwujudan nyata dari permenungan minggu pertama sampai minggu ketiga. Di minggu keempat, keluarga-keluarga Katolik di KAJ dipanggil untuk mewujudkan pertobatan ekologis sebagai gerakan bersama. Gerakan bersama itu menjadi upaya untuk menjadikan lingkungan sekitar sebagai tempat yang lebih nyaman untuk ditinggali, tidak hanya untuk kita sekarang, tetapi lebih-lebih untuk generasi penerus, anak-cucu, di masa mendatang.

Besar harapan saya, modul ini bisa membantu keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta untuk bertumbuh dan bergerak bersama untuk mewujudkan pertobatan ekologis.

Salam penuh Kasih,

ROMO F.A. Budiyono, MSF
Ketua KOMKK KAJ

Download Bahan PDF Bulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta untuk Pertemuan Adven 2025

SILAHKAN KLIK DOWNLOAD

VIDEO PENJELASAN TERKAIT PERTEMUAN-PERTEMUAN BULAN KELUARGA 2025  

Video Pengantar Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ, Rm. Budiyono, MSF

 

Video Panduan Pertemuan Pertama (Minggu Ke-1) Bulan Keluarga 2025

 

Video Panduan Pertemuan Kedua (Minggu Ke-2) Bulan Keluarga 2025

 

Video Panduan Pertemuan Ketiga (Minggu Ke-3) Bulan Keluarga 2025

 

Video Panduan Pertemuan Keempat (Minggu Ke-4) Bulan Keluarga 2025

 

HARI RAYA KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM, 23 November 2025

Bacaan Pertama, 2Sam 5:1-3
Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: ”Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”
Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.”
Bacaan Kedua, Kol 1:12-20
Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”
Bacaan Injil, Luk 23:35-43
Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek Dia, katanya: ”Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: ”Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: ”Inilah raja orang Yahudi”.
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: ”Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: ”Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ni juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”
RENUNGAN PADAT‭‭
Saudara-saudari, kita sampai pada Minggu Penutup tahun liturgi ini. Gereja merayakan dengan penuh sukacita Kristus Raja Semesta Alam. Dia adalah Raja. Pada tahun C ini kita dibantu oleh Lukas untuk mengenali Raja seperti apa Kristus itu.
Pada Bacaan Pertama, orang-orang Israel mengangkat Daud menjadi Raja di Hebron. Ini diambil berdasarkan perintah Allah sendiri yang memang menghendaki Daud sebagai raja. Raja diyakini sebagai wakil Tuhan di dunia yang memerintah. Allah sendiri yang menghendaki Daud. Meski kita tau, Daud masih berusia muda saat itu. Tiga puluh tahun. Meski demikian, dalam perjalanan kita tau Daud jatuh juga dalam pencobaan. Terjadilah kisah perselingkuhannya dengan Betsyeba, Istri Uria panglima perangnya.
Kita tau juga, setelah Daud, hadir Salomo. Dan setelah Salomo Kerajaan terbagi dua. Kerajaan itu pun hancur, terpecah-pecah karena raja dari pihak manusia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Maka, kita membutuhkan seorang raja yang selain dikehendaki Allah sendiri tapi juga dengan taat dan setia sampai akhir menjadikan kehendak Allah itu terwujud. Seperti apa yang selalu kita doakan dalam Doa Bapa Kami – “datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”.
Kristus datang sebagai raja, menggenapi dua unsur itu. Kedatangan-Nya dikehendaki Bapa, sekaligus Dia pula yang menjalankan kehendak Bapa dengan setia sampai pada kepenuhan-Nya.
Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Dialah gambar sempurna Bapa – yang tidak kelihatan. Dialah yang sulung, yang pertama dari segala sesuatu, dari-Nya semua diciptakan. Dialah kepala dari segalanya.
Namun demikian, kerajaan yang dihadirkan Yesus berbeda dengan kerajaan dunia ini. Sementara biasanya, raja dunia dilindungi dijaga dan diamankan oleh rakyatnya atau bahkan rakyat yang mati untuk rajanya. Raja Yesus ini berbeda sama sekali. Ia justru merelakan dirinya dan mencurahkan darah-Nya sebagai pendamaian antara manusia dan Allah. Dalam pemberian diri-Nya, siapapun diselamatkan – termasuk penjahat yang disalib bersama-sama dengan Dia.

RA

RENUNGAN MINGGU BIASA XXXIII, 16 November 2025

Bacaan Pertama, Mal 4:1-2a
Sungguh, hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian. Maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman Tuhan semesta alam, akar dan cabang mereka pun tidak akan ditinggalkan. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.”
Bacaan Kedua, 2Tes 3:7-12
Saudara-saudara, kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.”
‭‭
Bacaan Injil, Luk 21:5-19
Sekali peristiwa beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: ”Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Lalu murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: ”Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya: ”Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
Kemudian Yesus berkata kepada mereka: ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.””
RENUNGAN PADAT
Kita sampai pada hari minggu biasa terakhir tahun liturgi ini. Minggu depan kita merayakan HR Kristus Raja Semesta Alam. Oleh karena itu, biasanya bacaan dengan nuansa akhir zaman diperdengarkan kepada kita.
Merenungkan kata “akhir” – jujur saya suka dengan kata itu. Akhir menandakan selesai. Ya semua selesai. Apa yang terjadi sebelumnya, selesai. Apa yang diperjuangkan sebelumnya, berhasil atau tidak, selesai. Apa yang menggembirakan dan menyedihkan, selesai juga. Selesai lalu tenang dan damai. Tapi kapan itu terjadi? Ya setelah kita memulai, menjalani – dan pada akhirnya selesai.
Saat kita bangun kita memulai hari. Hormon kortisol, hormon stress yang membuat kita terbangun sigap siaga dan fight aktif. Sepanjang hari kita bertarung, bekerja, melalui hari dengan segenap energi dan pikiran. Menjelang sore memasuki malam, hormon kortisol menurun diganti dengan melatonin. Saraf parasimpatik mulai aktif menenangkan. Bangkitlah perintah saatnya tubuh dan diri kita beristirahat. Malam tiba, hari itu selesai, kita tenang dalam tidur. Begitulah suasana akhir hari kita. Begitu terus setiap hari.
Namun, sebelum akhir itu datang. Stress, fight mode, terbangun dan terjaga, bekerja menjadi satu hal yang wajib kita lakukan. Rasul Paulus mengingatkan dalam bacaan kedua, berusahalah dan bekerja, supaya jangan jadi beban bagi siapapun. Itulah teladan bagi banyak orang. Jangan jadi batu sandungan, sebab ada orang yang tidak tertib dan tidak berguna. Oleh karena itu, selama belum sampai akhir, bekerjalah, bergunalah, hiduplah dengan tertib.
Dalam Injil, Yesus juga menguatkan para murid-Nya, sampai pada saat-Nya datang kembali akan muncul banyak tanda-tanda yang dahsyat dan mengejutkan. Mereka diminta jangan khawatir, tetaplah terjaga dan bertahan sampai pada akhirnya.
Bertahan sampai akhir – adalah suatu yang sangat mahal harganya di zaman serba cepat, instan dan serba singkat ini.

Jadi kamu gimana?
RA

SAGKI 2025: Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan

Hasil SAGKI V — Ancol, Jakarta, 3–7 November 2025

Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan

Menjadi Gereja sinodal yang misioner untuk perdamaian — ringkasan hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025, disusun untuk publikasi paroki.
📅 3–7 November 2025
🕊️ Tema: Sinodal • Misioner • Perdamaian

Intisari: SAGKI 2025 mengajak Gereja Katolik Indonesia untuk hidup sebagai Gereja yang mendengarkan, terlibat, dan menghadirkan harapan — melalui sinodalitas, perutusan misioner, dan kerja nyata untuk perdamaian dan keadilan sosial.

Gereja yang Mendengarkan dan Menyembuhkan

Gereja diundang menjadi rumah yang terbuka — tempat mereka yang terluka, miskin, dan terpinggirkan diterima. SAGKI menekankan spiritualitas belarasa dan pembedaan roh sebagai dasar pelayanan pastoral yang memulihkan.

Menghidupkan Kembali Semangat Misioner

Warisan para misionaris menginspirasi Gereja untuk terus menyalakan api iman: bekerja di tengah budaya lokal, hadir dalam pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, serta mewartakan Injil lewat kesaksian hidup sehari-hari.

Sinodalitas: Gaya Hidup Gereja

Sinodalitas adalah cara hidup bersama dalam Roh: mendengarkan, berdialog, dan mengambil keputusan secara partisipatif. SAGKI mendorong penguatan budaya perjumpaan dari tingkat paroki sampai nasional.

Panggilan Misioner untuk Semua

SAGKI menegaskan perutusan bagi seluruh umat, termasuk:

  • Orang muda: ruang dialog, pendampingan, dan keterlibatan nyata.
  • Perempuan: pengakuan peran dan kepemimpinan yang setara.
  • Lansia: penghormatan atas kebijaksanaan dan peran lintas generasi.
  • Difabel: inklusivitas penuh dalam kehidupan sakramental dan pelayanan.

Suara Kenabian Gereja di Tengah Bangsa

Gereja dipanggil menjadi jembatan moral: memperjuangkan keadilan sosial, melawan korupsi dan eksploitasi, serta melindungi anak-anak, masyarakat adat, dan kelompok terpinggirkan.

Merawat Rumah Kita Bersama

SAGKI mendorong tindakan konkret untuk menangani krisis lingkungan: pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah, reboisasi, dan pengembangan spiritualitas ekologis dalam kehidupan sehari-hari umat.

Pentingnya Pembinaan Iman

Pembinaan (formatio) yang terpadu adalah kunci agar Gereja tumbuh sebagai komunitas beriman matang. Ditekankan perlunya formasi katekis, pendampingan keluarga, dan dukungan bagi guru agama Katolik.

Melanjutkan Peziarahan Bersama

SAGKI bukan akhir — melainkan panggilan untuk meneruskan peziarahan sinodal di tingkat regio, keuskupan, dan paroki. Dengan doa dan kerja bersama, Gereja berjalan dalam harapan bahwa Roh Kudus akan meneruskan karya-Nya.

UNDUH HASIL LENGKAP SAGKI 2025

 

Seminari Wacana Bhakti Rayakan Ulang Tahun ke-38 dengan Misa Syukur Mingguan di Katedral Jakarta Disiarkan Live di TV Nasional!

Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Jakarta, pada Minggu, 9 November 2025. Perayaan Ekaristi Minggu kali ini menjadi istimewa karena dimeriahkan oleh koor Seminari Menengah Wacana Bhakti dan siswa-siswi Sekolah Abdi Siswa Jakarta yang mempersembahkan lantunan pujian indah sepanjang misa.

Misa dilaksanakan secara konselebrasi dengan Romo Thomas Septi Widhiyudana, SJ sebagai konselebran utama, Homili yang dibawakan oleh Romo Cosmas Wahyu Kristian Wijaya, Pr.. Perayaan ini juga bertepatan dengan Pesta Pemberkatan Basilika Santo Yohanes Lateran—basilika tertua di dunia yang menjadi Gereja Katedral bagi Sri Paus, sekaligus dijuluki “Induk Semua Gereja”. Basilika bersejarah itu didirikan oleh Kaisar Konstantinus Agung pada tahun 324 M dan diberkati oleh Paus Silvester I.

Dalam homilinya, Romo Wahyu Pr menegaskan makna mendalam dari perayaan kali ini, yakni sebagai ungkapan syukur atas ulang tahun ke-38 Seminari Menengah Wacana Bhakti yang jatuh pada 3 November lalu. “Selama 38 tahun, Wacana Bhakti telah menjadi tempat formasi yang melahirkan banyak imam tangguh dan penuh semangat pelayanan,” ujar Romo Wahyu dengan penuh haru.

Beberapa imam alumni Wacana Bhakti yang disebut antara lain Romo Yus Ardianto, Romo Vano, Romo Linus, dan Romo Bernard, yang kini aktif melayani di berbagai keuskupan. Saat ini, 71 seminaris sedang menempuh pendidikan di Seminari Menengah Wacana Bhakti. Mereka berasal dari 32 paroki di Keuskupan Agung Jakarta serta empat keuskupan lain, yakni Bogor, Timika, Jayapura, dan Samarinda.

Menariknya, Misa Syukur Mingguan ini juga disiarkan secara langsung di TVRI Nasional, serta dapat diikuti melalui Vidio.com dan kanal YouTube resmi Katedral Jakarta, sehingga umat di seluruh Indonesia bisa turut bersyukur dan merasakan semangat kebersamaan iman.

Perayaan yang penuh makna ini tidak hanya menjadi momen syukur bagi para seminaris dan umat KAJ, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya panggilan pelayanan dalam Gereja dan peran besar lembaga formasi seperti Seminari Menengah Wacana Bhakti dalam menumbuhkan benih-benih imam masa depan.

MINGGU PESTA PEMBERKATAN GEREJA BASILIKA LATERAN, 9 November 2025

Bacaan Pertama, Yeh 47:1-2.8-9.12
Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
Ia berkata kepadaku: ”Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
‭‭Bacaan Kedua, 1Kor 3:9b-11.16-17
Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah dan bangunan-Nya. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”
Bacaan Injil, Yoh 2:13-22
“Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: ”Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: ”Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: ”Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: ”Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.”
Renungan padat
Gereja Basilika Lateran adalah Basilika pertama di dunia. Gereja ini menjadi Katedral kota Roma – Kursi tahta Uskup Roma yang tidak lain adalah Paus Leo XVI sendiri. Sebulan lalu saya berkesempatan mengunjungi basilika ini saat ziarah Porta Sancta Roma. Basilika Lateran menjadi salah satu di mana Pintu Suci nya dibuka bersamaan dengan Basilika lain: Basilika St Petrus Vatikan, Basilika St Maria Maggiore, Basilika St Paulus. Mungkin sedikit gambar bisa saya bagikan berikut, seperti apa Basilika Lateran itu:
Karena ini adalah Basilika pertama di dunia maka posisinya menjadi begitu spesial. Sebab mulai dari bangunan inilah lahir bangunan-bangunan basilika – gereja sampai ke pelosok penjuru dunia. Mulai dari bangunan kokoh dan gereja-gereja besar lainnya sampai ke bangunan yang seadanya.
Semoga bangunan-bangunan gereja kita bagaimana pun bentuknya digunakan sebagaimana maksud itu dibangun. Menjadi tempat doa. Tempat di mana umat datang untuk berjumpa dengan Tuhan – mencicipi suasana surgawi dalam setiap ibadat yang dilakukan. Dari sanalah kita membawa bekal rohani untuk setiap perjuangan kehidupan. Sehingga kita yang menerima Tuhan di bangunan bait Allah juga menjadi Bait Allah yang hidup. Sebab Tuhan tidak tinggal di tabernakel di gereja, tapi ia ada dalam diri kita – di hati, jiwa, pikiran serta dalam setiap perbuatan baik yang kita lakukan.
Jadi, kamu gimana?
RA

Terbaru

Populer