
PAROKI BOJONG INDAH MENYANDINGKAN
DUA PIALA BEST OF THE BEST
INMI AWARD DAN HIDUP AWARD
Ajang apresiasi untuk para pengelola media Katolik digelar semalam (27/5/17) di Aula Katedral. Acara tahunan dalam rangka HARI KOMUNIKASI SOSIAL SEDUNIA KE-51 ini memberikan anugerah INTER MIRIFICA (INMI) AWARD khusus untuk mengapresiasi media website Paroki se-KAJ dan untuk pertama kalinya dianugerahkan HIDUP AWARD untuk media cetak paroki/lembaga/Keuskupan di seluruh Indonesia.
Tahun-tahun sebelumnya, INMI AWARD diberikan baik untuk media digital maupun media cetak dan penganugerahannya bergantian setiap tahun. Mulai 2017 Komisi Komsos KAJ bekerja sama dengan majalah HIDUP berbagi peran. Khusus penganugerahan apresiasi media cetak akan bernama HIDUP AWARD dan pesertanya diperluas ke seluruh Indonesia baik paroki, keuskupan maupun lembaga Katolik. Tahun ini ada 53 media cetak yang ikut ajang ini. INMI Award hanya untuk apresiasi media website.
Kali ini Paroki Bojong Indah hampir menjuarai semua kategori terbaik. Bahkan berhasil memperoleh piala best of the best INMI dan HIDUP award. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan. Tahun lalu Paroki Bojong Indah juga menjadi majalah terbaik.
Berikut ini para juara untuk pelbagai kategori:
INMI AWARD UNTUK WEBSITE TERBAIK
1. Kategori Berita Terbaik: Paroki Bojong Indah: http://www.sathora.or.id/6922/tiga-dua-satu-toeettt/
2. Kategori Renungan Terbaik: Paroki Bintaro Jaya: http://www.parokisanmare.or.id/…/…/821-warta-21-agustus-2016
3. Kategori Komposisi Desain terbaik: Paroki Kelapa Gading: www.yakobus.or.id
4. Kategori Penyajian Terlengkap dan Aktual terbaik: Paroki Bojong Indah: http://www.sathora.or.id
5. Kategori Best of The Best: Paroki Bojong: http://www.sathora.or.id
INMI AWARD juga memberikan apresiasi untuk Lomba Fotografi dan film pendek khusus untuk juara pertamanya. Para juara khusus lomba ini juga mendapat hadiah uang: Pemenang pertama fotografi selain piala dan piagam INMI AWARD, juga mendapatkan hadiah uang Rp 3 Juta, Juara 2 mendapat Rp 2 Juta dan Juara 3 mendapat Rp 1 Juta. Untuk Lomba Film Pendek, juara 1 mendapat hadiahbuang Rp 5 Juta, juara 2 memperoleh Rp 3 Juta dan juara 3 mendapat Rp 2 Juta.
Berikut ini Pemenangnya:
Pemenang Lomba Foto:
1. Juara 1: Kendrick – “Berempati”
2. Juara 2: Ignatius – “Setia Bersamamu dalam setiap Langkah demi Masa Depan”
3. Juara 3: Frederikus – “Bertindah Adil dan Beradab pada Lingkungan”
Pemenang Lomba Film Pendek:
1. Juara 1: Komsos Toasebio – “Di dalam Keheningan”
2. Juara 2: Agatha Nurmariati – “Aisyah”
3. Juara 3: Philipus Febrian Dermawan: Lumen – “Love Unites”
—————-
HIDUP AWARD UNTUK MAJALAH CETAK TERBAIK:
1. Kategori Feature Terbaik: Majalah “Komunika”, Komsos Paroki St. Monika Serpong Keuskupan Agung Jakarta
2. Kategori Artikel Rohani Terbaik: Majalah “Teman Seperjalanan”, Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II Keuskupan Agung Jakarta: “Tentang Sebuah Rumah dan Gereja Kita”,
3. Kategori Berita Terbaik: Majalah “Cor Unum”, Komsos Keuskupan Purwokerto: “Rumah adalah Sekolah Kehidupan dan Cinta Kasih “, Majalah Cor Unum, Komsos Keuskupan Purwokerto.
4. Kategori Desain Cover Terbaik: Majalah “Salus”, Komsos Paroki St Laurensius Alam Sutera, Keuskupan Agung Jakarta.
5. Kategori Layout Terbaik: Majalah “Merasul”, Komsos Paroki St. Thomas Rasul Bojong Indah, Keuskupan Agung Jakarta.
6. Kategori Ilustrasi/Foto Terbaik: Majalah “Merasul”, Komsos Paroki St Thomas Rasul Bojong Indah, Keuskupan Agung Jakarta.
7. Kategori Penggunaan Bahasa Indonesia Terbaik Majalah “Aquila”, Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan.
8. Kategori Best of the Best: Majalah “Merasul”, Komsos Paroki St Thomas Rasul Bojong Indah, Keuskupan Agung Jakarta.
Foto: Penggiat Komsos Paroki Bojong Indah menerima INMI dan HIDUP AWARD sebagai pemenang BEST OF THE BEST dan berfoto bersama dengan Bapak Uskup dan Rm Harry.
PROFICIAT BUAT PAROKI BOJONG INDAH, LUAR BIASAAA….

AQUILA (Seminari Mertoyudan) dan COR UNUM (Keuskupan Purwokerto) MENANG !!!

“COR UNUM” MAJALAH KEUSKUPAN PURWOKERTO DAN “AQUILA” MAJALAH SEMINARI MENENGAH MERTOYUDAN – MAGELANG, MERAIH “HIDUP” AWARD
Ajang anugerah “HIDUP” AWARD untuk mengapresiasi media cetak Katolik di seluruh Indonesia, semalam (27/5/17) digelar di Aula Katedral. Lebih dari 200 undangan hadir setelah mengikuti Misa Perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-51. Hadir pula dalam acara ini, Bapak Uskup Ignatius Suharyo dan sejumlah Imam yang turut membacakan nominasi dan para juara untuk pelbagai kategori.
Juri independen “HIDUP” AWARD menempatkan banyak majalah cetak dari pelbagai Paroki/Keuskupan dan lembaga Katolik di luar KAJ sebagai nominasi. Bahkan dua majalah di luar KAJ memperoleh gelar: “COR UNUM” majalah KEUSKUPAN PURWOKERTO meraih kategori BERITA TERBAIK dan “AQUILA” majalah SEMINARI MENENGAH MERTOYUDAN – MAGELANG, menjadi majalah Katolik BERBAHASA INDONESIA TERBAIK se-Indonesia.
Foto: Dua Seminaris Mertoyudan hadir untuk menerima anugerah “HIDUP” AWARD.
Teman Seperjalanan Edisi No. 31: Menapaki Jalan Kemuridan, 30 Tahun Puruhita
Majalah Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, KAJ

Teman-teman seperjalanan sudahkah mengenal Wisma Puruhita yang menjadi tempat tinggal para frater Tahun Orientasi Rohani KAJ dan terletak di belakang Pusat Pastoral Samadi? Jika belum kenal dan ingin lebih mengenal, maka temukan jawabannya dalam Majalah Teman Seperjalanan Edisi #31 “Menapaki Jalan Kemuridan, 30 Tahun Puruhita”.
Tahun 2017 ini Gereja Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) genap berusia 210 tahun. Bertepatan dengan perayaan itu, Seminari Tinggi KAJ juga mensyukuri ulang tahun ke-30 Wisma Puruhita, tempat pembinaan Tahun Orientasi Rohani para frater diosesan KAJ. Nama “Wisma Puruhita” berasal dari Bhs. Sansekerta purohita – mereka yang mendalami bidang spiritual. Purohita menggambarkan tekad para frater dalam mengasah ketajaman daya rohaninya.
Dalam majalah edisi ini kami menyajikan refleksi “Wisma Puruhita”, lewat perjalanan sejarah dan pengalaman pembinaannya. Tidak lupa kami mengajak pembaca untuk semakin mengenal St. Yohanes Paulus II, dan sosok Rm. Vinsen, yang baru ditahbiskan 2 Februari yang lalu. Harapannya, edisi ini semakin memperkenalkan proses pembinaan calon imam diosesan KAJ yang beriringan dengan peziarahan Gereja KAJ. Selamat membaca dan selamat Paskah!
Klik link di bawah ini dan selamat membaca!
Perayaan Misa Paskah PDPKK Stasi Fransiskus Asisi

Stasi Fransiskus Asisi Taman Anggrek mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2017.
Semoga damai Paskah selalu menyertai kita semua.
Dalam rangka perayaan Paskah, PDPKK St Fransiskus Asisi Taman Anggrek mengundang umat untuk merayakan Misa Paskah bersama-sama pada tanggal 20 April 2017 jam 19:30 (Tepat)

Kegiatan ini diadakan di Ruang Anggrek 1 Mall Taman Anggrek, naik ke L7 melalui lift di belakang Mango/samping Gramedia/Metro.
Marilah hadir bersama-sama dan berpartisipasi. Tuhan memberkati Anda dan Keluarga.
Tanpa Tiket dan Gratis. Umat diundang untuk langsung datang dan hadir pada acara ini tanpa dipungut biaya.
Mohon bantuannya juga untuk menginformasikan kegiatan ini kepada keluarga, sahabat, rekan dan lingkungan masing2, agar menjadi berkat untuk kita semua.
Informasi lebih lanjut: https://www.fb.com/StasiStFransiskusAsisi/
Terima kasih.
Siapa Berani Jadi Imam Projo KAJ?
“Keuskupan tanpa Imam Diosesan bagaikan macan ompong”
– Mgr. Leo Soekoto –
Setiap tahunnya jumlah umat di Keuskupan Agung Jakarta semakin bertambah. Pada saat ini KAJ telah memiliki 66 paroki yang akan bertambah demi pelayanan umat yang lebih baik. Tentu saja dengan pertumbuhan umat KAJ tersebut sepatutnya diiringi jumlah imam diosesan yang melayani.
Imam Diosesan KAJ atau imam Projo KAJ adalah imam yang melalui tahbisannya mengabdikan diri seumur hidup pada uskup dan Keuskupan Agung Jakarta. Keuskupan dapat dikatakan mandiri apabila memiliki jumlah imam diosesan yang banyak. Imam diosesan tidak hanya diberikan kepercayaan untuk menjadi gembala umat di paroki-paroki, tetapi juga memegang tanggung jawab dalam komisi-komisi, karya kategorial, pembinaan calon imam, dan misionaris domestik.
“Siapa berani jadi imam Projo KAJ?” Mungkin di antara kita, yang telah mendapatkan pekerjaan yang mapan dan menempuh pendidikan yang cemerlang, sudah sepatutnya tidak menutup mata dengan kenyataan dan kebutuhan umat KAJ dewasa kini.
Sudah sepatutnya kita bertanya dalam diri: Apakah Tuhan memanggilku untuk menjadi imam? Apakah aku, yang telah menjadi bagian dari umat KAJ dan melihat pertumbuhannya, terpanggil untuk bergabung dalam persaudaraan imam diosesan KAJ dengan menyerahkan hidup seluruhnya pada keuskupan kita yang tercinta ini?
Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, KAJ, ingin menjadi teman seperjalanan bagi kaum muda dalam mencari jawaban atas panggilan Tuhan sekaligus mengajak mereka yang ingin bergabung menjadi calon imam diosesan (imam Projo) Keuskupan Agung Jakarta.
Kami mengundang mereka yang ingin merenungkan panggilan Tuhan atas hidupnya untuk mengikuti:
REKOLEKSI PANGGILAN CALON IMAM DIOSESAN KAJ,
PADA HARI SABTU S.D. SENIN, 22-24 APRIL 2017
DI PUSAT PASTORAL SAMADI, KLENDER, JAKARTA TIMUR.
Harapannya, setelah mengikuti rekoleksi panggilan ini para peserta mengenali panggilan Tuhan dalam hidupnya, baik sebagai seorang awam maupun panggilan imamat, maupun merenungkan pertanyaan “Apakah aku dipanggil untuk menjadi Imam diosesan KAJ?”.
Syarat: Pria Katolik, lajang, Mahasiswa Tingkat Akhir atau Karyawan, dan berumur maksimal 35 tahun.
Informasi dan Pendaftaran, HUBUNGI: Tim Animasi Panggilan Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, KAJ
0858 6468 9153, 0813 8196 9947, (021) 420 3374.
“JANGAN TAKUT!”
-St. Yohanes Paulus II-
Teman Seperjalananmu: Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, KAJ https://www.youtube.com/watch?v=gHMf0eids2o
Rekoleksi Panggilan Calon Imam Diosesan KAJ 2017

Apa yang KAMU CARI
dalam HIDUP?
Mungkin di antara kita, yang telah mendapatkan pekerjaan yang mapan dan menempuh pendidikan yang cemerlang, masih mencari jawaban atas pertanyaan kehidupan ini. Bila iya, hendaknya kita merenungkan di dalam hati: Apa yang Tuhan kehendaki dalam hidupku?
Allah menganugerahkan panggilan kepada setiap manusia untuk mewartakan Kerajaan Allah di tengah dunia. Kita bisa menanggapi jalan panggilan itu dalam kehidupan sehari-hari sebagai awam maupun mengikuti tiga nasehat injili dalam jalan imamat. Di antara dua pilihan itu, mungkin kita bisa merenungkan di dalam hati, “Apakah Tuhan memanggil diriku untuk menjadi seorang imam?”
Terkadang kita sendiri tidak mampu menemukan jawaban atas pertanyaan itu. Kita membutuhkan teman seperjalanan yang menemani pencarian kita…
Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, KAJ, ingin menjadi teman seperjalanan bagi kaum muda dalam mencari jawaban atas panggilan Tuhan sekaligus mengajak mereka yang ingin bergabung menjadi calon imam diosesan (imam Projo) Keuskupan Agung Jakarta.
Kami mengundang mereka yang ingin merenungkan pangiglan Tuhan atas hidupnya untuk mengikuti:
REKOLEKSI PANGGILAN Calon Imam Diosesan KAJ,
pada hari Sabtu s.d. Senin, 22-24 April 2017
di Pusat Pastoral SAMADI, Klender, Jakarta Timur.
Harapannya, setelah mengikuti rekoleksi panggilan ini para peserta mengenali panggilan Tuhan dalam hidupnya, baik sebagai seorang awam maupun panggilan imamat.
Syarat: Pria Katolik, lajang, Mahasiswa Tingkat Akhir atau Karyawan, dan berumur maksimal 35 tahun.
Informasi dan Pendaftaran, HUBUNGI: Tim Animasi Panggilan Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, KAJ
0858 6468 9153, 0813 8196 9947, (021) 420 3374.
“JANGAN TAKUT!”
-St. Yohanes Paulus II-
Teman Seperjalananmu: Seminari Tinggi St. Yohanes Paulus II, KAJ https://www.youtube.com/watch?v=gHMf0eids2o












“Keuskupan tanpa Imam Diosesan bagaikan macan ompong”




