
Keluarga-keluarga yang terkasih,
Memasuki Tahun Yubileum Luar Biasa Kerahiman Allah sungguh membuat kita menjadi sadar, betapa Gereja ingin mendekatkan kita dengan Allah tanpa batas waktu dan dengan murah hati menyampaikan betapa Allah sudah ingin membagikan berkat-Nya meskipun waktunya belum tiba menurut hitungan manusia. Tahun yubileum menjadi tahun yang membawa syukur, sebab Allah berkenan segera mengunjungi umat-Nya!
Apakah sejauh ini kita merasa ada Allah yang mendekati kita dengan kasih-Nya? Apakah kerahiman Allah itu begitu terasa dan mempengaruhi hidup keluarga kita sehari-hari? Dengan cara yang paling sederhana kita ingin merasakan kerahiman Allah ini dalam hidup sehari-hari. Batin kita sungguh rindu didekati Allah. Menghadapi persoalan menjadi lebih ringan kalau Allah terasa begitu dekat dan menyentuh kita.
Dunia tidak mendekatkan kita kepada Allah. Dunia mengarahkan kita pada kekuatan kita sendiri. Dengan berbagai kekuatan dan kehebatan teknologi dan penemuan, kita semakin diingatkan bahwa kita mempunyai daya dan kekuatan yang semakin hebat, seakan-akan kita dapat melakukan semuanya sendiri. Kebanyakan penemuan dan pemikiran mengarahkan kita bukan pada kesadaran sebagai makhluk ciptaan, melain kepada kemampuan yang terus dapat digali dan dikembangkan sehingga kita bahkan dapat mengabaikan kenyataan lain: manusia itu terbatas, dan batasnya adalah kemahakuasaan Allah.
Sehebat apapun kita dalam hidup ini. Semakmur apapun hidup kita, tetaplah kita terbatas pada situasi yang tak kita mengerti. Kita masih dapat merasa sakit. Kita dapat terhibur oleh hal-hal yang tak masuk akal; kita masih rindu cinta kasih yang tak terbayar dengan apapun juga; bahkan hati kita dapat berkobar karena pengalaman diterima dan dimengerti. Sehebat apapun kita, kita masih akan mengalami rasa sakit, rasa sedih, dan dan seringkali rasa sepi di tengah-tengah perasaan mahabisa kita itu.
Syukurlah Allah itu Pribadi yang Mahasabar. Ia mengerti bahwa kita terbatas, juga terbatas pengetahuan rohani kita. Kepongahan kita sering kali diatasi dengan pengalaman-pengalaman sederhana yang mengantar kita sampai pada kesadaran bahwa kita terbatas. Ada banyak hal yang kita tidak bisa dan hanya Allah yang bisa. Keluarga kita pun dilanda pengalaman berjuta tentang Allah yang baik ini. I Yoh.5:3 mengatakan, “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,..”
Saat menekuni pekerjaan saya sebagai seorang pemerhati dan pelayan pastoral keluarga, sering saya merasa tidak berdaya . Tidak sedikit masalah tampak tak mungkin ditangani dan mustahil diperbaiki atau disembuhkan, karena luka yang terlalu dalam dari pihak yang satu kepada pihak lain dalam keluarga. Perselingkuhan yang menahun, anak yang terkena KDRT, isteri yang ditinggal kawin lagi suaminya, atau kemiskinan yang memukul ekonomi keluarga. Saya tidak berdaya. I Kor.2:5 mengingatkan saya, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.
Tetapi ketika Tuhan mengingatkan, “Mengapa harus kamu yang menyelesaikan?” Saya jadi merasa malu. Sebagai seorang pemerhati yang mendapat pendidikan khusus, saya sungguh tidak berdaya. Saya tidak mungkin hanya menerapkan ilmu-ilmu yang saya peroleh dalam setiap kasus yang kadang mengerikan. Di tengah proses konseling, kadang saya merasa gamang, tidak yakin, bahwa kata-kata saya ada gunanya. Sering justru saya merasa kagum “Betapa kuatnya orang ini?!!!”
Hidup kita tidak ditentukan seberapa besar penderitaan menerpa. Kita tidak dibatasi oleh seberapa banyak kesedihan memukul kita. Akan tetapi kita hidup dari iman akan Allah yang tidak menjanjikan hidup yang selalu menyenangkan hanya untuk membuktikan bahwa Dia ada. Inilah janji itu, Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. (I Pet.II:19). Percaya berarti tetap bertekun meski pengalaman terasa pahit dan menantang.
Dalam pertanyaan itu, saya menemukan Allah Yang Maharahim bekerja. Hati saya begitu bahagia menyaksikan beberapa pasangan kembali bersama. Saya merasa lega karena mereka tidak hanya mendengarkan saya, tetapi lebih mendengarkan suara hati yang baik yang Allah berikan kepada mereka. Saat itulah saya menjadi semakin sadar, semua ini adalah karya kerahiman Allah yang begitu besar buat keluarga-keluarga itu dan saya. Puji Tuhan!
Seandainya keluarga-keluarga berkenan didampingi oleh Allah secara pribadi dan seandainya mereka menyediakan diri untuk dihibur oleh Allah dalam retret dan rekoleksi keluarga, saya percaya mereka akan melihat betapa baiknya Allah kita. Kekurangan kita bukanlah iman, melainkan waktu. Kita kurang waktu bercengkrama dengan Pencipta kita. Keterbatasan kita hanya dapat didobrak melalui pengenalan akan kehendak Allah yang tersembunyi. Berdoa, berbicara dengan Allah melalui waktu suci, akan dapat membuat kita mengenali suara suci itu dalam hati nurani kita.
Allah Yang Maharahim itu masih ada. Ia masih membisikkan kata-kata cinta kepada kita. Ia masih memperdengarkan suara-Nya dalam kebisingan hidup sehari-hari. Lihatlah betapa baiknya Tuhan! Percayalah kepada Tuhan, meskipun dunia mendesakmu untuk hanya terikat padanya (pada dunia). Kebingungan telah menelantarkan hidup sejati kita di hadapan Allah. Kesibukan bisa menjadi alat setan untuk mengesampingkan hati kita mendengar “suara KASIH” dari Allah yang rindu diajak turut campur tangan.
2 Timotius 1:7 mengatakan, Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Setan hanya mengarahkan kita pada ketakutan dan kekuatiran yang tidak menyelesaikan apa-apa, tetapi perasaan dekat dengan Allah meneguhkan kita, bahwa kita mempunyai Allah Yang Kuat dan Maharahim.
Keluarga-keluarga terkasih, mari mengembalikan iman. Marilah menyerahkan seluruh keluarga kepada Allah. Jangan biarkan iman kita dibiarkan merana dalam kegalauan dunia yang tak tentu arahnya. Berikan waktu kita untuk Tuhan barang sejenak. Ikutlah Ekaristi dengan sungguh hati dan gembira, ajaklah seluruh keluarga mengalami Allah yang datang. Semoga dunia menjadi lebih baik mulai dari diri kita dan orang-orang yang kita kasihi dalam keluarga.
Salam Keluarga Kudus
Alexander Erwin MSF
Komisi Kerasulan Keluarga KAJ
Gedung Karya Pastoral
Jl. Katedral 7
Jakarta10710
SURAT KELUARGA MARET 2016: “KERAHIMAN ALLAH BERLIMPAH UNTUK KELUARGA KITA”
Orang Muda Katolik HADIRILAH merayakan: “GEMBIRA DENGAN PERBEDAAN”
Indonesian Youth Day 2016
Free and Limited Seat
Orang Muda Katolik diundang untuk merayakan:
“GEMBIRA DENGAN PERBEDAAN”
Minggu, 21 Feb 2016, Pk. 09.00-13.00 WIB
di Aula D, Kampus Unika Atma Jaya
Jl. Jend Sudirman No. 51, Jakarta
Registrasi: komisikepemudaankwi@gmail.com
Kontak: Monica (0813.163.99922); Gerald (0818.912.912)
www.OrangMudaKatolik.Net
Jadwal Rabu Abu 10 Feb 2016 KAJ
Jika ada yang kurang mohon melengkapi
melalui Kotak Komentar dibawahnya:
Paroki KATEDRAL – pk 06.00 , 08.00 (ursulin), 12.00,17.00, 19.00
Paroki THERESIA – pk 05.45, 07.00, 08.30 (anak sekolah), 12.00, 18.00,20.00
Paroki JL.MALANG – pk 06.00 , 08.00 (anak sekolah), pk 18.00,20.00
Paroki PASKALIS – pk 05.30, 12.00, 17.30, 19.30
Paroki PEJOMPONGAN – pk 06.00, 19.30
Paroki KRAMAT RAYA PK 06.00 , 18.00
Paroki CILANDAK: pkl. 05.30 (Perayaan Ekaristi Harian); pkl. 09.30 (Bahasa Inggris); pkl. 12.00; Sore pkl. 16.30 dan 19.00. ; Kapel Keluarga Nazareth-Wilayah VII pk. 18.30.
Paroki MBK TOMANG : Pkl. 06.00 di Gereja – Umum; Pkl. 08.00 di Gereja – TK, SD, Umum; Pkl. 11.00 di Gereja – SMP, SMA, Umum; Pkl. 16.30 di Gereja – Umum; Pkl 19.00 di Gereja dan Auditorum MBK – Umum; Pkl. 20.00 di Stasi Taman Anggrek dan Apartemen Mediterania 2
Paroki KELAPA GADING: Pk. 06.00; 12.00; 17.00; 19.30; KTG: 06.00; 19.00; P2: 19.00
Paroki KEMAKMURAN BHK: Pkl. 06.00, 12.00, 17.00 dan 19.30
Paroki DUREN SAWIT St. Anna: Pk. 05.15; 08.00; 17.00; 20.00; Stasi St. Yoakhim: 05.30
Paroki TRINITAS: 05.45, 08.30, 17.00
Paroki KEDOYA St. Andreas: Pk. 06.00; 12.00; 16.30; 19.00
Paroki CIKARANG, Ibu Teresa : Pk. 17:00; 19:30
Paroki BEKASI UTARA, Kapel Wisma Asri: Pk. 17.00; 20.00
Paroki BINTARO St. Matius Penginjil : 17.00 ; 19.30
Paroki ST. MARIA IMAKULATA KALIDERES: Pk. 05.45; 08.00; 17.00 ; 20.00
Paroki MANGGA BESAR T. Petrus Paulus: 05:45 , 12:00 , 18:00
Paroki BLOK Q Santa Perawan Maria Ratu: Pk. jam 6, 12, 18, 20 (bhs inggris)
Paroki BIDARACINA St. Antonius Padua : Pk. 5.45; 16.00; 18.00; 20.00
Paroki HSPMTB tangerang : pk 06.00,10.00,12.00, pk 18.00 & 20.00
Paroki Gereja Yohanes Penginjil Blok B: misa 1. 5.15; misa 2. 8.00 (dgn Tarakanita); misa 3. 12.00; misa 4. 17.00; misa 5. 19.00
Gereja Santo Thomas Rasul, Bojong Indah: Pkl 05.45 ; 10.00 ; 12.00 ; 15.00 ;17.00 ; 19.00 dan sekolah Notre Dame Pkl 18.00 ; 20.30
Paroki MKK Meruya: Pk. 05.45, 08.00, 10.00, 16.30, 19.30; 08.00 (di GKI Taman Aries)
Paroki St. Robertus Bellarminus Cililitan Jaktim: 05.30 ; 07.15 (bersama anak sekolah St. Markus) ; 18.00 ; 20.00
Paroki SLIPI Kristus Salvator: Pukul 06:00, 17:00, dan 20:00 WIB
Paroki Keluarga Kudus Rawamangun: pk 05:45; 12:00; 17:00 dan 19:30.
Paroki PASAR MINGGU Keluarga Kudus: Pk. 06.00 , 17.00 dan 19.30
Paroki Ibu Teresa Cikarang : 17.00 ; 19.30
Paroki Salib Suci Cilincing pkl 06.00, 11.00, 18.00
Paroki ST. Arnoldus Janssen Bekasi: Pkl. 06.00, 08.00 (Sekolah Strada), 16.00 (Wilayah Selatan & Sekolah Lusia), 17.00, 19.30
Paroki St. Agustinus Karawaci, Tangerang
11.00 : Anak Sekolah
17.00 ; 19.00
PAROKI ST KRISTOFORUS GROGOL:
Pkl. 05.30 ; pkl 08.00 ; pkl 10.00 ; pkl 12.00 ; pkl 16.30 ; pkl 18.30.
STASI ST POLIKARPUS :
Pkl 06.00 dan pkl 19.00
Paroki Alam Sutera, Gereja Santo Laurensius
05:45 12:00 17:00 20:00
Sampoerna Strategic Square
Atrium, Lantai Dasar
Jl. Jend. Sudirman
12:00
Paroki Kampung Sawah, St. Servatius, Pondok Gede :
05.00 ; 10.00 ; 18.00
Paroki St. Robertus Bellarminus Cililitan: 05.30 (misa harian); 07.15 (misa sekolah St. Markus); 18.00; 20.00
Unika Atma Jaya, Jakarta : Pk. 07.00, 08.30, 10.00, 12.00, 14.00, 16.00, 18.00
Paroki SUNTER – St. Lukas: Pk. 05.00 dan 07.00; 17.00 dan 20.00
Paroki KOSAMBI St. Matias rasul: Pk. 05.45, 08.00, 17.00, 19.30
SURAT GEMBALA TAHUN SUCI LUAR BIASA KERAHIMAN ALLAH
(Disampaikan sebagai pengganti khotbah, pada Misa Sabtu/Minggu, 12/13 Desember 2015)
“KERAHIMAN YANG MEMERDEKAKAN”
Para Ibu dan Bapak, Suster, Bruder, Frater,
Kaum muda, remaja dan anak-anak yang terkasih dalam Kristus,
1. Pada perayaan syukur dua tahun diangkat sebagai pimpinan tertinggi Gereja (13 Maret 2015), Paus Fransiskus mengumumkan tahun 2016 sebagai Tahun Suci (=Yubileum) Luar Biasa Kerahiman Allah. Tahun Suci ini dimulai pada tanggal 8 Desember 2015 (Pesta Maria dikandung tanpa noda dan peringatan 50 tahun penutupan Konsili Vatikan II) dan akan berakhir pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, tanggal 20 November 2016. Pemakluman resmi dilakukan oleh Paus Fransiskus pada Hari Minggu Kerahiman Ilahi, 11 April 2015, dengan mengeluarkan bulla yang berjudul “Misericordiae Vultus” (=Wajah Kerahiman).
2. Tahun Suci berasal dari tradisi Perjanjian Lama. Setiap lima puluh tahun, Tahun Suci dirayakan untuk mengembalikan keseimbangan hidup bersama sebagai Umat Allah. Pada tahun itu semua warga Umat Allah yang menjadi hamba harus dibebaskan, semua tanah yang dijual harus dikembalikan kepada pemiliknya, semua hutang dihapus. Gereja mengambil alih tradisi ini dan sejak tahun 1475, atas penetapan Paus Paulus II, merayakannya setiap 25 tahun. Tahun Suci Biasa terakhir kita rayakan pada tahun 2000, ketika umat manusia memasuki milenium yang ketiga. Selain Tahun Suci Biasa, Gereja juga merayakan Tahun Suci Luar Biasa. Tahun Suci Luar Biasa terakhir kita rayakan pada tahun 1983, untuk mengenangkan seribu sembilan ratus lima puluh tahun karya penebusan Kristus.
Saudari/saudara yang terkasih,
3. Pada tanggal 25 Desember 2005, Paus Benediktus XVI mengeluarkan ensiklik berjudul “Allah Adalah Kasih”. Salah satu tujuan penulisan ensiklik itu dinyatakan dalam bagian pengantar, yang antara lain mengatakan, “Dalam dunia, di mana nama Allah kadang-kadang dikaitkan dengan balas dendam atau bahkan kewajiban akan kebencian dan kekerasan, pesan ini (=Allah adalah Kasih) amat aktual dan mengena” (no. 1). Pertanyaannya, apa alasan yang mendorong Paus Fransiskus untuk memaklumkan tahun 2016 sebagai Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah? Jawaban atas pertanyaan ini rupanya harus dicari dalam bulla pemakluman Tahun Suci Luar Biasa dan dalam tindakan-tindakan simbolik yang dilakukan oleh Paus Fransiskus seperti yang dapat kita saksikan dalam tayangan media massa dan media sosial akhir-akhir ini.
3.1. Dalam bulla pemakluman Tahun Suci Luar Biasa ini, Paus antara lain menyatakan, “Janganlah jatuh ke dalam pola pikir yang mengerikan, yang beranggapan bahwa kebahagiaan bergantung pada uang dan bahwa, dibandingkan dengan uang, semua yang lain tidak ada nilai atau martabatnya. … Kekerasan yang ditimpakan kepada orang lain demi menimbun kekayaan yang berlumuran darah tidak akan mampu membuat seorang pun berkuasa atau tidak mati” (MV no. 19.1). Paus juga menyinggung gejala korupsi dan menulis, “Luka-luka bernanah (akibat korupsi) ini merupakan dosa berat yang berteriak keras ke surga untuk mendapatkan pembalasan, karena luka itu merongrong dasar-dasar kehidupan pribadi dan masyarakat. Korupsi membuat kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan, karena kerakusannya yang lalim itu menghancurkan harapan-harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang yang paling miskin di antara kaum miskin. Korupsi adalah …. skandal publik yang berat” (MV no. 19.2).
3.2. Sejak awal pelayanannya sebagai pimpinan tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus melakukan amat banyak tindakan simbolik. Salah satunya pada tanggal 8 Juli 2013, Paus mengadakan perjalanan pertama ke luar kota Roma. Yang ia tuju adalah Pulau Lampedusa di Italia Selatan. Ia pergi ke sana setelah mendengar banyak kaum imigran mati dalam usaha menyeberang laut dari pantai Afrika. Di tempat itu ia mengkritik “globalisasi sikap tidak peduli – yang disebabkan oleh budaya kenikmatan” dan menunjukkan keberpihakan kepada kaum imigran. Ia mempersembahkan misa dengan piala yang dibuat dari kayu yang diambil dari perahu rusak yang pernah membawa imigran dari Afrika menuju pulau itu. Banyak dari antara mereka yang naik perahu itu tidak pernah mencapai tujuan. Altar yang dipakai adalah kapal kecil yang sedikit dicat. Tempat upacara adalah lapangan yang menjadi tempat penampungan para pengungsi itu. Dia juga menaburkan bunga ke pantai untuk mengenang orang-orang yang mati di laut. Upacara ini disiarkan ke seluruh dunia dan diharapkan dapat “mengusik” suara hati sekian banyak pemirsa. Ketika ia mendengar bahwa ada satu pabrik di Bangladesh yang terbakar – pabrik baju yang dikirim dengan merek Eropa – dialah yang pertama kali memperhatikannya, sambil mengkritik banyaknya perusahaan yang memperlakukan buruh sebagai “pekerja budak”.
4. Di tengah-tengah keadaan dunia yang seperti inilah, Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk memperdalam pemahaman dan keyakinan kita bahwa Allah adalah Maharahim, mengalaminya secara pribadi, menjalankan pertobatan dan mewujudkan pertobatan itu dalam kehidupan yang nyata.
4.1. Bulla pemakluman Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah berjudul “Wajah Kerahiman”. Kerahiman Allah dialami melalui tindakan-Nya yang nyata, sebagaimana diwartakan oleh Nabi Zefanya. Pertama, Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atas umat-Nya (3:15). Ia memerdekakan manusia dari belenggu dosa yang menyebabkan manusia tidak lagi mengenal dan mengakui Allah yang seharusnya meraja dalam hidup manusia. Manusia merdeka adalah dia yang menempatkan Allah di atas segala-galanya. Kedua, Ia hadir di tengah-tengah umat-Nya (3:17), kehadiran yang menyatakan belarasa dan kesetiakawanan-Nya. Kehadiran ini mampu memberi arti baru bagi hidup manusia, dan dengan demikian membuatnya menjadi manusia yang merdeka. Ketiga, Ia membarui umat dengan kasih-Nya (3:17). Kehadiran, kasih dan kerahiman-Nya mempunyai daya yang membarui kehidupan dan memerdekakan. Kerahiman Allah itu menjelma dan masuk ke dalam sejarah umat manusia, dalam diri Yesus Kristus. Dialah wajah sempurna kerahiman Allah.
4.2. Pengalaman akan kerahiman Allah ini dengan sendirinya akan mendorong pertobatan dan pembaharuan hidup. Inilah yang ditegaskan oleh Paus Fransiskus dengan mengatakan, “Semoga warta kerahiman menjangkau setiap orang, dan semoga tidak seorang pun acuh tak acuh terhadap panggilan untuk mengalami kerahiman-Nya. Dengan penuh harapan saya menyampaikan undangan untuk bertobat ini kepada orang-orang yang perilaku hidupnya menjauhkan mereka dari rahmat Allah” (MV no. 19).
4.3. Selanjutnya Paus Fransiskus menyebut pihak-pihak tertentu yang secara khusus diundang untuk menjalankan pertobatan, antara lain para pelaku dan organisasi-organisasi kriminal, para koruptor, orang-orang yang menjadikan uang sebagai berhala baru. Kita semua pun diajak untuk bertobat, memperbarui haluan hidup dan mewujudkannya dalam tindakan nyata. Seperti orang banyak di dalam kisah Injil, kita diajak untuk selalu berbagi kehidupan (Luk. 3:10-11); seperti para pemungut cukai kita diundang untuk mengembangkan sikap hidup yang tulus dan jujur dalam menjalankan tugas (ay 12-13); seperti para prajurit kita dituntut untuk tidak pernah menggunakan kekerasan dalam bentuk apapun demi tujuan apapun (ay 14). Apa pun yang baik dapat kita lakukan untuk mewartakan kerahiman Allah yang membaharui kehidupan. Itulah yang kiranya dimaksudkan oleh Rasul Paulus dengan mengatakan “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang” (Flp. 4:5).
5. Marilah kita sambut dengan penuh syukur dan kegembiraan Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, dengan mengikuti anjuran Paus Fransiskus, menanggapi tawaran-tawaran yang disampaikan oleh Panitia Tahun Suci Kerahiman Allah Keuskupan Agung Jakarta, atau secara pribadi maupun bersama menemukan upaya-upaya kreatif yang lain. Semoga semua upaya kita membantu kita untuk semakin memahami dan mengalami kerahiman Allah yang membarui kehidupan. Salam dan Berkat Tuhan untuk Anda semua, keluarga-keluarga dan komunitas Anda.
† I. Suharyo
Uskup Keuskupan Agung Jakarta
DOWNLOAD SURAT GEMBALA KERAHIMAN ALLAH
ARAH DASAR KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA Tahun 2016 – 2020
Gereja Keuskupan Agung Jakarta sebagai persekutuan dan gerakan umat Allah bercita-cita menjadi pembawa sukacita Injili dalam mewujudkan Kerajaan Allah yang Maha Rahim dengan mengamalkan Pancasila demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan.
Atas dorongan Roh Kudus, berlandaskan spiritualitas inkarnasi Yesus Kristus, serta semangat Gembala Baik dan Murah Hati, umat Keuskupan Agung Jakarta berupaya menyelenggarakan tata-pelayanan pastoral-evangelisasi agar semakin tangguh dalam iman, terlibat dalam persaudaraan inklusif, dan berbelarasa terhadap sesama dan lingkungan hidup.
Melalui tata-pelayanan pastoral-evangelisasi yang sinergis, dialogis, partisipatif dan transformatif, seluruh umat Keuskupan Agung Jakarta berkomitmen untuk:
- Mengembangkan pastoral keluarga yang utuh dan terpadu.
- Meningkatkan kualitas pelayan pastoral dan kader awam.
- Meningkatkan katekese dan liturgi yang hidup dan memerdekakan.
- Meningkatkan belarasa melalui dialog dan kerjasama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan masyarakat yang adil, toleran dan manusiawi khususnya untuk mereka yang miskin, menderita dan tersisih.
- Meningkatkan keterlibatan umat dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.
Semoga Allah Yang Maha Rahim, yang telah memulai pekerjaan baik dalam diri kita, berkenan menyempurnakannya dan Bunda Maria menyertai, menuntun serta meneguhkan upaya-upaya kita.
Logo Tahun “KERAHIMAN ALLAH”
MATERI LOGO HIGHRESOLUTION – BANNER BIRU:
MATERI LOGO HIGHRESOLUTION – BANNER HITAM:

Silahkan Download Juga: Panduan Umum Th Yubileum Kerahiman Allah 2016

















