Maleakhi 1:14b-2:2b,8-10
1Tesalonika 2:2-7b-9.13
Matius 23:1-12

PENGABDI ALLAH, PELAYAN KRISTUS

Yesus kembali melancarkan kritik-Nya kepada para ahli Taurat dan Orang Farisi. Mereka diberikan wewenang/kuasa untuk mengajar, mengatur, menjaga adat istiadat Yahudi. Dalam prakteknya mereka membebani umat Allah, sedangkan mereka sendiri tidak mau memanggul juga beban itu. Mereka sengaja memisahkan diri dari orang banyak, duduk di tempat terhormat dan terdepan. 

Yesus tidak menghendaki mental yang sama ada pada diri murid-murid-Nya. Gereja – para murid harus menyadari – apapun jabatan dan tugas serta wewenangnya – kita semua adalah pelayan satu sama lain. Kita semua murid – di hadapan satu Guru yang sama yakni Kristus. Kita semua pelayan – pengabdi di hadapan satu Allah yang sama, yakni Bapa di surga. Pengabdi Allah dan pelayan Kristus. 

Menjadi pelayan berarti berada di bawah semua. Ikut memanggul beban dan kesulitan bersama. Bersama-sama terlibat mencari jalan-jalan kreatif demi kesejahteraan bersama. 

Barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan. 

Menjadi pelayan berarti semakin merendahkan diri. Inilah jalan yang ditawarkan Yesus untuk mencapai keselamatan. Yesus tidak hanya mengajar jalan ini, Ia sendiri juga melakukannya. Dia yang adalah Allah, merendahkan diri mengambil rupa seorang manusia dan mati demi keselamatan kita. 

Semangat pelayan yang rendah hati ditampakkan juga dalam peneguhan yang diberikan Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Paulus dan rekan-rekannya tidak hanya sekedar mewartakan Injil. Tetapi juga membiarkan Injil hidup dalam dirinya, dan membagi dirinya itu dalam pelayanan kepada jemaat. Rasa syukur ia ucapkan karena jemaat menerima dengan terbuka pewartaan yang ia bagikan itu, dan semoga hidup dan bekerja di tengah-tengah jemaat. 

Menjadi rendah hati dan menjadi pelayan untuk semua adalah identitas sejati murid Kristus.

Jadi, kamu gimana?

RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here