Home Blog Page 77

Turut Ambil Bagian Di Dalam Karya Pelayanan Tuhan

Penggiat Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan atau HAAK se-Dekenat Bekasi, mengadakan pertemuan rutin di Aula Sekolah Pangudi Luhur Kota Deltamas, Bekasi, Jawa Barat, Minggu 24 Maret 2019. Pertemuan membicarakan struktur organisasi HAAK Dekenat, serta merancang acara dialog untuk menjalin komunikasi dengan umat agama lain, sehingga diharapkan bisa terjalin hubungan yang baik didalam masyarakat, dengan karya nyata yang mengangkat etika moral kemanusiaan.
Acara dihadiri oleh perwakilan Paroki atau Stasi yang berada di Bekasi, diantaranya Paroki Arnoldus, Paroki Kampung Sawah, Paroki Albertus , Paroki Bartolomeus , Paroki Jatiwaringin , Stasi YP 2 dan Paroki Ibu Teresa Cikarang.
Pengurus Dekenat Bekasi yang baru diketuai oleh Hubertus D Manek sebagai Ketua Umum dari Paroki Arnoldus, Ketua I Christoforus Manalu dari Paroki Bartolomeus dan Yohanes Sukarmo dari Paroki Harapan Indah sebagai Ketua II.
Menurut Christoforus perlu diadakan rekoleksi spiritual HAAK dengan harapan umat tidak sungkan untuk bergabung dengan tim HAAK di dalam melayani Tuhan, melalui kasih untuk berhubungan dengan umat agama lain. HAAK diharapkan mampu membaur dan dapat menyikapi budaya setempat seperti betawi, jawa, batak dan lain sebagainya. Dengan demikian diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis dan bersinergi antar berbagai budaya yang ada, sehingga membuat gereja dapat diterima di masyarakat luas.
Di dalam nuansa Pesta Demokrasi penggerak dan penggiat HAAK diharapkan dapat menjadi inisiator dan mendorong umat Katolik untuk ambil bagian, menggunakan hak pilihnya dan menghimbau agar tidak golput, dan membantu menjaga pasca pemilu supaya keadaan tetap kondusif dan tidak terprovokasi oleh kabar burung atau hoax.
“Penggiat HAAK Dekenat Bekasi bisa saling meneguhkan satu sama lain, sehingga di dalam pelayanan kita bisa sungguh membawa keberadaan gereja dengan masyarakat sekitar melalui persaudaraan paguyuban, dan komunitas kita dengan siapa saja yang berkehendak baik”, ucap Ketua Dewan Paroki Ibu Teresa Romo Antonius Antara Pr.
Beliau juga menyampaikan dukungannya untuk penggerak HAAK di Paroki Dekenat Bekasi, agar bisa menularkan ke dalam masyarakat, karena tugas kita semua sebagai umat katolik untuk ikut ambil bagian didalam karya pelayanan Tuhan di dunia ini lewat relasi kita , persaudaraan kita satu satu sama lain.
(Komsos PITC- Cecilia Indarti)

A5 Corner di Gereja St.Kristoforus

Menurut Mgr Suharyo, menggunakan hak pilih merupakan bagian dari perwujudan dan pertanggungjawaban iman dan keberadaan sebagai warga negara yang baik.
“Kami minta seluruh umat katolik di Keuskupan Agung Jakarta menggunakan hak pilihnya. Menggunakan hak pilih adalah tanggung jawab iman dan tanggung jawab warga negara yang baik,” ujar Mgr Suharyo dalam Surat Gembala Prapaska 2019 dengan tema “Kita Berhikmat, Bangsa Bermartabat” yang disampaikan di Perayaan Misa Sabtu (2/3/2019) dan Minggu (3/3/2019) di seluruh gereja katolik Keuskupan Agung Jakarta.
Oleh karena itu, KKMK Gereja Kristoforus Grogol pun pada tanggal 2-3 Maret, turut ambil bagian bersama para relawan di Posko A5.
Posko A5 turut bertanggung jawab moral dalam membantu terbitnya A5 dari KPUD Kota sebagai DPTb. Tujuannya agar para pemegang KTP dari luar DKI dapat turut menggunakan hak pilihnya di TPS Jakarta Barat. Sehingga tanggung jawab iman sebagai warga negara yang baik pun dapat terwujud.
Komsos – Benny HS

Mempertahankan Pancasila Sebagai Sikap Dalam Menghadapi Tantangan Jaman

Dinas Pembinaan Mental Tentara Nasional Indonesia (DISBINTAL TNI) menyelenggarakan kegiatan Komunikasi Sosial TNI TA 2019 di Puri Caping Gunung Taman Mini Indonesia Indah , Jakarta Timur. Acara yang berlangsung pada hari Selasa, 5 Maret 2019 ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan tokoh-tokoh agama. Adapun tema yang menjadi pembahasan adalah “Revitalisasi Pancasila: Mempertahankan Dasar Negara dalam Menghadapi Tantangan Jaman” dengan pembicara dari kalangan akademisi, DR. G, Ambar Wulan, M. Hum.
Ambar banyak membahas tentang bagaimana peranan Pancasila melandasi kehidupan masyarakat Indonesia dalam menghadapi perubahan maupun tantangan jaman. Menurutnya, Pancasila sendiri lahir dari sifat-sifat asli masyarakat Indonesia yang beraneka ragam dan memiliki khasanah budaya maupun tradisi bermakna yang melekat dalam kesehariannya.
Namun, seiring waktu berjalan, Bangsa Indonesia juga dihadapkan pada berbagai kenyataan perubahan jaman yang begitu dinamis dan tidak terhindarkan. Sejumlah tantangan baru pun bermunculan dan mewujud dalam masalah-masalah kontemporer bangsa seperti Implikasi Globalisasi, Liberalisasi, maupun ideologi-ideologi kontroversial yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kini, pertanyaannya justru terletak pada bagaimana mempertahankan jati diri asli Bangsa Indonesia dalam berbagai tantangan ini?
Ambar menjelaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara seharusnya mampu menjadi penengah atas dilema yang terjadi. Nilai-nilai dalam Pancasila seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan yang memang digali dari jati diri sejati leluhur Bangsa Indonesia harusnya bersinergi dengan perubahan jaman dan mempu membentengi rakyat Indonesia dari masalah-masalah kontemporer di dalam perubahan jaman itu sendiri.

OPEN HOUSE & LOMBA FOTO

Museum Santa Maria menggelar OPEN HOUSE pada 8-10 Maret 2019 dalam rangka HUT Sewindu. Dalam Open house tersebut jam buka museum diperpanjang dari jam 08.00 – 16.00. Selain OPEN HOUSE kegiatan lainnya adalah Lomba Foto dengan tema Museum Santa Maria. Lomba ditutup 13 April 2019 jam 13.00 dengan total hadiah 15 Juta Rupiah. Informasi lengkap dapat dibaca pada https://museumsantamariajuanda.blogspot.com/

Sekolah Ricci Mengikuti Misa Rabu Abu di Paroki Toasebio

Sebagai salah satu sekolah Katolik di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai agama, Sekolah Ricci turut merayakan hari Rabu Abu, yang merupakan hari pertama dalam masa prapaskah sebagai liturgi tahunan gereja.
Hari ini, Rabu 6 Maret 2019, Sekolah Ricci mengajak siswa siswinya untuk mengikuti misa bersama di gereja Santa Maria de Fatima (Toasebio). Pada pagi hari para siswa tetap masuk sekolah dan mengikuti proses belajar-mengajar seperti biasa. Lalu pada siang hari, mereka mengikuti misa bersama Guru dan Karyawan.
Rabu Abu merupakan awal masa pertobatan bagi umat Katolik. Hari Rabu Abu diperingati dengan pemberian abu berbentuk salib di dahi. Abu yang digunakan adalah hasil pembakaran daun palem yang sudah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya lalu dicampur dengan air atau minyak suci.
Pastor Salvador dalam homilinya, mengajak seluruh umat untuk mempergunakan moment Prapaskah sebaga sarana memperbaiki diri dalam hubungan dengan sesama dan Tuhan. Melalui pantang dan berpuasa, diharapkan kita mampu mengendalikan perbuatan sehari-hari. Setelah homili, misa dilanjutkan dengan penerimaan abu yang merupakan tanda pertobatan untuk semua siswa, guru, dan karyawan.
Selamat memasuki masa Prapaskah
nuningsuprapti | vv

Misa Rabu Abu di Gereja St.Kristoforus

…hanya debulah aku,
di alas kakiMu Tuhan…
Kata-kata ini selalu bergaung di gereja dan relung hati saat hari rabu penanda masa puasa telah dimulai.
Rabu Abu. Sebuah hari yang begitu istimewa karena mengetuk umat untuk berpaling ke dalam, hening, berefleksi, berintrospeksi dan bertobat.
Misa Rabu Abu di gereja St Kristoforus berlangsung dengan khidmat. Gerimis tidak menghalangi umat untuk hadir, menandai dahinya dengan abu, mengucapkan amin saat diucapkan kalimat : ” Bertobatlah dan percayalah pada Injil”.
Yang selayaknya terus diingat selama masa puasa ini adalah Manusia akan selalu penuh dosa, tetapi Tuhan akan selalu penuh CINTA. Demikian diingatkan Pastor Piet Mogie MSC yang memimpin misa Rabu Abu 6 Maret 2019.
Semoga kita tidak hanya menghadiri misa Rabu Abu secara fisik saja, namun bersyukur masih diberi kesempatan untuk bertobat, memanfaatkan sebaik mungkin kerahiman Allah dengan berpuasa seutuhnya untuk menyambut Paskah 39 hari lagi.
“… tak layak aku tengadah
menatap wajahMu,
namun tetap kupercaya
Maha Rahim Engkau..”
Selamat Hari Rabu Abu
Selamat Berpuasa
Tuhan memberkati
Komsos | Benny HS, Ridwan, Cavin, Fanli

Pemimpin harus mampu dan mau melayani

Sebanyak 102 orang dari lima puluh lingkungan yang berada di Paroki Cikarang Gereja lbu
Teresa, mengikuti pembekalan yang bertemakan “Kepemimpinan Transformatif Untuk
Melayani” di Sekolah SMA Pangudi Luhur Kota Delta Mas, Minggu 10/3/2019.
“Pemimpin harus mampu dan mau melayani sesuai dengan visi dan misi Paroki Cikarang
dan semangat/spirit Ibu Teresa, engkau adalah Yesus bagiku dan melakukan pekerjaan-
pekerjaan kecil dengan cinta yang besar”, kata Ketua Dewan Paroki Romo Antonius Antara.
“Berhikmat. Bermartabat dan Kepemimpinan” adalah tema yang diambil oleh Keuskupan
Agung Jakarta pada 2019 ini. Adapun pemilihan tema itu tidak terlepas dari pemberian
semangat kepada umat katolik dalam berdemokrasi dalam menghadapi Tahun Politik 2019.
Bangsa Indonesia dikat oleh satu identitas yaitu Pancasila. Salah satu tantangan terbesar
dari pemimpin bangsa yaitu persatuan. Pemimpin harus komunikatif, partisipatif dan berbagi tanggung jawab.
Pemimpin yang transformatif adalah pemimpin yang mampu menghadapi dan menanggapi
berbagai perubahan yang ada disekitarnya. “Pembekalan ketua lingkungan merupakan salah satu implementasi
dari program 3P (Pembebasan, Pemberdayaan dan Pendalaman).
“Supaya ketua lingkungan mendapatkan pengetahuan yang sama mengenai dasar
spiritualitas pelayanan dan tata pengelolaan lingkungan”, ucap DPH Pendamping Bidang Pelatihan dan Pengembangan Paroki Sherafina Reni.
Kepemimpinan dan yang baik selalu mempunyai pengalaman rohani yang mendasar dan
berbuah dalam transformasi kehidupan riil, baik dalam bermasyarakat maupun kehidupan menggereja. Gereja merupakan persekutuan yang menjaga keberagaman dan tidak keinggalan jaman.

Download Semua Bahan APP 2019 di sini

Berikut ini adalah semua bahan Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2019 yang telah disusun oleh Komisi Kitab Suci KAJ, Komisi PSE KAJ dan Komisi Kateketik KAJ. Silahkan klik untuk mendownloadnya:

BUKU RENUNGAN APP 2019

BUKU PERTEMUAN LINGKUNGAN APP 2019

BUKU JALAN SALIB APP 2019

FILM RENUNGAN APP 2019

 
 

SURAT KELUARGA MARET 2019: SELAMAT DATANG PRAPASKAH

Berganti hari belum tentu berganti hati

Sebab semua tenggelam dalam karya mulia

Mana yang lebih mulia: hati atau karya?

Barangkali keduanya punya makna

Prapaskah mengingatkan kita

Untuk melihat hati nurani

Tempat kebenaran dinyatakan dengan jujur

Dan dosa dirayu untuk ditinggalkan

Tidak makan dan berhenti senang

Adalah satu cara untuk bersentuhan

Dengan Allah yang menghargai perjuangan

Perjuanganku dan perjuanganmu sesamaku

Mari mengambil hati Tuhan untuk meraja

Di dalam kehidupan yang nyata

Selama kebenaran tak beranjak tidur

Ia akan berjumpa dengan Pemilik Kehidupan Mulia

Selamat memasuki masa prapaskah. Masa penuh hikmat bagi orang yang percaya kepada Yesus Sang Mesias. Masa prapaskah mengajak kita melihat kembali siapa diri kita sebenarnya sebagai ciptaan yang diselamatkan berkat kasih setia-Nya yang kekal. Kepercayaan akan Allah yang baik memampukan kita mengalami prapaskah secara mendalam.

Keluarga-keluarga Katolik terkasih, menangani pastoral keluarga adalah kegembiraan saya sebagai imam Misionaris Keluarga Kudus (MSF). Saya melihat banyak keluarga membutuhkan uluran perhatian saya dan para imam pada umumnya. Keluarga memang vital dan mendasar untuk diperhatikan. Meskipun sebenarnya pokok pemikiran saya adalah bagaimana setiap keluarga dapat menggenggam pertobatan sebagai langkah maju hidup dalam keluarganya masing-masing.

Pertobatan dari suatu perselingkuhan, adalah hal yang penting. Perselingkuhan, meskipun banyak dilakukan, adalah hal yang kotor dan sangat diharamkan dalam Gereja. Sering sikap diam para imam dan saudara-saudari seiman membuat dosa ini menjadi mekar tanpa bisa dihentikan. Seolah-olah orang sedang membuat budaya berselingkuh sebagai hal biasa yang boleh saja dilakukan karena semua orang punya kebutuhan biologis. Di mana letak kesetiaan? Di mana letak pengendalian diri? Apalagi kalau kita bertanya letak cinta?

Kesabaran di kalangan orangtua telah kabur oleh ambisi menjadikan anak-anak menjadi orang-orang super, “pinter”, anak global, dan menampakkan prestise berkelas yang membanggakan orangtuanya. Apakah Anda lupa bahwa Pendidikan sepenuhnya ada di tangan orangtua? Saya percaya, sebagai orangtua, Anda sebagai bapak dan ibu mempunyai peran tak tergantikan. Kesabaran yang berlebihan, ketidaksabaran yang parah, fasilitas yang tak terbatas, kadang melumpuhkan daya juang anak dan kesadaran mereka menghadapi dunia nyata yang kenyataannya penuh perjuangan.

Masalah keuangan sering menjadi pemicu pertengkaran dan akhirnya keputusan pisah menjadi jalan “paling bijaksana” yang ditempuh karena sudah hilang harapan untuk menyelesaikannya. Cinta berubah menjadi benci. Pelayanan dan keramahan pasangan pun bisa menjadi keganjilan yang merubah kesatuan menjadi individualime dalam keluarga. Kita seperti orang yang salah mendapat karunia kemakmuran, karena semakin makmur, semakin banyak masalah datang melanda.

Mengapakah orang-orang muda berkurang imannya kepada Allah? Mengapa berbicara tentang Allah jadi sebuah kisah masa lalu yang kurang berguna karena dianggap fiksi dan bahkan candu bagi orang-orang yang merasa cerdik cendekia? Kepercayaan kepada kemampuan diri sendiri membuat keluarga dibangun dari orang-orang yang rasional dan cerdas akal, tetapi tertidur mata imannya. Sampai saat ini, “Iman adalah melihat segala sesuatu yang tidak kelihatan. Ibrani 11:1 mengatakan, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Jangan mudah memutuskan perceraian. Jangan mudah memukul, jangan mengabaikan keluarga dengan kesibukan dan gadget. Buatlah segala sesuatu menyenangkan hati orang-orang penting di dalam keluarga kita. Perhatian kita sepenuhnya adalah untuk mereka, bukan orang lain. Lakukan dengan tekun dan tanpa bersungut-sungut. Roma 2:4mengatakan, “Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?” 

Dasar segala perjuangan kita adalah pemeliharaan Tuhan. Kita adalah ciptaan yang diselamatkan. Jangan mau dibawa kepada dosa lagi. Pertobatan menjadi jawaban kita atas kasih Allah yang mengulurkan tangan membantu kita menemukan surga sederhana di dunia ini dalam bentuk mulia: keluarga.

 

Selamat memasuki masa Prapaskah

Rm. Alexander Erwin Santoso MSF

Pada Kamis, 7 Maret 2019 Paroki Cempaka Putih akan Talk Show Pemilu 2019

Tim Penggerak Tahun Berhikmat 2019 bekerja sama dengan WKRI Cab. St. Paskalis, Pemuda Katolik Komcab. Jakarta Pusat, Seksi Kepemudaan, Seksi Komsos dan Seksi HAAK Paroki Cempaka Putih akan menyelenggarakan:
Talkshow Pemilu 2019 : Umat Katolik Bisa Apa?
Kamis, 7 Maret 2019
Pk. 08.30-13.00 WIB
Di Aula GKP Lt. 2 Paroki Cempaka Putih
Narasumber:
1. Romo Prof. Dr. Antonius Eddy Kristiyanto, OFM
2. Yustinus Prastowo (Pengamat Kebijakan Publik)
3. Benny Sabdo Komisioner Bawaslu Jakarta Utara
4. KPUD Jakarta Pusat
Acara ini Gratis dan Tempat Terbatas (Harap Mendaftar Terlebih Dahulu).
Info lebih lanjut dan Pendaftaran :
Samuel Henki 0898-9950-182
Aegi 0858-1906-0096
Ibu Estu 0812-9674-0223

Terbaru

Populer