Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia (P)
Sir.10:1-8; Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7; 1Ptr.2:13-17; Mat. 22:15-21.

Maju Merdeka

Pernak pernik merah putih mewarnai beragam tempat hari hari ini. Sebuah tanda bahwa negara ini sedang merayakan Hari jadinya. Di tiap RW muncul himbauan untuk memasang bendera sejak awal Bulan Agustus. Beragam acara dan perlombaan pun disiapkan menyambut moment kemerdekaan ini. Semua orang bergembira menyambutnya. Di balik kegembiraan, ada harapan untuk mewujudkan mimpi Indonesia yang merdeka seutuhnya.

“Kamu dipanggil untuk kemerdekaan”, menjadi seruan dalam Mazmur tanggapan hari ini. Paulus pun dalam bacaan II menegaskan seruan ini dengan mengatakn, “hiduplah sebagai orang merdeka” (1 Petrus 2:16). Pengingat sekaligus ajakan bagi kita bahwa pada dasarnya, kemerdekaan itu sudah menjadi hal mendasar yang dianugerahkan kepada kita sebagai Anak-anak Allah. Akan tetapi, merdeka dalam kasanah iman bukan hanya soal menang dan tidak tertindas. Sehingga tidak mengherankan bahwa Mazmur tanggapan, menambahkan anak kalimat “maka abdilah satu sama lain dalam cintakasih.” Kalimat ini sedikit kontradiktif, merdeka namun terus hidup dalam pengabdian. Paulus pun juga menambahkan “bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah. Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!” (1 Petr 2:16-17). Kemerdekaan adalah ruang kesempatan untuk mencintai.

Lalu?
Dalam kemerdekaan kita mempunyai tujuan yang sama, menjadi bangsa merdeka dan berdaulat terhormat. Kemerdekaan bangsa hanya bisa tercapai ketika rasa hormat terhadap sesama selalu diagungkan. Dan hal itu terwujud dalam semangat mencintai dalam pengabdian yang tulus.

Dirgahayu RI.
SonyPr

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here