Home Blog Page 67

Kolaborasi Lewat Olahraga Virtual Sambil Donasi

Caritas Christmas Cross Challenge 2020 (4C), event olahraga berdonasi untuk Pendidikan.

Lebih dari 3000 volunteers yang terdiri Alumni sekolah-sekolah Katholik dan Universitas Sanata Dharma, Klerus dan Awam telah memulai sebuah kolaborasi guna menggalang dana lewat event olahraga virtual dengan tujuan membantu guru-guru honorer di sekolah-sekolah swasta Katholik yang terdampak pandemi, khususnya di luar Pulau Jawa. Hasil penggalangan dana akan diterima dan disalurkan lewat Caritas Indonesia KWI.

Caritas Christmas Cross Challenge 2020 bergulir dari inisiatif beberapa komunitas lari Alumni sekolah-sekolah Katholik di Jakarta kini telah menggelinding bak bola salju menjadi aksi solidaritas dengan peserta dari 23 Keuskupan, 7 Kongregasi Suster, 12 Organisasi Katholik, 17 Komunitas Alumni Sekolah dan Universitas Katholik.

“Ini sebenarnya berawal dari pengharapan Bapak Kardinal Ignatius Suharyo agar kegiatan ini bisa melibatkan sebanyak mungkin Keuskupan dan organisasi Katholik lainnya. Dengan demikian diharapkan bisa membangun perhatian dan kebersamaan yang bersifat nasional”, ujar Ketua Panitia Pelaksana, Christiano Hendra Wishaka. “Saat ini tercatat 1150 Alumni, sekitar 150 lebih sahabat awam, 1700 lebih Klerus termasuk Bapak Kardinal, 18 orang Uskup lainnya dan 450an Suster. Para volunteers tersebar di berbagai kota dan pulau di Indonesia. Bahkan sebagian peserta adalah warga negara asing seperti dari Myanmar, Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Kamboja, Filipina, India, Perancis dan Kenya. Kamipun merasa sangat terhormat dengan keterlibatan Sr. Francesco Marianti OSU (86 tahun) dan beliau menjadi volunteer paling senior (86tahun)”.

Event olahraga virtual berdonasi ini akan berlangsung selama 5 minggu kedepan sampai dengan 31 Desember 2020. Menurut Glenn Sebastian, Koordinator Race Management “Sejak beberapa hari lalu, para volunteers akan terus mengajak jejaringnya untuk mendonasikan kelipatan Rp. 50.000 untuk setiap poin kepada Tim yang diwakilinya. Nah, mulai 1 Desember sampai akhir tahun, anggota Tim akan menebus perolehan dengan berjalan (termasuk treadmill) dan berlari atau bersepeda (termasuk sepeda statis). Para sahabat dan jejaring dapat berdonasi secara manual atau elektronik dengan cara penyetoran tunai, transfer ATM atau Mobile Banking, Kartu Kredit, e-Wallet (Ovo/Gopay/Dana/Link Aja, dan alat pembayaran elektronik lainnya). Informasi lengkapnya dapat diperoleh di http://aktivin.id/4c “, ujar Glenn menambahkan.

Menurut Rm. Widyarsono, Dosen STF Driyarkara dan Pembina panitia event, olahraga virtual berdonasi ini sangat unik. “Lewat gerakan yang sudah bisa disebut nasional ini, pertama tama mari kita berikan perhatian pada sekolah-sekolah pelosok yang diujung tanduk. Dengan modal kebersamaan dan rasa solidaritas, mari kita dukung para tenaga guru honorer agar bisa terus mendidik murid-murid mereka. Kedua, yang tidak kalah penting, lewat keteladanan para volunteers Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge dan teman-teman, mari kita bangun pola hidup sehat dan bugar lewat olah raga rutin agar bisa menghadapi tantangan akibat pandemi dengan pikiran positif dan optimistik”.

Panitia Lari Gowes Caritas Christmas Cross Challenge 2020.
Asosiasi Alumni Jesuit Indonesia.
Narasumber:
Ketua Panitia: Christiano H. Wishaka (+62 818-1888-8788)
Koordinator Race Management: Glenn Sebastian (+62 812-8710-768)
Email sekretariat: sekretariat@alumnijesuit.org
Microsite: http://aktivin.id/4c
Materi komunikasi: E-Posters

Bersama mantan Uskup Agung Palestina, Hilarion Capucci kita berjuang melindungi setiap Hak Asasi Manusia walau di tengah Pandemi COVID-19

Hilarion ibn Bashir Capucci adalah nama lengkap dari salah satu uskup di Palestina yang telah wafat. Beliau lahir di Aleepo, Suriah pada tanggal 2 maret 1922. Dan, ia ditahbiskan pada tanggal 20 Juli 1947.Beliau adalah Uskup sekaligus aktivis yang memperjuangkan kemerdekaan palestina. Tuhan adalah kebenaran dan penderitaan Palestina adalah kebenaran,” katanya pada saya pada tahun 1995 saat makan siang di kafetaria School of Oriental & African Studies di Universitas London. Selain aktivis untuk memerjuangkan kemerdekaan palestina, Hilarion Capucci juga sangat mendukung solidaritas antara Kristen dan Muslim, dengan alasan bahwa keduanya adalah agama monoteistik dan pada dasarnya menyembah Tuhan yang sama. Dia mengutip keberadaan orang-orang Arab Kristen seperti Ghassanid dan pentingnya Perawan Maria dalam Alquran sebagai penghubung yang mengikat orang-orang ahl al-kitab. Beliau wafat pada tanggal 1 Januari 2017 pada usia 94 tahun.

Karya-karya dan teladan dari seorang Uskup Hilarion Capucci adalah beliau bukan hanya menjadi seorang uskup yang hanya berbicara tentang kebaikan di gereja saja, tetapi juga, beliau merupakan aktivis pembela kemerdekaan Palestina. Memperjuangkan hak-hak kemerdekaan Palestina dan hak asasi manusia rakyat-rakyat Palestina. Beliau adalah seorang imam yang mengikuti hati nuraninya, bahkan jika itu berarti terlibat dalam perjuangan bersenjata. Dan pertemuan hierarki Kristen di Damaskus pada September 1974 dikatakan telah menyatakan bahwa penangkapan Capucci adalah tindakan yang dimaksudkan oleh negara Israel untuk membungkam kritik, menenangkan kelompok agama di Israel, dan memaksa Vatikan untuk mengubah kebijakannya di Palestina. Beliau menggambarkan Yesus sebagai the first fedayee atau pejuang kemerdekaan Palestina.

Menurut dasar pemikiran Capucci, rasa kemanusiaaannya lebih penting ketimbang harus memandang agama atau keyakinan. Beliau pernah menyampaikan sebuah pesan : “Saya adalah uskup agung Yerusalem; Saya hanyalah seorang gembala, kata Capucci. Jika penggembala melihat serigala mendekati kawanannya, dia membela kawanannya. Menurut Hilarion Capucci “Orang-orang Palestina itu merupakan teman dan sahabat-sahabat saya,” “Soalnya, cincin di jari saya ini menunjukkan pertunangan saya dengan Palestina. Semua anak Palestina adalah anak dan keluarga besarku … “Uskup agung juga seorang ayah, lanjut Capucci, dan tanda keayahan adalah belas kasih. Seorang ayah tidak bisa melihat anak-anaknya menderita dan duduk diam dengan tangan terikat. Dia harus berdiri untuk membela anak-anaknya. “Orang-orang Palestina adalah anak-anak saya,” kata uskup agung itu. “Mereka telah ditindas, mereka telah menderita ketidakadilan yang besar, hak-hak mereka telah ditolak, martabat mereka diinjak-injak, teman sehari-hari mereka tidak lain adalah penderitaan.” “Kami orang Palestina adalah pencari perdamaian,” lanjutnya. “Perdamaian adalah perjuangan bagi kami, Muslim, Yahudi dan Kristen. Kami adalah anak-anak Abraham dan harus bekerja sama. ” lanjut Capucci.

Menurut saya, dasar pemikiran dan teladan iman tokoh yang bisa diimplementasikan terhadap permasalahan dalam masa pandemi Covid-19 ini adalah, kita harus mengedepankan perjuangan hak asasi manusia. Maksud saya, di tengah wabah COVID-19 ini para dokter, perawat, serta seluruh anggota medis yang menjadi garda terdepan dalam mengurus masalah pandemi ini, berjibaku untuk memberantas wabah ini dengan segera. Mereka harus kerja berjam-jam menggunakan pakaian khusus untuk melindungi tubuh mereka agar tidak terpapar virus tersebut. Semestinya, kitapun harus melakukan seperti apa yang telah dilakukan uskup agung Palestina, Hilarion Capucci. Ya Berjuang, menurut saya berjuang adalah Pemikiran mantan Uskup Palestina alm. Hilarion Capucci. Dengan begitu, jangan hanya tenaga medis yang berjuang bahu-membahu melawan pandemi ini, tetapi seluruh warga negara Indonesia. Apa contoh yang bisa kita terapkan untuk melawan COVID-19 ini?
• Kita bisa diam di rumah, melakukan kegiatan apapun yang menyenangkan. Contohnya : berolahraga, belajar online, dan sebagainya.
• Jika memang ada keperluan mendesak kita jangan lupa memkai masker dan menjaga jarak agar tidak terciprat droplets dari orang sakit
• Sesudah itu kita harus mencuci tangan kita setiap habis pulang dari tempat manapun.
Karena jika korban bertambah banyak terus setiap harinya, yang pasti terjadi adalah mereka pun akan kerja lebih lama lagi dengan pakaian khusus itu lebih lama lagi. Dan, tidak menutup kemungkinan bahwasannya mereka pun akan tertular penyakit COVID-19 ini. Menurut Ikatan Dokter Indonesia, sudah ada 181 tenaga medis yang meninggal akibat terpapar virus COVID-19. Selain itu, jika memang ada di sekitar kalian orang yang sudah terpapar penyakit COVID-19 ini, jangan kiranya kalian merasa jijik dan acuh terhadap orang tersebut, karena mereka pasti merasa bahwa mereka itu “menjijikan” atau hal semacam itu. Jadi, yang harus kita lakukan Ketika ada orang terpapar COVID-19 di sekitar kita adalah kita tetap harus menjaga jarak, tetapi kita harus menanyakan kabarnya lewat pesan di sosial media, ataupun, kita juga bisa mengganttung makanan sehat sebagai bukti bahwaa kita peduli terhadap orang tersebut. Jadi mari kita semua mengikuti teladan mantan uskup agung Hilarion Capucci yaitu berjuang, ya berjuang untuk bisa memutuskan rantai penyebaran COVID-19 dan berjuang untuk tetap membela keadilan dan kesetaraan HAM.

Demikian artikel tentang Dasar pemikiran dan teladan iman Uskup Agung Palestina Hilarion Capucci yang bisa diimplementasikan dalam melawan Pandemi COVID-19harapan saya semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian semua yang membacanya. Ingat, kita harus tetap menjaga jarak, dan memakai masker. Hope you enjoy to read my article! Tuhan Yesus Memberkati.

Kornelia merupakan Mahasiswi semester 1 Fakultas Hukum Universitas Airlangga

Mengenal Salah Satu Menteri Katolik Hebat Indonesia

Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, lahir pada tanggal 16 Juni 1951 di Semarang, Jawa Tengah. Beliau adalah salah satu menteri katolik paling terkenal di Indonesia. Lulusan sarjana dari Institut Teknologi Bandung tahun 1974, dilanjutkan dengan studi master di Colorado School of Mines, Golden, Corolado, Amerika Serikat tahun 1986 dan University of Colorado di Boulder Main Campus, Colorado, Amerika Serikat tahun 1988, dan menyelesaikan gelar doktoral di Colorado School of Mines, Golden, Corolado, Amerika Serikat 1988. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (2000-2009) dan Menteri Pertahanan (2009-2014).
Sosoknya yang bijaksana dan selalu mengedepankan kepentingan bersama menjadi kekaguman tersendiri. Hal ini dibuktikan dengan prestasinya selama menjabat sebagai menteri di Indonesia. Pada masa Kabinet Gotong Royong yang dipimpin oleh Ibu Megawati Soekarnoputri, ia menjadi menteri terbaik saat itu.
Ia juga menetapkan kebijakan untuk menaikkan tarif bahan bakar minyak. Meski banyak warga yang berdemonstrasi saat itu, kebijakan ini dilakukan dengan alasan yang jelas. Ia ingin menganggarkan sejumlah dana kompensasi sosial dari setiap kenaikan harga BBM sebagai subsidi langsung kepada mereka yang kurang mampu dan sangat membutuhkan. Subsidi tersebut antara lain membantu membayar beras murah, subsidi kesehatan, pendidikan dan pembiayaan infrastruktur.
Sosoknya yang memperjuangkan kepentingan bersama sangat tercermin dengan apa yang dilakukan oleh Yesus Kristus selama ini. Apalagi di era pandemi COVID-19 saat ini, kepentingan bersama harus diutamakan untuk mencegah penyebaran penyakit ini yang lebih luas lagi.
Kita harus bekerja sama untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Menjaga jarak dengan orang lain, sering mencuci tangan, dan selalu memakai masker saat keluar rumah sangat membantu dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Maskerku melindungimu, Maskermu melindungiku. Dengan begitu, kita semua bisa hidup bersama walaupun ada batasan tertentu untuk saat ini.
Beliau juga adalah pendiri Purnomo Yusgiantoro Center (PYC). PYC adalah organisasi nirlaba yang fokus utamanya adalah penelitian independen dan mendalam, yang memberikan solusi dan rekomendasi kebijakan di bidang penelitian energi dan sumber daya alam di tingkat lokal, nasional, dan global. PYC juga aktif melestarikan budaya asli Indonesia dengan mempromosikan budaya lokal Indonesia.
Banyak hal yang bisa kita pelajari darinya. Dari sikap dan tindakannya, semuanya mencerminkan sikap seorang pengikut Yesus Kristus. Semua dia lakukan karena dia menyadari arti dari manusia itu sendiri. Manusia adalah makhluk sosial. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya.
Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18).

Penulis: Ari Bahagia Sinaga, Mahasiswa Semester 1 Fakultas Sains dan Teknologi, Jurusan Statistika, Universitas Airlangga.

API KARUNIA SERI 11 INJIL INJIL : “WAJAH PETRUS MENURUT INJIL INJIL”

API KARUNIA SERI 10 “INJIL MATIUS: KUASA YESUS DAN REAKSI SEPANJANG INJIL MATIUS”

Jadwal Misa Streaming di KAJ (Paroki dan Komunitas)

Silahkan klik link di bawah ini

NO PAROKI MISA MINGGU MISA LAINNYA
1 Paroki Katedral Jakarta Sabtu 16:00 Harian 18:00
https://youtube.com/KomsosKatedralJakarta/live Minggu 09:00, 11:00, 17:00 Jumper 12:00, 18:00
2 Paroki Alam Sutera – Gereja Santo Laurensius Minggu 08:30 Harian 06:00
https://youtube.com/ParokiAlamSutera/live Jumper 12:00
3 Paroki Bekasi – Gereja Santo Arnoldus Janssen Minggu 09:00
https://youtube.com/ParokiArnoldus/live
4 Paroki Bekasi Utara – Gereja Santa Clara Minggu 09:00
https://bit.ly/GerejaSantaClara
5 Paroki Bidaracina – Gereja Santo Antonius Padua Minggu 09:00 Jumper 18:00
https://tiny.cc/PaduaTvMisaMingguan
6 Paroki Bintaro – Gereja Santo Matius Penginjil Minggu 09:00 Jumper 08:00
https://youtube.com/channel/UC_gmYRPvyHDe7nVV2U1RGqg
7 Paroki Bintaro Jaya – Gereja Santa Maria Regina Minggu 09:00 Harian 06:00
https://live.parokibintarojaya.id Jumper 12:00
8 Paroki Blok B – Gereja Santo Yohanes Penginjil Sabtu 17:00
https://bit.ly/KomsosBlokB Minggu 09:00
9 Paroki Blok Q – Gereja Santa Perawan Maria Ratu Minggu 09:00
https://bit.ly/SPMRLIVE
10 Paroki Bojong Indah – Gereja Santo Thomas Rasul Minggu 08:30 Harian 18:30
https://youtube.com/ParokiSathora/live Jumper 19:00
11 Paroki Cempaka Putih – Gereja Santo Paskalis Minggu 10:00
https://youtube.com/LiveGerejaPaskalis/live
12 Paroki Cijantung – Gereja Santo Aloysius Gonzaga Minggu 08:00 Harian 18:00
https://youtube.com/channel/UCWZd_BljN80lf4oFyWnLlEg
13 Paroki Cikarang – Gereja Ibu Teresa Minggu 10:00
https://youtube.com/channel/UCOjlSq2cg9fynBjpWEyUR3A
14 Paroki Cilandak – Gereja Santo Stefanus Minggu 10:00 Jumper 18:00
https://youtube.com/channel/UCVEMk2B1EpvEv_7aQR_DPmA
15 Paroki Cilangkap – Gereja Anak Domba Minggu 09:00 Sls, Rb, Kms 06:00
https://youtube.com/KomsosCilangkap/live Jum 17:00, Sbt 09:00
16 Paroki Ciledug – Gereja Santa Bernadet Minggu 08:30
https://youtube.com/channel/UCiVxcp7D90duLHcwJjzDSUA
17 Paroki Cilincing – Gereja Salib Suci Minggu 09:00 Harian 18:00
https://bit.ly/parokicilincing Jumper 18:00
18 Paroki Ciputat – Gereja Santo Nikodemus Minggu 08:00 Harian 18:00
https://youtube.com/channel/UCySz2LDpt3kVhEFNKM4LL6Q
19 Paroki Citra Raya – Gereja Santa Odilia Minggu 10:00
https://youtube.com/KomsosOdiliaCitraRayaTangerang
20 Paroki Curug – Gereja Santa Helena Minggu 09:00
https://youtube.com/KomsosParokiCurug/live
21 Paroki Danau Sunter – Gereja Santo Yohanes Bosco Minggu 09:00 Jumper 18:00
https://bit.ly/GerejaStYohanesBosco
22 Paroki Duren Sawit – Gereja Santa Anna Minggu 08:30 Jumper 18:00
https://youtube.com/KomsosParokiDurenSawit/live
23 Paroki Grogol – Gereja Santo Kristoforus Minggu 10:00 Jumper 18:00
https://youtube.com/GerejaKatolikStKristoforus/live
24 Paroki Halim Perdanakusuma – Gereja Santo Agustinus Minggu 09:00 Harian 18:00
https://youtube.com/channel/UCG3kI-Gtkc7NjJYgcd_nFXw Jumper 18:00
25 Paroki Harapan Indah – Gereja Santo Albertus Agung Minggu 10:00 Harian 18:30
https://youtube.com/KomsosStAlbertusAgung/live Jumper 18:30
26 Paroki Jagakarsa – Gereja Ratu Rosari Minggu 09:00
https://youtube.com/channel/UCUUFU4lHQQPK_0ge_1_II5Q
27 Paroki Jalan Malang – Gereja Santo Ignatius Loyola Minggu 09:00 Harian 06:00
https://stignatiusloyola.id/live Jumper 18:00
28 Paroki Jatiwaringin – Gereja Santo Leo Agung Minggu 08:30 Jumper 17:00
https://youtube.com/channel/UCUbfRyOn3KnscoWENTkSBdQ
29 Paroki Kalideres – Gereja Santa Maria Imakulata Sabtu 18:00 Harian 18:00
https://youtube.com/ParokiKalideres/live Minggu 10:00 Jumper 18:00
30 Paroki Kampung Duri – Gereja Damai Kristus Minggu 08:00 Harian 18:00
https://youtube.com/channel/UCymqBOZtNu77IywOt6PjQZg Jumper 18:00
31 Paroki Kampung Sawah – Gereja Santo Servatius Minggu 08:30 Jumper 18:00
https://youtube.com/GerejaSantoServatius/live
Stasi Kranggan – Gereja Santo Stanislaus Kostka Minggu 08:00
https://youtube.com/channel/UCF9i459SGHWMOgHNmY7c1FA
32 Paroki Kapuk – Gereja Santo Philipus Rasul Minggu 08:00
https://youtube.com/KomsosPhiras/live (Minggu ke 2 & ke 4)
33 Paroki Karawaci – Gereja Santo Agustinus Minggu 09:00
https://youtube.com/ParokiKarawaci/live
34 Paroki Kedoya – Gereja Santo Andreas Minggu 08:30
https://youtube.com/GerejaStAndreasParokiKedoya
35 Paroki Kelapa Gading – Gereja St. Andreas KTG Sabtu 17:30 Harian 06:00
https://youtube.com/ParokiKelapaGading/live
36 Paroki Kelapa Gading – Gereja Santo Yakobus Minggu 09:00 Harian 06:00
https://youtube.com/ParokiKelapaGading/live
37 Paroki Kemakmuran – Gereja Bunda Hati Kudus Minggu 09:00 Harian 18:00
https://youtube.com/BundaHatiKudusKemakmuran/live Jumper 18:00
38 Paroki Kosambi Baru – Gereja Santo Matias Rasul Minggu 08:30 Harian 06:00
https://tiny.cc/livestreamkosambibaru Jumper 06:00
39 Paroki Kramat – Gereja Hati Kudus Minggu 16:00 Harian 18:00
https://youtube.com/GerejaHatiKudusParokiKramat-Live/live Jumper 18:00
40 Paroki Kranji – Gereja Santo Mikael Minggu 08:30 Jumper 18:00
https://bit.ly/ParokiKranjiChannel
41 Paroki Kutabumi – Gereja Santo Gregorius Agung Minggu 21:00
https://youtube.com/KomsosGregoriusAgung/live
42 Paroki Lubang Buaya – Gereja Kalvari Minggu 09:00
https://kalvari.org/misa_online
43 Paroki Mangga Besar – Gereja St. Petrus dan Paulus Minggu 10:00
https://youtube.com/channel/UCj2k8W6lfx7IOFjtQIn-MHQ
44 Paroki Matraman – Gereja Santo Yoseph Minggu 10:00 Jumper 18:00
https://youtube.com/ParokiMatraman/live
45 Paroki Meruya – Gereja Maria Kusuma Karmel Minggu 08:00 Harian 06:00
https://bit.ly/LiveMisaMKK Jumper 19:00
46 Paroki Pademangan – Gereja Santo Alfonsus Rodriquez Minggu 10:00 Jumper 18:30
https://youtube.com/channel/UC3HGkIduX76bLdFyo9VlZOw
47 Paroki Pamulang – Gereja Santo Barnabas Minggu 09:00 Jumper 18:00
https://bit.ly/live-streaming-barnabas
48 Paroki Pantai Indah Kapuk – Gereja Regina Caeli Minggu 10:30 Jumper 18:00
https://gereja.reginacaeli.id/misaonline
49 Paroki Pasar Minggu – Gereja Keluarga Kudus Minggu 10:00 Harian 06:30
https://youtube.com/channel/UCjJs8qa5I4ieTJ9bReibcGg
50 Paroki Pluit – Gereja Stella Maris Minggu 09:00
https://youtube.com/StellaMarisPluit/live
51 Paroki Pulo Gebang – Gereja Santo Gabriel Minggu 09:00 Jumper 18:00
https://youtube.com/ParokiPuloGebang/live
52 Paroki Pulomas – Gereja Santo Bonaventura Minggu 08:00 Harian 06:00
https://bit.ly/BonaLiveMisa Jumper 18:00
53 Paroki Rawamangun – Gereja Keluarga Kudus Minggu 09:00 Harian 06:00
https://youtube.com/channel/UCKogGoqcDdjWAKp2-sEdZgQ Jumper 18:00
54 Paroki Serpong – Gereja Santa Monika Minggu 08:30
https://s.id/qcYnX
55 Paroki Slipi – Gereja Kristus Salvator Minggu 09:00
https://youtube.com/channel/UCOKyrj–N9L0zaF7H2W9f8w
56 Paroki Sunter – Gereja Santo Lukas Minggu 11:00 WIB Jumper 18:00
https://youtube.com/ParokiSantoLukasSunter/live
57 Paroki Taman Galaxy – Gereja Santo Bartolomeus Minggu 08:30 WIB
https://youtube.com/GerejaSanbartoParokiTamanGalaxy/live
58 Paroki Tangerang – Gereja HSPMTB Sabtu 18:00 WIB Jumper 18:00
https://youtube.com/ParokiTangerang/live
59 Paroki Tanjung Priok – Gereja Fransiskus Xaverius Minggu 18:00 WIB Jumper 18:00
https://youtube.com/channel/UCWQzLZVD-7wjvNQonIQIr9Q
60 Paroki Tebet – Gereja Santo Fransiskus Asisi Minggu 09:00 Harian 06:00
https://youtube.com/AsisiLive/live Jumper 06, 12, 18
61 Paroki Theresia – Gereja Santa Theresia Sabtu 18:00 Jumper 18:00
https://bit.ly/theresialive Minggu 08:00, 10:00, 19:00
62 Paroki Toasebio – Gereja Santa Maria de Fatima Minggu 09:30
https://youtube.com/channel/UCmkQG4vNcwE4mYZ_ExbfLbg
63 Paroki Tomang – Gereja Maria Bunda Karmel Minggu 09:00 Jumper 18:00
https://bit.ly/parokitomang-live
64 Pusat Pastoral KAJ Samadi Minggu 07:00 Harian 06:30
https://youtube.com/PuspasKAJSamadi/live Jumper 06:30
65 Wisma Karmel Jakarta Minggu 10:00 Harian 06:00
https://youtube.com/channel/UCI3ncd58loAZTkxG9p0ZO0A Jumper 06:00
66 ENGLISH MASS – St. Peter Canisius Int’l Catholic Parish Saturday 15:30
https://bit.ly/theresialive

Note : Petunjuk dalam WIB (Waktu Indonesia Barat)

JADWAL MISA STREAMING di KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA Update: 18 Okt 2020
HARI SABTU
15:30 ENGLISH MASS – St. Peter Canisius International Catholic Parish
16:00 Paroki Katedral Jakarta – Gereja SP Maria Diangkat ke Surga
17:00 Paroki Blok B – Gereja Santo Yohanes Penginjil
17:30 Paroki Kelapa Gading – Gereja St. Andreas KTG
18:00 Paroki Kalideres – Gereja Santa Maria Imakulata
Paroki Tangerang – Gereja HSPMTB
Paroki Theresia – Gereja Santa Theresia
HARI MINGGU
06:00 Paroki Theresia – Gereja Santa Theresia
07:00 Pusat Pastoral KAJ Samadi
08:00 Paroki Cijantung – Gereja Santo Aloysius Gonzaga
Paroki Ciputat – Gereja Santo Nikodemus
Paroki Kampung Duri – Gereja Damai Kristus
Paroki Kapuk – Gereja Santo Philipus Rasul Minggu ke 2 & ke 4
Paroki Meruya – Gereja Maria Kusuma Karmel
Paroki Pulomas – Gereja Santo Bonaventura
Paroki Theresia – Gereja Santa Theresia
Paroki Tebet – Gereja Santo Fransiskus Asisi
Stasi Kranggan – Gereja Santo Stanislaus Kostka
08:30 Paroki Alam Sutera – Gereja Santo Laurensius
Paroki Bojong Indah – Gereja Santo Thomas Rasul
Paroki Ciledug – Gereja Santa Bernadet
Paroki Duren Sawit – Gereja Santa Anna
Paroki Jatiwaringin – Gereja Santo Leo Agung
Paroki Kampung Sawah – Gereja Santo Servatius
Paroki Kedoya – Gereja Santo Andreas
Paroki Kosambi Baru – Gereja Santo Matias Rasul
Paroki Kranji – Gereja Santo Mikael
Paroki Serpong – Gereja Santa Monika
Paroki Taman Galaxy – Gereja Santo Bartolomeus
09:00 Paroki Katedral Jakarta – Gereja SP Maria Diangkat ke Surga
Paroki Bekasi – Gereja Santo Arnoldus Janssen
Paroki Bekasi Utara – Gereja Santa Clara
Paroki Bintaro – Gereja Santo Matius Penginjil
Paroki Blok B – Gereja Santo Yohanes Penginjil
Paroki Blok Q – Gereja Santa Perawan Maria Ratu
Paroki Bidaracina – Gereja Santo Antonius Padua
HARI MINGGU (Lanjutan)
09:00 Paroki Bintaro Jaya – Gereja Santa Maria Regina
Paroki Cilangkap – Gereja Anak Domba
Paroki Cilincing – Gereja Salib Suci
Paroki Curug – Gereja Santa Helena
Paroki Danau Sunter – Gereja Santo Yohanes Bosco
Paroki Halim Perdanakusuma – Gereja Santo Agustinus
Paroki Jagakarsa – Gereja Ratu Rosari
Paroki Jalan Malang – Gereja Santo Ignatius Loyola
Paroki Karawaci – Gereja Santo Agustinus
Paroki Kelapa Gading – Gereja Santo Yakobus
Paroki Kemakmuran – Gereja Bunda Hati Kudus
Paroki Lubang Buaya – Gereja Kalvari
Paroki Pamulang – Gereja Santo Barnabas
Paroki Pluit – Gereja Stella Maris
Paroki Pulo Gebang – Gereja Santo Gabriel
Paroki Rawamangun – Gereja Keluarga Kudus
Paroki Slipi – Gereja Kristus Salvator
Paroki Tomang – Gereja Maria Bunda Karmel
10:00 Paroki Cempaka Putih – Gereja Santo Paskalis
Paroki Cikarang – Gereja Ibu Teresa
Paroki Cilandak – Gereja Santo Stefanus
Paroki Citra Raya – Gereja Santa Odilia
Paroki Grogol – Gereja Santo Kristoforus
Paroki Harapan Indah – Gereja Santo Albertus Agung
Paroki Kalideres – Gereja Santa Maria Imakulata
Paroki Mangga Besar – Gereja St. Petrus dan Paulus
Paroki Matraman – Gereja Santo Yoseph
Paroki Pademangan – Gereja Santo Alfonsus Rodriquez
Paroki Pasar Minggu – Gereja Keluarga Kudus
Paroki Sunter – Gereja Santo Lukas
Paroki Theresia – Gereja Santa Theresia
Wisma Karmel Jakarta
10:30 Paroki Pantai Indah Kapuk – Gereja Regina Caeli
11:00 Paroki Katedral Jakarta – Gereja SP Maria Diangkat ke Surga
16:00 Paroki Kramat – Gereja Hati Kudus
17:00 Paroki Katedral Jakarta – Gereja SP Maria Diangkat ke Surga
18:00 Paroki Tanjung Priok – Gereja Fransiskus Xaverius
19:00 Paroki Theresia – Gereja Santa Theresia
21:00 Paroki Kutabumi – Gereja Santo Gregorius Agung Selama bulan Okt 2020
MISA HARIAN
06:00 Paroki Alam Sutera – Gereja Santo Laurensius Senin s/d Jumat
Paroki Bintaro Jaya – Gereja Santa Maria Regina
Paroki Cilangkap – Gereja Anak Domba Selasa, Rabu, Kamis
Paroki Jalan Malang – Gereja Santo Ignatius Loyola
Paroki Kelapa Gading – Gereja Santo Yakobus
Paroki Kosambi Baru – Gereja Santo Matias Rasul
Paroki Meruya – Gereja Maria Kusuma Karmel
Paroki Pulomas – Gereja Santo Bonaventura
Paroki Rawamangun – Gereja Keluarga Kudus
Paroki Tebet – Gereja Santo Fransiskus Asisi
Wisma Karmel Jakarta
06:30 Paroki Pasar Minggu – Gereja Keluarga Kudus
Pusat Pastoral KAJ Samadi
09:00 Paroki Cilangkap – Gereja Anak Domba Sabtu
17:00 Paroki Cilangkap – Gereja Anak Domba Jumat
18:00 Paroki Halim Perdanakusuma – Gereja Santo Agustinus Senin s/d Jumat
Paroki Katedral Jakarta – Gereja SP Maria Diangkat ke Surga Senin s/d Jumat
Paroki Kemakmuran – Gereja Bunda Hati Kudus Senin, Rabu, Jumat
Paroki Cijantung – Gereja Santo Aloysius Gonzaga
Paroki Cilincing – Gereja Salib Suci Senin s/d Jumat
Paroki Ciputat – Gereja Santo Nikodemus Senin s/d Jumat
Paroki Kalideres – Gereja Santa Maria Imakulata Senin s/d Jumat
Paroki Kampung Duri – Gereja Damai Kristus
Paroki Kramat – Gereja Hati Kudus Senin s/d Jumat
18:30 Paroki Bojong Indah – Gereja Santo Thomas Rasul Senin s/d Jumat
Paroki Harapan Indah – Gereja Santo Albertus Agung Selasa s/d Jumat
MISA JUMAT PERTAMA
06:00 Paroki Kosambi Baru – Gereja Santo Matias Rasul
Paroki Tebet – Gereja Santo Fransiskus Asisi
Wisma Karmel Jakarta
06:30 Pusat Pastoral KAJ Samadi
08:00 Paroki Bintaro – Gereja Santo Matius Penginjil
12:00 Paroki Katedral Jakarta – Gereja SP Maria Diangkat ke Surga
Paroki Alam Sutera – Gereja Santo Laurensius
Paroki Bintaro Jaya – Gereja Santa Maria Regina
Paroki Tebet – Gereja Santo Fransiskus Asisi
17:00 Paroki Jatiwaringin – Gereja Santo Leo Agung
18:00 Paroki Katedral Jakarta – Gereja SP Maria Diangkat ke Surga
Paroki Bidaracina – Gereja Santo Antonius Padua
Paroki Cilandak – Gereja Santo Stefanus
Paroki Cilincing – Gereja Salib Suci
Paroki Danau Sunter – Gereja Santo Yohanes Bosco
Paroki Duren Sawit – Gereja Santa Anna
Paroki Grogol – Gereja Santo Kristoforus
Paroki Halim Perdanakusuma – Gereja Santo Agustinus
Paroki Jalan Malang – Gereja Santo Ignatius Loyola
Paroki Kalideres – Gereja Santa Maria Imakulata
Paroki Kampung Duri – Gereja Damai Kristus
Paroki Kampung Sawah – Gereja Santo Servatius
Paroki Kemakmuran – Gereja Bunda Hati Kudus
Paroki Kramat – Gereja Hati Kudus
Paroki Kranji – Gereja Santo Mikael
Paroki Matraman – Gereja Santo Yoseph
Paroki Pamulang – Gereja Santo Barnabas
Paroki Pantai Indah Kapuk – Gereja Regina Caeli
Paroki Pulo Gebang – Gereja Santo Gabriel
Paroki Pulomas – Gereja Santo Bonaventura
Paroki Rawamangun – Gereja Keluarga Kudus
Paroki Tangerang – Gereja HSPMTB
Paroki Tanjung Priok – Gereja Fransiskus Xaverius
Paroki Tebet – Gereja Santo Fransiskus Asisi
Paroki Theresia – Gereja Santa Theresia
Paroki Tomang – Gereja Maria Bunda Karmel
18:30 Paroki Pademangan – Gereja Santo Alfonsus Rodriquez
Paroki Harapan Indah – Gereja Santo Albertus Agung
18:40 Paroki Sunter – Gereja Santo Lukas Diawali Adorasi
19:00 Paroki Bojong Indah – Gereja Santo Thomas Rasul
Paroki Meruya – Gereja Maria Kusuma Karmel

Info streaming

API KARUNIA SERI 9 “INJIL MATIUS: KRISTOLOGI KHAS INJIL MATIUS”

API KARUNIA SERI 8 “INJIL MATIUS: TIGA PERHATIAN INJIL MATIUS DAN SUSUNAN LIMA KHOTBAH”

Ruang doa-mu, “gereja” kecil di tengah pandemi.

Situasi pandemi COVID-19 membuat kita secara terbatas hingga tertahan mengikuti misa, ibadat, dan kegiatan rohani lain di (bangunan) gereja, hingga pernikahan dilakukan dengan protokol COVID-19 yang ketat, berlandaskan pemahaman bersama bahwa semua itu ditujukan untuk mengurangi penyebaran COVID-19 dalam kegiatan (fisik) beraspek publik, banyak orang.
Sudah berapa lama kita tidak (misalnya: beribadat atau berdoa) ke (bangunan) gereja(?). Sesekali mungkin bisa saja kita beribadat ke gereja ketika pandemi ini, namun intensitasnya relatif kurang dibanding sebelum pandemi atau terbatas karena pandemi, hingga kita merasa “kangen”, atau merasa “butuh” ke (bangunan) gereja dengan alasan kerohanian masing-masing, lalu bertanya-tanya sampai kapan situasi ini berlangsung.
Misa dan ibadat-ibadat beraspek publik (diantaranya rosario, jalan salib, dll.) yang diadakan secara daring (online) apakah dapat menghilangkan rasa “kangen” kita atau menjawab ke”butuh”an kita akan pengalaman iman kita secara fisik (berkegiatan) menggereja(?), dalam konteks ini ke (bangunan) gereja atau kegiatan rohani di bangunan, kompleks, atau lingkungan gereja.
Sebagian dari kita mungkin merasa bahwa ibadat atau kegiatan rohani secara online kurang memenuhi rasa “kangen” atau ke”butuh”an kita akan “gereja”. Meski memang, “gereja” merupakan persekutuan orang yang beriman akan Kristus (“Allah telah berkenan menghimpun orang-orang yang beriman akan Kristus menjadi umat Allah”, 1Ptr. 2:5-10), tapi pengalaman fisik umat dalam meng”gereja” sulit terpenuhi secara online, bahkan tidak tergantikan. Bangunan (fisik) “gereja” sebagai salah satu poros (fisik) bagi kegiatan (fisik) umat dalam mengekspresikan atau mengungkapkan keimanannya dan dalam mengambil bagian dalam tugas-tugas “gereja” (contoh: liturgia, misa, hingga koinonia, persekutuan kegiatan rohani di bangunan itu) jelas tidak tergantikan. Pengalaman meng”gereja” selama sebelum pandemi pasti begitu melekat di benak kita, umat yang selalu setia kepada “gereja”, sebut saja pengalaman itu, pembaptisan, komuni pertama, putra/putri altar, misa mudika hari Sabtu, pernikahan, perayaan Natal/Paskah, kegiatan-kegiatan komisi/kategorial, bahkan hingga pengalaman di luar meng”gereja”, sekadar obrolan santai dengan teman, kerabat selepas misa, jajan jajanan sekitar gereja, atau ajakan jalan setelah misa, dll.
Situasi pandemi bukan berarti ungkapan iman kita dalam meng”gereja” menjadi berkurang. (Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, Ul. 11:13). Meski kegiatan di (bangunan) gereja saat situasi pandemi ini terbatas atau sulit, namun hal tersebut bukan berarti mengurangi ungkapan iman kita (dalam hal ini secara fisik), melainkan merupakan tantangan iman umat Allah untuk tetap mengungkapkan, menyatakan, mengaktualisasi iman yang dalam situasi pandemi ini terbatas bahkan terhambat untuk dilakukan di (bangunan) gereja, untuk tetap diupayakan nyata, aktual di diri umat, lingkup terdekat umat, salah satunya dengan ruang doa-mu. (Di dalam Dia, kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh, Ef 2:22.)
Mungkin belum 100% umat membentuk ruang doanya, baik sebelum pandemi (misal dengan alasan bisa ke gereja), atau pada saat pandemi ini. Namun dukungan ruang doa dapat menjadi salah satu faktor penting dalam memelihara aktualisasi iman umat, keluarga, atau komunitas secara pribadi di tengah pandemi ini. Merujuk pada teladan Santo Alfonsus Maria de Liguori “jika kamu berdoa, kamu dapat menyelamatkan jiwamu; jika kamu tidak berdoa, kamu dapat kehilangan jiwamu”, menekankan pentingnya doa, terutama dalam keluarga karena pada zamannya banyak keluarga menghadapi tantangan berat. Dalam hal ini, situasi pandemi, merupakan salah satu tantangan zaman (kita) terhadap aktualisasi iman Kristiani.
Mewujudkan dan mengaktifkan ruang doa kita, keluarga kita, atau komunitas kita, merupakan salah satu alternatif agar kegiatan meng”gereja” kita tetap nyata di tengah pandemi ini meskipun secara terbatas. Sedemikian rupa ruang doa itu merupakan ungkapan masing-masing umat. Aspek fisik cenderung mempengaruhi bentukan (fisik) ruang doa, mengingat manusia memiliki kecenderungan berkaitan dengan bentukan fisik, namun aspek psikis paling utama untuk diperhatikan.
Misal ruang doa, suatu ruang semi-terbuka (semi-outdoor) yang tenang di rumah kita atau salah satu kerabat komunitas kita, bertaman/tanaman asri dengan gemericik air terjun mini, dan penempatan patung Bunda Maria dan/atau (salib) Yesus, lilin, bahkan hingga bunga dan hal-hal penunjang lain yang mana kesemuanya mampu menunjang kita untuk bertekun dalam doa dan mengaktualisasi “gereja” di tengah kita di tengah pandemi ini. Atau, jika tidak ada ruang memadai pun dapat diupayakan set benda-benda rohani dan fasilitas penunjang doa pada suatu meja/dudukan/sudut di tempat tinggal kita, selain menunjang kita untuk bertekun dalam doa, juga mewujudkan “gereja” kecil setiap saat kita kangen “gereja” di tengah pandemi ini, hingga mendukung misa online, rosario online, atau pertemuan pendalaman iman bersama secara online, bahkan mungkin pertemuan online komunitas/kategorial gereja yang diikuti dengan menggunakan fasilitas/dukungan ruang doa-mu, “gereja” kecil di tengah pandemi. (Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?, 1Kor. 3:16).
Andrey Mario Wahyu, umat Katolik di Jakarta.

Masker, Pelanggaran Kehendak Bebas?

Oleh: Darian Mulyana
Beberapa bulan terakhir, seluruh dunia dilanda pandemi covid-19. Pandemi ini memaksa kita untuk menaati berbagai protokol kesehatan. Salah satu protokolnya adalah menggunakan masker. Walaupun terbukti secara ilmiah menghambat laju penyebaran covid-19, protokol ini ditolak oleh sebagian orang karena menganggapnya sebagai pelanggaran atas kehendak bebasyang diberi Tuhan. Kehendak bebas merupakan salah satu hal yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain. Lantas, apakah benar bahwa menggunakan masker berarti menolak pemberian Tuhan?
“Manusia itu berakal budi dan karena ia citra Allah, diciptakan dalam kebebasan, ia tuan atas tingkah lakunya” (St. Ireneus, Against Heresies/Adv. Haeres. 4,4,3).
Pertama, kita harus ingat bahwa selain kehendak bebas, Tuhan juga memberikan manusia akal budi untuk berpikir dan hati nurani untuk menentukan benar dan salah. Ketiga hal tersebut harus digunakan secara bersama.
Sebagai seorang mahasiswa kedokteran, saya sungguh mengerti pentingnya kepaduan ketiga hal tersebut. Seorang dokter yang hanya memiliki hati nurani dan kehendak bebas tidak akan bisa mengobati pasiennnya 100% karena ia kurang dalam segi akal budi atau pengetahuannya. Seorang dokter yang hanya memiliki akal budi dan kehendak bebas akan memeras pasiennya dari segi biaya dan melakukan perbuatan-perbuatan keji. Begitu juga seorang dokter yang hanya memiliki akal budi dan hati nurani tanpa kehendak bebas. Dokter tersebut tidak bisa melakukan apapun pada pasien karena ia dibatasi pergerakannya.
Melalui akal budi, kita tahu bahwa menggunakan masker menekan laju penyebaran covid-19. Virus covid-19 menyebar melalui droplet-droplet di udara. Masker membantu kita tidak terkena droplet-droplet tersebut. Melalui hati nurani, kita tahu bahwa menggunakan masker adalah hal yang benar untuk dilakukan. Dengan tidak terinfeksi covid-19, kita memberi ruang bagi para tenaga medis untuk menyelamatkan yang membutuhkan.
Kehendak bebas yang diberi oleh Tuhan merupakan kebebasan yang bertanggung jawab pada diri sendiri, sesama, lingkungan, dan Tuhan sendiri. Oleh sebab itu, marilah kita membiasakan untuk menggunakan masker sebagai cerminan dari citra Allah.
Penulis merupakan mahasiswa semester satu Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.

Terbaru

Populer