Home Blog Page 3

JADWAL LENGKAP MISA NATAL 2025 DAN MISA TAHUN BARU 2026 PAROKI-PAROKI KAJ

JADWAL LENGKAP MISA NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026 SEMUA PAROKI DI KAJ

 

PAROKI KATEDRAL JAKARTA

 

PAROKI CEMPAKA PUTIH

 

PAROKI CITRA RAYA

 

PAROKI KRANGGAN

 

PAROKI KRAMAT

 

PAROKI CILANDAK

 

PAROKI CIPUTAT

 

PAROKI DUREN SAWIT

PAROKI DUREN SAWIT

 

PAROKI JAGAKARSA

 

PAROKI JATIWARINGIN

 

PAROKI KAMPUNG DURI

 

PAROKI KAPUK

 

PAROKI KEMAKMURAN

 

PAROKI KOSAMBI

 

PAROKI PASAR MINGGU

PAROKI SUNTER

 

PAROKI TEBET

 

PAROKI THERESIA

 

 

PAROKI SERVATIUS

 

 

PAROKI HARAPAN INDAH

 

 

PAROKI TOMANG

 

 

PAROKI CIDENG

 

PAROKI KELAPA GADING

 

 

PAROKI TANJUNG PRIOK

 

 

PAROKI RAWAMANGUN

JADWAL LENGKAP MISA NATAL 2025 DAN TAHUN BARU 2026

RENUNGAN MINGGU ADVEN IV, 21 Desember 2025

Bacaan Pertama, Yes 7:10-14
Beginilah firman Tuhan Allah kepada Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, ”Mintalah suatu pertanda dari Tuhan, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.” Tetapi Ahas menjawab: ”Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai Tuhan.”
Lalu berkatalah nabi Yesaya: ”Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.”
‭‭
Bacaan Kedua, Rom 1:1-7
“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita. Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.”
‭‭
Bacaan Injil, Mat 1:18-24
“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ”Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita.
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
‭‭
RENUNGAN PADAT
Imanuel: Allah Memilih Bersama
Saudara-saudari terkasih, ketiga bacaan hari ini diikat oleh satu kata: Imanuel — Allah menyertai kita.
Kata ini indah, tetapi tidak selalu mudah dirasakan, terutama ketika hidup sedang berat dan pertolongan yang kita tunggu belum datang.
Kisah Yusuf membantu kita memahami maknanya.
Saat Maria mengandung, hidup Yusuf runtuh.
Ia tidak langsung ditolong, tidak dibebaskan dari risiko.
Yang ia terima hanya satu pesan: “Jangan takut… anak itu akan disebut Imanuel.”
Artinya bukan hidupmu akan aman, tetapi Allah tidak meninggalkanmu.
Sering kali kita membayangkan penyertaan Allah sebagai solusi instan.
Padahal Injil menunjukkan sesuatu yang lain:
Allah tidak datang untuk menggantikan hidup kita, melainkan menemani kita menjalaninya.
Yesus tidak mengambil alih salib kita.
Ia datang dengan salib-Nya sendiri dan berjalan di samping kita yang sedang memanggul salib kita.

Lalu kita bisa bertanya: mengapa Allah repot-repot datang ke dunia?
Sejujurnya, demi efisiensi, Allah tidak perlu datang.
Ia bisa berfirman saja dan dunia langsung diperbaiki.
Namun Allah tidak memilih cara itu.
Ia memilih lahir sebagai manusia, hidup terbatas, berjalan kaki, mengenal lelah dan penolakan.
Mengapa?
Karena Allah tidak ingin manusia hanya mengalami hasil karya-Nya,
tetapi mengalami diri-Nya sendiri—Allah yang hadir, dekat, dan penuh kasih karunia.
Allah lebih memilih bersama daripada sekadar efektif dan efisien.
Saudara-saudari,
ini penting bagi kita yang hari ini lelah dan bertanya,
“Kalau Tuhan menyertai, mengapa masalahku belum selesai?”
Injil tidak menjanjikan jalan pintas.
Injil menjanjikan kehadiran.
Itulah sebabnya Allah memilih jalan yang panjang:
memilih murid-murid yang rapuh, membiarkan Gereja bertumbuh pelan,
karena kasih sejati tidak tergesa-gesa menyelesaikan,
tetapi setia menemani.
Mungkin hari ini salib kita belum diangkat.
Namun Adven IV mengingatkan: Allah tidak pergi. Ia hadir dan berjalan bersama kita.

RA

Cantica Sacra Indonesia Mengadakan Twilight Concert Maria Immaculata di Jakarta

[1]  Pada hari Sabtu tanggal 13 Desember 2025, pukul 17.00-20.00 WIB bertempat di Sport Hall Kolese Kanisius, Menteng Jakarta, komunitas Cantica Sacra Indonesia mengadakan Twilight Concert Maria Immaculata.  Konser dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Raya Santa Maria Dikandung Tanpa Noda (Maria Immaculata) yang jatuh pada tanggal 8 Desember 2025.

[2]  Konser khusus penghormatan kepada Bunda Maria Immaculata ini merupakan yang pertama di Indonesia. Konser membawakan 17 nomor komposisi yang memusat pada penghomatan kepada Maria Immaculata dan puji-syukur kepada Tuhan Allah yang telah mengaruniakan Bunda Maria bagi dunia. Uniknya secara khusus konser mempersembahkan empat  komposisi “Ave Maria” dari masa yang berbeda, yaitu karya-karya  Johan Sebastian Bach – Charles Gounod (musik era Barok dan melodi era Romantik), Franz Shubert (era Romantik), Pietri Mascagni (era Romantik Akhir/Modern Awal), dan Guilio Caccini (era Modern Akhir).

[3] Selain untuk penghomatan kepada Maria Immaculata, konser ini juga dimaksudkan untuk pembelajaran musik liturgi Gereja Katolik bagi umat.  Pembelajaran musik liturgi melalui konser adalah salah satu program Cantica Sacra Indonesia, suatu komunitas umat Katolik di Jakarta, yang mendedikasikan kegiatannya untuk pengembangan musik liturgi yang benar, baik, indah, dan ilahiah (verum, bonum, pulchrum, et divinum) sesuai arahan Vatikan melalui ensiklik Sacrosanctum Concilium (1963) dan Musicam Sacram (1967).  Untuk itu konser-konser Cantica Sacra dirancang sebagai konser interaktif dengan penonton.

[4] Lagu-lagu yang dibawakan dalam konser ini sebagian besar adalah lagu-lagu yang sudah akrab di telinga umat Katolik.  Dalam rangka pembelajaran musik liturgi, melalui konser ini Cantica Sacra Indonesia bermaksud menunjukkan bahwa dengan teknik vokal dan cara bernyanyi yang benar, lagu-lagu liturgi yang sudah terbiasa didengar dan dinyanyikan umat akan terdengar dan terasakan menjadi berbeda, lebih indah dan megah.  Secara khusus konser ini menunjukkan bagaimana cara membawakan lagu-lagu liturgi Gregorian dan polifonik sebagai persembahan dan pujian kepada Allah, bukan sebagai pertunjukan untuk mengundang aplaus.

[5] Nomor-nomor komposisi lagu dalam konser dibawakan oleh Cantica Sacra Female Choir, dengan dukungan penampilan khusus dari Persevera Choir Kolese Kanisius dan Paduan Suara SMP Penabur Cipinang. Secara khsusu Cantica Sacra Female Choir (CSF Choir) adalah kelompok paduan suara bentukan komunitas Cantica Sacra Indonesia.   Anggota CSF Choir diseleksi dan dipilih secara terbuka dari kalangan anggota paduan suara musik liturgi di sejumlah paroki di wilayah Keuskupan Agung Jakarta.  Anggota sekarang berasal dari paroki-paroki St. Agustinus Karawaci, St. Nicodemus Cipuitat, St. Bartolomeus Bekasi,  St. Ignatius Loyola Jakarta, St. Leo Agung Jatiwaringin, dan St. Servatius Kampung Sawah.

[6] Cantica Sacra Female Choir dibentuk sebagai model Schola Cantorum, kelompok paduan suara dan pemazmur inti musik liturgi di gereja-gereja Katolik, sesuai dengan amanat Sacrosanctum Concilium (artikel 114) dan Musicam Sacram (artikel 19-20).  Melalui kegiatan pelatihan dan tutorial, serta penanaman anggota CSF Choir sebagai agen pembelajaran di paroki asalnya, Cantica Sacra Indonesia akan mereplikasi model Schola Cantorum tersebut di paroki-paroki gereja Katolik se-Indonesia, untuk menjadi bagian integral yang menganimasi misteri agung Misa Kudus .  Untuk itu Cantica Sacra Indonesia membangun jaringan kemitraan dengan Komisi Liturgi KWI dan Komisi Liturgi keuskupan-keuskupan di Indonesia.

[7]  Twilight Concert Maria Immaculata oleh Cantica Sacra Indonesia ini didukung oleh sejumlah pelaku dan pendukung musik liturgi dengan peran yang saling-mengisi.  Pelatih dan konduktor utama sekaligus direktur artistik konser adalah Jay Wijayanto. Turut mendukung adalah Leonard Joseph (Konduktor/Pianis), Mikha Ogung J. Panggabean (Konduktor), Ignatius Martono (Pelatih Kanisius), Sirma Ulina Ginting (Konduktor SMP Penabur Cipinang), Angelica Liviana (Pianis), Andreas Galih Pamungkas (Organis), dan Theresia Friska Ratih Sagita (Pianis/Organis).  Juga didukung oleh tim multi-media digital yang diawaki oleh Martin Tanubrata, Remigus Isworo, dan Muchammad Husein.

[8]  Konser disaksikan sekitar 400 orang penonton, terdiri dari para rohaniwan, pegiat musik liturgi, dan umat awam dari paroki-paroki di Keuskupan Agung Jakarta.  Konser mendapat dukungan dari Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Kementerian Agama RI, Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dan Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta.

[9]  Demikian siaran pers ini disampaikan untuk dapat disebar-luaskan kepada khalayak.  Terimakasih.

 

Jakarta, 13 Desember 2025

Cantica Sacra Indonesia

Jay Wijayanto, Direktur Artistik Konser

RENUNGAN MINGGU ADVEN III, 14 Desember 2025

Bacaan Pertama, Yes 35:1-6a.10
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan Tuhan, semarak Allah kita.
Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: ”Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”
Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; dan orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.”
Bacaan Kedua, Yak 5:7-10
Saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan, seperti petani menantikan hasil tanahnya yang berharga: Ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!
Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
‭‭
Bacaan Injil, Mat 11:2-11
Sekali peristiwa Yohanes Pembaptis mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: ”Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: ”Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”
Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: ”Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.
Aku berkata kepadamu: Camkanlah, di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis. Namun demikian, yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar daripada Yohanes.”
‭‭
RENUNGAN PADAT
SUKACITA YANG TAK PERNAH PADAM
Saudara-saudari yang terkasih,
biasanya kita bersukacita ketika ada hal baik terjadi di dalam lingkaran hidup kita.
Entah itu dalam keluarga kita, pekerjaan kita, pelayanan kita, atau rencana-rencana kita yang berjalan sesuai harapan.
Tetapi hari ini saya mau mengajak kita bertanya lebih dalam:
apakah kita masih bisa bersukacita, ketika hal baik itu justru terjadi di luar hidup kita?
Ketika kebaikan itu tidak melibatkan kita,
bahkan ketika kita sendiri tidak diajak ikut mengalaminya?
Inilah pertanyaan yang kita temukan dalam Injil hari ini,
melalui pengalaman Yohanes Pembaptis.
Yohanes sedang berada di penjara.
Bukan hanya penjara fisik, tetapi juga penjara batin:
sendirian, terpinggirkan, menunggu akhir hidupnya.
Padahal dialah yang membuka jalan bagi Tuhan,
dialah yang mempersiapkan hati banyak orang,
dialah yang dengan berani bersaksi demi kebenaran.
Dan dari dalam penjara itu, Yohanes bertanya:
“Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?”
Ini bukan pertanyaan orang yang kehilangan iman.
Ini pertanyaan orang yang lelah namun jujur.
Seolah Yohanes berkata:
“Apakah hidupku ini salah arah?
Apakah semua yang kulakukan sia-sia?”
Menariknya, Yesus tidak menjawab dengan mengatakan,
“Ya, Akulah Mesias.”
Yesus justru berkata:
“Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan dengar:
orang buta melihat, orang lumpuh berjalan,
orang bisu berbicara, orang mati dibangkitkan,
dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”
Yesus menunjuk indikator-indikator kehidupan yang sedang dipulihkan.
Yesus seperti berkata:
“Jangan nilai Aku dari bayanganmu tentang Mesias.
Lihatlah apa yang sedang dikerjakan Allah.”
Dan di situlah letak penghiburan Yohanes.
Bukan karena ia akan dibebaskan.
Bukan karena hidupnya akan diperpanjang.
Tetapi karena ia tahu:
Tuhan sungguh sedang bekerja — meski bukan melalui dirinya, dan bukan di tempat ia berada.
Yang paling menyakitkan dari posisi Yohanes justru ini:
ia tidak bisa ikut menyaksikan sendiri pemulihan yang sedang terjadi.
Ia hanya mendengar kabarnya.
Ini mengingatkan kita pada Musa,
yang memimpin umat begitu lama,
tetapi tidak diperkenankan masuk ke Tanah Terjanji.
Ia hanya melihat dari kejauhan.
Setia, tetapi tidak menikmati buahnya.
Berjuang, tetapi tidak ikut merayakan hasilnya.
Dan di sini kita belajar sesuatu yang sangat dalam:
bahwa pada satu titik,
seseorang dipanggil untuk rendah hati,
mempersilakan Tuhan tetap berkarya,
bahkan ketika karya itu tidak lagi melalui dirinya.
Inilah saat di mana sukacita mudah sekali padam.
Bacaan pertama dari Nabi Yesaya menyebut keadaan itu sebagai tawar hati.
Bukan marah, bukan memberontak,
tetapi lelah berharap.
Dan kepada orang-orang seperti itu Tuhan berkata:
“Kuatkanlah hatimu, jangan takut.”
Tuhan tidak langsung mengubah keadaan.
Ia lebih dulu menjaga bagian dalam hati,
agar api tidak padam.
Surat Yakobus hari ini juga berbicara tentang hal yang sama.
Ia mengajak kita bersabar seperti petani yang menantikan hasil tanahnya yang berharga.
Petani tidak memaksa panen datang lebih cepat,
tetapi ia juga tidak meninggalkan ladangnya.
Ia menunggu dengan setia.
Yakobus memperingatkan kita:
“Jangan bersungut-sungut dan jangan saling mempersalahkan.”
Karena sungut-sungut adalah tanda bahwa hati mulai pahit,
bahwa sukacita mulai bocor.
Lalu Yesus menutup dengan kalimat yang sangat tajam:
“Berbahagialah orang yang tidak kecewa dan tidak menolak Aku.”
Artinya:
berbahagialah orang yang tidak tersandung
ketika Tuhan bekerja tidak sesuai harapannya.
Saudara-saudari,
Minggu ini kita merayakan Minggu Sukacita, Minggu Gaudete.
Tetapi sukacita yang kita rayakan bukanlah sukacita yang dangkal.
Bukan karena semua masalah selesai.
Bukan karena hidup kita menjadi pusat perhatian.
Sukacita Kristen adalah sukacita yang berkata:
Tuhan tetap setia.
Tuhan tetap bekerja.
Dan itu cukup.
Bahkan ketika aku tidak lagi menjadi pusat cerita.
Bahkan ketika aku tidak ikut menyaksikan hasilnya.
Bahkan ketika hidupku terasa kecil dan sunyi.
Karena Kerajaan Allah lebih besar dari hidup kita masing-masing.
Maka hari ini kita diajak untuk bersukacita —
bukan karena penjara hidup kita langsung dibuka,
tetapi karena kita tahu:
di luar sana, Tuhan tetap memulihkan kehidupan.
Dan berbahagialah kita,
jika kita tidak tersandung oleh cara Tuhan bekerja.

RA

Wanita Katolik RI Gelar Bursa Kerja Inklusif untuk Penyandang Disabilitas dalam Program Lintas Mentari 2025

Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP bersama WKRI dan peserta Bursa Kerja untuk Penyandang Disabilitas di Universitas Tarumanagara

Jakarta, 6 Desember 2025 Wanita Katolik Republik Indonesia (Wanita Katolik RI) bekerja sama dengan Kerja Disabilitas melalui program Lintas Mentari 2025 menyelenggarakan Bursa Kerja untuk Penyandang Disabilitas di Universitas Tarumanagara pada 6 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antara  pencari  kerja  penyandang  disabilitas  dan  perusahaan  yang  berkomitmen pada praktik ketenagakerjaan inklusif.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terdapat 22,97 juta jiwa atau 8,5% penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas yang merupakan penyandang disabilitas, sebagian besar akibat penyakit tidak menular yang memengaruhi fungsi melihat, mendengar, dan berjalan. Potensi besar ini perlu didukung melalui akses setara, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan. Pemerintah telah mempertegas komitmen tersebut melalui kebijakan kuota 1% tenaga kerja disabilitas bagi instansi pemerintah dan perusahaan swasta, selaras dengan prinsip No One Left Behind.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP., dalam sambutannya menyampaikan    apresiasi terhadap inisiatif ini. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyambut baik setiap upaya yang membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan kesempatan kerja. Kegiatan seperti ini penting untuk memastikan Jakarta menjadi kota yang inklusif, ramah, dan memberikan ruang bagi semua warganya untuk berkembang,” ujarnya.

Ketua Presidium Wanita Katolik RI, Elly Kusumawati Handoko bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP

Mengusung tema “Gunakan Kemampuan dan Talentaku: Aspirasi Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menegaskan keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi yang layak diberdayakan. Ketua Presidium Wanita Katolik RI, Elly Kusumawati Handoko menambahkan, “Kami ingin menghadirkan wadah nyata yang membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka. Kegiatan ini bukan hanya tentang mencari pekerjaan, tetapi tentang pengakuan dan pemberdayaan.”

Selain membuka peluang kerja sesuai amanat UU No. 8 Tahun 2016, bursa kerja ini bertujuan meningkatkan kepedulian publik dan mendorong lebih banyak perusahaan menerapkan kuota ketenagakerjaan disabilitas. Ketua Panitia Bursa Kerja untuk Penyandang Disabilitas, Bernadette Themas, menyampaikan komitmen panitia dalam memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta. “Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta mendapatkan pengalaman yang bermakna dan kesempatan untuk terhubung langsung dengan perusahaan yang benar-benar siap menerapkan prinsip inklusi,” ujarnya.

Rangkaian acara meliputi sesi rekrutmen langsung oleh perusahaan serta paparan inspiratif dari:

  • Wakil Gubernur  DKI  Jakarta,  H.  Rano  Karno,  S.IP.,  sebagai  keynote speaker, yang memberikan pesan penguatan mengenai pentingnya akses kerja yang setara bagi seluruh masyarakat.
  • Acara ini  juga  diperkaya  oleh  paparan  inspiratif  dari  Dr.  (Cand.) Angkie Yudistia, Founder & CEO Inclusive IDN, yang membahas ekosistem ketenagakerjaan inklusif dari perspektif advokasi dan kewirausahaan,
  • serta  Yuda   Augusta,   Managing   Director   HUNT   Indonesia,   yang membagikan wawasan mengenai tren kebutuhan industri dan strategi peningkatan daya saing talenta disabilitas.

Kegiatan  ini  merupakan  hasil  kolaborasi  antara  Wanita  Katolik  RI,  AyoKerja, Sumber Daya Rasuli (SuDaRa) dan Yayasan Tarumanagara, yang memiliki visi Bersama untuk menghadirkan kesempatan kerja yang setara bagi penyandang disabilitas.

Dengan terselenggaranya bursa kerja ini, diharapkan tercipta jembatan yang mempertemukan talenta disabilitas dengan perusahaan yang siap menerapkan prinsip keberagaman dan inklusi. Wanita Katolik RI mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Tentang Wanita Katolik RI

Wanita Katolik Republik Indonesia (Wanita Katolik RI) adalah organisasi kemasyarakatan perempuan yang berdiri sejak 26 Juni 1924 dan berakar pada nilai-nilai Katolik. Organisasi ini didirikan oleh R.A. Maria  Soelastri  Soejadi  Sasraningrat  Darmosapoetro  bersama  para  alumni  Sekolah  Guru  Putri Mendut. Wanita Katolik RI memiliki struktur organisasi berjenjang yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Ranting, Daerah, hingga Dewan Pengurus Pusat (DPP) yang berkedudukan di Jakarta.

Sebagai  bagian  dari  komunitas  Gereja  Universal,  sejak  tahun  1957  Wanita  Katolik  RI  menjadi anggota World Union of Catholic Women’s Organisations (WUCWO), yang menghimpun organisasi perempuan  Katolik  dari  sekitar  100  negara.  Hingga  kini,  Wanita  Katolik  RI  terus  mengemban komitmen untuk memperjuangkan peran perempuan dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat melalui pelayanan yang berlandaskan kasih, kesetaraan, serta pengabdian kepada bangsa. Organisasi ini juga aktif dalam bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, serta pembinaan iman dan moral, dengan setia menjunjung Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

 

Kontak Media: Wanita Katolik RI

Tim Divisi Komunikasi dppwkridivkom@gmail.com

Sarasehan dan Misa Kudus Syukur Anugerah 60 Tahun Konsili Vatikan II

*KONFIRMASI DAN PENDAFTARAN*

Kami mengharapkan konfirmasi kehadiran dan pendaftaran Bapak/Ibu/Saudara-i pada acara Saresehan dan Misa Kudus dalam rangka : “Syukur Anugerah 60 Tahun Konsili Vatikan II”, yang akan kami selenggarakan pada hari : *Sabtu, 20 Desember 2025 ; Jam 12.00 – 17.00 WIB* ; bertempat di Auditorium Kampus Ursulin Santa Maria Jakarta, Jl.Ir.H.Juanda 29 – Jakarta Pusat.

*Keynote Speech dan Selebran Utama Misa : Kardinal Ignatius Suharyo* . Pembicara pada Saresehan : Yudi Latif, Yanuar Nugroho, Ery Seda, E.Martosudjita, Yustinus Prastowo.

*Biaya (Pengganti Konsumsi)* : Rp. 50.001 per orang. Mohon ditambah angka 1. Harap menuliskan nama peserta di Kolom Transfer. Biaya Pendaftaran ditransfer ke : *BCA 7335 900 600* , atas nama Ikatan Alumni Filsafat Teologi Sanata Dharma Yogyakarta.

*Link Pendaftaran*
https://forms.gle/cvhVyG8rsNbQxgUCA

Acara ini terbuka untuk umum (kuota terbatas) . Pendaftaran akan ditutup tanggal *18 Desember 2025* atau jika kuota sudah penuh terlebih dahulu.

*Informasi (WA only)* :
Andre Sumariyatmo (Andre) : 0819-0820.8446
Budi Agus Setyawan (Budi) : 0811-964.706
Maria A.M (Maria) : 0817-266.219

RENUNGAN MINGGU ADVEN II, 7 Desember 2025

Bacaan Pertama, Yes 11:1-10
Pada akhir zaman, suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh Tuhan akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan Tuhan; ya, kesenangannya ialah takut akan Tuhan.
Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
Pada masa itu, serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.”
Bacaan Kedua, Rom 15:4-9
Saudara-saudara segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci. Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus, sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
Oleh karena itu, terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah. Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita, dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: ”Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.””
Bacaan Injil, Mat 3:1-12
Sekali peristiwa tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: ”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: ”Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.” Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan. Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: ”Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang? Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini! Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”
‭‭
Renungan Padat
Saudara-saudari terkasih, kita melangkah masuk pada Minggu Adven yang kedua. Minggu ini sangat kental pesan untuk pertobatan demi pendamaian diri kita dengan Allah. Dan Pesan ini berlaku untuk semua orang – tak terkecuali pun bagi mereka yang menganggap dirinya ‘orang terpilih’.
Bagaimana kita berdamai dengan Allah? Memangnya kita musuhan dengan Dia? Dosa dan kejahatan membuat jurang antara kita dengan Allah, sehingga manusia tidak bisa menggapai keilahian. Kecuali, jika dari pihak Allah sendiri menyediakan jembatannya. Kristuslah jembatannya. Ia akan datang membawa penghakiman seperti yang digambarkan dalam Kitab Nabi Yesaya pada bacaan pertama.
St Paulus pun mengingatkan agar jemaat selalu hidup dalam kerukunan, sebagaimana kita telah diperdamaikan dengan Allah dalam Kristus. Maka anggota jemaat sebagai tubuh Kristus pun wajib hidup rukun sebagai buat pertobatan dan penebusan. Undangan ini berlaku untuk semua bangsa, karena Kristus wafat untuk semua orang.
Jadi, bagaimana kita menanggapi undangan ini?
RA

RENUNGAN MINGGU ADVEN I – 30 November 2025

Bacaan Pertama, Yes 2:1-5
Inilah Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: ”Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman Tuhan dari Yerusalem.”
Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang Tuhan!”
Bacaan Kedua, Rom 13:11-14a
Saudara-saudara, kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahwa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang ini keselamatan sudah lebih dekat bagi kita dari pada waktu kita menjadi percaya. Malam sudah hampir lewat, dan sebentar lagi pagi akan tiba.
Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.”
Bacaan Injil, Mat 24:37-44
Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.
Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.””
Renungan Padat

Tahu atau Tidak Tahu?

Lebih baik banyak tahu atau tidak mengetahui sama sekali? Banyak tau memang baik, kita jadi bisa paham cara kerja segala sesuatu. Bisa meminimalisir kesalahan. Bisa juga terhindar dari ditipu orang. Tapi terkadang, kalau banyak tahu bisa bikin stress juga. Karena kita banyak tahu, lalu berhadapan dengan orang tidak tahu dan sok tahu, kita bisa pusing juga. Pernah satu kali, ada orang yg menganggap dirinya pintar mengatur semuanya, tapi hasilnya tidak mencerminkan kepintarannya itu. Saya sendiri merasa ada hal-hal yang harus diperbaiki supaya hasilnya bisa lebih bagus, tapi demi menghindari konflik saya lebih memilih diam. Eh malah saya yang gelisah.
Tapi, ketidaktahuan bisa menyebabkan kekacauan. Seseorang bisa jatuh karena ketidaktahuan. Karena ketidaktahuan bisa menyebabkan ketidakwaspadaan. Banyak kecelakaan dan musibah terjadi karena ketidakwaspadaan seperti ini.
Dalam bacaan Injil, Yesus memperingatkan murid-murid-Nya dengan mengambil contoh zaman nabi nuh. Orang-orang zaman itu hidup dalam sikap ketidaktahuan bahwa hari Tuhan sewaktu-waktu akan datang. Karena itu, mereka makan minum seperti biasa – tanpa menyadari apa-apa. Dikiranya semua aman-aman saja. Mereka pun mungkin tidak tahu mengapa Nuh tiba-tiba membangun bahtera. Mungkin juga mereka mengira Nuh orang gila. Tapi ternyata, air bah datang.
Yang orang banyak tahu mungkin ini. Hidup cuma sekali maka pakailah seenak hatimu.
Tapi yang orang tidak tahu adalah yang cuma sekali itu MATI. Maka hiduplah setiap waktu, setiap hari. Bangunlah setiap hari, sebelum kita tidur untuk selamanya.

Jadi kamu gimana?
RA

Berita Acara Pemenangan Lomba Logo ARDAS APP KAJ 2026

Berita Acara Pemenangan Lomba Logo ARDAS APP KAJ 2026

Rekan-rekan peserta umat beriman terkasih,

Setelah melalui proses panjang penjurian diantara para Romo dan Pimpinan Kuria Keuskupan, maka ijinkan kami menyampaikan Berita Acara Pemenangan Lomba Logo Ardas APP 2026 Keuskupan Agung Jakarta.

Kami mengucapkan proficiat bagi para pemenang dan Bagi semua peserta yang terlibat kami mengucapkan terima kasih sedalamnya.

Harus dipahami bahwa kesertaan kita dalam Lomba Logo Keuskupan Agung Jakarta ini merupakan wujud pelayanan dan kasih kita semua, bagi perkembangan Iman Umat Gereja Allah di KAJ.

Kami mohon maaf sebesarnya jika dalam prosesnya masih terdapat banyak kesalahan dan kekeliruan.

_Tuhan Yesus selalu Memberkati Pelayanan Kita semua_

Terbaru

Populer