Home Blog Page 49

RENUNGAN HARIAN 26 FEBRUARI 2023, Minggu Prapaskah I

Kej 2:7-9.3:1-7

Rm 5:12-19

Mat 4:1-11

“TIDAK ADA KONTRIBUSINYA KOK DIDENGERIN?”

 

Minggu Prapaskah Pertama ini membawa kita pada dua pertanyaan permenungan:

Siapa yang aku dengarkan?

Siapa yang aku percaya?

Manusia pertama hidup di antara dua kubu, Perintah Allah dan godaan ular.

Allah meminta manusia jangan makan buah pohon yang dilarang. Ular menggoda manusia melanggar perintah itu.

Manusia pertama memilih yang kedua, sehingga jatuh dalam dosa.

Padahal, siapa yang menganugerahi kehidupan? Siapa yang mencintai kita tanpa syarat? Siapa yang menjamin kita akan kehidupan kekal?

Allah.

Lah kok mengapa seringnya kita malah mendengarkan godaan Iblis? Apa hebatnya Iblis? Kasih makan engga, kasih support engga, jaminan kebahagiaan juga engga. Yuk mikirr..

Tanpa nafas hidup dari Allah, manusia hanya sedebu tanah tanpa arti. Seharusnya perintah-Nyalah yang kita dengar dan kita taati.

Godaan, dosa dan kejahatan tidak pernah menjadi bagian integral dari manusia sejak awal mulanya. Mereka merasuki manusia karena dibiarkan masuk begitu saja oleh kebebasan memilih yang kita punya. Padahal, kebebasan memilih diberikan agar manusia dapat memilih Allah dengan seluruh kebebasan yang kita punya.

Ketegasan dan ketaatan Yesus di padang gurun menunjukkan agar manusia taat kepada Dia sang pemberi kehidupan. Taat kepada Allah membawa hidup, ketidaktaatan membawa maut. Firman Allah-lah yang musti kita dengar dan taati, bukan segala bujuk rayu iblis yang menjatuhkan kita ke dalam dosa.

Jadi, kamu gimana?

 

RA

 

 

RENUNGAN HARIAN 24 FEBRUARI 2023, Jumat Sesudah Rabu Abu.

Bac 1: Yesaya 58:1-9a
Injil: Matius 9:14-15

 

“BERPUASA UNTUK APA?”


Hari Jumat dalam masa Prapaskah nih. Diwajibkan untuk berpantang. Jangan lupa berpantang hari ini. Kalau mau ditambah Puasa juga boleh.

Kita belajar setia atas apa yang kita tetapkan dan putuskan sendiri.

Iya belajar setia terhadap apa yang kita putuskan sendiri. Tanggung jawab. Termasuk soal memilih apa yang mau dipantangkan, kapan dan bagaimana kita mau puasa.

Pernah bertanya? Kita diminta berpuasa dan berpantang, untuk siapa?
Apakah untuk Allah? Untuk menyenangkan hati-Nya?

Bukan..

Yesaya – dalam bacaan pertama hari ini – mengecam perilaku itu.
Ia mengecam orang-orang yang berpuasa tapi mengadakan perhitungan dengan Tuhan.
Atau, berpuasa tapi tetap hidup dalam kelaliman dan ketidakadilan.
Puasa seperti itu – menurut Yesaya – tidak dikehendaki Tuhan.
Menurut Yesaya, Puasa percuma jika tanpa ada perbuatan baik yang nyata.

“Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk
membagikan roti kepada orang yang lapar, membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, memberi pakaian orang yg telanjang, dan TIDAK MENYEMBUNYIKAN DIRI TERHADAP SAUDARAMU SENDIRI”. 

Apa artinya berpantang dan berpuasa, kalau malah mati rasa, tawar hati terhadap sesama?
Bukankah inti masa prapaskah ini untuk mengolah apa yang tersembunyi, hati dan belarasa kita?



Jadi, kamu gimana?


RA

RENUNGAN HARIAN 23 FEBRUARI 2023, Kamis sesudah Rabu Abu

Bacaan I: Ul 30:15-20
Bacaan Injil: Luk 9:22-25

 

“KALIBRASI”


Relasi manusia dan Tuhan dapat dianalogikan seperti kompas.
Iya. Kompas, alat penunjuk arah.
Kadang kompas juga bisa tergoncang, tergoyang. Jarumnya menunjuk tak tentu arah.
Supaya benar arahnya kompas perlu diletakkan di tempat datar, didiamkan lalu biarkan jarumnya menunjuk arah utara. Itu namanya Kalibrasi.
Arah utara tidak pernah berubah, tapi jarum kompasnya yang sering berubah.



Dalam Injil hari ini Tuhan bersabda,

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”

“Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya. Tapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.”

Lanjut-Nya,

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?”



Lalu kemana arah kompas hidup kita menunjuk?

Apa yang mau kita kejar? Apa yang mau kita lepaskan?

Apa yang mau kita berikan dan pikul?

Tuhan?
dunia?
diri sendiri?

Coba ambil tempat datar, diamkan, kalibrasikan dirimu..

RA


RENUNGAN HARIAN 22 FEBRUARI 2023, RABU ABU

Bacaan I : Yl 2: 12-18
Bacaan II : 2 Kor 5: 20 – 6: 2
Injil : Mat 6: 1-6. 16-18


“Abu: Perjalanan Iman bersama Allah”



Kritik Yesus terhadap praktek hidup keagamaan pada masa itu sangat jelas. Praktek hidup doa yang tampak tidak sejalan dengan dasar hidup doa. Banyak orang terlihat sangat salah tetapi hatinya sulit merasakan kehadiran Allah. Yang terjadi, banyak orang ingin terlihat saleh tetapi tidak sungguh memelihara kesalehannya, yaitu hubungan dengan Allah. Maka, yang terjadi adalah pemisahan hidup rohani/doa dari Allah sebagai sumber. Tolok ukur yang dicari adalah pengakuan dari orang sekitar.

Masa prapaskah ini kita akan banyak merenung tentang sinode. Sinode sendiri berarti berjalan bersama. Sebagai Gereja kudus Allah, kita diundang untuk berjalan bersama dalam iman dan mewujudkan kebaikan hidup bersama. Kita memiliki kesempatan untuk pantang, puasa, aksi sosial dan renungan bersama, baik dalam keluarga maupun di lingkungan. Namun, jangan lupa bahwa itu semua adalah sarana untuk mengingatkan kita pada sinode yang mendasar, yaitu berjalan bersama dengan Allah.

Hari Rabu Abu ini kita menerima abu. Abu mengingatkan kita akan asal usul hidup kita. Masa-masa ini bukanlah masa untuk mengukur seberapa kuat diri kita, sehingga tidak lagi mengandalkan Tuhan. Dengan pantang, puasa dan amal kasih, kita diingatkan untuk kembali menemukan dasar iman kita. Dasar iman kita adalah perjalanan hidup bersama Tuhan. Semoga kita tidak mencari kesenangan dan jalan pribadi tetapi menyelaraskan diri berjalan bersama dengan Tuhan.

Selamat memasuki masa prapaskah. Selamat mengalami perjalanan bersama Tuhan.

 

AL

RENUNGAN HARIAN 21 Februari 2023, Selasa Pekan Biasa VII

Sirakh 2:1-11

Mrk 9:30-37

“Menjadi Pelayan Semuanya”

Tujuan kita menjadi pengikut Kristus dan menjadi murid-Nya itu apa?

Tak lain supaya kita belajar dari-Nya, bertumbuh, berkembang sehingga menjadi serupa dengan Dia.

Mengalami Kristus dalam hidup kita sendiri.

Bagaimana caranya mengalami Kristus? Bila mana aku merasakan Dia dalam hidupku?

Yang paling utama kita mengalami Kristus dalam Perayaan Sakramen, terutama Ekaristi. Kita mendengarkan-Nya, dan menerima Tubuh-Nya sendiri dalam rupa Sakramen.

itu saja? Bukan dong, itu yang utama tapi ada hal-hal lain yang bisa membantu kita mengalami Tuhan dalam hidup.

Lakukan apa yang Dia lakukan

Jadilah pelayan bagi semua. Karena Dia pun menjadi pelayan bagi keselamatan kita.

Atau, kata Putra Sirakh,

“Siap sedialah menghadapi cobaan, tabahkanlah dan teguhkanlah hatimu” Kata Putra Sirakh.

“Terimalah saja apapun yang menimpa dirimu dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu”

“Percayalah kepada Tuhan, nantikan belaskasihan-Nya, harapkanlah yang baik, sukacita kekal dan belaskasih-Nya”.

Begitulah Yesus saat menjalani perutusan-Nya. Penuh dengan penolakan dan cobaan.

Dengan kata lain.

Menjadi seperti Dia, dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Jadi, kamu gimana?

 

RA

 

 

RENUNGAN HARIAN, Senin, 20 Februari 2023 – Senin Pekan Biasa VII

THANK GOD IT’S MONDAY!
Senin, 20 Februari 2023

Pernahkah kita ragu-ragu dalam hidup? Pernahkah kita bimbang mengambil keputusan? Pernahkah kita tidak percaya diri di hadapan pilihan-pilihan yang ada? Lalu, apa yang kita ambil? Apa yang kita putuskan? Puaskah? Atau, menyesalkah? Untuk hal-hal kecil tentunya tidak terlalu sulit, tetapi untuk hal-hal besar itu yang terkadang tak mudah. Lalu, kita mesti bagaimana?

Kita diingatkan dari Sir 1:1-10 bahwa ada rahmat kebijaksanaan yang kita miliki sebagai manusia. Dari mana asalnya? Atau, siapakah kebijaksanaan itu sendiri? Allah memberikannya kepada kita. Ia adalah Allah sendiri yang ada di dalam hati kita. Suaranya begitu halus di batin kita. Kadang, suaranya kalah kuat dengan ambisi dan egoisme kita. Bahkan, terkesan jauh lebih lemah dari kesombongan kita.

Lalu, bagaimana mengenaliNya di setiap keputusan kita? Terlalu banyak hal yang melintas dan mesti kita kerjakan tiap harinya. Tak ada waktu untuk diam dan mendengarkan suara kebijaksanaan itu sendiri. Pertanyaannya: tidak ada waktu atau kita tidak menyiapkan waktu sejenak untuk kenali suara kebijaksanaan itu sendiri?

Orang bijak berkata, “kebijaksanaan lahir dari pengalaman, bahkan dari kegagalan. Kebijaksanaan lahir dari perjumpaan karena ia mendewasakan. Kebijaksanaan muncul dalam keheningan, karena ia butuh waktu untuk bicara.”

Artinya, kita perlu siapkan waktu barang sejenak tiap harinya, entah di pagi atau malam hari untuk mendengarNya yang selalu membantu kita mengambil keputusan besar dan kecil dalam hidup ini. Waktu sejenak itu adalah waktu doa. Dalam doa, kita diam. Dalam diam, kita persilakan Dia bicara karena tidak semua hal bisa kita selesaikan dengan kekuatan kita. Kita butuh kuasaNya. Percayalah dan berdoalah. Persilakan Dia bersabda.

Semoga hari ini kita awali dengan doa mohon kebijaksanaan.
Mari bersaksi. Mari berbahagia sebagai orang beriman. Thank God It’s Monday!

RAB

RENUNGAN SINGKAT, MINGGU 19 FEBRUARI 2023 – MINGGU BIASA VII

Im 19:1-2.17-18

Kor 3:16-23

Matius 5:38-48

“HARUSLAH KAMU SEMPURNA”

 

Pernah punya pengalaman seperti ini?

Seringkali manusia itu dalam pengalaman sehari-sehari mendambakan kesempurnaan.

Ingin hidupnya sempurna, keluarganya, punya pekerjaan, pasangan yang sempurna.

Ingin hasil pekerjaannya sempurna.

Apa yang dimaksud dengan “sempurna” dalam hal-hal semacam itu?

Tapi ironis, kadang yang terjadi justru sebaliknya – ketidaksempurnaan.

Darimana datangnya dambaan kita akan kesempurnaan?

Bisa jadi, seperti itulah gambaran keadaan kita pada awal mulanya. Kita sempurna, hidup bersama Allah – tanpa cacat.

Namun dosa menjadikan manusia tidak sempurna. Ada aja salahnya, ada aja kurangnya.

Tuhan mengajarkan, “haruslah kamu sempurna, sebagaimana Bapamu di surga sempurna adanya.” – Menjadi sempurna adalah keharusan. Ini perintah Tuhan. Supaya kita tidak lagi hidup di bawah perbudakan dosa yang serba salah dan kurang. Namun perlahan kembali ke awal mulanya.

Kristus datang membantu kita. Dia hadir memberi teladan, seperti apa manusia sempurna itu.

Bagaimana caranya menjadi sempurna? Atau paling tidak bilamana kita berjalan menuju ke arah kesempurnaan?

Bertumbuh. Lebih baik dari hari kemarin. Lebih baik dari versi diriku sebelumnya.

Kalau sebelumnya…

aku hanya tidak bisa mengampuni. Hari ini aku ingin bisa mengampuni.

aku hanya mengasihi teman, hari ini aku juga mau bisa mengasihi musuh dan mereka yang menganiaya aku, bahkan mendoakannya.

aku sulit meminjamkan sesuatu, hari ini aku mau memberikan bahkan apa yang tidak mereka minta.

aku malas-malasan dalam bekerja, hari ini aku mau mencurahkan energiku sepenuhnya untuk pekerjaanku.

Jadi, kamu gimana?

RA

LINK DOWNLOAD BAHAN-BAHAN LENGKAP APP KAJ 2023

SILAHKAN KLIK UNTUK MENDOWNLOAD,

BAHAN-BAHAN LENGKAP APP KAJ 2023

Terbaru

Populer