Home Blog Page 4

Download Bahan Bulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta untuk Pertemuan Adven 2025

Alam ciptaan, Pertobatan ekologis, Bulan Keluarga, Adven 2025, Keutuhan alam, Kesadaran ekologis, Persiapan Adven, Keluarga Katolik, ArDas KAJ, Rm. Budiyono MSF, Bahan Bulan Keluarga 2025, Bahan Adven 2025, Download Bahan Bulan Keluarga 2025, Download Bahan, Bahan Panduan Bulan Keluarga 2025, Keuskupan Agung Jakarta, KAJ, Komisi Kerasulan Keluarga, KomKK, Download Bahan Adven 2025

Salam sejahtera bagi kita semua,

Keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta, tema Bulan Keluarga tahun 2025 ini adalah “Alamku Imanku”. Secara umum, tema ini hendak mengajak kita semua untuk memberi perhatian kepada lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan alam ciptaan Tuhan. Tema ini terinspirasi dari rumusan ARDAS Keuskupan Agung Jakarta tahun 2026, yakni “Keutuhan Alam Ciptaan”.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa tema Bulan Keluarga selalu terinspirasi dari rumusan ARDAS KAJ di tahun berikutnya? Hal ini tentu ada kaitannya dengan tujuan dari pembuatan modul Bulan Keluarga (BK). Modul BK dibuat dengan tujuan untuk mengisi permenungan masa Adven di Keuskupan Agung Jakarta yang berlangsung selama 4 minggu. Minggu pertama Adven merupakan awal tahun liturgi dalam kalender liturgi Gereja Katolik. Dengan demikian, ada dua tujuan dari pembuatan modul BK tahun 2025 ini, yakni: pertama, membantu permenungan keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta selama masa Adven untuk membangun pertobatan dalam upaya mempersiapkan diri menyambut kedatangan Kristus. Salah satu bentuk pertobatan yang MENDESAK dan bisa diperjuangkan adalah pertobatan ekologis. Kedua, membangun kesadaran dan menyiapkan keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta untuk bergerak bersama dalam mewujudkan ArDas yang baru di tahun depan, tahun 2026.

Modul ini terbagi dalam 4 topik, yang dimaksudkan untuk menjadi bahan permenungan setiap minggunya selama masa Adven 2025 ini. Alur pembahasannya adalah sebagai berikut:

  1. Minggu pertama merenungkan keutuhan alam ciptaan. Berbicara tentang keutuhan alam ciptaan, kita perlu melihat kembali kehendak Allah ketika menciptakan segala sesuatu dalam keadaan yang baik.

  2. Minggu kedua membahas panggilan asal manusia terhadap alam ciptaan. Manusia dipanggil untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam memelihara alam ciptaan.

  3. Minggu ketiga mengajak kita untuk bersama-sama melihat kenyataan alam sekitar lingkungan atau tempat tinggal.

  4. Minggu keempat menjadi perwujudan nyata dari permenungan minggu pertama sampai minggu ketiga. Di minggu keempat, keluarga-keluarga Katolik di KAJ dipanggil untuk mewujudkan pertobatan ekologis sebagai gerakan bersama. Gerakan bersama itu menjadi upaya untuk menjadikan lingkungan sekitar sebagai tempat yang lebih nyaman untuk ditinggali, tidak hanya untuk kita sekarang, tetapi lebih-lebih untuk generasi penerus, anak-cucu, di masa mendatang.

Besar harapan saya, modul ini bisa membantu keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Jakarta untuk bertumbuh dan bergerak bersama untuk mewujudkan pertobatan ekologis.

Salam penuh Kasih,

ROMO F.A. Budiyono, MSF
Ketua KOMKK KAJ

Download Bahan PDF Bulan Keluarga Keuskupan Agung Jakarta untuk Pertemuan Adven 2025

SILAHKAN KLIK DOWNLOAD

VIDEO PENJELASAN TERKAIT PERTEMUAN-PERTEMUAN BULAN KELUARGA 2025  

Video Pengantar Ketua Komisi Kerasulan Keluarga KAJ, Rm. Budiyono, MSF

 

Video Panduan Pertemuan Pertama (Minggu Ke-1) Bulan Keluarga 2025

 

Video Panduan Pertemuan Kedua (Minggu Ke-2) Bulan Keluarga 2025

 

Video Panduan Pertemuan Ketiga (Minggu Ke-3) Bulan Keluarga 2025

 

Video Panduan Pertemuan Keempat (Minggu Ke-4) Bulan Keluarga 2025

 

HARI RAYA KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM, 23 November 2025

Bacaan Pertama, 2Sam 5:1-3
Sekali peristiwa datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: ”Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.”
Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah. Di Hebron ia memerintah atas Yehuda tujuh tahun enam bulan, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun atas seluruh Israel dan Yehuda.”
Bacaan Kedua, Kol 1:12-20
Saudara-saudara, semoga kamu mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada mendahului dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”
Bacaan Injil, Luk 23:35-43
Ketika Yesus bergantung di salib, pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi mengejek Dia, katanya: ”Orang lain Ia selamatkan, biarlah sekarang Ia menyelamatkan diri-Nya sendiri, jika Ia adalah Mesias, orang yang dipilih Allah.”
Juga prajurit-prajurit mengolok-olokkan Dia; mereka mengunjukkan anggur asam kepada-Nya dan berkata: ”Jika Engkau adalah raja orang Yahudi, selamatkanlah diri-Mu!” Ada juga tulisan di atas kepala-Nya: ”Inilah raja orang Yahudi”.
Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: ”Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: ”Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata: ”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Kata Yesus kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ni juga engkau akan ada bersama-sama Aku di dalam Firdaus.”
RENUNGAN PADAT‭‭
Saudara-saudari, kita sampai pada Minggu Penutup tahun liturgi ini. Gereja merayakan dengan penuh sukacita Kristus Raja Semesta Alam. Dia adalah Raja. Pada tahun C ini kita dibantu oleh Lukas untuk mengenali Raja seperti apa Kristus itu.
Pada Bacaan Pertama, orang-orang Israel mengangkat Daud menjadi Raja di Hebron. Ini diambil berdasarkan perintah Allah sendiri yang memang menghendaki Daud sebagai raja. Raja diyakini sebagai wakil Tuhan di dunia yang memerintah. Allah sendiri yang menghendaki Daud. Meski kita tau, Daud masih berusia muda saat itu. Tiga puluh tahun. Meski demikian, dalam perjalanan kita tau Daud jatuh juga dalam pencobaan. Terjadilah kisah perselingkuhannya dengan Betsyeba, Istri Uria panglima perangnya.
Kita tau juga, setelah Daud, hadir Salomo. Dan setelah Salomo Kerajaan terbagi dua. Kerajaan itu pun hancur, terpecah-pecah karena raja dari pihak manusia melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Maka, kita membutuhkan seorang raja yang selain dikehendaki Allah sendiri tapi juga dengan taat dan setia sampai akhir menjadikan kehendak Allah itu terwujud. Seperti apa yang selalu kita doakan dalam Doa Bapa Kami – “datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah Kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”.
Kristus datang sebagai raja, menggenapi dua unsur itu. Kedatangan-Nya dikehendaki Bapa, sekaligus Dia pula yang menjalankan kehendak Bapa dengan setia sampai pada kepenuhan-Nya.
Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia. Dialah gambar sempurna Bapa – yang tidak kelihatan. Dialah yang sulung, yang pertama dari segala sesuatu, dari-Nya semua diciptakan. Dialah kepala dari segalanya.
Namun demikian, kerajaan yang dihadirkan Yesus berbeda dengan kerajaan dunia ini. Sementara biasanya, raja dunia dilindungi dijaga dan diamankan oleh rakyatnya atau bahkan rakyat yang mati untuk rajanya. Raja Yesus ini berbeda sama sekali. Ia justru merelakan dirinya dan mencurahkan darah-Nya sebagai pendamaian antara manusia dan Allah. Dalam pemberian diri-Nya, siapapun diselamatkan – termasuk penjahat yang disalib bersama-sama dengan Dia.

RA

RENUNGAN MINGGU BIASA XXXIII, 16 November 2025

Bacaan Pertama, Mal 4:1-2a
Sungguh, hari Tuhan akan datang, menyala seperti perapian. Maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman Tuhan semesta alam, akar dan cabang mereka pun tidak akan ditinggalkan. Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.”
Bacaan Kedua, 2Tes 3:7-12
Saudara-saudara, kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun di antara kamu. Bukan karena kami tidak berhak untuk itu, melainkan karena kami mau menjadikan diri kami teladan bagi kamu, supaya kamu ikuti. Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.”
‭‭
Bacaan Injil, Luk 21:5-19
Sekali peristiwa beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: ”Apa yang kamu lihat di situ – akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Lalu murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: ”Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya: ”Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”
Kemudian Yesus berkata kepada mereka: ”Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit. Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.””
RENUNGAN PADAT
Kita sampai pada hari minggu biasa terakhir tahun liturgi ini. Minggu depan kita merayakan HR Kristus Raja Semesta Alam. Oleh karena itu, biasanya bacaan dengan nuansa akhir zaman diperdengarkan kepada kita.
Merenungkan kata “akhir” – jujur saya suka dengan kata itu. Akhir menandakan selesai. Ya semua selesai. Apa yang terjadi sebelumnya, selesai. Apa yang diperjuangkan sebelumnya, berhasil atau tidak, selesai. Apa yang menggembirakan dan menyedihkan, selesai juga. Selesai lalu tenang dan damai. Tapi kapan itu terjadi? Ya setelah kita memulai, menjalani – dan pada akhirnya selesai.
Saat kita bangun kita memulai hari. Hormon kortisol, hormon stress yang membuat kita terbangun sigap siaga dan fight aktif. Sepanjang hari kita bertarung, bekerja, melalui hari dengan segenap energi dan pikiran. Menjelang sore memasuki malam, hormon kortisol menurun diganti dengan melatonin. Saraf parasimpatik mulai aktif menenangkan. Bangkitlah perintah saatnya tubuh dan diri kita beristirahat. Malam tiba, hari itu selesai, kita tenang dalam tidur. Begitulah suasana akhir hari kita. Begitu terus setiap hari.
Namun, sebelum akhir itu datang. Stress, fight mode, terbangun dan terjaga, bekerja menjadi satu hal yang wajib kita lakukan. Rasul Paulus mengingatkan dalam bacaan kedua, berusahalah dan bekerja, supaya jangan jadi beban bagi siapapun. Itulah teladan bagi banyak orang. Jangan jadi batu sandungan, sebab ada orang yang tidak tertib dan tidak berguna. Oleh karena itu, selama belum sampai akhir, bekerjalah, bergunalah, hiduplah dengan tertib.
Dalam Injil, Yesus juga menguatkan para murid-Nya, sampai pada saat-Nya datang kembali akan muncul banyak tanda-tanda yang dahsyat dan mengejutkan. Mereka diminta jangan khawatir, tetaplah terjaga dan bertahan sampai pada akhirnya.
Bertahan sampai akhir – adalah suatu yang sangat mahal harganya di zaman serba cepat, instan dan serba singkat ini.

Jadi kamu gimana?
RA

SAGKI 2025: Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan

Hasil SAGKI V — Ancol, Jakarta, 3–7 November 2025

Berjalan Bersama sebagai Peziarah Pengharapan

Menjadi Gereja sinodal yang misioner untuk perdamaian — ringkasan hasil Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2025, disusun untuk publikasi paroki.
📅 3–7 November 2025
🕊️ Tema: Sinodal • Misioner • Perdamaian

Intisari: SAGKI 2025 mengajak Gereja Katolik Indonesia untuk hidup sebagai Gereja yang mendengarkan, terlibat, dan menghadirkan harapan — melalui sinodalitas, perutusan misioner, dan kerja nyata untuk perdamaian dan keadilan sosial.

Gereja yang Mendengarkan dan Menyembuhkan

Gereja diundang menjadi rumah yang terbuka — tempat mereka yang terluka, miskin, dan terpinggirkan diterima. SAGKI menekankan spiritualitas belarasa dan pembedaan roh sebagai dasar pelayanan pastoral yang memulihkan.

Menghidupkan Kembali Semangat Misioner

Warisan para misionaris menginspirasi Gereja untuk terus menyalakan api iman: bekerja di tengah budaya lokal, hadir dalam pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, serta mewartakan Injil lewat kesaksian hidup sehari-hari.

Sinodalitas: Gaya Hidup Gereja

Sinodalitas adalah cara hidup bersama dalam Roh: mendengarkan, berdialog, dan mengambil keputusan secara partisipatif. SAGKI mendorong penguatan budaya perjumpaan dari tingkat paroki sampai nasional.

Panggilan Misioner untuk Semua

SAGKI menegaskan perutusan bagi seluruh umat, termasuk:

  • Orang muda: ruang dialog, pendampingan, dan keterlibatan nyata.
  • Perempuan: pengakuan peran dan kepemimpinan yang setara.
  • Lansia: penghormatan atas kebijaksanaan dan peran lintas generasi.
  • Difabel: inklusivitas penuh dalam kehidupan sakramental dan pelayanan.

Suara Kenabian Gereja di Tengah Bangsa

Gereja dipanggil menjadi jembatan moral: memperjuangkan keadilan sosial, melawan korupsi dan eksploitasi, serta melindungi anak-anak, masyarakat adat, dan kelompok terpinggirkan.

Merawat Rumah Kita Bersama

SAGKI mendorong tindakan konkret untuk menangani krisis lingkungan: pengurangan plastik sekali pakai, pengelolaan sampah, reboisasi, dan pengembangan spiritualitas ekologis dalam kehidupan sehari-hari umat.

Pentingnya Pembinaan Iman

Pembinaan (formatio) yang terpadu adalah kunci agar Gereja tumbuh sebagai komunitas beriman matang. Ditekankan perlunya formasi katekis, pendampingan keluarga, dan dukungan bagi guru agama Katolik.

Melanjutkan Peziarahan Bersama

SAGKI bukan akhir — melainkan panggilan untuk meneruskan peziarahan sinodal di tingkat regio, keuskupan, dan paroki. Dengan doa dan kerja bersama, Gereja berjalan dalam harapan bahwa Roh Kudus akan meneruskan karya-Nya.

UNDUH HASIL LENGKAP SAGKI 2025

 

Seminari Wacana Bhakti Rayakan Ulang Tahun ke-38 dengan Misa Syukur Mingguan di Katedral Jakarta Disiarkan Live di TV Nasional!

Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Jakarta, pada Minggu, 9 November 2025. Perayaan Ekaristi Minggu kali ini menjadi istimewa karena dimeriahkan oleh koor Seminari Menengah Wacana Bhakti dan siswa-siswi Sekolah Abdi Siswa Jakarta yang mempersembahkan lantunan pujian indah sepanjang misa.

Misa dilaksanakan secara konselebrasi dengan Romo Thomas Septi Widhiyudana, SJ sebagai konselebran utama, Homili yang dibawakan oleh Romo Cosmas Wahyu Kristian Wijaya, Pr.. Perayaan ini juga bertepatan dengan Pesta Pemberkatan Basilika Santo Yohanes Lateran—basilika tertua di dunia yang menjadi Gereja Katedral bagi Sri Paus, sekaligus dijuluki “Induk Semua Gereja”. Basilika bersejarah itu didirikan oleh Kaisar Konstantinus Agung pada tahun 324 M dan diberkati oleh Paus Silvester I.

Dalam homilinya, Romo Wahyu Pr menegaskan makna mendalam dari perayaan kali ini, yakni sebagai ungkapan syukur atas ulang tahun ke-38 Seminari Menengah Wacana Bhakti yang jatuh pada 3 November lalu. “Selama 38 tahun, Wacana Bhakti telah menjadi tempat formasi yang melahirkan banyak imam tangguh dan penuh semangat pelayanan,” ujar Romo Wahyu dengan penuh haru.

Beberapa imam alumni Wacana Bhakti yang disebut antara lain Romo Yus Ardianto, Romo Vano, Romo Linus, dan Romo Bernard, yang kini aktif melayani di berbagai keuskupan. Saat ini, 71 seminaris sedang menempuh pendidikan di Seminari Menengah Wacana Bhakti. Mereka berasal dari 32 paroki di Keuskupan Agung Jakarta serta empat keuskupan lain, yakni Bogor, Timika, Jayapura, dan Samarinda.

Menariknya, Misa Syukur Mingguan ini juga disiarkan secara langsung di TVRI Nasional, serta dapat diikuti melalui Vidio.com dan kanal YouTube resmi Katedral Jakarta, sehingga umat di seluruh Indonesia bisa turut bersyukur dan merasakan semangat kebersamaan iman.

Perayaan yang penuh makna ini tidak hanya menjadi momen syukur bagi para seminaris dan umat KAJ, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya panggilan pelayanan dalam Gereja dan peran besar lembaga formasi seperti Seminari Menengah Wacana Bhakti dalam menumbuhkan benih-benih imam masa depan.

MINGGU PESTA PEMBERKATAN GEREJA BASILIKA LATERAN, 9 November 2025

Bacaan Pertama, Yeh 47:1-2.8-9.12
Sekali peristiwa aku dibawa malaikat Tuhan ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah. Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
Ia berkata kepadaku: ”Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar, sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”
‭‭Bacaan Kedua, 1Kor 3:9b-11.16-17
Saudara-saudara, kamu adalah ladang Allah dan bangunan-Nya. Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.”
Bacaan Injil, Yoh 2:13-22
“Ketika sudah dekat hari raya Paskah orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: ”Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.” Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: ”Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.”
Tetapi orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: ”Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?” Jawab Yesus kepada mereka: ”Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: ”Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.”
Renungan padat
Gereja Basilika Lateran adalah Basilika pertama di dunia. Gereja ini menjadi Katedral kota Roma – Kursi tahta Uskup Roma yang tidak lain adalah Paus Leo XVI sendiri. Sebulan lalu saya berkesempatan mengunjungi basilika ini saat ziarah Porta Sancta Roma. Basilika Lateran menjadi salah satu di mana Pintu Suci nya dibuka bersamaan dengan Basilika lain: Basilika St Petrus Vatikan, Basilika St Maria Maggiore, Basilika St Paulus. Mungkin sedikit gambar bisa saya bagikan berikut, seperti apa Basilika Lateran itu:
Karena ini adalah Basilika pertama di dunia maka posisinya menjadi begitu spesial. Sebab mulai dari bangunan inilah lahir bangunan-bangunan basilika – gereja sampai ke pelosok penjuru dunia. Mulai dari bangunan kokoh dan gereja-gereja besar lainnya sampai ke bangunan yang seadanya.
Semoga bangunan-bangunan gereja kita bagaimana pun bentuknya digunakan sebagaimana maksud itu dibangun. Menjadi tempat doa. Tempat di mana umat datang untuk berjumpa dengan Tuhan – mencicipi suasana surgawi dalam setiap ibadat yang dilakukan. Dari sanalah kita membawa bekal rohani untuk setiap perjuangan kehidupan. Sehingga kita yang menerima Tuhan di bangunan bait Allah juga menjadi Bait Allah yang hidup. Sebab Tuhan tidak tinggal di tabernakel di gereja, tapi ia ada dalam diri kita – di hati, jiwa, pikiran serta dalam setiap perbuatan baik yang kita lakukan.
Jadi, kamu gimana?
RA

HR Pengenangan Arwah Semua Umat Beriman – 2 November 2025

Bacaan Pertama, 2Mak 12:43-46
Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka.
Bacaan Kedua, 1Kor 15:20-24a.25-28
Saudara-saudara, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya.
Tetapi kalau dikatakan, bahwa ”segala sesuatu telah ditaklukkan”, maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
Dan kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
Bacaan Injil, Yoh 6:37-40
Dalam rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”
Renungan Padat
Minggu ini, Gereja seluruh dunia mengaplikasikan seluruh perayaan ekaristi yang dirayakan untuk arwah semua orang beriman. Kita tau, Ekaristi adalah kurban silih penebus dosa, terkhusus bagi mereka yang sedang dimurnikan dalam api penyucian. Mereka menanti saatnya kapan terbebas dari pemurnian suci itu sampai akhirnya diperkenankan dalam kehidupan kekal dalam Kerajaan Bapa di surga. Perayaan Ekaristi dipersembahkan bagi mereka, agar membantu menghapus dosa-dosa yang masih harus dibersihkan.
Berhadapan dengan tradisi di atas kita boleh bertanya: mengapa masih perlu api penyucian? Bukankah kita telah dibaptis, mendapat jaminan keselamatan dalam Kristus akan kehidupan kekal?
Kita perlu tau dulu, seperti apa api penyucian. Ia bukan neraka. Bukan siksaan kekal. Api penyucian adalah pemurnian, saat di mana luka-luka, dosa-dosa kita sedang dibersihkan oleh kasih kerahiman Allah. Bagaimana rasanya? Mungkin mirip ketika kita sedang mengobati luka baru. Perih, sakit, tapi penuh harapan karena kita tahu pengobatan yang dilakukan akan berbuah kesembuhan pada waktunya.
Lalu mengapa setiap orang beriman – kebanyakan – harus mampir dulu ke sana? Tidak langsung saja dibawa masuk ke Kerajaan Surga. Jawabannya sederhana. Kita tidak sesempurna itu. Kita tidak sesempurna kehidupan Para Kudus.
Paulus menegaskan kembali, semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Masalahnya, benar kita telah dipersatukan dengan-Nya dalam pembaptisan. Tapi dalam perjalanan berikutnya, persekutuan kita dengan-Nya tidak selalu sempurna. Sering terjadi karena kelalaian, ketidaksetiaan, ketidaktaatan dari pihak kita sendiri. Jatuh lagi dalam dosa, diampuni, jatuh lagi, diampuni begitu terus. Namun, kita boleh percaya terus memperbaiki diri karena Bapa menghendaki siapa yang percaya pada Kristus akan beroleh hidup yang kekal. Api penyucian adalah one step closer to heaven. 
Dan kita sedang membantu mereka yang sedang berjuang di sana. Mari kita datang misa weekend ini ramai-ramai. Bawa foto mereka yang mau kita doakan, sebut nama mereka. Ini tanda, bahwa kematian bukanlah akhir yang memisahkan tapi justru sebuah awal kehidupan baru bagi mereka yang akan menerima janji kerahiman Allah.

Jadi, kamu gimana?
RA

Libera Siap Gelar Konser Perdana di Indonesia Bersama The Resonanz Children’s Choir

Paduan suara anak laki-laki asal London Selatan, Libera, yang dikenal sebagai Voice of Angels, dipastikan akan menggelar konser perdana mereka di Indonesia pada Sabtu, 1 November 2025. Konser yang dipromotori oleh Springboard ini akan berlangsung di JIEXPO Convention Center & Theater dengan dua jadwal pertunjukan, pukul 16.00 WIB dan 19.30 WIB. Tidak hanya menghadirkan suara harmoni khas mereka yang telah memikat jutaan penikmat musik di seluruh dunia, Libera juga menyiapkan kolaborasi spesial bersama paduan suara anak-anak kebanggaan Indonesia, The Resonanz Children’s Choir (TRCC).

Libera, yang beranggotakan anak laki-laki berusia 7 hingga 16 tahun, dikenal luas melalui perpaduan musik klasik dan kontemporer dengan nuansa ethereal. Berawal dari St. Philip’s Boys Choir, grup ini sempat dikenal dengan nama “Angel Voices” sebelum mendunia dengan nama Libera. Mereka telah tampil di berbagai ajang internasional bergengsi, termasuk di hadapan Paus pada acara World Youth Day, serta merilis album yang berhasil menembus tangga lagu dunia.

Di panggung Jakarta nanti, Libera akan tampil bersama TRCC yang didirikan oleh maestro Avip Priatna pada tahun 2007 dan kini dibina oleh konduktor Devi Fransisca. TRCC telah mengukir prestasi gemilang di berbagai kompetisi internasional, mulai dari Bali International Choir Competition (2012), Hong Kong International Youth and Children’s Choir Competition (2013), hingga kemenangan di Hungaria (2014) dan Amerika Serikat (2015). Puncaknya, TRCC berhasil meraih juara pertama di Tolosa Choral Competition, Spanyol (2017), serta memenangkan trofi bergengsi European Grand Prix for Choral Singing di Slovenia (2018).

Kolaborasi antara Libera dan TRCC dipastikan akan menghadirkan pengalaman musikal yang memadukan harmoni indah dari dua paduan suara ternama. Tiket konser “Libera Live in Jakarta” sudah resmi dijual dan dapat dibeli melalui tiket.com.  

Harga tiket belum termasuk admin dan pajak:
Diamond Rp 2.000.000.
VVIP Rp. 1.850.000.
VIP Rp. 1.650.000.
CAT 1 Rp. 1.450.000.
CAT 2 Rp. 1.050.000.
CAT 3 Rp. 850.000.

RENUNGAN MINGGU BIASA XXX, 26 Oktober 2025

Bacaan Pertama, Sir 35:12-14.16-18

Tuhan adalah Hakim yang tidak memihak. Ia tidak memihak dalam perkara orang miskin, tetapi doa orang yang terjepit didengarkan-Nya. Jeritan yatim piatu tidak diabaikan-Nya, ataupun jeritan janda yang mencurahkan permohonannya.

Tuhan berkenan kepada siapa yang dengan sebulat hati berbakti kepada-Nya, dan doanya naik sampai ke awan. Doa orang miskin menembusi awan, dan ia tidak akan terhibur sampai mencapai tujuannya. a tidak berhenti hingga Yang Mahatinggi memandangnya, dan memberikan hak kepada orang benar dan menjalankan pengadilan.

Bacaan Kedua, 2Tim 4:6-9.16-18

Saudaraku terkasih, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku – kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka –, tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.”

Bacaan Injil, Luk 18:9-14

Sekali peristiwa Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: ”Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

RENUNGAN PADAT

Kita telah merenungkan nasihat-nasihat Tuhan mengenai iman. Muaranya minggu lalu ketika Ia meminta kita untuk berdoa tidak jemu-jemu. Semoga doa-doa kita menjadi cara kita untuk memelihara iman.

Namun, Yesus tidak berhenti di sana. Minggu ini Ia mengingatkan agar iman yg kita miliki harusnya pada saat yang sama menjadikan kita semakin rendah hati. Perumpamaan yg Yesus berikan dilandasi karna adanya sikap beberapa yang menggangap dirinya benar dan memandang rendah orang lain.

Bagi saya, sikap ini menunjukkan satu hal. Kita tidak bisa mengganggap diri benar. Kita tidak bisa membenarkan diri kita. Karna kita adalah orang yg selalu salah, selalu saja ada kurangnya. Justru karna itu, hanya Allah yang bisa membenarkan kita. Dan kita dibenarkan oleh karna perendahan diri Kristus di kayu salib sampai pada kematian-Nya.

Jadi kalau kita sendiri dibenarkan oleh Allah, mengapa masih menganggap rendah orang lain?

RA

Terbaru

Populer