Home Blog Page 11

RENUNGAN HARI MINGGU BIASA II, 19 Januari 2025

Bacaan Pertama, Yes 62:1-5

‘Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh. Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh Tuhan sendiri.

Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan Tuhan dan serban kerajaan di tangan Allahmu. Engkau tidak akan disebut lagi ”yang ditinggalkan suami”, dan negerimu tidak akan disebut lagi ”yang sunyi”, tetapi engkau akan dinamai ”yang berkenan kepada-Ku” dan negerimu ”yang bersuami”, sebab Tuhan telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami.

Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu. ‘

Bacaan Kedua, 1Kor 12:4-11

Saudara-saudara, ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. ‘

Bacaan Injil, Yoh 2:1-11

‘Pada waktu itu ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: ”Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: ”Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”

Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: ”Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu:

”Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: ”Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.”

Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu – dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya – ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: ”Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. ‘

Renungan Singkat

Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu. 

Dalam teologi Perjanjian Lama, relasi intim antara Allah dengan manusia sering digambarkan dalam bentuk pernikahan. Contohnya bisa kita lihat dalam teks di atas, ayat terakhir dari perikop Bacaan Pertama hari ini dari Kitab Yesaya. Pasangan Israel adalah Allah sendiri yang tidak akan membiarkan mereka ‘tidak bersuami” atau ‘yang ditinggalkan’. Tidak akan ada yang ditinggalkan. 

Pemahaman di atas membantu kita untuk melihat lebih dalam apa yang terjadi pada kisah Mukjizat perkawinan di Kana di Galilea. 

Seperti lazimnya sekarang, dulu perkawinan juga erat dengan pestanya. Bisa jadi pesta perkawinan dilaksanakan dalam durasi waktu yang lama, bisa satu minggu baik dua minggu. Itu karena undangan datang dari jauh memakan waktu lama untuk sampai ke tempat pesta. Maklum belum ada taksi online atau ojol. Pesta harus terus berlangsung sementara undangan datang silih berganti. Makanan perlu disediakan terus. Dan dalam kasus kisah ini anggur pesta tidak boleh habis. Kalau habis, undangan yang datang belakangan tidak dapat menikmati pesta yang sama seperti undangan-undangan yang terdahulu. 

Ternyata, persediaan anggur menipis. Pesta terancam bubar sebelum waktunya. Masih banyak undangan yang akan datang. Apakah masih tersedia anggur untuk mereka juga? Bunda Maria meminta Yesus untuk berbuat sesuatu. Yesus menjawab bahwa saat-Nya belum tiba. Dalam injil Yohanes, kata “saat” menjadi penting. “Saat” menunjuk pada pengorbanan diri-Nya sehabis-habisnya di kayu salib. Bandingkan dengan Yoh 13:1,

‘Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya. ‘

Maria meminta Yesus menyediakan anggur minuman, dalam arti sebenarnya. Sementara Yesus, mungkin, memaknai anggur sebagai darah-Nya yang tercurah di salib. Pantas Yesus bilang, “Mau apa engkau daripada-Ku, Ibu? Saat-Ku belum tiba”. 

Tapi bagi saya sendiri Kisah ini memuat banyak sekali simbol. Dan salah satu yang membuat saya terkesan adalah: bahwa Yesus hadir di sana, sebagai penolong pesta, yang tidak terlihat. Supaya para undangan yang datang belakangan bisa ikut menikmati anggur, bahkan yang terbaik. Siapa undangan yang datang belakangan? Dalam teks-teks KS lain, undangan yang terakhir sering diasosiasikan kepada para pendosa, pemungut cukai, pelacur dan mereka yang tersingkirkan di masyarakat. Yesus dan Maria merubah air menjadi anggur, agar golongan yang ‘terakhir’ di masyarakat itu pun bisa menikmati pesta yang sama. 

Paulus mengatakan, bahwa kita sebagai anggota Gereja dianugerahi macam-macam karunia untuk pertumbuhan pelayanan Gereja. Rupa-rupa pelayanan tapi satu Roh. namun kadang, Roh penyemangat kita sebagai pembuat ‘pesta” karya baik apapun di Gereja kadang-kadang besar di awal, tapi habis di akhir. Kita butuh Yesus dan Maria agar kita memiliki energi yang sama dari awal sampai akhir. Karena terkadang mereka yang terlupakan justru datang di akhir, dan kita harus siap menyambut mereka juga. 

Jadi, kamu gimana?

RA

 

 

RENUNGAN HARI RAYA PESTA PEMBAPTISAN TUHAN, Minggu 12 Januari 2025

Bacaan Pertama, Yes 40:1-5.9-11
Beginilah Firman Tuhan, “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya.

Ada suara yang berseru-seru: ”Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk Tuhan , luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, Tuhan sendiri telah mengatakannya.

Dan terdengarlah suatu suara, “Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: ”Lihat, itu Allahmu!” Lihat, itu Tuhan Allah, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati. ‘

Bacaan Kedua, Titus 2:11-14; 3:4-7
Saudaraku terkasih, sudah nyatalah kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua orang. Kasih karunia itu mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.

Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita. ‘

Bacaan Injil, Luk 3:15-16.21-22
Ketika Yohanes tampil di Sungai Yordan banyak orang sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias, Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: ”Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: ”Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” ‘

Renungan Singkat

Dalam kalender liturgi, Pesta Pembaptisan Tuhan menjadi penutup dari rangkaian perayaan liturgi meriah seputar natal yang telah kita lalui. Dalam tradisi Gereja, baptisan seringkali disebut juga kelahiran kedua. Kelahiran pertama kita dapat saat lahir lewat air ketuban dan keluar dari rahim ibu. Kelahiran kedua kita alami juga dari air, air suci dalam roh kudus, yang melahirkan kita kembali dalam Roh. Roh yang mana. Roh yang sama seperti yang hadir dalam pembaptisan Yesus di Sungai Yordan. 

Lantas apakah Yesus baru menerima Roh Kudus saat dibaptis? Pertanyaan ini juga keliru, sebab Kristus sejak dikandung pun sudah bersama Roh Kudus. Bahkan sudah bersama Roh Kudus sejak awal mula segala sesuatu. Lalu apa makna pembaptisan Yesus bagi kita? Pembaptisan Yesus membuka aliran rahmat Roh Kudus dan pengangkatan sebagai anak Allah – bagi siapapun yang memberi dirinya dibaptis dengan cara dan iman yang sama. 

Ketika setiap orang dibaptis dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus, pada saat itu seseorang menjadi Anak Allah Bapa di surga, Kristus sang Putra adalah sahabat-Nya, dan dianugerahi Roh Kudus dalam hidupnya. 

Nah, selanjutnya adalah bagaimana kita yang telah menerima anugerah besar itu hidup seturut dengan apa yang telah kita terima dan tidak menjadikannya sia-sia. Dalam surat pastoralnya, Rasul Paulus berpesan, 

….Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita… ‘

oleh karena itu… 

… kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini ….

Jadi, kamu gimana?

RA

RENUNGAN HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN, Minggu 5 Januari 2025

Wisemen from the East gave gifts of gold, frankincense and myrrh.

Bacaan Pertama, Yesaya 60:1-6

Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.

Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan.
‭‭
Bacaan Kedua, Efesus 3:2-3.5-6

Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu, yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.”

Bacaan Injil, Matius 2:1-12

Pada zaman pemerintahan Raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya: ”Di manakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”

Mendengar hal itu terkejutlah raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

Mereka berkata kepadanya: ”Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.”

Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.

Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: ”Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.”

Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”

Renungan Singkat

Di seputar Kelahiran Yesus, tanda-tanda hadir. Bagi para gembala, kabar gembira kelahiran Yesus diberikan oleh Malaikat dengan kata-kata yang jelas dan lugas. Kemudian para gembala menanggapi kabar itu dengan bergegas pergi ke Yerusalem. Namun, lain halnya bagi pada majus dari Timur. Tidak ada malaikat, tidak ada berita, tidak ada suara bagi mereka. Hanya ada cahaya bintang, yang terangnya tidak biasa, dan mereka dapat lihat dari kejauhan. Bintang yang tidak biasa itulah yang membuat para majus datang dari Timur ke Yerusalem. Mereka datang, mencari… dan menemukan Yesus di Betlehem. 

Penampakan Tuhan dalam setiap hidup manusia memiliki sentuhan personal. Bisa jadi, bagi satu orang Tuhan menampakkan dirinya melalui pengalaman diampuni. Bagi orang yang lain saat dia menghadiri kebangunan rohani katolik, atau semacamnya. Bagaimana mana pun bentuk dan cara Tuhan mau menampakkan dirinya kepada kita, yang dituntut adalah sikap terbuka dan peka, serta mau datang, mencari dan menemukan Tuhan dalam tanda-tanda sederhana. 

Jadi kamu gimana?

RA
‭‭

DOWNLOAD Teks Hymne Tahun Yubileum 2025: Peziarah Pengharapan (Teks Not Angka)

 

DOWNLOAD Teks Hymne Tahun Yubileum 2025: Peziarah Pengharapan (Teks Not Angka)

DOWNLOAD BAHAN TAHUN YUBILEUM 2025 DAN ARDAS – APP 2025

Download Panduan Umat, Panduan Tahun Yubileum, Panduan Umat KAJ, Tahun Yubileum 2025, Panduan Yubileum KAJ, Download Panduan Yubileum, KAJ Tahun Yubileum, Panduan Umat Tahun Yubileum, Panduan Umat 2025, Yubileum 2025 KAJ, Download TPE, Tata Perayaan Ekaristi, Pembukaan Tahun Yubileum, Pemberkatan Porta Sancta, Download Panduan Misa Tahun Yubileum KAJ, Download Logo Ardas 2025, Download Logo APP 2025, Logo APP 2025, Logo Ardas 2025

BAHAN-BAHAN DI BAWAH INI AKAN SELALU DI UPDATE

BAHAN TAHUN YUBILEUM 2025

  1. LOGO YUBILEUM 2025
  2. PANDUAN UMAT TAHUN YUBILEUM 2025
  3. TATA PERAYAAN EKARISTI PEMBUKAAN TAHUN YUBILEUM 2025

BAHAN ARDAS DAN APP 2025

  1. LOGO ARDAS APP 2025

 

DOWNLOAD TATA PERAYAAN EKARISTI (TPE) Pembukaan Tahun Yubileum Pemberkatan Porta Sancta

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN

Pembukaan Tahun Yubileum Pemberkatan Porta Sancta
Peziarah Pengharapan

Pembukaan Tahun ArDas KAJ 2025

Kepedulian Lebih Kepada Saudara-Saudari yang Lemah dan Miskin

DOWNLOAD TATA PERAYAAN EKARISTI (TPE) Pembukaan Tahun Yubileum Pemberkatan Porta Sancta

TPE YUBILEUM KAJ FINAL

DOWNLOAD PANDUAN UNTUK UMAT KAJ DALAM TAHUN YUBILEUM 2025

Download Panduan Umat, Panduan Tahun Yubileum, Panduan Umat KAJ, Tahun Yubileum 2025, Panduan Yubileum KAJ, Download Panduan Yubileum, KAJ Tahun Yubileum, Panduan Umat Tahun Yubileum, Panduan Umat 2025, Yubileum 2025 KAJ

BULLA SPES NON CONFUNDIT

APA ITU YUBILEUM ?

Paus Fransiskus berharap:

“Semoga Tahun Yubileum ini menjadi kesempatan bagi semua umat Allah untuk berjumpa dengan Kristus, yang adalah “Pintu” keselamatan kita (Yoh 10:7-9) dan “Sumber Pengharapan” (1 Tim 1:1) Tahun “Yobel” dalam tradisi Yahudi adalah Tahun kelimapuluh dan pelaksanaannya berdekatan dengan perayaan Tahun Perdamaian. Tahun Yobel identik dengan pembebasan para budak, dan pembebasan hutang (Bdk. Imamat, 25).

Pada Tahun 1470 Paus Paulus II mengubahnya menjadi perayaan setiap 25 tahun meskipun Paus dapat mengadakan Tahun Yubileum Luar Biasa, seperti pada Tahun Kerahiman 2016. Dalam tradisi Katolik, Tahun Yubileum merupakan waktu untuk pembaruan spiritual, penebusan dosa, dan perbuatan amal kasih.

DOWNLOAD PANDUAN UNTUK UMAT KAJ DALAM TAHUN YUBILEUM 2025

RENUNGAN MINGGU PESTA KELUARGA KUDUS: Yesus, Maria dan Yusuf – 29 Desember 2024

 

Bacaan Pertama, 1Sam 1:20-22.24-28

Setahun sesudah mempersembahkan kurban di Silo mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: ”Aku telah memintanya dari pada Tuhan.” Lalu Elkana, suami Hana, pergi dengan seisi rumahnya mempersembahkan korban sembelihan tahunan dan korban nazarnya kepada Tuhan. Tetapi Hana tidak ikut pergi.

Katanya kepada suaminya: ”Nanti apabila anak itu cerai susu, aku akan mengantarkan dia, maka ia akan menghadap ke hadirat Tuhan dan tinggal di sana seumur hidupnya.”

Setelah Samuel disapih oleh ibunya, ia dihantar ke rumah Tuhan di Silo, dan bersama dia dibawalah: seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah Tuhan di Silo. Waktu itu Samuel masih kecil betul. Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli.

Lalu Hana berkata kepada Eli: ”Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada Tuhan. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan.” Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada Tuhan.”

Bacaan Kedua, 1Yoh 3:1-2.21-24

Saudara-saudaraku terkasih, Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.

Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”

Bacaan Injil, Luk 2:41-52

Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu. Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka. Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.

Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka. Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya. Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: ”Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”

Jawab-Nya kepada mereka: ”Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka. Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”

Renungan Singkat.

Saudara-saudari, kita merayakan Pesta Keluarga Kudus Nazaret, Yesus, Maria dan Yusuf. Sabda Tuhan hari ini mengisahkan dua kisah keluarga, Kisah Keluarga Hana, Elkana dan Samuel. Serta kisah keluarga Maria, Yusuf dan Kanak Yesus. 

Dalam bacaan pertama dikisahkan tentang kegembiraan yang dialami pasangan suami istri Hana dan Elkana. Setelah berdoa, dan mempersembahkan kurban setahun lamanya, doa pasangan ini untuk mendapatkan keturunan akhirnya dijawab oleh Allah. Mereka dikaruniai anak yang akan dinamakan Samuel. Kita tau Samuel, nabi yang akan diutus oleh Tuhan untuk mendampingi Israel. Dalam ungkapan syukur tersebut, Hana mempersembahkan kembali Samuel kepada Allah, agar membaktikan diri kepada Tuhan saja. Kita cermati kata-kata Hana kepada Eli saat itu,

Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan Tuhan telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada Tuhan; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada Tuhan.”

Anak adalah anugerah dari Tuhan bagi pasangan suami istri, yang menjadikan mereka ayah dan ibu, sebagai orangtua. Orangtua dipercayakan oleh Tuhan untuk berpartisipasi dalam proses kembang tumbuh sang anak. Maka orangtua pun dipanggil untuk membawa sang anak juga untuk mengenali Allah dan kebaikan-kebaikan-Nya. 

Maria dan Yusuf sebagai orang tua juga belajar bertumbuh memahami Yesus. Yesus kecil memutuskan tinggal di Yerusalem dan berada di rumah Bapa-Nya. Hal ini membuat Maria dan Yusuf kelimpungan dan tidak mengerti maksud dari kejadian itu. Namun Yesus taat kepada keluarga ini sampai pada saat-Nya tiba. Sementara itu ia terus tumbuh dalam keluarga ini, bertambah besar kuat hikmat-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. 

Keluarga, pada akhirnya adalah sarana – seperti sekolah –  bagi setiap anggota di dalamnya bertumbuh mencapai kesempurnaan kekudusan. Interaksi hubungan di dalamnya perlu diusahakan sedemikian rupa sehingga masing-masing anggotanya dapat belajar berperan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing dalam keluarga dengan baik. Setiap anggota dengan rendah hati mau terus belajar dan memperbaiki diri dalam dinamika berkeluarga. 

RA. 

Siaran Pers Hari Natal 25 Desember 2024 Keuskupan Agung Jakarta

Siaran Pers Hari Natal 2024
Dalam Press Conference Keuskupan Agung Jakarta , 25 desember 2024

DOWNLOAD PDF

Siaran Pers Hari Natal 25 Desember 2024

Keuskupan Agung Jakarta

Terbaru

Populer