Home Blog Page 151

KEHENINGAN SUMBER JAWABAN SEJATI

Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) pada 20/ 05, merayakan Hari Komsos sedunia ke-46 bersama pegiat komunikasi paroki, kategorial dan para artis. Secara lebih khusus lagi dalam perayaan  ini digelar pula  kegiatan pemberian penghargaan berjudul INMI (Inter Merifika) Awards. Penghargaan ini ditujukan bagi media komunikasi berupa majalah maupun warta mingguan paroki dengan berbagai kategori. Ada kategori sampul (cover) terbaik, ada tulisan feature terbaik dan lain-lain.

Sebelum pagelaran ajang INMI Award, acara dimulai dengan misa meriah dipimpin Mgr. Ign. Suharyo, uskup KAJ didampingi koselebran Rm. Harry Sulistio, Pr, ketua Komsos KAJ dan Rm. Steven, Pr yang juga pegiat Komsos KAJ.

Mengawali kotbahnya Mgr. Ign. Suharyo mengajukan pertanyaan, mengapa hari Komunikasi Sosial selalu dirayakan seminggu sebelum hari Pentakosta? “Ini mengingatkan kita semua akan mandat perutusan Gereja supaya kita pergi ke seluruh dunia untuk mewartakan kabar gembira. Agar kita dapat mewartakan kabar gembira ini dengan baik maka kita perlu memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan benar sehingga pewartawaan kita dapat diterima dengan baik. Supaya jangkauan pewartaan kita bisa lebih meluas kita perlu memanfaatkan peralatan komunikasi modern sebaik mungkin,” ungkap Mgr. Suharyo.

Mgr. Suharyo juga mengatakan bahwa tugas pewartawan ini begitu penting. “Karena itulah setiap tahun Paus menyiapkan pesan khusus dalam rangka peringatan hari Komsos sedunia,” tegas Mgr. Suharyo. Pada tahun ini Paus Benediktus XVI mengambil tema yang sangat spesifik yaitu Keheningan dan Kata Menuju Evangelisasi.

Merenungkan tema ini, kata Mgr. Suharyo, saya langsung teringat pengalaman beberapa tahun lalu ketika berkunjung ke sebuah rumah retret.  Uskup tiba di rumah retret dimaksud sudah malam sekitar pukul 21. Sehingga rumah retret itu sudah gelap. Tetapi di beberapa sudut ada nyala lilin. “Saya mendekat ke lilin tersebut ternyata di sana ada seorang remaja laki-laki duduk sendirian dan sibuk menulis sesuatu di atas buku catatannya. Lalu saya bertanya sedang mengapain sendirian di kegelapan ini? Rupanya si remaja ini sedang mengikuti sebuah pembinaan rohani.  Kepada setiap peserta dipersilahkan berdiam diri di tempat masing-masing tanpa penerangan kecuali terang lilin. Setelah itu mereka diminta menuliskan pengalaman apa saja yang mereka dapatkan selama berdiam diri itu. Entah itu digigit nyamuk, entah itu rasa takut karena gelap atau apa saja yang penting mereka menuliskan segala sesuatu yang mereka rasakan.

“Pengalaman ini sangat luar biasa, karena kepada para remaja itu sejak dini telah diajarkan untuk berani berdiam diri dan menuliskan pengalaman, perasaan-perasaan selama berdiam diri itu. Ini sebuah pembinaan yang penting,” lanjut Mgr. Suharyo.

Mengapa penting berdiam diri? Dalam keadaan diam seseorang akan bisa merasakan dan mengalami jerit batinya yang terdalam secara bening dalam hening. Pada saat itulah sebenarnya setiap pribadi dapat melihat dengan jelas tujuan hidupnya dengan jelas.

“Diam itu  ibarat air keruh dalam sebuah gelas yang didiamkan. Hanya dalam satu malam akan terjadi pemisahan antara air bening dengan kotorannya. Saat diam dalam keheningan itu pula kita kita dapat mengenali apa yang sedang kita alami dan yang sedang terjadi di sekitar kita. “Saat itu kita akan bisa sampai melihat apa yang hakiki dan sejati atau melihat lebih dalam dari apa yang kelihatan,” tandas Mgr. Suharyo.

Karena itulah Rasul Johannes mengatakan :”Kami telah melihat dan menyaksikan bahwa Bapa telah mengutus anakNya. Padahal di tempat lain dia mengatakan bahwa tidak mungkin melihat Allah. Kesaksian Johannes inilah merupakan buah dari keheningan dan olah batin,” ungkap Mgr. Suharyo.

Tetapi Mgr. Suharyo juga mengatakan bahwa diam dalam keheningan juga bisa menimbulkan rasa gelisah dan  takut. “Mungkin kegelisahan saat diam inilah yang dimanfaatkan dunia hiburan, sehingga orang yang kesepian sering lari ke tempat-tempat hiburan. Padahal hiburan itu hanya menghilangkan kegelisahan sesaat, bukan yang sejati,” tegas Mgr. Suharyo. Karena itulah Uskup sangat menekankan keberanian kita untuk berdiam diri dan mengenali dan menyadari persoalan kita yang sesungguhnya dan yang sejati dan benar.

Yesus sendiri pun telah mengajarkan hal itu dalam Injil. Setiap kali Dia menyisihkan waktunya untuk pergi ke tempat sunyi untuk berdoa.

Selesai misa, seluruh hadirin diundang untuk menyaksikan pemberian INMI Award 2012. Hajatan yang diawali dengan makan malam bersama ini pun ternyata dihadiri juga beberapa artis katolik seperti  Lisa Aryanto, Mpok Hindun Fanny Rahmasari (MC), Bernadetha Cinta “Mama Mia”, dan tentunya juga para pengiat Komsos dari paroki-paroki Sekeuskupan Agung Jakarta.

Sonar Sihombing

Undangan Mengikuti Perayaan Hari Komsos Se-Dunia ke-46 2012

Kepada Ytk.

Umat Katolik Insan Penggerak/Pekerja di bidang Komunikasi

*Teman-Teman Wartawan,

*Pengurus Seksi Komsos se-KAJ

*Teman-teman Insan Penggerak/Pekerja di bidang Komunikasi

Mari kita merayakan HARI KOMUNIKASI SOSIAL SEDUNIA KE-46 dengan:

PERAYAAN EKARISTI

HARI MINGGU, 20 MEI 2012 PK.17.00 DI GEREJA KATEDRAL

BERSAMA USKUP AGUNG KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

MGR. IGNATIUS SUHARYO

Tema: “Keheningan dan Kata: Jalan Evangelisasi”

“Berkomunikasi adalah Belajar untuk Mendengar, Merenung, dan Berbicara”

Sesudah Misa, KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL KAJ, juga mengundang Saudara-Saudari untuk ramah-tamah di AULA KATEDRAL. Acaranya:

MAKAN MALAM “SEGO-PENDOPO”

PENGANUGERAHAN “INMI (INTER MIRIFICA) AWARDS 2012” (Awards untuk Majalah dan Warta Minggu Paroki TERBAIK se-KAJ

hasil penilaian 3 Juri: H. WITDARMONO, EKA BUDIANTA, DAN F. RAHARDI)

DIMERIAHKAN OLEH:

*JOSHUA CHAMBERS *LISA A. RIYANTO *HENI PALILING *CINTA MAMAMIA

*MP0K INDUN *MC: FANNY RAHMASARI DAN CHRISTIAN.

KONFIRMASI KEHADIRAN: SDR. IRENE 08174815757 atau Ibu Lili 087877652669

atau mail raka.kaj@gmail.com

Selamat merayakan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46.

Mohon sampaikan juga undangan ini kepada artis/seniman/pekerja seni/insan yang berkarya di bidang komunikasi.

Kami menantikan kehadiran Saudara-Saudari. Tuhan memberkati Anda sekeluarga. Amin

Tetap semangat KARENA TUHAN

M. Harry Sulistyo, Pr

KETUA KOMISI KOMSOS KAJ

Surat Keluarga Mei 2012

Masa lalu adalah jejak untuk hari ini

Hari ini adalah rangkaian cerita hari kemarin

Dan masa depan kita adalah panenan

Dari kebijaksanaan kita saat ini

Keluarga-keluarga yang terkasih,

Melihat perubahan masa sekarang ini, kadang hati kita bisa menjadi gamang dan kuatir. Perubahan zaman membawa kemudahan dan gengsi; perubahan itu membawa semangat berkompetisi dan semangat untuk menang. Semua orang diajak untuk berlomba-lomba memenangkan hidup yang makmur, peringkat pertama, atau terkenal. Perubahan itu entah membawa kita ke mana. Kadang kita merasa menikmatinya, kadang bingung mengamati akibatnya bagi generasi muda dan keluarga kita.

Ada begitu banyak keterbukaan dan kebebasan yang kita nikmati. Ekspresi pribadi menjadi bagian yang kita nikmati dengan bebas. Dan semua berjalan semakin apa adanya. Anak- anak boleh menolak kebijaksanaan orang tuanya. Dan orang tua tidak bisa lagi semena-mena memberikan aturan yang tidak masuk akal sehat anak-anaknya. Akan tetapi, apakah kebebasan seperti itu saja cukup untuk mengarahkan anak-anak kepada nilai hidup yang Kristiani? Barangkali, untuk mengatasi kebingungan, sekolah dijadikan jalan pintas dan andalan untuk membentuk kepribadian, pendidikan nilai dan membatasi kebiasaan buruk dan kenakalan.

Di luar tembok sekolah, kehidupan kadang tidak berjalan seperti yang kita harapkan. Membaca hasil beberapa survei atau berita, baik yang dapat dipercaya atau tidak, kadang kita kembali dihantui rasa takut karena ternyata anak-anak kita tidak dapat dibiarkan berjalan sendiri saja. Cerita kecurangan dalam ujian, pertengkaran, pencurian, terlibat narkoba, sampai kenakalan anak muda yang melalukan seks bebas barangkali bukan sesuatu yang mengada-ada.

Ke mana anak-anak kita akan berkembang? Apakah kita sungguh yakin bahwa mereka berada dalam lingkungan yang baik, yang mendukung mereka untuk hidup dengan pikiran-pikiran yang baik, mengerti nilai-nilai hidup yang baik, dan belajar untuk beriman dengan baik juga? Apakah mereka sungguh mengenali budaya hidup yang arif, yang Kristiani dan bermoral Kristiani ?

Generasi muda selalu dikelilingi oleh nilai-nilai dan budaya yang selalu berkembang dan berubah. Dalam ketersembunyian, mereka dibentuk oleh tangan-tangan yang membawa mereka menjadi generasi yang berbeda dengan jaman orang tuanya. Apakah nilai-nilai luhur dapat dipelajari dan diterima dari kehidupan di dalam rumah mereka sendiri? Tugas kita sebagai orang tua untuk menanggulanginya.

Keluarga-keluarga Katolik yang terkasih, nilai-nilai hidup yang sesuai dengan ajaran Kristus dan Gereja perlu diajarkan pada anak-anak dan seluruh anggota keluarga kita. Mreka semua perlu mendapat pengertian dan bimbingan agar sampai pada penerimaan bahwa suatu nilai itu berharga dan perlu diperjuangkan berhadapan dengan banyaknya informasi dan ajaran-ajaran yang bertubuh-tubi masuk dalam pikiran dan gaya hidup kita semua, khususnya anak-anak itu.

Jika dibiarkan, anak-anak dan generasi muda kita akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Kristiani dan manusia bermoral baik. Mereka membutuhkan masukan dan pendidikan dari orang tua dan seluruh anggota keluarganya. Dalam keluarga, kita bersama-sama membiasakan diri mengembangkan nilai-nilai hidup yang baik dan benar.

Mulailah dari disiplin diri, membiasakan melakukan hal yang benar dan mulai Mengembangkan habitus baru untuk mendalami imannya, mengembangkan persaudaraan sejati dan membudayakan kasih, supaya kita semakin yakin akan suatu masa depan yang lebih baik, bukan hanya berhasil dalam karir, tetapi semakin menjadi manusia yang dicintai Allah dan sesama. Mulai dari, misalnya, kebiasaan mengucapkan terima kasih, menghormati pembantu rumah tangga, atau menghargai pendapat anak-anak sambil mengajarkan kejujuran dan tanggung jawab atas perbuatannya.

Sekolah saja tidak mencukupi untuk suatu pendidikan yang baik bagi anak-anak kita. Mereka perlu kepastian dari orang tua serta seluruh isi rumahnya bahwa cinta kasih, kejujuran, kesetiakawanan, tanggung jawab, iman, kerendahan hati, hormat pada orang tua, kesetiaan, kemurnian, dll. adalah nilai-nilai yang akan terus berlaku, meskipun banyak tawaran menipu datang sebagai nilai baru yang bisa merusak kehidupan bersama kita.

Marilah dengan tekun kita dampingi putera-puteri kita. Kita jadikan setiap hari sebagai hari penuh persahabatan dan pendidikan nilai untuk mereka. Jangan biarkan generasi muda kita kehilangan arah karena tekanan hidup yang kompetitif melulu. Bimbinglah supaya perubahan zaman dan modernisasi tidak membuat mereka bingung melangkah karena sekedar ikut-ikutan dengan budaya dan tren yang belum tentu membawa keselamatan dan masa depan yang lebih baik.

Saya percaya, dengan pendekatan personal, persahabatan, kasih, dan teladan yang baik dari orang tuanya, pendidikan nilai akan lebih mudah dilaksanakan dan berhasil membawa generasi muda ke arah Kristus, ke arah pembentukan pribadi yang utuh untuk keselamatan sejati yang membuat kita bersyukur dan bangga akan mereka .

Bersama Bunda Maria, kita berdoa untuk keselamatan seluruh keluarga kita. Kita ingin membangun keluarga seperti keluarga kudus-Nya yang mampu menjadi teladan dan terang bagi banyak orang. Semoga Pentakosta mempersiapkan anak-anak kita dibimbing oleh Roh Kudus untuk membawa mereka kepada Yesus dan memuliakan Bapa yang menyertai anak-anak-Nya setiap saat.

Tuhan memberkati keluarga kita semua. Amin.

Salam Keluarga Kudus,
Rm. Alexander Erwin MSF

Undangan Temu Komsos Paroki Se-KAJ 5 Mei 2012

Kepada Yth.

PENGURUS SEKSI KOMSOS PAROKI dan

PENGURUS SEKSI LITURGI PAROKI

Di tempat

Salam Damai dalam Kristus,

Menurut survey, lebih dari 25 paroki di Keuskupan Agung Jakarta memiliki LCD proyektor di Altar Gerejanya dan siap dipergunakan dalam perayaan Ekaristi. Namun pemanfaatannya LCD proyektor berbeda-beda antara paroki yang satu dengan paroki lainnya. Bahkan belum maksimal tetapi malah mengganggu penghayatan umat.

Bertepatan dengan Tahun Ekaristi, Panitia Tahun Ekaristi bersama Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta akan menyelenggarakan TEMU KOMSOS dengan topik bahasan “Pemanfaatan sarana LCD Proyektor di Altar Gereja agar penghayatan umat semakin terbantu dalam perayaan Ekaristi, bukan sebaliknya”. Ada pun pertemuan tersebut diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 5 Mei 2012
Waktu : pk.09.00 – 13.00 WIB
Tempat : AULA KATEDRAL
JL. Katedral No. 7
Agenda :

1. Sumbangan Komsos di Tahun Ekaristi
2. Sosialisasi Jejaring Komsos se-KAJ
3. LCD proyektor di dalam gereja

Karena terbatasnya tempat, maka undangan ini hanya berlaku maksimal untuk 5 (lima) orang untuk pengurus Seksi Komsos Paroki dan pengurus Seksi Lirutgi Paroki . Kami mohon untuk konfirmasi kedatangan paling lambat tanggal 4 Mei 2012 jam 12.00 WIB kepada Sdri. IRENE (via telp atau sms) HP 08174815757

Atas perhatian Saudara, kami mengucapkan terima kasih. Mari terus menjalin komunikasi iman, persaudaraan,dan pelayanan di era digital.

Jakarta, 9 April 2012
Hormat kami,

 Ketua Komisi KOMSOS KAJ

Info Gembala Baik KAJ Edisi Keempat 2012

Info Gembala Baik KAJ, Edisi Keempat 2012

 

 
 
 

Job Fair KAJ 2012 : 14-15 Juli 2012

job fair atma jaya 2012, job fair kaj

job fair atma jaya 2012, job fair kaj

Pameran Bursa Kerja Job Fair KAJ 2012; 14-15 Juli 2012

Dimulai sejak tahun 2009, Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) senantiasa menyelenggarakan Job Fair Akbar yang bertujuan untuk memfasilitasi para pencari kerja dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli dapat saling bertemu dan bersinergi. Dengan adanya sinergi antara kedua belah pihak, diharapkan kegiatan ini dapat membantu meningkatkan hajat hidup orang banyak.
Selain menjadi ajang untuk mencari kerja, Tim Penyelenggara Job Fair Akbar juga selalu mengadakan beberapa seminar dengan topik kiat sukses dalam dunia usaha dan bagaimana memulai suatu usaha yang mampu berdaya saing. Tujuan dari seminar-seminar ini adalah untuk memberi wawasan tentang kewirausahaan, yang akan dibawakan oleh narasumber – narasumber yang telah sukses di bidangnya masing-masing.
Untuk tahun 2012 ini Job Fair KAJ akan diselenggarakan di “Universitas Katolik Atma Jaya” pada tanggal 14-15 Juli 2012.
Seperti acara-acara sebelumnya, Job Fair ini terbuka untuk UMUM.
FB: Job Fair KAJ
Blog: http://jobfairkaj.blogspot.com/
Twitter: @jobfairkaj
Oleh karena itu, Tim Penyelenggara Job Fair mengundang kehadiran Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian sebagai pengunjung, pencari kerja, pemberi kerja, ataupun sebagai sponsor.
Untuk info & proposal, hub:
Catharina 0812-8578899
Agustino 0815-9220325
Luis 0815-19059001
atau email ke jobfairkaj@gmail.com

 
 

 
 

Kursus Pastoral Keluarga (Angkatan ke 3)

KOMISI KERASULAN KELUARGA

KEUSKUPAN AGUNG JAKARTA

Kepada Yth.
Pastor Paroki dan Umat Sekalian
Keuskupan Agung Jakarta.

Perihal : Kursus Pastoral Keluarga (Angkatan ke 3)

Salam damai dalam kasih Keluarga Kudus Yesus, Maria dan Yosep,
Sehubungan dengan masih banyaknya peminat yang ingin mengikuti Kursus Pastoral Keluarga Angkatan ke 2 namun karena terbatasnya ruangan, maka akan dibuka kelas baru lagi untuk Kursus Pastoral Keluarga Angkatan ke 3 yaitu mulai dari tanggal 29 April s/d 9 Juni 2012.

Oleh karena itu kami dari Komisi Kerasulan Keluarga – Keuskupan Agung Jakarta, bermaksud menawarkan kembali kepada para aktivis di paroki Romo, yang terlibat dalam gerak pastoral keluarga, yang belum mengikuti program Kursus Pastoral Keluarga. Program pembekalan ini sangat berguna dalam melaksanakan tugas pelayanan bagi SKK Paroki, SKK Lingkungan, Para Konselor Keluarga, Para Pengajar Kursus Persiapan Perkawinan, Ketua Lingkungan dan Pengurus Dewan Paroki lainnya.

Kursus Pastoral Keluarga ini terdiri dari 9 (sembilan) materi pembelajaran yaitu Pastoral Keluarga di KAJ, Spiritualitas dan Sakramentalitas Perkawinan, Moral Hidup Keluarga, Hukum Kanonik Perkawinan, Studi Kasus Hukum Perkawinan, Pastoral Kawin Campur, Kunjungan Pastoral Keluarga, Konseling Pastoral Keluarga, Keluarga Katolik di Era Globalisasi : Tantangan & Peluangnya. Kursus dilaksanakan 6 (enam) kali dimulai pada hari Minggu 29 April 2012 dan seterusnya setiap Sabtu tanggal 5 Mei, 12 Mei, 26 Mei, 2 Juni dan 9 Juni 2012, bertempat di Aula Katedral Jakarta – Ruangan St.Petrus. Adapun biaya partisipasinya sebesar Rp.300.000,– per orang.

Demikianlah atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan banyak terima kasih.

Teriring salam dan doa kami,

Komisi Keluarga KAJ

NB :
Pendaftaran kepada :
Albertus Tshai 0816805546 / 021-9483815
Bernadette P. 08176028028 / 021-6518689
Esti Birowo 0811810012 / 021-70733120
Nanik Moeliana 081389868688 / 021-70665568
 

 
 
 
 

Undangan: Dialog bersama Bpk Uskup Mgr Suharyo tentang “Mgr A Soegijapranata dan Dialog Antar Agama”


 
Ytk. Para Romo Paroki, dan Umat sekalian ,
(Cc: teman2 Sekretariat Paroki)
Dengan ini kami mengundang Romo/wakil Paroki-paroki KAJ dalam acara:
Dialog bersama Bp Uskup Mgr Suharyo ttg “Mgr A Soegijapranata dan Dialog Antar Agama” yang akan diadakan pada hari Minggu 15 April 2012 pk 9.30 di Gedung KWI lt 4 Jl Cut Meutiah, Menteng, Jakarta Pusat.
Diharapkan juga Seksi Komsos paroki-paroki dapat hadir dan meliput serta mempublikasikan acara tersebut di media komunikasi paroki baik cetak maupun online.
Namun, mohon terlebih dahulu konfirmasi kehadiran segera disampaikan langsung kpd Rm Benny Pr di no telp. 0816707668.
 
Terima kasih.
An. Pan. Film Soegija
 
 

Kegiatan Minggu Misi untuk Mempersiapkan World Youth Day (Hari Pemuda Sedunia) di Rio de Janeiro, Brazil 2013

Kegiatan Minggu Misi, untuk Mempersiapkan, World Youth Day, Hari Pemuda Sedunia, Rio de Janeiro, Brazil 2013

Kegiatan Minggu Misi, untuk Mempersiapkan, World Youth Day, Hari Pemuda Sedunia, Rio de Janeiro, Brazil 2013World Youth Day (Hari Pemuda Sedunia) yang akan diadakan di Rio, Brazil 2013 akan didahului dengan acara seminggu misi di seluruh Brazil sebelum ratusan ribu peziarah berdatangan pada World Youth Day. Pastor Jefferson Goncalves, direktur pra-kegiatan World Youth Day, mengungkapkan bahwa Minggu Misi itu akan diselenggarakan pada 17-20 Juli tahun 2013.
Minggu itu bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk berpartisipasi dalam kegiatan rohani, karya solidaritas dengan masyarakat setempat, serta acara misionaris dan kebudayaan. Raphael Fritz (ketua Event Minggu Misi) mengatakan para keluarga akan mengajak orang-orang muda untuk mengambil bagian dalam Pekan Misi untuk memberikan mereka pengalaman yang lebih otentik seputar hidup lokal tradisional.
Keputusan untuk mengadakan Minggu Misi ini dibuat oleh Kardinal Stanislaw Rylko, Presiden Dewan Pontifikal untuk Awam, ketika berkunjung ke Rio de Janeiro pada bulan Februari. Pastor Goncalves mengatakan ia berharap bahwa acara Minggu Misi itu akan “meninggalkan warisan untuk masa depan acara World Youth Days (Hari Pemuda Sedunia), pengalaman ini akan membawa orang-orang muda menuju rasul-rasul misionaris.”

Source: http://www.news.va/en/

Undangan “Jalan Sehat Keluarga (plus diharapkan bersama Pegawai Rumah Tangga-PRT)” bertema Cinta/Peduli Bumi

Sdri-Sdra yang Terkasih dalam Kristus:
KAJ didukung Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Terpadu akan mengadakan acara yang bertema Cinta/Peduli Bumi, yaitu “Jalan Sehat Keluarga (plus Pegawai Rumah Tangga-PRT kalau bisa)” pada tanggal 22 April 2012 di Ancol.
Kami kirimkan flyer dan form pendaftarannya. Sila mengirim ke milis paroki Anda, dan partisipasi keluarga-keluarga sangat diharapkan, karena peduli bumi harus bermula dari keluarga.
 

[imagebrowser id=1]

 
 
 
Informasi Lengkap dan Pendaftaran Hubungi:
1. Efi : 0812 8118 924 / 021-7560 0033, Email: efi.darliana@yahoo.com
2. Luppy Djoko : 0815 874 758, Email: luppydjoko@yahoo.com
3. Jovita Utami : 08999 887 108 / 021-573 8931, Email: jovita.mgu@gmail.com
No. Rekening Pendaftaran:
Bank Mandiri Cab. Tebet 124-00940-2273-9
a/n Wanita Katolik RI DPD Jakarta
 
 
 

Terbaru

Populer