Banjir dahsyat mengguncang Jakarta dan sekitarnya di bulan Januari 2013. Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta langsung bergerak ke berbagai tempat yang membutuhkan bantuan. Semua itu juga atas dukungan warga masyarakat yang peduli. Video ini menunjukkan salahsatu lokasi yang menjadi target pengiriman bantuan disamping banyak lokasi yang lain.
Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta, Jalan Katedral 5 Jakarta 10710. Tel (62-21) 3440172. http://www.ldd.galeri-kaj.com/
Kasih persaudaraan dan bela rasa umat KAJ sangat kentara dalam bencana banjir. Mereka saling bahu-membahu menolong korban banjir. Paroki yang bebas bajir pun ikut ambil bagian bersama LDD-KAJ, Kom-PSE-KAJ dan KARINA KWI, menyalurkan bantuan sejak hari pertama bencana (17/01).
Ketua LDD-KAJ, Rm. Edi Mulyono, SJ melaporkan bantuan-bantuan yang diberikan antara lain: perahu karet untuk evakuasi, makanan pokok, air Mineral, biskuit, makanan bayi, kain selimut, kain terpal untuk tenda, dll. Melibatkan banyak relawan. Paroki-paroki yang terkena banjir, antara lain: Paroki Tangerang, Karawaci, Galaxi, Slipi, Pejompongan, Grogol, Bidaracina, Teluk Gong, Pluit, Kedoya, Bojong Indah, Kotabumi, Cililitan, Ciledug, Bekasi.
Jika Anda ingin berbela rasa dengan para korban, silakan menyalurkan bantuan melalui BCA Rek. No. 1063017292 a/n Yayasan LDD-KAJ.
Bantuan Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta untuk Musibah Banjir 2013
Seputar Banjir Jakarta
Gereja St. Philipus Rasul, Teluk Gong, Jakarta Utara, menjadi tempat bagi ratusan pengungsi dari warga sekitarnya akibat banjir yang hingga kini masih menggenangi wilayah itu.
“Sebenarnya gereja juga kebanjiran, tapi kami masih bisalah ke kiri dan ke kanan,” kata Romo Yustinus Sukardi CP, Pastor Paroki St. Philipus Rasul.
Menurutnya, pekan lalu banjir yang menggenangi Jl. Telok Gong Raya tempat gereja berada sudah mencapai pinggang orang dewasa, sedangkan permukiman penduduk yang berada di belakang gereja, sudah tergenang hingga hampir dua meter, “Air datang mendadak. Warga sekitarnya datang ngungsi ke tempat kami dan kami tampung mereka di aula,” paparnya.
Karena kejadiannya sangat mendadak, sudah tentu logistik yang tersedia di gereja sangat tidak mencukupi. Mulai dari bahan makanan, alas tidur hingga obat-obatan.
Latest Gadget
“Kami spontanitas saja buka dapur umum, seadanya saja bahan yang dimasak. Pengobatan sudah semampunya. Sekarang yang paling mendesak adalah selimut, tikar dan air bersih,” sambung Romo Yustinus CP.
Sementara itu tidak luput dari banjir juga adalah komplek Sekolah St Maria Fatima Jatinegara, Jakarta Timur, yang terletak di pinggir Sungai Ciliwung. Menurut kepala sekolah SMP St Maria Fatima, Suster Afrida RGS, banjir melanda belakang komplek sekolah tersebut sejak Selasa malam, 15/01. Sekitar pukul 18.00 WIB air masuk dan menggenangi komplek sekolah bagian belakang. Malam itu juga, karyawan bersama para suster berkemas-kemas memberesi semua peralatan yang bisa diselamatkan, seperti meja, kursi, lemari, dan peralatan belajar lainnya. Barang-barang tersebut diangkut menuju ruang kelas lantai dua. Sedangkan kursi dan meja diletakkan di selasar-selasarnya.
Ruangan yang masih tergenang air terdiri dari 19 ruang kelas, Aula, ruang OSIS, ruang Pramuka, kantin, dan ruang makan guru. Air yang menggenang paling dalam setinggi dada orang dewasa. “Pada 24 Desember yang lalu komplek sekolah sudah kebanjiran, tapi tidak sebesar banjir ini. Maka, ketika banjir Selasa kemarin kami sudah siap mengantisipasi,” ujar Suster Afrida.
PAROKI-PAROKI TERKENA BANJIR. Kasih persaudaraan dan bela rasa umat KAJ sangat kentara dalam bencana banjir. Mereka saling bahu-membahu menolong korban banjir. Paroki yang bebas bajir pun ikut ambil bagian bersama LDD-KAJ, Kom-PSE-KAJ dan KARINA KWI, menyalurkan bantuan sejak hari pertama bencana (17/01).
Ketua LDD-KAJ, Rm. Edi Mulyono, SJ melaporkan bantuan-bantuan yang diberikan antara lain: perahu karet untuk evakuasi, makanan pokok, air Mineral, biskuit, makanan bayi, kain selimut, kain terpal untuk tenda, dll. Melibatkan banyak relawan. Paroki-paroki yang terkena banjir, antara lain: Paroki Tangerang, Karawaci, Galaxi, Slipi, Pejompongan, Grogol, Bidaracina, Teluk Gong, Pluit, Kedoya, Bojong Indah, Kotabumi, Cililitan, Ciledug, Bekasi.
Jika Anda ingin berbela rasa dengan para korban, silakan menyalurkan bantuan melalui BCA Rek. No. 1063017292 a/n Yayasan LDD-KAJ.
(indonesia.ucanews.com/hidupkatolik.com)
Pengumuman Lomba Dekorasi Natal KAJ 2012
.
.
.
Setelah dengan lebih teliti lagi melihat semua unsur, dengan tidak gampang, karena perbedaan yang tipis, kami akhirnya menetapkan urutan juara sebagai berikut:Juara 1 (mendapatkan trofi, sertifikat dan hadiah uang Rp 5.000.000,-) : St. Yohanes don Bosco, Danau SunterJuara 2 (mendapatkan trofi, sertifikat dan hadiah uang Rp 3.000.000,-) : St. Laurentius, Alam SutraJuara 3 (mendapatkan trofi, sertifikat dan hadiah uang Rp 2.000.000,-) : St. Antonius, Bidaracina
.
.
.
.
Tradisi Mendoakan Arwah
Apakah menurut iman Katolik, tradisi mendoakan arwah sepanjang tahun bisa dibenarkan? Butir-butir iman Katolik apa yang harus kami hayati agar tradisi ini sungguh bernafaskan iman Katolik?
Pertama, tradisi mendoakan arwah anggota keluarga terus sepanjang tahun, adalah tradisi yang baik dan bisa dibenarkan dalam Gereja Katolik. Malahan, tradisi ini bisa dianjurkan untuk semua keluarga Katolik. Banyak nilai iman Kristiani yang diungkapkan dalam kebiasaan mendoakan arwah sepanjang tahun. Kebiasaan ini akan meneguhkan iman kita.

Kedua, bila kita biasa mengajak anak-anak atau anggota keluarga untuk mendoakan arwah kakek, nenek, atau anggota lain dari keluarga yang sudah meninggal, secara sadar atau tidak, kita mengajarkan satu butir iman penting, yaitu bahwa ada
Ketiga, kematian menyadarkan kita akan ketidakberdayaan kita berhadapan dengan sengat dosa ini. Dalam situasi ini, tidak terlalu penting indahnya ajaran hidup agama atau meriahnya ritus doa. Yang menentukan ialah bahwa ajaran dan ritus doa itu berkaitan dengan seseorang yang telah mengalahkan kematian atau menang atas kematian. Itulah Yesus Kristus yang bangkit. Kristus adalah buah sulung kebangkitan. (1Kor 15:22-26; Kol 2:15; Rm 6:9-10; KGK 651). Inilah jantung iman kristiani. (bdk HIDUP No 12, 23 Maret 2012). Maka, iman pada kebangkitan Kristus diteguhkan ulang setiap kali kita mendoakan para arwah, karena kita percaya bahwa para arwah akan menikmati juga kebangkitan karena pahala kematian dan kebangkitan Kristus yang kita mohonkan untuk mereka. (bdk HIDUP, No 13, 30 Maret 2008). Karena itu, doa yang paling baik ialah mempersembahkan intensi misa untuk para arwah (bdk HIDUP, No 46, 18 November 2007).kehidupan lain di balik kematian. Hidup kita tidak berhenti hanya dengan hidup di dunia sekarang ini. Butir iman ini sangat perlu ditekankan mengingat bahwa sekarang di tengah arus konsumerisme dan materialisme yang sarat dengan semangat menikmati kenikmatan sesaat sebanyak mungkin (hedonisme), manusia cenderung membatasi pandangan hidup hanya pada kehidupan di dunia ini, dan melupakan kehidupan kekal. Mendoakan arwah mengingatkan akan adanya horizon hidup kekal dan persiapan kita sendiri sejak di dunia ini, sekarang ini. (bdk HIDUP No 47, 20 November 2011)
Keempat, mendoakan arwah mengingatkan kita pada ajaran iman yang kita ucapkan dalam doa Aku Percaya, yaitu tentang “Persekutuan Para Kudus”. Kita, Gereja yang berjuang atau musafir, tetap bersatu dengan saudari-saudara kita yang sedang menderita di Api Penyucian dan dengan para Kudus di surga. Kita sama-sama anggota Tubuh Mistik Kristus. (bdk HIDUP No 45, 7 November 2010 dan No 44, 28 Oktober 2012). Mendoakan arwah menunjukkan dimensi komuniter dari hidup Gereja dan kepedulian kita kepada anggota Gereja yang menderita di api penyucian.
Para arwah yang sudah kita doakan adalah pribadi yang tahu berterima kasih. Maka, jika mereka sudah menikmati kebahagiaan surgawi, pastilah mereka juga akan mendoakan kita. Dengan pencerahan yang diberikan sesudah kematian, para arwah adalah pribadi-pribadi yang tahu berterima kasih. Hanya kita yang masih terbalut dengan darah dan daging ini saja, yang tidak tahu berterima kasih. Karena itu, pastinya sesudah para arwah menyelesaikan semua hutang dosa di api penyucian, mereka juga akan mendoakan orang-orang yang telah berjasa membantu mereka mencapai kebahagiaan surga.
Kelima, kesadaran akan dimensi komuniter hidup Gereja akan membuat kita tidak pernah merasa sendirian. Kesatuan kita dengan Gereja yang mulia akan memberikan rasa aman berhadapan dengan dunia yang tak kelihatan, khususnya roh-roh yang kurang bersahabat. Kita percaya bahwa para kudus akan menjadi saudara dan sahabat yang membentengi dan membela kita. Persekutuan para kudus sudah kita alami di dunia ini. Latest Gadget
Pastor Dr Petrus Maria Handoko CM
(Original Source: www.hidupkatolik.com)
Ini Pesan Natal 2012 Uskup Agung Jakarta untuk Umat Kristiani
Uskup Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo, Pr mengajak masyarakat, khususnya umat kristiani untuk senantiasa mengedepankan rasa kesetiakawanan terhadap sesama.
“Pesan Natal dari tahun ke tahun sama, yaitu untuk senantiasa meningkatkan rasa kesetiakawanan,” kata di Uskup Agung Gereja Katedral, Jakarta, Selasa (25/12/2012).
Dikatakan, dalam perayaan Natal kali ini diharapkan warga kristiani ikut berperan untuk membangun sesama.
“Kita semua tahu dan melihat dari tahun ke tahun ikatan sesama warga semakin renggang,” ujar Uskup Agung Jakarta.
Untuk itu, Uskup Agung mengharapkan agar umat kristiani memiliki peran sekecil apapun untuk mempererat persaudaraan melalui kesetiakawanan.
(http://id.berita.yahoo.com)
Media online Katolik harus jadi wadah untuk evangelisasi
Media online seperti web dan blog serta media sosial yang dikelola oleh orang Katolik secara individu, komunitas atau lembaga harus menjadi wadah evangelisasi dan mempromosikan nilai-nilai spiritual serta pengatahuan iman Katolik.
Hal itu disampaikan para nara sumber dalam temu blogger dan pengelola situs online yang diadakan oleh Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Jakarta (Komsos KAJ) di aula katedral Jakarta pada Sabtu (15/12), yang dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari paroki-paroki se-KAJ dan juga peserta dari Keuskupan Surabaya, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Bandung, dan Keuskupan Bogor.
“Web atau blog milik orang Katolik hendaknya juga memuat nilai-nilai evangelisasi dan spiritual untuk membantu para pembaca memperkaya iman mereka,” kata Romo Harry Sulistyo, ketua Komsos KAJ dalam forum itu.
Dalam acara bertajuk ‘Menjadi Gereja satu tubuh, makin budaya menabur iman, melayani dunia maya’ Romo Harry mengatakan sangat penting bagi orang Katolik untuk menjadikan web atau blogserta juga facebook dan twitter yang mereka miliki dijadikan sarana berbagi pengalaman iman terutama dengan orang muda mengingat sebagian besar yang aktif di media online adalah orang muda.
“Kita jangan bergerak sendiri-sendiri secara sporadis dalam hal pengelolaan dunia Internet. Kita harus bersama-sama,” kata imam itu.
Pembicara lain adalah Stefanus Tay, pengelola website Katolisitas.org. Ia bersama istrinya Inggrid Listiati berbagi pengalaman cara mempromosikan nilai-nilai evangelisasi dan spiritual.
Stefanus mengatakan web atau blog Katolik perlu mengembangkan pengetahuan iman Katolik seperti yang ia lakukan dalam web yang dikelolanya.
Ia mengakui bahwa banyak orang yang mengunjungi website-nya dan bukan hanya orang Katolik. Bahkan ada sejumlah pembaca yang tertarik masuk Katolik setelah membaca sejumlah ajaran iman Katolik di situsnya.
Sementara itu Romo Alfonsus Widhiwiryawan SX, seorangblogger dan salah satu partisipan dalam Vatican blogger meeting 2011, menekankan pentingnya jejaring bukan hanya dengan web atau blogger lokal tapi juga dunia yang memiliki visi dan misi yang sama guna “menambah pengatahuan kita dan memperkaya iman.”
(http://indonesia.ucanews.com/)
Kutipan Norman Vincent Peale
“People are more easily ruined by praise than save through criticism.”
“Manusia lebih senang hancur dengan sanjungan ketimbang selamat melalui kritikan,” .
Pesan Pastoral Sidang KWI Tahun 2012 “Tentang Ekopastoral”
.
.

.
.
.
.
.
.
.
|
Mgr. Ignatius Suharyo
K e t u a
|
Mgr. Johannes Pujasumarta
Sekretaris Jenderal
|
















