Home Blog Page 71

Novena Kanak Kanak Yesus di Gereja St.Kristoforus

Pagi-pagi buta, gereja St. Kristoforus dibanjiri umat yang berdevosi NKKY (Novena Kanak Kanak Yesus). Hari ini, Minggu, 15 Desember 2019 adalah pembukaan dari 9 hari berturut-turut doa novena tersebut. Dimulai dengan misa pukul 05.00 pagi, tidak terlihat kantuk di wajah para umat, malah mereka dipenuhi semangat dan sukacita yang meluap-luap. Misa hari ini terasa lebih spesial karena dipimpin oleh tiga Pastor sekaligus, yaitu, Romo Serfi Fangohoi MSC, Romo Alo, Romo Mogi.
Dalam renungan yang dibawakan Romo Serfi, beliau menekankan pentingnya mempersiapkan diri kita bagi kelahiran Yesus. Novena Kanak Kanak Yesus ini akan memberikan kita semangat dan kekuatan ekstra dalam persiapan kita menyambut Tuhan. Saat ini kelahiran Tuhan, bukan lagi di Betlehem, namun persis di dalam hati kita masing-masing.
Selesai misa, acara dilanjutkan dengan Novena. Ada yang unik dalam prosesi yang berlangsung, lilin elektronik berwarna-warni yang indah dan aman kini menggantikan lilin konvensional. Perubahan ini disambut baik oleh para umat.
Selamat mempersiapkan diri untuk kelahiran Sang Juru Selamat
Liputan : Komsos | Cavin, Ridwan

HANYA MEREKA YANG MENCINTAI, YANG MAMPU MELAYANI

Ratusan peserta terlihat antusias sharing dalam kelompok mereka masing-masing. Mereka mengungkapkan apa yang dialami dan dipikirkan saat memimpin timnya dalam melayani umat.
Hari itu, Sabtu 7 Desember bertempat di Aula gereja St. Kristoforus, Pekad mengumpulkan para pengurus DPP Paroki Grogol untuk lebih memahami tentang cara memimpin yang efektif, yaitu menjadi pemimpin yang melayani.
Bp. Fidelis sebagai narasumber pelatihan ini mengungkapkan bahwa ada beberapa hal penting untuk dapat menjadi pemimpin yang dapat mempengaruhi yaitu dengan mengetahui kebutuhan yang dilayani, melibatkan diri secara total dengan dibarengi attitute yang baik untuk kharisma seorang pemimpin dan menciptakan moment untuk menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya ke tujuan yang baik.
Hanya mereka yang mencintai, yang mampu melayani dan hanya mereka yang melayani yang mampu mempengaruhi secara positif.
Selamat menjadi pemimpin yang dapat melayani dengan penuh cinta. Tuhan memberkati.
Liputan : Komsos

Penerimaan Komuni Pertama di Gereja St.Kristoforus

Akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nanti. Sabtu, 23 November 2019, gereja dipenuhi keceriaan bersamaan dengan 117 anak yang menerima sakramen kedua dalam rangkaian sakramen inisiasi, yakni Sakramen Ekaristi (Komuni Pertama).
Perayaan Ekaristi konselebrasi yang dipimpin oleh Pastor Serfi Fangohoi MSC didampingi oleh Pastor Piet Mogie MSC dan Pastor Yacob Tofan MSC.
Dalam kotbahnya, Pastpr Serfi kembali menegaskan bahwa Penerimaan Komuni adalah persatuan diri dengan Tuhan.
Dengan menerima komuni, kita membuka diri untuk Tuhan masuk ke dalam diri kita. Menerima komuni juga diharapkan dapat membuat diri menjadi rendah hati dan mau melayani. Kotbah diakhiri dengan kisah St Tarsisius, seorang anak berusia 13 tahun yang rela mengorbankan dirinya demi menjaga Tubuh Kristus.
Liputan : KOMSOS St.Kristoforus

Penerimaan Komuni Pertama 2019 Gereja St.Kristoforus

Akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nanti. Sabtu, 23 November 2019, gereja dipenuhi keceriaan bersamaan dengan 117 anak yang menerima sakramen kedua dalam rangkaian sakramen inisiasi, yakni Sakramen Ekaristi (Komuni Pertama).
Perayaan Ekaristi konselebrasi yang dipimpin oleh Pastor Serfi Fangohoi MSC didampingi oleh Pastor Piet Mogie MSC dan Pastor Yacob Tofan MSC.
Dalam kotbahnya, Pastpr Serfi kembali menegaskan bahwa Penerimaan Komuni adalah persatuan diri dengan Tuhan.
Dengan menerima komuni, kita membuka diri untuk Tuhan masuk ke dalam diri kita. Menerima komuni juga diharapkan dapat membuat diri menjadi rendah hati dan mau melayani. Kotbah diakhiri dengan kisah St Tarsisius, seorang anak berusia 13 tahun yang rela mengorbankan dirinya demi menjaga Tubuh Kristus.
Liputan : KOMSOS St.Kristoforus

Retret SMP St. Bellarminus Jakarta

RETRET KELAS 9 SMP ST. BELLARMINUS – JAKARTA:
“MAGICAL GOD IN LIFE”
Siswa-siswi kelas 9 SMP St. Bellarminus Jakarta mengikuti retret dengan tema “Magical God in Life” di Shekinah Village, Depok, Kamis – Sabtu (14 – 16/11/2019)
Kegiatan retret tersebut dibuka oleh dua orang pembimbing yakni Kak Hendro dan Kak Susan, pada hari Kamis (14/11), pukul 16.00 di aula Thekila.
Para peserta yang mengikuti retret sangat antusias untuk mendengarkan dinamika selama kegiatan berlangsung. Pada tiap sesi pertemuan, para peserta dilibatkan secara aktif dalam game bermakna yang mengharuskan mereka untuk saling membangun komunikasi dan kerjasama satu sama lain.
Setiap sesi diisi dengan pemberian motivasi dan penyadaran akan besarnya kekuatan Tuhan dalam hidup sehari-hari. Selain itu, ada satu momen dimana setiap peserta saling suap pada saat makan malam. Momen ini dimaknai sebagai pelajaran untuk saling melayani satu sama lain.
“Tuhan hadir dan memberi kita kekuatan yang kadang tidak kita sadari dalam hidup. Kita mesti bersyukur bisa diberi kesempatan untuk melakukan apa saja di dunia ini”, ungkap kak Hendro pada suatu sesi.
Secara umum, setiap sesi mengajak pasar peserta retret kelas IX untuk saling menguatkan diantara sesama sebagai satu angkatan, membangun kerjasama yang positif, dan semangat dalam segala hal termasuk untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir.
Rangkaian kegiatan dibuat begitu menarik oleh pembimbing, seperti game, ceramah, spiritual outdoor, correctio fraterna, meditasi alam dan ditutup dengan perayaan ekaristi bersama.
Pada acara penutupan, Rm. Wahyu selaku pemimpin misa memberkati simbol angkatan kelas IX yakni “Denumo” dan juga memberkati para peserta retret dengan air suci.

PERMOHONAN DONASI MAKAN SIANG NATAL JAGAKARSA 2019

Kepada Yth,
Bpk/Ibu Donatur yang Budiman
Mari membantu memberikan donasi untuk Acara Makan Siang Natal Jagakarsa 2019. Rencana total peserta pada acara ini adalah sekitar 531 orang, yaitu terdiri dari 231 Relawan dan 300 Undangan (Adik-adik dari Panti Asuhan, Opa & Oma dari Rumah Lansia, Ibu-ibu Komunitas ST. Monika, Sahabat Jalanan, Teman-teman Berkebutuhan Khusus dan Staff Gereja).
Informasi mengenai penggalangan dana dapat menghubungi Bendahara :
1. Kusuma Gunawan – 082299995479
2. Michael Rodes – 081294052255
dan kontak person dengan Panitia :
1. Petrina Chandra – Ketua Panitia (081281888649)
2. Dewi Cornelia – Wakil Panitia (085959714095)
3. Alexandra Chessa – Sekretaris (081806492801)
Semoga Tuhan senantiasa memberkati kita selalu.
Hormat kami,
Panitia MSN Jagakarsa 2019

Video Pengantar Adven bulan Keluarga – Keluarga Inspirasi Keadilan

Video Pengantar – Keluarga Inspirasi Keadilan
Adven bulan Keluarga – Kom. Kerasulan Keluarga

DOWNLOAD LOGO dan BANNER TAHUN KEADILAN SOSIAL 2020

Berikut ini adalah link download High Resolution

LOGO dan BANNER TAHUN KEADILAN SOSIAL 2020

silahkan klik di bawah ini:

Kardinal Suharyo dan Tokoh Agama Hadiri Peringatan Sumpah Pemuda di Halaman Gereja Katedral

Hai para pemuda dan pemudi Indonesia. Apa yang bisa kalian ingat dari hari-hari ini? Apakah semangat dari para pendahulu itu masih tersisa di dada kita semua? Apakah keinginan untuk bersatu itu masih ada? Kenapa sekarang kita diserang badai perbedaan yang makin tajam?
Rentetan pertanyaan itu menandai akhir pertunjukan video mapping yang ditampilkan pada dinding muka Gereja Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, atau yang biasa dikenal sebagai Gereja Katedral, Jakarta, Senin (28/10/2019) malam. Tidak kurang dari 12 proyektor menembakkan citra video ke bagian muka gereja yang telah berusia lebih dari 100 tahun itu.
Malam itu, 91 tahun yang lalu, Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 ditutup, dan menghasilkan resolusi, ”Sumpah Pemuda”. Selama tiga hari berturut-turut, 26-28 Oktober 2019, bagian muka Katedral Jakarta menjadi kanvas untuk lukisan cahaya video mapping dalam rangka memperingati tonggak sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia tersebut.


Selama 15 menit, ratusan hadirin yang memenuhi halaman Gereja Katedral dipuaskan dengan permainan cahaya yang ditampilkan. Para penonton seakan mendapatkan kursus kilat akan sejarah pergerakan kemerdekaan.
Tokoh-tokoh yang terlibat dalam pendirian organisasi Boedi Oetomo ditampilkan di awal pertunjukan, mulai dari Dr Soetomo, Wahidin Sudirohusodo, hingga KH Ahmad Dahlan dan RM Tirto.
Kemudian, pertunjukan dilanjutkan dengan tampilan gambar para tokoh Kongres Pemuda I (30 April-2 Mei 1926) dan Kongres Pemuda II (27-28 Oktober 1928). Tokoh-tokoh pemuda itu antara lain Soenario, J Leimena, S Mangoensarkoro, hingga WR Supratman, M Yamin, dan Soegondo Djojopoespito.
Para tokoh proklamasi pun ditampilkan di antara relief neogotik Katedral, dari dwitunggal Soekarno-Hatta hingga tokoh muda Sutan Syahrir.
Lalu, di tengah pertunjukan, para hadirin disuguhi sentuhan aransemen komposer Addie MS pada karya klasik Alfred Simanjuntak, ”Bangun Pemuda Pemudi”. Lirik lagu itu pun disorotkan ke muka Katedral sehingga tidak sedikit hadirin yang turut bersenandung.
Merawat sejarah
Melalui video mapping itu, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ingin menghidupkan ingatan bahwa kesadaran kolektif berbangsa tidak hanya bermula saat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, tetapi telah lama sebelumnya.
”Sumpah Pemuda bersama-sama dengan Kebangkitan Nasional 1908 dan dimaklumatkannya Pancasila sebagai landasan negara kita adalah tonggak-tonggak sejarah yang sangat menentukan bagi bangsa Indonesia,” kata Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo dalam pidatonya saat menyambut ratusan hadirin yang memadati halaman depan Katedral Jakarta.
Suharyo mengatakan, video mapping adalah upaya KAJ untuk merawat kembali ingatan bersama—tidak hanya akan Sumpah Pemuda—tetapi juga komitmen para pendiri bangsa yang sepakat mewujudkan cita-cita kemerdekaan dengan dasar persaudaraan yang melampaui sekat-sekat agama, suku, ataupun ras.
”Dengan merawat ingatan bersama secara kreatif, kita akan mempunyai kekuatan bersama yang besar untuk terus mempererat persaudaraan, untuk terus bersama-sama mengatasi segala macam tantangan bangsa kita,” kata Mgr Suharyo didampingi para pemuka lintas agama.
Sejarawan Anhar Gonggong sepakat dengan Suharyo. Menurut dia, persatuan sebagai aspek yang tak terpisahkan dari bangsa Indonesia yang beragam, terwujudkan secara nyata saat Kongres Pemuda II.
Saat itu, para pemuda dengan beragam latar belakang dapat mengesampingkan perbedaan dan menggelar dialog dan kemudian bersatu, bergotong royong, untuk kemajuan bersama bangsa Indonesia.
”Sumpah Pemuda dan bahkan Indonesia dilahirkan oleh anak-anak muda dengan kecerdasan otak dan kecairan hati,” kata Anhar.
Melalui rekaman video, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar pun menyatakan bahwa generasi muda Indonesia saat ini harus meneladani para pendahulu. Mereka dapat menyingkirkan perbedaan identitas dan bekerja sama demi lahirnya bangsa Indonesia yang merdeka.
”Mari kita menciptakan bangsa Indonesia yang sangat kuat, apa pun agamanya, apa pun etniknya, apa pun jenis kelaminnya, mari kita bahu-membahu sebagai warga negara Indonesia untuk mengangkat martabat keindonesiaan sehingga dapat memiliki daya saing internasional dan insya Allah akan berjaya di masa datang,” kata Nasaruddin.

Sumber: https://bebas.kompas.id/baca/utama/2019/11/01/gereja-katedral-dan-sumpah-pemuda-1928/

Terbaru

Populer